Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 356



Setelah Qi Shi keluar, dia mendengar Xin Qian dan Mu Lan mengatakan bahwa udang itu dapat dimakan dan rasanya juga sangat lezat, dia menjadi serakah dan bersemangat.


“Xin Qian, kamu bilang udang karang ini bisa dimakan, apakah itu benar?” Qi Shi berkedip dan bertanya.


Xin Qian tidak repot-repot memperhatikan Qi Shi, jadi dia diam saja.


Mu Lan menjawab, "Qian’er berkata itu bisa dimakan, jadi dia pasti bisa memasaknya."


"Ah, ipar kedua, kamu harus memberiku sedikit saat keluargamu memasak nanti, aku juga ingin mencicipi ini." Ucap Qi Shi tanpa malu-malu.


Xin Qian sedikit kesal juga jijik ketika dia melihat tampilan serakah Qi Shi. Wanita ini ingin makan segalanya, selalu ingin mengambil bagian dan serakah.


"Untuk apa kami memberikannya untukmu? Keluarga kami saja tidak memiliki cukup makan!" Xin Qian menjawab tanpa menahan emosinya.


Qi Shi memandang ke arah Xin Qian dengan marah, "Ipar kedua ku bahkan belum berbicara, Kenapa kamu yang menjawab?”


"Aku hanya tidak bisa melihat saat ada orang yang tak tahu malu. Ini adalah pertama kalinya aku melihat seseorang yang mengambil inisiatif untuk meminta makanan. Anak-anak bahkan tidak seperti ini! Kamu orang dewasa, tapi kelakuan mu lebih buruk daripada seorang anak. Apakah Kamu bodoh? " Ucap Xin Qian sinis.


Bahkan orang seperti Qi Shi yang tidak tahu malu, saat mendengar kata-kata Xin Qian, wajahnya memerah sesaat, "Xin Qian, kamu ... kamu ... apa yang kamu bicarakan? Apakah aku tidak boleh memakannya? Qiaoer ku, juga pergi untuk membantu menangkap udang, jadi Aku punya bagian pada udang ini juga! "


Xin Qian berkata dengan mencibir, "Hei, jika Kamu berkata begitu, maka ambillah yang ditangkap Qiaoer mu, Kamu bisa menggorengnya sendiri jika Kamu mengambilnya, kan? Kami tidak perlu milik anakmu."


Ketika Xin Qian mengatakan ini, Qi Shi segera tidak tahu bagaimana menjawab. Meski mereka memberinya lobster, dia tidak bisa mengolahnya, apalagi menggoreng lobster sendiri, kan? Dia tidak suka memasak!


"Kenapa kamu seperti ini ... Qiao'er telah membantu mu menangkap beberapa udang. Kamu harusnya membiarkannta makan bersama. Adik ipar, aku hanya meminta beberapa, kenapa kamu sangat pelit? Apakah kita masih keluarga? "


Mu Lan tampak sedikit merasa bersalah pada Qi Shi. Selama waktu ini, kehidupan Qi Shi tidak mudah. Jadi dia mendorong Xin Qian, “ Qian’er setelah kamu menggorengnya, bolehkah kakak ipar ku makan sedikit? Biar dia bisa mencicipinya, orang-orang di desa ini tidak pernah mencicipinya."


“Wahhh!” Sebelum Xin Qian mengangguk, dia mendengar Zhu Qiaoer berteriak.


Qi Shi bergegas dan bertanya kepada Zhu Qiaoer, "Qiaoer, ada apa denganmu? Apakah ada yang salah?"


Zhu Daniu di kamar juga mendengar suara itu dan berlari keluar, khawatir tentang situasi Zhu Qiaoer.


Zhu Qiaoer mengangkat tangannya dan berteriak kepada Qi Shi dan Zhu Daniu, "Ayah, ibu, tanganku digigit lobster."


Zhu Daniu dan Qi Shi melihat jari-jari Zhu Qiao'er yang dijepit oleh penjepit lobster. Mungkin sangat menyakitkan, jadi Zhu Qiaoer mulai menangis.


Ketika Zhu Daniu melihatnya, dia dengan cepat menarik udang dari jari Zhu Qiao'er, dan menghiburnya, "Qiaoer jangan takut, jangan takut!"


"Ouuuu, ayah ~ itu menyakitkan ~" udang itu telah dilepaskan, tetapi Sayangnya, itu masih memotong jari Zhu Qiaoer, ada banyak darah ditangannya saat ini.


"Daniu, lihat dirimu, mengapa kamu menariknya begitu kuat? Itu menghancurkan tangan Qiao'er!" Qi Shi buru-buru berkata.


“Uwahhhh!!! Sakit!!” Zhu Qiao'er menangis lebih keras karena jari yang luka.


"Qiaoer, jangan menangis, ibu akan pergi mencari selembar kain untuk membungkus tanganmu."


Setelah mengatakan itu, Qi Shi bergegas ke rumah dengan cemas untuk menemukan kain.


Xin Qian dan Mu Lan mendengar situasi itu, dan dengan cepat pergi dan melihat, khawatir tentang apa yang terjadi pada Zhu Qiaoer. Ketika Xin Qian membungkuk, dia melihat bahwa sobekan di tangan Zhu Qiaoer tidak kecil.


“Hah…” Xin Qian mendesah sedikit, anak itu benar-benar menyedihkan. Metode Zhu Daniu juga salah. Dia seharusnya tidak menariknya begitu cepat, itu akan semakin melukai tangannya. Jika Kamu mematahkan dua penjepit udang itu dulu, maka tidak masalah.


Setelah itu, Qi Shi bergegas keluar dari rumah, ia dengan cepat membungkus tangan Zhu Qiaoer dengan kain putih, tidak lupa untuk mengatakan beberapa kata tentang Zhu Qiaoer.


"Kamu gadis sial, aku sudah bilang jangan main! Lihat tanganmu sekarang, tanganmu sobek! Hei, kamu memang pantas mendapatkannya!"


Meskipun dia mengatakan itu, itu adalah anaknya sendiri, hati Qi Shi masih merasa tertekan.


Zhu Daniu memelototi Qi Shi dengan tidak senang, "Kamu benar-benar tidak berguna, apa gunanya mengatakan ini sekarang? Tangan Qiao'er sudah sobek! Aku tidak melihatmu sepanjang hari, aku tidak tahu di mana kamu berada? Jika kamu mengawasi Qiao'er, akankah tangan Qiaoer akan terluka? "


Zhu Daniu memelototi Qi Shi, "Kamu selalu saja bilang ke toilet! Apa yang kamu tahu kalau kamu hanya pergi ke toilet sepanjang hari! Apakah kamu mendapatkan wasir atau apa, hah?!”


Ketika Zhu Daniu mengatakan ini, bibir Qi Shi melengkung, "Daniu, bagaimana kamu tahu bahwa aku menderita wasir?!"


"..." Xin Qian yang mendengarkan di sela-sela, tidak bisa menahan senyum. Qi Shi ini adallah wanita yang sangat aneh. Bukankah Qi Shi adalah orang yang rakus?! Maka, biarkan saja dia makan banyak udang nanti! Aku akan harus memasukkan banyak cabai dan lada ke dalamnya, semakin dia makan, semakin sakit wasir yang dia alami nanti. Biarkan dia menderita sedikit, jadi nanti dia tidak akan berteriak untuk meminta makanan.


Ada sedikit simpati di mata Mu Lan. Wasir ini bisa serius, dan dua tidak tahu bagaimana saudara iparnya bisa bekerja dengan baik. Dia juga tampak menyedihkan ...


Ini juga didengar oleh Ny. Zhu, dia bersukaria dan berkata, "Jika Kamu terkena wasir, itu karena Tuhan ingin membersihkan mu! Wanita ini sangat tidak berbakti, dia pasti mendapatkan wasir karena itu hukuman untukmh!"


Melihat Nyonya Zhu mengatakan ini padanya, Qi Shi menatap Nyonya Zhu dengan marah, "Kamu wanita tua yang sudah mati, apa yang kamu bicarakan? Siapa yang pantas dihukum? Memangnya apa yang telah ku lakukan?? Kamu jelaskan padaku!"


Ny. tua Zhu berkata dengan mencengkeram kedua pinggulnya, "Sudah kubilang, itu karena kamu wanita yang tidak berbakti! Kamu malas setiap hari, aku yang mengerjakan semuanya!”


Qi Shi yang dimarahi oleh Nyonya Zhu, merasa sangat marah. Ketika dia akan menyingsingkan lengan bajunya dan bergegas untuk mengajari Ny. Zhu. Zhu Daniu mendorongnya dari belakang dan dia punjatuh ke tanah.


“Gedebuk!”


Zhu Daniu bertanya dengan wajah dingin, "Apa yang kamu lakukan? Apakah kamu berencana untuk memukul ibu ku? Ibuku benar, kaamu hanya tahu makan sepanjang hari. Itu sebabnya kamu selalu buang kotoran setiap saat! Karena itulah kamu mendapat wasir!”


Selama periode ini, Nyonya Zhu juga berani melawan Qi Shi karena putranya tidak lagi melindungi istrinya, jadi dia berani bertarung melawan Qi.


Setelah Zhu Daniu selesai mengatakan ini, Nyonya Zhu buru-buru berteriak dari belakang, "Ya, Menantu tertua, Kamu harus makan lebih sedikit di masa depan, dan memberikan makanan lezat kepada para penatua, agar kau tidak lari ke toilet setiap saat!"


Zhu Daniu mengangguk, "Ya, jika aku menemukan kamu makan banyak nanti, maka aku akan mematahkan kakimu!"


Qi Shi melengkungkan bibirnya, wajahnya sedih, "Da Niu, aku belum perrnah makan banyak selama ini! Aku selalu makan lebih sedikit dari sebelumnya. Jika aku tidak makan lagi, anakku tidak punya susu untuk diminum. Meski kamu tidak ingin memberi ku makan, tapi anak ku harus makan! "


Nyonya Zhu memelototi Qi, "Kamu selalu membuat anakmu jadj alasan! Jika anakmu tidak punya susu. Tidak bisakah kamu memcampur sup nasi dengan sedikit susu? Memberi sup nasi akan membuatnya kenyang."


Ketika Nyonya Zhu mengatakan ini, itu untuk mematahkan kekuatan Qi Shi.


Qi Shi hanya bisa mengertakkan giginya, wanita tua yang sudah mati ini, selalu punya cara untuk melemparkannya kembali! Sialan!


Zhu Daniu juga berkata dengan dingin, "Apakah kamu sudah mendengar itu? Jika kamu mengikuti kata-kata ibu, kamu bisa menggunakan sup nasi."


Mata Qi Shi bertemu dengan tatapan Zhu Daniu dan hanya bisa menganggukkan kepalanya, tetapi di dalam hatinya dia akan memarahi Nyonya Zhu sepuluh kali nanti!


Xin Qian mendengarkan di sela-sela dan menggelengkan kepalanya. Beginikaah kehidupan orang-orang yang buta huruf? Itu mengerikan, bagaimana bisa sup nasi sebanding dengan susu? Sup nasi tidak terlalu bergizi.


Mu Lan melangkah maju dan berkata, "Oke, kakak ipar, ibu, jangan bertengkar. Tangan Qiao'er tidak tahu apakah itu sudah baik-baik saja."


Saat mendengar Mu Lan berbicara, Nyonya Zhu berkata dengan marah, "Kamu sangat tidak tahu malu untuk mengatakan itu! Kamulah yang membawa orang-orang ini ke halaman kita sepanjang hari! Jika bukan karena mereka, tangan Qiao'er tidak akan digigit udang, kan? Suruh mereka pulang!”


Jelas, kata-kata itu untuk Xin Qian yang selalu dibicarakan Ny. Zhu.


Mu Lan menghela nafas sedikit, sedikit tidak berdaya. "Ibu, apa yang kamu bicarakan? Berapa banyak anak yang datang untuk bermain dengan putraku! Bukankah anakku juga sering pergi ke rumah lain untuk bermain? Lagipula, siapa yang tahu Qiaoer secara tidak sengaja akan dijepit?"


“Kamu masih punya banyak alasan!” Nyonya Zhu mendengus pelan, “Aku adalah orang tua dan harus hidup tenang. Setiap hari aku melihat orang-orang ini kembali, dan membuat kebisingan! Telingaku sakit karena suara itu.”


Ujung mulut Mu Lan berkedut, ibu mertuanya benar-benar tidak masuk akal. Tidak ada gunanya berbicara dengan Nyonya Zhu. Dia harus membangun rumah sendiri agar bisa menjadi lebih tenang.


Zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗