Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 198



Nyonya tua Mo tersenyum kecut, lalu menghela nafas, dan berkata, "Alangkah baiknya jika itu adalah putra Feng'er. Keluarga Mo kami telah di turunkan dari generasi ke generasi, dan setiap generasi sangat sulit untuk memiliki anak. Bahkan, Ayah Feng'er hanya memiliki seorang putra di usianya yang ke tiga puluh tahun. Hanya Feng'er, hah…. Aku tidak tahu kapan anak Fenger lahir. Aku masih ingin menjadi nenek buyut, ku harap aku bisa melihat anak-anak Feng'er di sisa hidup ku ini ... "


Nyonta Tua Mo berkata dengan sedikit sedih. Dia tidak tahu apa yang terjadi dalam keluarga Mo nya. Ada begitu sedikit keturunan di setiap generasi, dan Mo Lianfeng adalah putra tunggal, bahkan dia tidak punya saudara tiri.


"Nenek, aku sudah mengakui Xiao Chen sebagai putra baptis ku. Mulai sekarang dia akan menjadi cicit mu ..." Mo Lianfeng mengambil kesempatan untuk mengatakan kepada Nyonya Tua Mo.


Jika itu adalah anak desa biasa, Nyonya tua Mo pasti tidak mau membiarkan Mo Lianfeng mengangkat anak seperti itu sebagai anak baptis. Tapi melihat wajah Xiao Chen dan Mo Lianfeng yang serupa, Nyonya tua Mo tidak bisa tidak menyukainya. Dia juga merasakan keintiman dengan Xiao Chen, seolah dia merasa Xiao Chen adalah cicitnya ...


Jadi, Nyonya tua Mo mengangguk dan setuju. Lalu, berkata, "Tapi Feng'er, anak baptis tetaplah anak baptis. Jadi, kamu harus cepat-cepat menikah dengan Gadis Shuanger. Mungkin kamu bisa punya anak imut dan gemuk darinya…"


Mo Lianfeng tidak ingin lagi mendengarkan Nyonya tua Mo tentang pernikahan itu dan berkata, "Nek, aku akan membicarakan ini nanti. Cucu mu tidak terburu-buru untuk menikah sekarang."


"Bagaimana bisa kamu tidak terburu-buru? Kamu tidak muda lagi, meski tidak ingin menikah, tetapi kamu tidak bisa terus menunda pernikahan mu dengan Gadis Shuanger ..." Ucap Nyonya tua Mo.


Melihat Ny. Tua Mo, yang memikirkannya penikahannya, Mo Lianfeng dengan cepat menggosok kepalanya, dan berkata, "Nenek, cukup, Aku sakit kepala..."


"Sakit kepala? Fenger? Kamu baik-baik saja?" Nyonya Tua Mo buru-buru bertanya dengan khawatir.


"Mungkin aku kurang istirahat, nenek, aku ingin beristirahat. .." Ucap Mo Lianfeng. Dia hanya bisa berpura-pura lemah untuk menghindari topik pernikahan ini, dia tidam bisa menolak dengan tegas karena takut neneknya sedih. Apalagi kesehatan neneknya sudah memburuk akhir-akhir ini.


"Baiklah, kalau begitu, Feng'er cepatlah untuk beristirahat. Nenek akan kembali menemui mu besok. Kamu bisa istirahat sekarang." Ucap Nyonya Tua Mo.


"Oke, nenek." Ucap Mo Lianfeng tersenyum ringan.


“Xiao Chen, nenek juga akan datang untuk bermain dengan mu lagi di masa depan.” Ucap Nyonya tua Mo dengan sayang saat menyentuh wajah kecil Xiao Chen.


“Ya, nenek!” Xiao Chen tersenyum manis.


Melihat kepergian Nyonya tua Mo, Mo Lianfeng menghela nafas berat. Untungnya, dia bisa menemukan alasan. Jika tidak, Nyonya tua Mo pasti akan terus membicarakan pernikahannya di telinganya lagi. Jika itu tentang pernikahannya dengan Xin Qian, maka tidak apa-apa. Masalahnya adalah Ny. Tua Mo sangat menyukai Murong Shuang, sepupu yang terus menempel padanya itu. Padahal dia sudah berkali-kali menolak Murong Shuang, tapi wanita itu terus saja menyukaonya sejak kecil.


“Ayah, apakah kepala mu benar-benar sakit? Apakah kamu ingin Xiao Chen memijatnya untuk mu?” Xiao Chen bertanya dengan wajah khawatir.


Melihat ekspresi Xiao Chen yang khawatir, Mo Lianfeng merasa hatinya hangat. Itu adalah putranya yang paling berbakti. Mo Lianfeng tersenyum dan berkata, "Tidak, ayah hanya menggoda nenek mu."


"Ow? Ayah? Apakah itu tidak apa-apa? Ibu mengatakan kebohongan itu tidak bisa di lakukan, terutama generasi muda tidak bisa mengolok-olok para penatua..." Ucap Xiao Chen seraya mengerutkan kening, wajahnya


Mo Lianfeng merasa bahwa dia telah di ajari oleh seorang anak kecil. Mo Lianfeng tersenyum dan berkata, "Yah, ini kesalahan Ayah. Ayah tidak akan terlalu menggoda nenek mu lagi."


"Apakah kepala ayah benar-benar tidak sakit?" Tanya Xiao Chen dengan kepala yang miring ke samping. Mata bulatnya bersinar dengan polos. Penampilannya saat seperti ini, sungguh sangat menggemaskan.


"Tidak sakit.” Jawab Mo Lianfeng seraya mengusap kepala Xiao Chen.


“Itu bagus,” Ucap Xiao Chen tersenyum pada Mo Lianfeng.


Helian Ming yang melihat interaksi antara Mo Lianfeng dan Xiao Chen. Bagaimana bisa dia merasa bahwa mereka seperti ayah dan anak?


Mo Lianfeng meminta pelayannya untuk membawa beberapa makanan, dia pun makan malam dengan Helian Ming, Xin Qian dan Xiao Chen.


Pagi hari berikutnya…


Xin Qian dan Xiao Chen tinggal di Mansion, tetapi Mo Lianfeng pergi untuk membantu Xin Qian menyelidiki kasus ini. Xin Qian tidak bisa terlibat dalam penyelidikan kasus ini, dan dia percaya bahwa Mo Lianfeng dapat membantunya menanganinya. Dengan bantuan Mo Lianfeng, Xin Qian merasa nyaman tinggal di Mansion Pangeran, karena Nyonya tua Mo merasa bahwa Xin Qian bukan ancaman, jadi dia juga baik kepada Xin Qian.


Khususnya, Nyonya tua Mo sangat baik untuk Xiao Chen, bahkan itu sama cintanya dengan cicitnya sendiri. Nyonya tua Mo tidak hanya mengajak Xiao Chen bermain dengannya, tetapi juga mengeluarkan semua kue lezat di Mansion untuk di makan oleh Xiao Chen.


Xiao Chen yang hanya tinggal di pedesaan sejak kecil. Tentu saja tidak pernah makan makanan lezat ini. Dia saja jarang memakan sepotong permen manis, apalagi kue-kue mahal ini.


Nyonua tua Mo tersenyum dan mengelus kepala Xiao Chen, lalu bertanya, “Bagaimana, Nak? Apa itu enak? Apa itu sesuai dengan selera mu?”


"Sangat enak, nenek~" Xiao Chen mengangkat wajahnya dan tersenyum pada Nyonya tua itu.


“Nenek, kamu sangat baik pada Xiao Chen, lebih baik dari nenek Xiao Chen di desa! Xiao Chen menyukai mu!” Suara lembut dan halus Xiao Chen, di tambah dengan senyum yang mempesona di wajahnya, membuat Nyonya tua Mo bahagia. .


Bagaimana bisa ada anak yang sangat imut seperti ini? Melihat Xiao Chen, Nyonya tua Mo selalu memikirkan Mo Lianfeng ketika dia masih kecil.


“Apakah nenek mu memperlakukan mu dengan buruk?” Nyonya tua Mo bertanya sambil tersenyum.


Gerakan tangan Xiao Chen yang memakan kuenya berhenti, dan dia menggelengkan kepalanya, dengan ekspresi sedih di wajahnya, lalu berkata, "Hmm~ Nenek Xiao Chen di desa bahkan ingin menjual Xiao Chen pada keluarga kaya, nenek juga memperlakukan Ibu ku dengan buruk, Xiao Chen tidak suka itu…”


"Kenapa Ayah mu tidak melindungi kamu dan ibu mu?" Tanya Nyonya tua Mo dengan alis yang berkerut. Bagaimana bisa anak sekecil ini mengalami hal-hal buruk seperti itu, bahkan oleh keluarganya sendiri.


“Xiao Chen tidak punya ayah sejak dia masih kecil, dan mereka semua memarahi Ibu ku karena dia melahirkan Xiao Chen tanpa Ayah ..." Ucap Xiao Chen dengan polos.


Bagaimanapun, Xiao Chen masih muda, dan dia tidak banyak mengerti tentang kehamilan di luat nikah Xin Qian. Namun, Nyonya tua Mo sangat mengerti arti dari kata-kata Xiao Chen. Xin Qian sepertinya melahirkan Xiao Chen di luar nikah. Tapi, siapa pria itu? Kenapa dia tidak muncul meski Xiao Chen telah lahir ke dunia ini?


"Ibu ku terlalu menyedihkan. Ketika Xiao Chen tumbuh besar, Xiao Chen harus melindungi Ibu," Ucap Xiao Chen dengan wajah serius.


Melihat Xiao Chen begitu masuk akal dan berbakti, Nyonya tua Mo lebih menyukainya, dia bahkan berpikir betapa baiknya jika Xiao Chen adalah putra kandung dari Mo Lianfeng.. Sayang sekali bahwa anak seperti itu besar di Keluarga yang buruk… dia tidak menyangka bahwa Xin Qian adalah wanita yang bebas seperti itu…


Ketika tiba waktunya makan siang, Xin Qian datang ke halaman tempat Nyonya tua Mo tinggal untuk menjemput Xiao Chen makan siang.


Xin Qian menemukan bahwa sikap Nyonya tua Mo terhadapnya tampak lebih dingin, dan dia tidak tahu kapan dia telah menyinggung Nyonya tua Mo. Yah, Xin Qian tidak peduli padanya. Lagipula, dia sadar diri akan tempatnya…


"Gadis Xin, aku sangat menyukai Xiao Chen. Mengapa kamu tidak membiarkan Xiao Chen mengikuti ku ke Istana Pangeran di masa depan? Lagi pula, Xiao Chen mengakui Feng'er sebagai ayah baptis. Lalu, kamu juga belum terlalu tua, jadi kamu masih bisa menikah. Kamu bisa memberikan Xiao Chen pada ku dan aku akan menjaganya untuk mu. Kamu juga bisa menemukan keluarga suami yang baik, bagaimana?” Ucap Nyonya Tua Mo.


Kata-kata yang di buat oleh Nyonya tua Mo hampir membuat Xin Qian muntah darah. Apa yang Nyonya tua ini katakan? Mengapa dia harus menyerahkannya putranya sendiri kepada orang lain?


Xin Qian tahu bahwa Nyonya tua Mo mengatakan itu untuk kebaikannya, tetapi dia tidak ingin menikah jika harus berpisah dengan Xiao Chen. Lebih baik dia tidak menikah dalam dua kehidupan ini!


Xin Qian tersenyum kecut, dan berkata, "Terima kasih Nyonya tua karena mencintai Xiao Chen dan peduli pada ku, tetapi aku tidak berniat untuk menikah. Aku hanya berniat untuk hidup bersama dengan Xiao Chen seumur hidup ku."


"Hei, Nak, maaf jika aku menyinggung mu. Aku hanya berpikir bahwa kamu masih muda, dan Kamu pasti bisa menemukan keluarga suami yang baik. Dengan cara ini, kehidupan mu akan terjamin. Yah, aku tidak akan memaksa mu, karena itu adalah keputusan mu. Akan tetapi, bolehkah aku sesekali bermain membawa Xiao Chen ke kota untuk bermain bersama? Aku sangat menyukainya.” Ucap Nyonya tua Mo.


“Terima kasih sudah peduli pada ku. Tetapi, aku tidak akan pernah memberikan putra ku pada orang lain. Jika Nyonya tua ingin menemui Xiao Chen sesekali, tentu saja aku menyambut mu dengan ramah.” Ucap Xin Qian tersenyum ringan.


“Itu bagus!” Ucap Nyonya tua Mo.


Awalnya, Nyonya tua Mo cukup menyukai Xin Qian karena Xiao Chen, tetapi saat dia mendengar bahwa Xin Qian hamil di luar nikah, dia merasa bahwa Xin Qian bukanlah gadis yang baik. Bagaimana pun, seorang wanita bangsawan sepertinya sangat menjunjung tinggi martabat dan harga diri yang mulia.


Melihat bagaimana sikap Nyonya tua Mo padanya, Xin Qian semakin yakin bahwa pernikahannya dengan Mo Lianfeng, adalah jalan berliku yang harus di tempuh. Xin Qian tidak yakin apakah Mo Lianfeng bisa meyakinkan neneknya dan mendapatkan restunya…


"Nyonya tua, aku datang kemari untuk menjemput Xiao Chen. Sekarang saatnya makan. Aku akan membawa Xiao Chen untuk makan malam." Ucap Xin Qian.


Nyonya tua Mo tersenyum ringan dan berkata, “Baiklah, Xiao Chen, Ibu mu datang untuk menjemput mu. Lain kali, kita akan bermain lagi, oke?”


“Oke, nenek! Kalau begitu, Xiao Chen pergi dulu~” Ucap Xiao Chen tersenyum.


“Kami permisi Nyonya tua, semoga hari mu menyenangkan.” Ucap Xin Qian menyapa


“Hmm~ Kamu juga.” Jawab Nyonya tua Mo


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗