Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 181



Setelah mengobrol dengan Xin Qian, Xin Wensheng memanggil gadis kecil yang duduk di pojok ruangan, “Gadis kecil, kemarilah dan lihat apa yang di bawa Paman Xin ke sini!”


Xin Wensheng memberi isyarat, dan gadis kecil itu berjalan ke arah Xin Wensheng dengan malu-malu.


"Ayo, gadis kecil, ambillah!" Ucap Xin Wensheng membujuk, di tangannya sudah ada segenggam permen, dia memasukkannya ke tangan gadis kecil itu.


Ketika gadis itu melihat permen, matanya sedikit bersinar, dia segera membuka bungkusan permen dan memasukkan permen itu ke dalam mulutnya. Rasa manis adalah yang paling di sukai anak-anak.


“Terima kasih, Paman Xin !!” Gadis kecil itu tersenyum manis pada Xin Wensheng.


"Makanlah, Paman Xin membawakannya khusus untuk mu.” Ucap Xin Wensheng tersenyum.


"Hmm!" Jawab Gadis kecil itu.


Mata Xin Wensheng yang penuh dengan cinta. Xin Qian melihatnya dengan jelas, dia bahkan merasa bahwa paman kelimanya adalah ayah dari gadis kecil itu. Sepertinya, paman kelimanya adalah orang yang tulus dan penyayang.


Xin Qian beristirahat sebentar, lalu pamit pergi. Sesampainya di desa, hari masih sore. Jadi, Xin Qian segera bersiap untuk memasak makan malam. Dia harus tidur cepat hari ini, karena besok dia akan pergi ke kota Yangcheng bersama Mulan.


Dini hari berikutnya….


Xin Qian membawa Mulan ke Kota Yangcheng. Setelah perpisahan keluarga, Mulan menjadi lebih rajin. Selama periode ini, Mulan telah membuat banyak keranjang, dia ke kota adalah unntuk memjual keranjang buatannya. Mulan berharap bahwa uang hasil penjualannya dapat meringankan bebab Suaminya, sehingga kehidupan keluarga mereka akan menjadi lebih baik. Namun, karena Mulan membuat banyak keranjang dalam waktu singkat, karenanya tangan Mulan banyak terluka. Tapi, Mulan tidak pernah mengeluh tentang itu.


Di tengah jalan, Xin Qian dan Mulan berhenti untuk melihat situasi di Keluarga Zhu. Setelah perpisahan Mulan dan Keluarganya, Nyonya Zhu menangis sepanjang hari dan menyesali perpisahan itu!


Menantu tertuanya adalah orang yang malas, dan pekerjaan rumah itu harus di lakukan oleh Nyonya Zhu sendiri. Selama bertahun-tahun, semua perkerjaan rumah itu di lakukan oleh Mulan sendirian, jadi Mulan sudah terbiasa bekerja keras. Sebagai wanita tua, bagaimana bisa tubuh tua Ny. Zhu menanggungnya?


Namun, setelah Ny. Zhu mencari putranya untuk mengeluh, Zhu Daniu justru membela istrinya, dan berkata pada Ny. Zhu ‘Jika Ibu tidak puas, dia akan berpisah juga.’ Mendengar ancaman putranya itu, Nyonya Zhu tidak berani menolak, jadi dialaj yang melakukan semua pekerjaan rumah seperti memasak, mencuci baju, dan bersih-bersih.


Ny. Zhu takut, jika putra tertuanya berpisah juga, siapa yang akan mengurus ladang untuknya? Tubuh tuanya tidak akan sanggup melakukannya! Apalagi, putra ketiganya masih sekolah, dan dia masih harus membayar biaya studinya yang mahal! Jadi, Ny. Zhu harus menanggungnya dan tidak berani memarahi menantu tertuanya.


Setelah mendengar apa yang di katakan Mulan, Xin Qian hanya merasa bahwa Nyonya tua Zhu itu layak mendapatkannya! Nyonya Zhu sangat suka menggertak Mulan dan anaknya, sekarang dia merasakan bagaimana penderitaan itu sendiri!


"Qian, sekarang keluarga ku telah terpisah, dan aku merasa bahwa hidup kami menjadi lebih menjanjikan daripada sebelumnya. Bahkan jika aku harus bekerja lebih keras, aku tidak keberatan, selama anak-anak ku bisa makan dengan baik.” Ucap Mulan tersenyum.


"Ya, yang paling penting adalah ibu mertua mu tidak bisa lagi menggertak mu!" Xin Qian bicara dengan nada bercanda.


"Hahaa. Kamu benar." Mulan juga tertawa ringan.


Setelah sampai di Yangcheng, Xin Qian pertama-tama mengantar Mulan ke pasar, dan setelah itu dia pergi ke restoran untuk mengirim daging katak. Kali ini, Xin Qian memberikan seratus kati, yang merupakan jumlah terbesar. Sun Changquan membayar uang sebanyak dua belas koin perak ke Xin Qian. Melihat uang di tangannya, Xin Qian dalam suasana hati yang baik. Jika pendapatan seperti itu bisa di pertahankan, hidupnya akan segera membaik.


"Nona Qian, kamu mengirim lebih banyak barang setiap hari ~" Sun Changquan berkata sambil tersenyum.


Xin Qian mengangguk dan bertanya. "Ya, penjaga toko, ada apa? Apa mungkin aku mengirim terlalu banyak?"


"Tidak… tapi penjualan di toko tidak sebagus sebelumnya, jadi kadang-kadang ada stok yang tidak bisa dijual." Ucap Sun Changquan buru-buru menjelaskan.


Xin Qian mengerutkan kening, "Tapi penjaga toko, Kamulah yang mendesak ku untuk mengirim sebanyak mungkin kan? Mengapa sekarang Kamu tidak dapat menjualnya? Apa ada masalah dalam menunya?”


Sun Changquan buru-buru melambaikan tangannya, "Tidak, bukan begitu. Hanya saja, pelanggan ku bilang bahwa mereka ingin menu yang lain. Jadi, aku sedikit cemas memikirkan itu.”


“Yah, itu wajar. Mungkin, penjaga toko harus memasak daging kataknya dengan resp yang berbeda? Sehingga pelanggan tidak akan bosan.” Xin Qian menyarankkan.


“Kau benar! Gadis Qian, kau tahu bahwa keahlian memasak mu bahkan melebihi para koki yang aku sewa. Jadi, Gadis Qian, apakah kamu memiliki resep katak yang lainnya? Tentu saja, aku akan membayarnya!” Ucap Sun Changquan bersemangat.


“Itu bagus! Tentu saja, kamu bisa datang kapan pun. Aku senang bahwa Gadis Qian memilih restoran ku dalam kerja sama ini! Terima kasih.” Ucap Sun Changquan tersenyum lebar.


“Sama-sama. Tapi, penjaga toko kamu tidak bisa melukan perjanjian kita. Hanya aku yang bisaa memasok daging katak padamu.” Ucap Xin Qian mengingatkan.


“Tentu saja aku ingat!” Jawab Sun Changquan.


Setelah mengatakan itu, Xin Qian meninggalkan restoran dan pergi ke pasar. Kemudian, Xin Qian membantu Mulan menjual keranjang. Dengan adanya keledai Xin Qian, mereka tidak lagi harus mengejar waktu dan perlahan-lahan menjualnya. Dengan dua orang yang promosi, bisnisnya Mulan terjual dengan cepat, dan hasilnya juga buruk.


Di pagi hari, Mulan menjual hampir dua ratus koin tembaga, itu sudah merupakan penghasilan besar bagi Mulan, meskipun Mulan tidak bisa membuat penghasilan seperti itu setiap hari, dia masih merasa puas karena bisa menghasilkan uang sendiri.


Mulan menghela nafas, lalu berkata, "Aku sedang memikirkan, kapan aku bisa menabung lebih banyak dan membangun rumah yang jauh dari Keluarga Zhu. Dengan begitu, keluarga ku akan lebih nyaman tinggal bersama."


Saat ini, Mulan dan keluarganya masih tinggal di rumah kecil milik Keluarga Zhu. Setiap hari dia masih bisa mendengar suara makian dari Ny. Zhu, itu membuat Mulan merasa tidak nyaman. Jika dia bisa memiliki rumah sendiri dan tinggal lebih jauh dari Keluarga Zhu, mereka benar-benar bisa menjauh dari masalah di keluarga Zhu.


Xin Qian dapat memahami suasana hati Mulan, dan berkata, "Yah, selama kamu berniat dengan sungguh-sunguh, di tambah dengan kerja keras, kamu pasti bisa mewujudkannya."


Mulan mengangguk, dan berkata, "Aku tahu, tetapi untuk membangun rumah dan membeli sebidang tanah akan menghabiskan banyak uang! Sekarang, aku hanya bisa menjual barang-barang ini untuk biaya makan keluarga ku. Bagaimana aku bisa membangun rumah?”


Dalam analisis terakhir, masalah utamanya adalah uang. Xin Qian juga ingin meembangun rumahnya sendiri, jadi dia mengerti kekhawatiran Mulan. Xin Qian memandang ke arah jari Mulan yang terluka. Pekerjaan menenun keranjang tidak bisa di lakukan untuk waktu yang lama. Itu melelahkan dan melukai tangannya.


Jika mereka ingin membuat hidup jadi lebih baik, mereka harus memikirkan cara lain. Bisnis apa yang bisa di lakukan di kota ini?


Xin Qian tiba-tiba memikirkan warung makan! Jika dia melakukannya sendiri, dia akan sangat sibuk dan sulit. Tetapi jika dua orang berkerja sama, Xin Qian tidak akan terlalu lelah, dan dia bisa mendapatkan banyak uang bersama!


Xin Qian memiliki firasat buruk bahwa dia dan Sun Changquan tidak akan bisa melakukan bisnis dalam jangka waktu lama. Lagipula, katak itu musiman, itu tidak bisa di buru setiap hari selama setahun penuh. Jadi, dia harus merencanakan bisnisnya ke depan.


Pada siang hari, semua keranjang Mulan telah terjual. Setelah merapikan lapak, Xin Qian dan Mulan pergi ke pasar dan membeli beberapa sayuran dan beberapa kilogram daging babi. Dalam perjalanan kembali, Xin Qian dan Mulan berbicara tentang rencana membuat warung makan, dan Mulan sangat tertarik.


"Qian’er, jika kamu ingin melakukan bisnis makanan, aku juga ingin mengikuti mu. Aku tidak takut kesulitan, selama kita bisa menghasilkan uang, aku pasti akan bekerja keras!" Ucap Mulan.


Xin Qian mengangguk, dan berkata, “ Kakak Mulan benar, selama kita bisa menghasilkan uang, tidak masalah jika itu sedikit pahit. Itu lebih baik dari pada kita berdiam diri di rumah.”


"Tapi Qian, aku tidak punya modal ..." Mulan berkata dengan malu.


Xin Qian menepuk bahu Mulan dan berkata, "Tidak apa-apa, kakak Mulan, Aku akan membayar modalnya terlebih dulu. Setelah kita menghasilkan uang nanti, kamu bisa menyicilnya perlahan-lahan, bagaimana?"


"Qian, rasanya kamu lebih di rugikan? Begini saja, ketika kita membagi uang, aku akan menerima lebih sedikit dari mu, atau anggap saja bahwa aku bekerja untuk mu jadi kamu bisa membayar upah ku setiap bulan. Bagaimana menurut mu?" Ucap Mulan.


"Kakak Mulan, apa hubungan kita, tidakkah kamu tahu? Jangan terlalu sungkan dengan ku. Kita akan bicara tentang cara pembagian uang ini nanti. Besok, ayo kita pergi ke kota Yangcheng untuk menyelidiki situasi dan melihat, kapan kita bisa membuka kios makan.” Ucap Xin Qian tersenyum.


"Oke! Aku akan ikut dengan mu besok.” Jawab Mulan bersemangat. Dia harus membahas masaalah ini dengan suaminya juga.


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗