Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 152



Mo Lianfeng menyeringai, dengan rendah hati, dia berkata kepada Xin Hui, "Karena Kamu tidak ingin Pangeran ini yang menghukum mu, maka Kamu harus melakukannya dengan tangan mu sendiri. Jika tidak, Pangeran ini tidak akan membiarkan mu pergi dengan mudah. Lagi pula, semua orang harus bertanggung jawab atas kesalahan yang mereka lakukan sendiri, bukankah begitu?”


Kata-kata Mo Lianfeng sangat santai, tapi ada momentum tersendiri dalam suaranya yang tidak bisa di tolak oleh siapa pun.


Pada saat ini Xin Qian melihat momentum Mo Lianfeng. Pria itu setinggi gunung di depannya. Sinar matahari menyinari dirinya, seolah-olah seorang dewa cahaya secaara khusus datang melindunginya. Xin Qian tidak pernah di perlakukan istimewa oleh seorang pria, tetapi perasaan ini sangat indah.


Xin Hui memandang ke arah Mo Lianfeng, dan berkata, "Oke.. aku.., aku akan menampar dir iku sendiri beberapa kali!"


Setelah mengatakan itu, Xin Hui langsung menampar wajahnya sendiri dua kali, "Plak, Plak ~"


"Bukankah itu terlalu ringan? Aku tidak bisa mendengar suara itu!" Ucap Mo Lianfeng ringan.


Xin Qian merasa terhibur oleh sikap Mo Lianfeng di sela-sela. Jelas suara tamparan itu sangat keras, tetapi pria ini berkata bahwa dia tidak bisa mendengarnya? Yah, sudah jelas Mo Lianfeng ingin mempersulit Xin Hui.


Kemudian, Xin Hui buru-buru menampar dirinya lagi beberapa kali, wajahnya yang sudah bengkak karena tamparan Xin Qian, kini menjadi bengkak seperti babi, bahkan ada darah yang keluar dari sudut mulutnya.


Setelah melihatnya, Mo Lianfeng membiarkan Xin Hui berhenti. “Cukup.”


“Pangeran, apakah Kamu memaafkan ku?” Xin Hui bertanya, karena wajahnya bengkak, matanya sedikit kabur.


Melihat penampilan Xin Hui saat ini, Xin Qian tersenyum puas. Orang seperti Xin Hui ini memang harus di beri pelajaran agar dia mengingatnya. Kali ini Xin Hui telah menderita seperti ini. Di perkirakan, Xin Hui tidak akan mengganggunya terlalu banyak untuk saat ini.


"Apakah aku pernah mengatakan bahwa aku akan memaafkan mu?" Mo Lianfeng bertanya dengan alis yang terangkat sebelah.


Hati Xin Hui langsung menegang, dan dia memandang ke arah Mo Lianfeng tanpa mengerti. Dan bertanya, "Apa maksud Pangeran dengan itu?"


"Aku ingat kamu ingin memberi tahu orang-orang di desa apa yang terjadi pada QianQian dan aku, kan?" Ucap Mo Lianfeng dengan dingin.


“Pangeran, itu…” Xin Hui tertegun, dia memang berniat untuk menyebarkan gosip buruk tentang Xin Qian.


“Kamu sebaiknya menutup mulut mu, jika tidak, jangan salahkan Pangeran ini karena bersikap kasar!” Ucap Mo Lianfeng mengancam.


Xin Hui tidak berani melawannya, karena Mo Lianfeng adalah Pangeran, bukan pria acak, dia tidak berani melanggar perintahnya. Setelah memikirkannya, Xin Hui justru merasa bahwa dia bisa memanfaatlan Xin Qian untuk bisa mendekati Mo Lianfeng. Di masa depan, dia mungkin akan sering datang ke rumah Xin Qian untuk berjalan-jalan, sehingga dia bisa menarik perhatian Mo Lianfeng.


"Ya, ya, Pangeran, jangan khawatir, aku tidak akan mengatakannya." Ucap Xin Hui buru-buru menganggukkan kepalanya.


Baru saat itulah Mo Lianfeng merasa lega dan membiarkan Xin Hui, “Pergilah.”


Melihat punggung Xin Hui, Xin Qian merasa segar. Dia penasaran apa yang akan di rasakan Xin Hui ketika dia melihat wajahnya yang bengkak?


“Qianqian, ayo ke masuk rumah.” Mo Lianfeng berkata dengan lembut kepada Xin Qian, sikap ini sangat berbeda dari sikapnya terhadap Xin Hui tadi.


Xiao Chen juga terus menerus memuji Mo Lianfeng ketika mereka memasuki rumah, "Ayah, kau luar biasa! Ayah melindungi ibu ku!"


Mo Lianfeng mengusap kepala Xiao Chen, "Tentu saja, Ayah adalah laki-laki, jadi tentu saja Ayah harus melindungi ibu mu dan juga Xiao Chen."


Tiga orang tertawa bersama, suasananya harmonis memenuhi rumah bobrok itu. Seakan merasakan ilusi, Xin Qian merasa bahwa mereka adalah keluarga sungguhan.


…………………


Setelah makan jamuan makan keluarga Xin, di bawah pengaturan Xin Baoshan, Huo Chunhua mengembalikan semua barang Mengzi kepada Xin Qian.


"Ibu, lihat, kita semua telah memakai gulungan kain itu dan membuat pakaian untuk ku. Itu akan percuma jika kita mengembalikannya! Mari kita tetap menyimpan pakaian ini di sini, itu hanya selembar kain, pasti tidak akan di ingat oleh orang kaya seperti Tuan Muda Mengzi. " Ucap Xin Hui seraya menarik ujung lengan baju Huo Chunhua.


Ketika Xin Hui pulang dari rumah Xin Qian dan melihat wajahnya di cermin perunggu, dia sangat marah! Sekarang, dia bahkan tidak berani keluar, dan harus menunggu di rumah sampai bengkak di wajahnya menghilang!


Huo Chunhua memandang ke arah Xin Hui dengan ekspresi tertekan, "Ini hanya sepotong kain. Yah, itu benar, Tuan Muda Mengzi pasti tidak akan ingat. Pelacur kecil itu memukuli mu seperti ini, jadi dia harus membayar biaya pengobatan."


"Itu benar! Bu, ayo kita simpan tiga potong perhiasan lagi." Ucap Xin Hui buru-buru.


"Perhiasan itu terlalu mahal. Kurasa orang-orang Mengzi pasti akan mengingatnya dengan jelas, lebih baik kita tidak melakukannya." Ucap Huo Chunhua.


Xin Hui juga memikirkannya. Yah, tidak apa-apa, lebih baik memiliki pakaian yang berharga dari pada tidak sama sekali. “Baik, Ibu.”


Setelah menghitung barang-barang yang di kirim oleh Tuan Muda Mengzi, Xin Baoshan berkata kepada Xin Wenhua dan Liang Jinqiao, "Anak ketiga, menantu ketiga, ku pikir Gadis Qian sedang marah kepada kami sekarang. Jadi, bisakah kalian yang mengirim barang-barang ini padanya? "


Xin Wenhua dan Liang Jinqiao mengangguk. "Baik, Ayah, kalau begitu kita akan mengirimkannya."


Ada banyak hal di dalam kereta, jjadi Xin Wenhua dan Liang Jinqiao, tidak bisa memindahkannya satu per saru. Oleh sebab itu, Xin Baoshan menggunakan kereta keluarga untuk mengantarkan barang-barang itu. Gerbong kereta itu hanya terbuat dari kayu umum di pedesaan. Melihat bahwa kereta kuda dengan muatan yang penuh telah pergi dengan cara ini, Huo Chunhua melirik dengan penuh kesedihan...


Xin Wenhua dan Liang Jinqiao mengirimkan barang-barang itu ke rumah Xin Qian. Sesampainyya di rumah Xin Qian, mereka langsung memberikan barang-barang itu pada Xin Qian.


Melihat kedatangan kedua orang tuanya ini, Xin Qian tidak bersikap hangat atau dingin untuk orang tuanya. Xin Qian tidak marah pada mereka, tapi itu adalah kekecewaan. Kapan karakter lembut dari ayah dan ibunya bisa di ubah? Jika ini terus terjadi, bukankah itu akan mencelakakan anak mereka sendiri?


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗