
Setelah Xin Qian membayar sarapan itu, dia mengambil Xiao Mao yang di ikat di samping kios makan, dan Xin Wensheng mengikuti di belakangnya.
“Gadis Qian, apakah kamu akan datang ke Kota Yangcheng untuk melakukan bisnis sarapan pagi ini di masa depan?” Tanya Xin Wensheng. Dia juga mendengar percakapan antara Xin Qian dan wanita itu.
Xin Qian mengangguk dan berkata, "Ya, Paman kelima, kios sarapan ini cukup menguntungkan. Aku tidak punya cara lain untuk menghasilkan uang sekarang, aku juga tidak ada ladang di rumah. Akan lebih baik datang ke sini dan menjual makanan."
Xin Wensheng tidak tahu harus berkata apa, tetapi dia merasa sedih untuk Xin Qian, seorang gadis yang keluar pagi untuk mencari nafkah sendirian, pasti sangat sulit. Tapi, jika tidak ada uang, dia tidak bisa melanjutkan hidup. Di bandingkan dengan bertani di rumah, Xin Qian akan menghasilkan lebih banyak uang jika dia berjualan makanan di kota. Jadi, Xin Wensheng tidak melarang inisiatif Xin Qian.
"Gadis Qian, jika kamu membutuhkan bantuan ku di masa depan, tolong beri tahu Paman mu ini. Jika paman kelima dapat membantu, aku pasti akan membantu." Ucap Xin Wensheng dengan tulus.
Xin Qian tersenyum dan berkata, "Aku tahu paman kelima."
"Sekarang setelah ayah dan ibu mu terpisah, itu juga sangat baik bagi mereka. Jika kamu punya pekerjaan, kamu juga bisa membiarkan ibu mu dan ayah mu turun tangan untuk membantu mu. Untuk masalah nenek mu…" Xin Wensheng menghela nafas dengan berat, dia juga bingung bagaimana bisa Ibu nya bersikap sangat egois…
Mengetahui bahwa Sanfang telah di pisahkan dari rumah Keluarga Xin, Xin Wensheng bahagia untuk saudara lelaki dan kakak ipar perempuannya yang ketiga. Ada banyak anggota keluarga Xin, jadi Sanfang lebih sering di ganggu.
"Baik." Xin Qian mengangguk mengerti, tetapi jika dia menjual makanan nanti berjalan baik, akan lebih baik jika dia meminta Liang Jinqiao untuk membantunya.
Xin Qian juga bisa memberikan upah ppada ibunya, dengan negitu Sanfang akan memiliki pemasukan tambahan, jadi kehidupan mereka juga secara alami akan jauh lebih mudah.
Keduanya berjalan dan mengobrol ketika tiba-tiba ada seruan di pinggir sungai…
"Tolong tolong!"
"Anak ku jatuh ke air! Tolong! Apa yang harus aku lakukan?"
"..." Orang yang meminta bantuan tidak jauh dari Xin Qian, itu adalah sungai kecil yang di kelilingi oleh sekelompok orang. Seorang wanita berpakaian bagus di tepi sungai menangis dengan y ycemas, tetapi tidak ada yang terjun ke air untuk menyelamatkan orang yang tenggelam.
"Gadis Qian, mari kita pergi dan melihat," Ucap Xin Wensheng. Dia adalah orang yang berhati hangat, jadi jika ada yang membutuhkan bantuan dia tidak bisa diam saja di samping.
"Ya." Jawab Xin Qian, kemudian dja mendorong keledai nya ke samping dan berhenti.
Ada seorang anak muda yang berjuang di sungai, tetapi tidak ada yang terjun ke air untuk menyelamatkannya. Ada apa dengan semu orang ini? Bagaimana kalian bisa menonton tanpa melakukan sesuatu saat melihat seseorang hampir mati tenggelam? Mereka semua hanya berkumpul untuk menyaksikan kegembiraan, dan mereka terus mengobrol sendiri!
Mungkin saja mereka takut airnya terlalu dalam, jika mereka melompat turun, bisa saja nyawa mereka juga ikut hilang dan bukannya menyelamatkan orang itu!
Wanita itu menangis sedih, dan terus meminta bantuan, "Aku mohon, siapa pun yang bisa menyelamatkan putra ku, aku akan berterima kasih banyak pada mu. Aku akan memberikan imbalan apa pun, tolong selamatkan putra ku… hiks… hiks."
"Bibi, bukan berarti aku tidak ingin membantu mu untuk menyelamatkan anak mu. Semua orang tahu bahwa ada hantu air di sungai ini. Setiap tahun, beberapa orang akan mati tenggelam untuk menggantikan hantu yang mati. Anak mu hanya tidak beruntung dan jatuh sebagai pengganti hantu yang mati. Jika kami membantu mu , Mungkin kami yang akan mati. "
"Ya, tidak peduli seberapa banyak kamu memberikan imbalan, uang tidak sepenting kehidupan manusia. Saat kamu punya uang, tapi kehilangan nyawa sendiri. Bukankah itu tidak berguna?"
"Itu benar, aku juga mendengar bahwa ketika seseorang jatuh ke sungai ini, orang lain yang terjun ke air untuk menyelamatkan orang. Pada akhirnya, keduanya di seret ke bawah oleh hantu air dan mati tenggelam!”
"Jadi, hantu air ini memang benar bisa membunuh, lebih baik kita tidak bisa campur tangan, kalau tidak kita akan mati."
"..." Orang-orang kuno lebih feodald dan sangat percaya pada takhayul, terutama untuk hal-hal seperti hantu dan dewa. Setelah mengetahui bahwa ada hantu air di sungai, mereka sama sekali tidak berani terjun ke air sedikit pun.
Xin Qian mengerutkan keningnya, dia tidak percaya takhayul ini. Korban-korban yang tenggelam sebelumnya di sungai ini seharusnya hanya kebetulan. Sungai ini dekat dengan jalan, dan itu normal bagi seseorang untuk jatuh secara tidak sengaja.
Ketika Xin Qian akan mulai melompat turun untuk menyelamatkan seseorang, Xin Wensheng menahannya dengan cepat,
"Gadis Qian, biarkan aku saja yang terjun!" Ucap Xin Wensheng.
Jika Xin Qian yang melompat turun, dan tubuhnya basah, pakaiannya pasti akan menempel di tubuhnya, dan ada banyak laki-laki yang jadi penonton di sini, itu akan sangat buruk bagi Xin Qian untuk di lihat menjadi tontonan.
Sebagian besar pria di Kerajaan Zhou ini bisa berenang, dan Xin Wensheng tidak terkecuali. Ketika dia masih muda, dia sering melompat ke kolam tanpa pakaian, tetapi ketika dia tumbuh menjadi sarjana, dia jarang berenang, tetapi dia tetap tidak lupa dengan cara berenang…
"Baiklah, Paman kelima, hati-hati!" Ucap Xin Qian mengangguk
"Jangan khawatir, tidak apa-apa." Ucap Xin Wensheng.
Melihat seseorang menyelamatkan anaknya, wanita itu langsung bersyukur. "Kamu benar-benar orang baik! Tolong, selamatkan putra ku! Hiks…”
“Bibi, jangan menangis, anak mu pasti akan baik-baik saja.” Ucap Xin Qian menghibur.
“Byurr!!” Xin Wensheng melompat ke sungai, langsung berenang ke arah anak itu, dan kemudian memancing anak itu dari sungai.
Namun, karena sudah terlalu lama tenggelam di sungai, wajah anak itu mulai membiru dan perutnya membuncit. Pada pandangan pertama, itu terlihat jelas bahwa anak itu telah menelan banyak air ke dalam perutnya.
Para penonton mulai menghela nafas ketika mereka melihat situasi ini.
"Hei, tidak ada gunanya untuk menyelamatkannya sekarang, hanya dengan melihat warna kulitnya, kita tahu kamu bahwa dia tidak bisa di selamatkan."
"Ya, hidup anak ini mungkin tidak di selamatkan. Sudah terlambat menyelamatkannya, hantu air pasti ingin mencari pengganti hantu yang sudah mati. Tidak ada yang bisa menyelamatkannya."
Wanita itu menangis lebih keras ketika dia mendengar orang-orang di sekitarnya berkata demikian. "Putra ku, mengapa kamu begitu menyedihkan? Jika kamu pergi, ibu juga akan pergi bersama mu! Hiks… putra ku… hiks.. jangan tinggalkan ibu…."
Melihat wanita itu menangis dengan patah hati, Xin Qian buru-buru berkata, "Bibi, biarkan aku mencoba menyelamatkannya!"
zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz
Jangan Lupa yah teman-teman!!
Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊
See you in the next chapter ya readers🤗