
Ketika Xin Qian akan menarik Liang Jinqiao pergi, kata-kata ironis Wu Zhenzhu berdering lagi, "Tsk tsk, kamu bahkan tidak menyapa bibi kedua mu dengan sopan. Apakah kamu tidak memiliki pendidikan? Kakak perempuan, bagaimana kamu mendidik putrimu sendiri? Apakah kamu tidak merasa malu? Jika itu Aku, Aku hanya akan membuangnya ke kolam sampai tenggelam! "
Xin Qian tersenyum sedikit di sudut mulutnya dan mencibir, "Bibi Kedua, ibuku juga dibesarkan oleh nenek, jadi jika bibi kedua ingin mencela, maka cela lah nenek yang mendidik Ibuku. Lalu, bagaimana bisa Bibi kedua berkata bahwa aku tidak memiliki pendidikan? Padahal aku tidak melihat sepupu Yue'er itu menyapa ibu ku? Bagaimana kamu bisa mencela pendidikan Ibuku, padahal putrimu sendiri tidak tahu sopan santun pada penatua? Bibi kedua, kupikir kamu harus mendisiplinkan putrimu dulu, sebelum mengatai ibuku! "
“….” Setelah Xin Qian mengatakan itu, Wu Zhenzhu tidak tahu bagaimana cara untuk membantahnya.
Liang Xinyue menatap Xin Qian dengan marah, wanita ini berani mengatainya tidak berpendidikan!
Wu Zhenzhu memandang Xin Qian di depannya, dia merasa aneh, keponakannya dulu sangat pemalu dan pendiam, dia tidak pernah menjawab apa-apa meski di permalukan, tapi sekarang dia berani dan tahu bagaimana cara menjawab.
Wu Zhenzhu tidak bisa membantah kata-kata Xin Qian, jadi dia marah kepada Liang Jinqiao, "Kakak perempuan, kamu benar-benar memiliki putri yang baik. Jika dia berbicara dengan orang tua seperti ini, apa dia masih menganggapku sebagai penatua?"
“Hah…” Liang Jinqiao menghela nafas dalam, melihat sikap Wu Zhenzhu yang kesal, dia tidak tahu harus berkata apa. Tapi, dia setuju dengan apa yang dikatakan Xin Qian di dalam hatinya,
"Kakak ipar kedua, jangan marah dengan Qianer. Ini adalah hari yang bahagia karena akhirnya kita bisa bertemu hari ini. Juga, itu berita yang baik mengetahui Liang Yueer akan menikahi keluarga yang baik."
Ketika Liang Jinqiao mengatakan itu, perhatian Wu Zhenzhu dialihkan. "Tentu saja. Lebih baik aku tidak perlu peduli padamu, lagipula, kita tidak di kelas yang sama. Kulihat, kamu membeli begitu banyak selimut. Apakah Xin Qianer telah menemukan calon suaminya?”
“Tidak. Itu…” Liang Jinqiao ingin menjawab tapi dipotong oleh Wu Zhenzhu.
“Namun, bagi wanita yang belum menikah dan hamil duluan, akan sangat sulit menemukan keluarga suami yang mau menerimanya. Jadi, meski pria itu miskin, jelek, atau cacat, itu tidak masalah, asalkan dia bisa menikah dan tidak mempermalukan keluarganya ... " Wu Zhenzhu mulai berbicara tanpa peduli merusak martabat Xin Qian.
Xin Qian yang mendengarkan, tersenyum. Dia tidak bisa lagi menahan ocehan wanita ini. Sudah jelas bibinya ini hanya ingin meninggikan putrinya dan merendahkannya.
Liang Jinqiao tersenyum kecut dan berkata, "Ini bukan untuk Xin Qian menikah…."
Wu Zhenzhu terus tersenyum dengan sinis dan berkata, "Lalu gadis Qianer belum menemukan calon suaminya? Hei, Sayang sekali ... Gadis setua Qianer akan semakin sulit menikah di masa depan, apalagi dia memiliki satu anak. Aku pikir Kamu harus Cepat menikahkan dia. Oh ya, kudengar ada dua duda tua di Desa Muyu? Mengapa kamu tidak mencocokkannya dengan Qianer? Dengan begitu, keluargamu tidak akan merasa malu lagi, juga kalian akan memdapat hadiah mas kawin!”
Setelah Wu Zhenzhu selesai bicara, Xin Qian benar-benar tidak dapat menahan amarahnya, dan wajah Liang Jinqiao juga tidak baik.
Xin Qian memelototi Wu Zhenzhu dengan sengit, "Bibi Kedua, Kamu tidak perlu khawatir tentang ku. Meski, Bibi rakus akan uang, itu tidak berarti bahwa ibu ku juga sama. Lebih baik, Bibi saja yang menjual sepupu ku ke rumah seorang pria, jangan libatkan ibuku.”
Setelah Xin Qian selesai berbicara, Wu Zhenzhu menggertakkan giginya dan mengutuk Xin Qian, "Apa yang kamu bicarakan?! Aku melakukan ini untuk kebaikanmu sendiri, tapi kamu justru tidak melihatnya. Yueer-ku bisa menemukan suami yang baik itu karena dia cantik, bagaimaana bisa dia dibandingkan dengan mu? "
Liang Xinyue juga berkata dengan marah, "Aku bukan orang yang tak tahu malu sepertimu. Sebelum aku menikah, aku tidak pernah terlibat dengan pria liar dan membuat perutku besar!"
"Kakak perempuan, kembalilah dan ajari putrimu bagaimana caranya menjadi gadis baik. Kamu benar-benar telah kehilangan semua wajahmu!" Ucap Wu Zhenzhu.
Xin Qian menyaksikan ibu dan putrinya memaki bersama, tapi dia hanya menganggapnya lucu.
Tatapan dinginnya menyapu Wu Zhenzhu, "Bibi Kedua, Kamu seorang penatua, Aku akan membiarkan mu, tetapi jika Kamu berani bicara omong kosong, maka jangan salahkan Aku karena merobek mulut mu itu. Lagi pula, Kamu telah mencap ku sebagai orang yang tidak berpendidikan, jadi Aku tidak takut pada apa pun. "
Mata tajam Xin Qian menakuti Wu Zhenzhu, meski ada kata ketidakpuasan di mulutnya, dia tidak berani membantah Xin Qian.
Xin Qian tersenyum diam-diam di dalam hatinya. Yah, seperti yang diharapkan, dia memang harus memperlakukan beberapa orang dengan sikap yang kuat. Semakin banyak dia melepaskan, maka akan semakin banyak orang lain menggertaknya.
“Kakak perempuan, karena gadis Qianer tidak menikah, untuk apa kamu membeli selimut seperti itu?” Wu Zhenzhu bertanya lagi. Sejujurnya, dia lebih peduli tentang di mana Liang Jinqiao bisa mendapatkan uang untuk membeli semua selimut ini.
Liang Jinqiao menjawab dengan jujur, "Pinger akan menikah, jadi Aku membeli selimut ini untuknya."
Mendengar Liang Jinqiao mengatakan itu, Wu Zhenzhu dan Liang Xinyue lebih terkejut daripada saat mereka mendengar Xin Qian yang menikah.
Wu Zhenzhu tersenyum sinis dan bertanya dengan tak percaya, "Kakak perempuan, bisakah gadis Ping'er mu menemukan calon suaminya?"
Xin Qian yang melihat penampilan Wu Zhenzhu, merasa semakin kesal. Hanya karena Xin Ping'er akan menikah, apakah perlu membuat keributan? Apakah mereka sungguh meremehkan Keluarganua?
Liang Xinyue bahkan berseru langsung, "Bagaimana mungkin wanita jelek seperti Xin Ping'er itu bisa menikah? Ya Tuhan, aku ingin tahu siapa pria yang begitu buta ..."
Liang Jinqiao merasa malu dan tidak tahu bagaimana membalas Wu Zhenzhu. Jika Xin Ping'er mendengar Wu Zhenzhu dan Liang Xinyue mengatakan ini, dia pasti akan sedih. Jadi, dia buru-buru berkata, "Kebetulan bahwa mak comblang memperkenalkan keluarga yang baik, dan kedua anak itu juga puas, jadi kami akan menikahkan mereka."
Wu Zhenzhu masih tidak percaya, "Kakak perempuan, itu pasti karena mereka orang miskin. Jadi, mereka tidak dapat menikahi seorang istri yang layak. Mengapa Kamu mau menikahkan Pinger dengan mereka? Bukankah kehidupan Pinger akan menjadi sulit?"
Liang Jinqiao tersenyum kecut di sudut mulutnya, "Yah, meski keluaraga anak itu agak miskin tapi dia anak yang baik."
Wu Zhenzhu berpura-pura simpatik, "Kakak perempuan, kamu benar-benar menyedihkan. Menikahkan Ping'er mu dengan pria miskin. Diperkirakan Kamu tidak akan dapat menerima sepeser pun mas kawin sebagai hadiah. Sekarang Kamu telah membeli begitu banyak selimut, sepertinya siap melaksanakan pernikahan? Ck tsk, ngomong-ngomong, kakak juga orang yang sangat menyedihkan, kamu punya dua anak perempuan, tapi keduanya seperti ini, yang satu bahkan lebih buruk dari yang lain! "
Adapun bagaimana kejelekan Xin Qian, Wu Zhenzhu tidak berani mengatakan apa-apa tentang Xin Qian karena peringatannya barusan. Dari nada dan gerakan mata Wu Zhenzhu, dapat dilihat bahwa Wu Zhenzhu memandang rendah keluarga Xin Qian.
Liang Xinyue terkekeh pelan, "Ibu, kamu salah mengatakan itu. Bahkan jika sepupu Ping'er sedikit jelek, itu hal yang baik untuknya karena bisa menikah. Jangan sampai dia menjadi perawan tua seumur hidup di rumah, itu lebih buruk! "
Wu Zhenzhu mendengarkan dan mengangguk setuju, "Itu benar, haha! Tentu saja, keluarga pria yang akan Yueer ku nikahi jauh lebih baik, dan bisa membawa orang tuanya untuk menikmati berkah."
Liang Xinyue dengan bangga berkata, "Ibu, tentu saja Aku akan berbakti kepada mu dan ayah pada saat itu."
“……” Xin Qian benar-benar tidak tahan dengan wanita-wanita aneh di depannya ini. Dari pertemuan sampai sekarang, dia tidak pernah meremehkan mereka dan memuji dirinya sendiri.
Xin Qian menarik lengan Liang Jinqiao dan berkata, "Ibu, jika kamu tidak mau mendengarkannya lagi, ayo pergi saja!"
Liang Jinqiao mengangguk. Dia hanya tidak merasa sedih ketika mendengarnya.
"Kakak kedua, kami pergi dulu.”
“Hm.” Wu Zhenzhu hanya menjawab dengan samar.
zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz
Jangan Lupa yah teman-teman!!
Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊
See you in the next chapter ya readers🤗