Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 260



Saat Xin Qian ingin pulang, dia di panggil oleh Huo Chunhua.


"Nenek, ada apa?" Tanya Xin Qian.


Huo Chunhua berbicara dengan sopan, "Gadis Qian, ada satu hal yang ingin Aku diskusikan dengan mu."


"Jika ada sesuatu yang terjadi, katakan saja secara langsung, aku akan mendengarkan." Ucap Xin Qian terus terang. Dia merasa aneh melihat Hua Chunhua yang bersikap sopan padanya. Namun, dia tahu pasti ada maksud tertentu di baliknya, jadi dia ingin mendengarkan dulu.


"Yah...karena kamu telah memasukkan paman keempat mu untuk menambang dan bibi keempat mu untuk memasak, bisakah kamu memasukkan paman pertama dan kedua mu juga? Jika bisa, biarkan Bibi kedua mu ikut memasak di dapur kamp, dengan begitu keluarga kami bisa menghasilkan lebih banyak uang. " Ucap Huo Chunhua tanpa malu.


Xin Qian mengerutkan keningnya, dia tahu bahwa Huo Chunhua pasti ada niat tertentu saat mencarinya. Orang ini benar-benar serakah jika tentang uang!


Xin Qian berkata dengan dingin, "Nenek, jika mereka semua mendapatkan pekerjaan dan pergi ke tambang, siapa yang akan mengerjakan pekerjaan rumah? Siapa yang akan memasak nasi? Ada juga pekerjaan ladang di keluarga Xin yang menunggu! Apalagi, jika aku memasukkan semua anggota keluarga Xin ke tambang, bukankah warga desa akan protes pada ku?”


Apa yang di katakan Xin Qian, membuat Huo Chunhua memikirkannya. Dia juga tidak ingin mengerjakan pekerjaam rumah! Tetapi ketika dia memikirkan uang, dia merasa sedikit enggan. "Aku akan mengerjakan pekerjaan rumah di masa depan, dan aku juga bisa memasak makanan. Jadi, bantulah paman dan bibi mu mendapatkan pekerjaan di tambang!” Ucap Huo Chunhua bersikeras.


Di sisi lain, Shen Pan'er yang mendengar percakapan dua orang itu, merasa sedikit tidak nyaman. Yang paling dia takuti adalah melakukan pekerjaan rumah. Saat dulu berada di keluarga kelahirannya, dia di perlakukan layaknya harta dalam keluarganya, jadi dia tidak pernah melakukan pekerjaan rumah.


Setelah Shen Paner menikah, keluarga mertuanya bersikap sangat baik padanya dan tidak pernah memintanya unntuk melakukan pekerjaan rumah. Dia juga tidak tahu cara memasak karena dia tidak tahan dengan bau masakan yang menyengat di dapur! Jadi, jika semua orang di keluarga Xin pergi bekerja di tambang, maka dia adalah orang yang akan melakukan pekerjaan rumah, dan itu benar-benar siksaan baginya!


Tapi Shen Paner tidak bisa mengatakan apa-apa, jadi dia hanya bisa membujuk Huo Chunhua agar tidak membiarkan semua wanita dalam keluarga pergi bekerja di tambang. "Nenek, umur mu sudah sangat tua, tulang mu tidak akan tahan jika harus bekerja, lebih baik nenek beristirahat saja di rumah. Apalagi, nenek sudah lama tidak melakukan pekerjaan rumah. Jika nenek melakukannya tiba-tiba, tubuh mu pasti tidak akan tahan lagi. Demi kesehatan nenek, Jangan lakukan pekerjaan apa pun, " Ucap Shen Pan'er dengan wajah penuh kekhawatiran.


Huo Chunhua tersentuh saat melihat Shen Pan'er mengkhawatirkannya, dia memuji Shen Pan'er atas kesalehan berbaktinya. "Kamu memang yang paling peduli pada ku. Jadi, biar kamu, Huier dan Jinger untuk pekerjaan rumah ini. Huier tidak pernah melakukan apa pun sebelumnya, jadi aku tidak tahu apakah dia bisa. Lalu aku akan beristirahat menikmati hari tua ku." Ucap Huo Chunhua dengan sopan.


Sudut mulut Shen Pan'er berkedut, dia merasa telah menggali lubang sendiri dan melompat ke dalamnya!


Xin Hui cemberut dan berkata, "Jika Ibu tidak melakukannya, aku tidak akan melakukannya! Biarkan Paner dan yang lainnya melakukannya!"


"Tapi……" Shen Pan'er terpana. Xin Hui ini melemparkan pekerjaan itu padanya? Keluarga Xin ini benar-benar keterlaluan!


Shen Paner mencari alasan dan buru-buru berkata, "Nenek, aku khawatir aku tidak punya banyak waktu untuk melakukannya. Yangyang masih muda, dia belum bisa melakukan apa pun tanpa bantuan ku, jadi aku harus merawatnya setiap hari. Anak ini, dia tidak mau orang lain yang merawatnya.”


"Ini…” Huo Chunhua menjawab dengan ragu. Bagaimana mungkin Huo Chunhua menyerah tentang mendapatkan uang?


"Nenek, jujur saja, orang-orang yang akan bekerja di gunung sudah di tentukan, jadi aku tidak bisa membantu Bibi dan Paman yang lain untuk masuk. Jika semua pekerja berasal dari keluarga Xin kita, maka warga desa pasti akan mengutuk kita mati! Jadi, berhenti meminta hal yang mustahil pada ku, biarkan Bibi dan Paman yang lain bekerja di ladang. Jangan sampai panen tahun ini gagal, bukankah nenek sendiri yang akan rugi? Ayah ku dan Tian’er tidak bisa bekerja di ladang, jadi paman pertama dan kedua juga harus membantu. "


“Tapi….” Apa yang ingin dikatakan Huo Chunhua di interupsi oleh Xin Baoshan.


Xin Baoshan berkata, "Aku pikir apa yang di katakan oleh Gadis Qian itu benar. Tidak semua orang di keluarga kita bisa pergi ke tambang. Lagipula, hasil panen di ladang masih di perlukan."


Huo Chunhua tidak punya pilihan selain menyerah, "Baiklah… kalian semua mengatakan itu, lalu apa lagi yang bisa Aku katakan? Huh! Sayang sekali! Jika ada lebih banyak orang yang bekerja di tambang, kita mungkin bisa menghasilkan banyak uang."


Setelah selesai berdiskusi dengan Keluarga Xin, Xin Qian pergi ke rumah sepupunya, Xin Si, untuk berbicara dengan Qin Nian tentang pekerjaan memasak.


Qin Nian yang menerima kabar itu, tentu saja dia merasa bahagia. Pada saat yang sama, dia juga merasa lebih bersalah kepada Xin Qian tentang kesalahpahaman sebelumnya. Dia berjanji akan mengingat kebaikan ini, dan akan membalasnya di masa depan.


Alasan lain mengapa Qin Nian sangat bahagia adalah karena dia dan Xin Si telah berpisah dari Keluarga utama untuk hidup mandiri. Uang yang mereka hasilkan adalah milik mereka berdua sendiri, dan mereka tidak perlu membaginya dengan orang lain di Keluarga utama.


“Sepupu ipar, Aku akan pergi sekarang.” Xin Qian mengucapkan selamat tinggal, setelah semua, dia harus segera kembali untuk memasak karena dia akan mengirimkannya ke Mo Lianfeng nanti.


"Hmm! Kembalilah, Xin Qian, aku tahu kamu sibuk, terima kasih sudah memberikan kesempatan ini pada kami.” Ucap Qian Nian dengan tulus.


“Bukan apa-apa.” Xin Qian tersenyum dan berbalik pergi


Melihat bagian belakang Xin Qian yang pergi, Qin Nian menghela nafas dengan Si, "Sebenarnya, Xin Qian cukup baik, tetapi mengapa banyak orang yang membuat gosip buruk tentangnya?”


Mendengar ucapan Istrinya, Xin Si berkata, "Dia memang orang yang baik dan tegas. Jadi, kamu jangan mendengarkan desas-desus di desa, yang peenting adalah Kita tahu orang seperti apa dia. Apa yang orang lain katakan tidak kredibel!"


Qin Nian menjawab, "Itu benar. Dulu aku percaya semua gosip buruk tentang Xin Qian, tapi sekarang ku pikir dia memiliki hati yang baik. Tidak seperti rumor yang yang mengatakan bahwa Xin Qian ini berhati dingin.”


"Ya, Aku sering bermain dengan Xin Qian ketika kami masih kecil, dan dia adalah gadis yang baik hati. Meskipun dia hamil sebelum menikah, ku pikir pasti ada alasan di baliknya, lagipula kita tidak tahu situasi sulit apa yang dia katakan.” Ucap Xin Si


Qin Nian agak penasaran tentang masalah itu, jadi dia bertanya, "Anak Xin Qian itu sangat tampan, apakah menurut mu pria itu adalah Pangeran ketiga?"


"Aku tidak tahu, tapi Xiao Chen memang mirip dengan Pangeran Ketiga.” Ucap Xin Si.


"Itu benar, aku juga merasa bahwa mereka sangat mirip sampai hampir identik! Jika Xiao Chen benar-benar anak Pangeran ketiga, maka aku masih tidak mengerti satu hal. Bagaimana bisa Pangeran ketiga membiarkan Xin Qian merawat anak itu sendirian selama beberapa tahun?"


Xin Si menggelengkan kepalanya, "Aku tidak tahu tentang ini. Mungkin ada alasannya. Lagipula, tidam ada di antara kita yang tahu apa yang terjadi, dan kita tidak bisa hanya menebak."


Qin Nian menghela nafas dan berkata, "Aku hanya berharap anak ini benar-benar milik Pangeran Ketiga, sehingga Xin Qian benar-benar bisa hidup bahagia di masa depan. Dia sudah hidup dengan sulit selama bertahun-tahun."


"Hmm! Aku juga berharap Xin Qian bisa hidup dengan bahagia. Dia adalah gadis yang baik.” Ucap Xin Si.


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗