Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 201



Xin Qian membersihkan barang-barangnya, tetapi sebenarnya dia tidak ada bawaan apa pun, semua pakaian itu adalah milik Xiao Chen. Pakaian yang di buat oleh Nyonya tua Mo untuk Xiao Chen sangat banyak, bahkan ada puluhan kotak kue dan permen untuk Xiao Chen.


Butuh waktu setengah jam untuk Xin Qian berkemas dan memasukkan barang-barang itu ke dalam kereta kuda yang di siapkan oleh Mansion Pangeran.


Begitu Xia Yueyin meninggalkan pintu, dia melihat seorang pria berbaju hitam mendekat dengan ekspresi cemas…


"Tuan!" Mo Yan melangkah maju, melengkungkan tangannya, dan berkata dengan hormat kepada Mo Lianfeng.


Xin Qian mengenali pria berpakaian hitam itu, karena dia telah melihat Mo Yan sebelumnya.


"Kenapa kau terburu-buru? Ada apa?" Mo Lianfeng bertanya.


"Tuan, ada surat dari Ibukota," Ucap Mo Yan, dia pun mengeluarkan surat dari lengan bajunya dan menyerahkannya kepada Mo Lianfeng.


Mo Lianfeng membukanya dan melihatnya. Raut wajahnya tidak terlihat baik…


"Aku mengerti, kamu pergilah untuk mempersiapkan semuanya. Kita akan pergi ke ibukota besok bersama-sama. Hari ini aku akan mengantarkan Qian Qian dan Xiao Chen pulang terlebih dahulu," Ucap Mo Lianfeng memerintahkan bawahannya.


“Ya, tuan.” Ucap Mo Yan menanggapi, dia kemudian melirik Xin Qian dan Xiao Chen.


Ketika Mo Yan melihat wajah kecil Xiao Chen, hatinya sedikit terkejut. Anak ini benar-benar mirip tuannya, kan? Mo Yan melirik Xin Qian lagi… tiba-tiba dia menebak sesuatu di hatinya.


Sebenarnya, terakhir kali Mo Yan melihat Xin Qian, dia memiliki rasa familiar yang aneh, seolah-olah dia pernah melihat Xin Qian di suatu tempat, tetapi Mo Yan tidak bisa mengingatnya untuk sementara waktu.


Pada saat ini, ketika Mo Yan melihat Xiao Chen, dia bertanya, "Nona Xin berasal dari Desa Heishan?"


Ketika Mo Lianfeng mendengar Mo Yan bertanya tentang kediaman Xin Qian, dia pikir bawahannya ini terlalu peduli pada masalah pribadi Tuannya.


"Ya." Xin Qian mengangguk sambil tersenyum pada Mo Yan.


Alis Mo Yan sedikit berkerut dalam. Hei, apakah itu benar-benar orang yang dia pikirkan?


“Oke, pergilah dengan cepat, apa yang kamu lakukan di sini? Apa kau sangat suka bergosip?” Mo Lianfeng berkata dengan sedikit dingin dan mendesak.


“Ya… Tuan.” Mo Yan tidak bisa bertanya lagi, dan pergi.


“Qian Qian, aku akan mengantar mu.” Ucap Mo Lianfeng berbalik dan manatap Xin Qian yang berdiri di belakangnya.


Xin Qian mengerrutkan keningnya dan berkata, “Tapi, Pangeran Mo, bukankah kamu masih sakit? Nenek mu dengan jelas sudah melarang mu pergi kemana pun. Kamu tidak perlu melakukan ini, aku bisa pergi sendiri.”


“Qian Qian, jangan pedulikan itu. Mari kita pergi, aku akan membantu mu naik.” Ucap Mo Lianfeng dengan teguh.


“Baiklah.” Xin Qian tahu bahwa dia tidak bisa mengubah keputusan pria keras kepala ini.


Mo Lianfeng pertama-tama membantu menaikkan Xiao Chen ke kereta, dan kemudian dengan intim membantu Xin Qian naik. Kemudian, kereta itu pun mulai bergerak menuju ke desa Heishan.


Dalam perjalanan, Mo Lianfeng agak enggan untuk kembali ke kota, dia ingin tinggal di rumah Xin Qian sebentar, bahkan jika Nyonya tua Mo mendesaknya untuk kembali ke Mansion. Sayangnya, Mo Lianfeng menerima surat dari ibukota, jadi dia tetap harus pergi.


“Ayah, apakah kamu langsung kembali setelah mengantar Xiao Chen dan Ibu?” Tanya Xiao Chen.


"Ya, Ayah akan ke ibu kota karena ada urusan. Kurasa, Ayah tidak akan kembali dalam beberapa waktu. Tetapi, Ayah pasti akan menemui mu dan Ibu mu ketika Ayah kembali!" Ucap Mo Lianfeng tersenyum lembut.


Xiao Chen mengangguk dan berkata, "Ya, Ayah. Jika Ayah kembali, datanglah dengan cepat untuk menemui Xiao Chen dan Ibu!"


"Hmm, pasti." Mo Lianfeng membelai kepala Xiao Chen.


Xin Qian menunjukkan sedikit minat pada ibukota yang di katakan oleh Mo lianfeng. Ibukotanya tidak jauh dari Kota Yangcheng, dan hanya berjarak seratus mil jauhnya. Dia memang sudah pernah ke Ibukota Kyoto, tetapi saat itu dia hanya pergi untuk mengantarkan Paman Wen dan Sepupunya studi. Jadi, Xin Qian tidak sempat untuk melihat-lihat.


Xin Qian berencana, jika dia memiliki kesempatan, dia akan pergi ke ibukota untuk berbelanja di masa depan. Dunia ini sangat besar, jadi dia tentu harus keluar dan melihat lebih dekat. Selain itu, Kota besar seperti Kyoto, mungkin memiliki lebih banyak peluang untuk menghasilkan uang.


Kereta tiba di rumah Xin Qian lebih cepat. Bagaimana pun seekor kuda pasti berbeda dari seekor keledai, itu sebabnya merek tiba di desa dalam waktu singkat…


Xin Qian tiba di depan rumahnya dan menyadari bahwa di halamannya agak berantakan. Bahkan, sayuran yang dia tanam dengan lelah, kini telah banyak di petik. Pada pandangan pertama, Xin Qian tahu bahwa seseorang telah "mengunjungi" rumahnya. Melihat ini, Xin Qian merasa geram, dia hanya pergi selama beberapa hari, tapi sudah ada orang-orang di desa ini yang melakukan hal-hal jahat dan mencuri miliknya!


Xin Qian pergi ke dapur untuk memeriksanya lagi, dia menemukan bahwa beras, tepung, dan bumbu-bumbu yang ada di dapur sudah hilang tanpa sisa! Mereka benar-benar menggeledah rumahnya ketika dia pergi! Sial*n!


Xin Qian menggigit bibir bawahnya, berusaha meredakan kemarahan di hatinya, rasanya saat ini dia memiliki keinginan untuk memukul seseorang! Jika dia tahu siapa itu, dia harus melepaskan kulitnya!


Kereta Mo Lianfeng tiba di desa, dia langsung menarik perhatian para penduduk desa…


Saat penduduk desa melihat Xin Qian telah kembali, satu per satu melangkah maju untuk bergabung dalam kegembiraan. Awalnya, mereka ragu tentang identitas Mo Lianfeng sebagai Pangeran. Akan tetapi kali ini, mereka telah melihat kereta kuda mewah yang datang bersama Mo Lianfeng, juga pakaian sutra yang di kenakan Mo Lianfeng, dan mereka semua langsung percaya pada identitasnya.


Aura mulia dan berwibawa pada sosok Mo Lianfeng, adalah bukti bahwa identitasnya tidak sederhana. Karena Mo Lianfeng mengatakan bahwa ia adalah Pangeran, benar-benar tidak ada keraguan tentang itu!


“Hei, jika pria itu benar-benar Pangeran Kerajaan Zhou kita. Itu berarti Mo Lianfeng adalah kerabat Kaisar saat ini?! Keluarga Xin ini benar-benar menyinggung sosok besar seperti itu! Mereka sudah selesai!” Ucap seorang wanita paruh baya.


"Ah, kau benar, sepertinya laki-laki yang menyukai Xin Qian benar-benar Pangeran! Keluarga Xin benar-benar melewatkan emas seperti Xin Qian! Hei, sepertinya kita tidak bisa menyinggung Xin Qian. Di belakangnya ada seorang Pangeran!”


"Ya, kau benar! Sebentar lagi, hidup gadis Qian pasti berubah menjadi sangat makmur! Keluarga Xin hanya bisa menangis darah!”


"Yah, itu salah mereka sendiri. Lagipula, Jika orang-orang dari Keluarga Xin tahu sejak awal, bahwa gadis Qian membawa benih dari seorang Pangeran, bagaimana mungkin mereka akan mengusir gadis Qian dari Keluarga??”


"Haha, orang-orang yang tidak beruntung, bahkan langit tidak memihak orang-orang aneh dari Keluarga Xin. Yah, mereka layak mendapatkannya. Tidak peduli seberapa baik hidup gadis Qian sekarang, itu tidak ada hubungannya dengan mereka."


"·······" para penduduk desa sibuk berdiskusi di antara mereka sendiri.


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗