Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 136



Liang Jinqiao dan Xin Qian mengobrol selama beberapa saat, setelah itu Liang Jinqiao pamit pergi.


Xin Qian menghela nafas lega saat dia melihat ibunya berjalan pergi dan tidak melihatnya menyebutkan tentang Mo Lianfeng. Xin Qian bertanya kepada kedua anak itu, "Apakah Nenek tadi tidak ada masuk ke rumah?"


Xiao Chen mengangkat wajahnya dan berkata dengan manis kepada Xin Qian. "Ibu, nenek akan masuk, tapi Xiao Chen menghentikannya. Xiao Chen tahu bahwa nenek tidak bisa melihat Ayah."


Xiao Chen memanggil Mo Lianfeng sebagai ‘Ayah’ dengan lancar.


Xin Qian menyentuh kepala Xiao Chen dan mengangguk, "Xiao Chen luar biasa."


"Hehe ~ Tentu saja, Xiao Chen anak Ibu.” Ucap Xiao Chen tersenyum bangga.


“Iya, iya. Baiklah, Ayo, masuk!” Xin Qian mengambil tangan kedua anak itu dan masuk ke rumah.


Mo Lianfeng sedang berbaring di tempat tidur, dan ketika dia melihat Xin Qian, ada senyum di matanya. "Qianqian, mengapa aku merasa seperti aku di sembunyikan di rumah?"


Nada Mu Lianfeng agak memelas.


"Uh... Pangeran Mo, kamu adalah sebagai seseorang dengan identitas yang mulia, tapi kamu tinggal rumah yang rusak ini, lalu kamu adalah seorang pria, jika orang lain tahu mereka pasti akan membuat gosip tentang mu dan merusak reputasi mu." Ucap Xin Qian menjelaskan.


Melihat ekpresi serius dari Xin Qian, Mo Lianfeng tersenyum dan berkata, "Qianqian, jangan terlalu serius, aku hanya bercanda."


"········" Xin Qian tertegun, dia menyadari bahwa pikirannya benar-benar di permainkan oleh Mo Lianfeng.


Setelah makan siang dan beristirahat sebentar, Xin Qian membawa kedua anak itu ke gunung untuk menangkap katak. Sekarang dia ingin menghemat lebih banyak uang, seperti yang di katakan Mo Lianfeng hari ini, memikirkan rumahnya yang bobrok, ia harus benar-benar membangun yang baru.


Dalam beberapa hari terakhir, ada semakin sedikit anak yang membantu menangkap katak. Xin Qian tahu mengapa anak-anak ini tidak membantunya menangkap katak, jadi dia menangkapnya sendiri.


Pada sore hari, Bibi Liu mengirim katak yang di tangkap oleh anaknya. Jumlah katak itu sama seperti kemarin. Jumlah totalnya adalah enam puluh kilogram. Jumlah, ini cukup bagus. Enam puluh kilogram di jual seharga 12 koin tembaga per kilogram, jika di bagi dua untuk kedua keluarga, maka masing-masing mendapat 3 koin perak dan 10 koin tembaga.


Awalnya, Xin Qian menjual seharga 7 koin tembaga per kilogram, tapi karena hidangan katak di sukai pelanggan, Sun Changquan memberikan harga sebanyak 12 koin tebaga per kilogram.


Xin Qian sibuk sampai malam karena mengupas katak. Ketika Xin Yang melihat bahwa sudah malam, dia kembali dan akan makan di keluarga besar Xin malam ini.


Di malam hari, ketika lampu menyala, Xin Qian meletakkan piring di atas meja dan makan bersama Xiao Chen dan Mo Lianfeng.


Melihat kerja keras Xin Qian, Mo Lianfeng merasa sedikit tertekan, dan bertanya, "Qianqian, cedera ku akan sembuh dalam waktu sepuluh hari. Pada saat itu, apakah kamu bersedia tinggal di Yangcheng bersama ku dan Xiao Chen? Aku akan mencarikan rumah untuk kalian berdua.”


Bukannya Mo Lianfeng tidak ingin Xin Qian tinggal di Mansion Pangeran, tapi dia khawatir neneknya akan menolak. Jadi, dia berniat untuk mendirikan rumah baru untuk Xin Qian di dekat Mansion, sehingga ibu dan anak itu bisa hidup dengan nyaman.


"Pergi ke Yangcheng? Hidup bersama mu?" Tanya Xin Qian ragu.


“Tidak... tidak, aku akan mencarikan rumah yang ada di dekat Mansion ku, sehingga aku bisa menemui Xiao Chen kapan saja.” Ucap Mo Lianfeng menjelaskan dengan cepat, takut kalau Xin Qian akan salah paham maksudnya.


Jika Xin Qian pergi ke Yangcheng, dia takut Xiao Chen tidak memiliki teman yang menemaninya. Selain hal-hal aneh di desa, Xin Qian juga menyukai kehidupan pedesaan seperti ini.


"Tidak apa-apa, Qianqian, Aku bisa membelinya untuk kalian, dan semuanya akan di atur untuk mu." Ucap Mo Lianfeng.


Xin Qian tersenyum ringan, dan berkata, "Pangeran Mo, kamu tidak perlu melakukan ini. Aku takut keluarga mu akan berpikir bahwa aku adalah selir mu karena kamu tiba-tiba membawa gadis desa seperti ku untuk tinggal di kota. Aku tidak ingin di salahpahami."


Kata-kata Xin Qian membuat Mo Lianfeng sedikit malu dan wajahnya sedikit memerah. Membuat Xin Qian sebagai selir? Bagaimana mungkin! Jika dia benar-benar bersama Xin Qian, dia secara alami akan menikahinya sebaga Istri resmi!


"Pangeran Mo, Xiao Chen dan Aku hidup sangat baik di pedesaan, Kamu tidak perlu khawatir tentang kami," Ucap Xin Qian lagi.


Tapi, Xin Qian paham bahwa Mo Lianfeng hanya peduli padanya. Tapi dia punya tangan dan kaki, dia bisa mencari uang untuk biaya hidupnya sendiri. Apalagi, Mo Lianfeng juga sudah banyak membantunya sebelumnya, jadi dia tidak ingin terus merepotkan orang lain tanpa alasan.


"Baiklah…" Ucap Mo Lianfeng menghela nafas dengan menyesal.


………………..


Keesokan paginya, Xin Qian membawa sekeranjang penuh katak dan pergi ke Yangcheng lagi, di tambah dia menangkapnya sendiri, yang menghasilkan total 70 kilogram, sebenarnya dia agak kesulitan membawa barang seberat itu, akan lebih baik jika dia punya kendaraan sendiri.


Sebelumnya, Xin Qian telah menghemat 1 koin perak, di tambah uang dari menjual katak hari ini, jadi dia bisa membeli keledai kecil. Dia agak bersemangat saat memikirkannya.


Di kota Yangcheng…


Sun Changquan tidak berharap bahwa Xin Qian benar-benar akan mengirim banyak katak hari ini, meskipun jumlahnya sedikit terlalu banyak, Sun Changquan tidak punya alasan untuk menolak. Barang ini laris manis, itu bisa di jual oleh banyak pelanggan yang dia terima.


Setelah Sun Changquan menyelesaikan pembayaran dengan Xin Qian, Xin Qian langsung pergi ke pasar dan mulai memilih keledai. Di pasar, ada juga penjual kuda, bagal, dan sapi, yang semuanya di gunakkan untuk bepergian atau menarik barang.


Umumnya, kuda di beli oleh orang kaya. Adapun bagal dan keledai, orang-orang seperti Xin Qian yang akan membeli hal itu. Ada banyak toko yang menjual keledai, Xin Qian mulai memilih dengan santai, dan membandingkan harga dengan yang lain. Memang agak mahal, tapi mereka memberikan kereta kayu kepada keledai untuk menarik kereta, jadi harga itu masuk akal.


Diperkirakan kereta keledai bisa memuat tiga atau empat orang, itu tidak terlalu besar, tetapi dapat di gunakan untuk memuat barang. 1 ekor keledai dan kereta kayunya, di jual sebanyak 1 koin perak dan 80 koin tembaga.


Xin Qian kembali dengan mengendarai keledai kecilnya, yang jauh lebih nyaman dan jauh lebih cepat daripada gerobak sapi paman Hu. Memberi makan keledai juga cukup mudah, cukup berikan sedikit rumput. Tapi keledai yang di Xin Qian itu tidak besar, jadi dia harus merawatnya dengan baik. Saat sudah agak besar, keledai ini pasti bisa membawa banyak barang. Jadi, untuk sekarang Xin Qian tidak bisa memuat terlalu banyak beban pada keledainya.


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗