Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 261



Tidak butuh waktu lama bagi Xin Qian untuk menyiapkan makanan. Kali ini, dia membuat sup kepala ikan dengan lada cincang, tumis sayuran, dan kentang goreng.


Setelah Xin Qian dan Xiao Chen selesai makan di rumah, mereka pergi bersama menuju kaki gunung untuk mengantarkan kotak makan siang itu kepada Mo Lianfeng.


Xin Qian tidak punya waktu untuk melihat apa yang terjadi di kaki gunung. Jadi, sejak penambanga bijih di mulai, ini adalah pertama kalinya dia datang ke sini lagi. Sebuah lahan kosong besar di buka di kaki gunung, semua pohon kecil sudah di potong, dan ada banyak trnda di sirikan. Di antara tenda-tenda ini, ada yang paling mewah, dan besar. Melihat ukuran tenda itu, Xin Qian bahkan tidak perlu memikirkannya. Itu pasti tenda milik Mo Lianfeng tinggal.


Pada saat ini, adalah waktunya makan siang, jadi semua orang berhenti menambang, mereka berkumpul bersama untuk memasak makanan mereka sendiri.


Xin Qian berjalan ke tenda paling besar, dan mengintip ke dalam. Setelah mengkonfirmasi bahwa itu adalah Mo Lianfeng, dia berjalan masuk.


Mo Lianfeng sedang menulis di kertas, melihat Xin Qian datang, dia segera meletakkan kuasnya.


"Apakah kamu sudah lapar?" Tanya Xin Qian.


Mo Lianfeng berkata sambil tersenyum, "Sebenarnya, aku tidak lapar, tapi setelah aku mencium aroma makanan mu, aku jadi lapar.”


“Haha,” Xin Qian tertawa kecil dan berkata, "Karena kamu lapar, ayo makan. Aku telah membuatkan beberapa hidangan untuk mu, makanlah selagi panas!"


Mo Lianfeng mengangguk, "Oke."


Mo Lianfeng sangat bersemangat saat membuka kotak makan siang, setelah melihat makanan di dalamnya, senyum di sudut mulutnya menjadi lebih lebar. "Qian Qian, kamu sangat baik pada ku, hidangan ini terlihat lezat."


"Ini sup kepala ikan, cobalah bagaimana rasanya. Mungkin kamu belum pernah mencobanya." Ucap Xin Qian tersenyum.


Mo Lianfeng mengangguk, "Oke."


Mo Lianfeng mengambil sendoknya, mencicipi sup ikan itu, dan memuji, "Qian Qian, ini sangat lezat. Aku belum pernah mencoba sup kepala ikan seperti ini sebelumnya. Pedas, tetapi sangat lezat."


"Tentu saja, aku yang membuatnya menjadi lezat! Aku takut tidak ada seorang pun selain aku yang bisa membuat ini.” Ucap Xin Qian dengan bangga.


"Qian Qian, betapa beruntungnya aku memiliki mu." Mo Lianfeng menghela nafas dengan emosi, ada begitu banyak wanita di dunia ini, namun tidak akan ada lagi yang seistimewa Xin Qian.


"Tentu saja." Ucap Xin Qian sambil tersenyum.


Xin Qian membawa banyak nasi tadi, tetapi semuanya susa di sapu bersih oleh Mo Lianfeng. Melihat nafsu makan Mo Lianfeng yang besar, Xin Qian tidak tahu harus berkata apa. Dia hanya merasa bersyukur bahwa dirinya bisa menghasilkan uang sekarang, kalau tidak, dia pasti tidak akan sanggup mendukung Mo Lianfeng.


Setelah Mo Lianfeng selesai makan, dia menyeka mulutnya dengan anggun menggunakan sapu tangannyq, "Qian Qian, masakan mu enak sekali!"


"Apakah kamu tidak takut menjadi gemuk, jika makan seperti ini?" Ucap Xin Qian sambil tersenyum.


"Apakah aku terlihat gemuk? Qian Qian, apakah kamu takut aku akan menjadi gemuk?" Tanua Mo Lianfeng


"Tentu saja, jika kamu gemuk, kamu tidak terlihat akan tampan lagi!” Ucap Xin Qian dengan serius.


"Lalu Qian Qian, apakah kamu keberatan jika aku tidak terlihat tampan?" Tanya Mo Lianfeng.


Xin Qian berpikir sejenak, dan berkata jujur, "Tentu saja! Berapa banyak wanita yang tidak menyukai pria cantik?"


Xin Qian menopang dagunya dengan satu tangan, dan menatap wajah Mo Lianfeng, kemudian dia menghela napas kagum. Dan berkata, "Belum lagi wajah mu ini sangat tampan! Jika kamu hidup di abad ke-21, kamu pasti bisa memikat ribuan gadis muda!"


Iti adalah trik provokatif yang biasa Xin Qian gunakan untuk bercanda dengan teman kerjanya saar di kantor. Jadi, di reflek menggunakan itu kepada Mo Lianfeng.


Di mata Mo Lianfeng, candaan Xin Qian adalah untuk menggodanya. Jadi dia menarik Xin Qian ke dalam pelukannya. Mo Lianfeng duduk di kursi, dan Xin Qian secara alami duduk di paha Mo Lianfeng.


Gerakan tiba-tiba Mo Lianfeng membuat Xin Qian terkejut. "Apa? Apa yang kau lakukan?!”


“Le… lepaskan aku…” Xin Qian hanya bisa menekan suaranya.


“Qian qian… aku..” Mo Lianfeng tidak mau melepaskan Xin Qian. Dia bahkan memeluk tubuh Xin Qian dengan lebih erat. Ketika dia akan mencium bibir Xin Qian, seorang pria tiba-tiba memasuki tenda.


"Tuan, Aku datang!" Ucap Mo Yan. Saat dia masuk, dia hampir menjatuhkan rahangnya karena pemandangan di ruangan itu!


“Ini ini……” Mo Yan belum pernah melihatnya! Tuannya sendiri ternyata memiliki sisi penuh gairah seperti ini?


Mo Yan berpikir bahwa Mo Lianfeng adalah tipe orang yang tidak mengerti hubungaan pria dan wanita! Tapi sekarang, beberapa pemikiran itu hilang! Tuannya sekarang, sangat berbeda! Lihatlah gadis di pelukan Tuannya, mereka sangat intim!


“….” Setelah Mo Yan melihat Xin Qian, hatinya sedikit terkejut.


Sebelum Mo Yan bisa memikirkan apa pun, suara dingin Mo Lianfeng datang, "Apakah kamu tidak tahu harus berkata apa sebelum kamu masuk?"


"Tuan... Tuan, Aku salah. Aku pikir Kamu adalah satu-satunya orang di tenda ... Aku baru saja tiba di sini, jadi aku sedikit bersemangat..." Mo Yan mencoba menjelaskan.


Sayang penjelasannya sendiri sepertinya tidak banyak berpengaruh, Mo Lianfeng berkata dengan dingin, "Keluar!"


Mo Yan berkata dengan tergesa-gesa, "Tuan, aku akan keluar dari sini! Tolong maafkan aku.”


Mengganggu asmara tuannya, Mo Yan mulai khawatir tentang hidupnya!


Setelah Mo Yan pergi, Xin Qian masih agak malu, dia membebaskan diri dari pelukan Mo Lianfeng, dan berkata, "Kamu ... bagaimana kamu bisa jadi begitu tidak senonoh?”


Karena Mo Yan melihat adegan memalukan mereka, wajah Xin Qian memerah seperti tomat sekarang. Jika hanya ada mereka berdua, itu akan baik-baik saja, tetapi kebetulan mereka di lihat oleh orang ketiga!


“Mengapa aku tidak bisa melakukannya pada istri ku?” Ucap Mo Lianfeng tidak peduli.


"Itu tentu tidak masalahl, tetapi itu jika kita berada di rumah! Jangan melakukannya di tempat umum! Ingat itu!” Ucap Xin Qian dengan serius.


Mo Lianfeng tersenyum sedikit, dan berkata, "Baiklah, mari kita kembali dan melanjutkannya lagi nanti."


Kata-kata Mo Lianfeng terasa sangat alami, tetapi saat dia mendengar itu, wajah Xin Qian memerah lagi. Apa yang baru di katakan pria ini?? Melanjutkan?!


"Karena kamu sudah selesai makan, maka aku akan kembali dulu! Bukankah kamu akan sibuk untuk sementara waktu?" Ucap Xin Qian sambil mengemasi piring.


“Aku masih sibuk, tapi Qian Qian, tidak bisakah kamu menemani ku sebentar?” Mo Lianfeng merasa enggan berpisah dengan Xin Qian seperti ini. Waktu untuk berdua seperti ini terlalu berharga baginya.


"Xiao Chen masih di rumah, dia pasti khawatir jika aku kembali terlambat!" Ucap Xin Qian.


Meskipun Xiao Hei dan Xiao Mao bersamanya, dan Xin Qian telag mengatakan kepada Xiao Chen untuk tidak keluar rumah, tetap saja, terlalu tidak aman meninggalkan seorang anak di rumah sendirian.


Mendengar kata-kata Xin Qian, Mo Lianfeng pun akhirnya menyerah untuk bisa berduaan dengan Xin Qian. Baginya, Xin Qian itu sama pentingnya seperti putranya yang berharga.


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗