Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 358



Di dapur, Mu Lan menghela nafas, "Qian’er, maafkan sikap kakak ipar ku seperti ini… Kita bisa menangkap udang karangnya lagi, lagipula ada banyak disungai dan tidak ada orang lain yang mau mengambilnya. Jadi, kuta bisa mendapatkan lebih banyak."


Xin Qian mengangguk, secara alami dia tidak akan peduli tentang tingkah laku Qi Shi. Dia terlalu malas membuang energinya untuk orang seperti itu. Dia mendengus pelan, "Hah.. Jika dia memiliki wasir dan masih memakan makanan pedas seperti ini, dia pasti akan menangis saat pergi toilet! Lihat saja bagaimana keadaannya nanti.”


Mu Lan merasa terhibur oleh Xin Qian, "Haha, aku baru berpikir dengan keras, Qian’er, mengapa kamu mau makan memberikan begitu banyak untuk kakak ipar perempuanku."


"Haha ~" Xin Qian juga tersenyum, menyapa Mu Lan untuk mulai makan. "Kakak Mu Lan, jangan pikirkan wanita itu lagi, ayo cepat makan dan cicipi."


"Ya!" Mu Lan mengangguk, lalu dia memasukkan udang ke mulutnya dan mengunyah. Setelah merasakan rasanya, “Uhuk, uhuk!” Mu Lan tersedak dua kali, tetapi dia masih makan dengan gembira.


"Qian’er ini sangat pedas, tapi juga enak! Bukankah lebih baik makan ini sambil minum dengan anggur? Suami-ku juga suka minum sambil makan camilan pedas seperti ini!”


"Ya, lebih baik kita memakannya dengan anggur. Masih ada banyak udang disini. Kamu bisa makan lebih banyak, jika ingin lagi, kamu bisa meminta anakmu untuk menangkapnya besok.” Ucap Xin Qian.


Xin Qian meminta Mu Lan untuk menyimpan sepiring, dan sepiring udang karang lainnya dikeluarkan untuk dimakan anak-anak. Ketika anak-anak makan, mereka begitu kepedasan sehingga mereka mengibaskan lidah mereka, tetapi mereka terus makan, dan mereka sangat bahagia.


"Bahkan jika itu lezat, kamu tidak bisa makan terlalu banyak, kalau tidak kamu akan sakit perut!” Xin Qian mendesak.


Orang dewasa baik-baik saja saat memakan makanan pedas yang banyak, tetapi usus anak-anak rapuh, dan jika mereka tidak makan dengan baik, mereka pasti akan sakit perut. Xin Qian tidak ingin makan udang karang ini membuat mereka sakit perut.


“Ya, aku mengerti Ibu!” Ucap Xiao Chen, menjilati jari-jarinya dengan senang.


Xin Yang juga sama, menjilat sudut mulutnya, sepertinya dia masih ingin makan.


Xin Qian menggelengkan kepalanya tanpa daya. Tampaknya anak-anak ini telah diracuni oleh udang karang ini, sepertinya mereka masih merasa kurang. "Ayo, mari kembali, jika kalian suka makan, aku akan memasakkannya nanti malam!"


“Hmm!” Xiao Chen dan Xin Yang keduanya mengangguk, berharap Xin Qian akan menggorengkan udaang karang segera ketika mereka pulang, sehingga mereka bisa terus makan.


Setelah kembali ke halamannya, Mo Lianfeng terlihat bersandar di tempat tidur dan melihat keluar pintu.


"Ayah, apakah kamu sudah bangun? Apakah kamu merasa lebih baik?" Xiao Chen mendekat dan bertanya pada Mo Lianfeng dengan lembut.


Melihat mata peduli putranya, hati Mo Lianfeng penuh dengan kehangatan, dia menyentuh kepala Xiao Chen dan berkata, "Ayah baik-baik saja."


Xiao Chen berkata dengan manja, "Ayah, syukurlah jika kamu baik-baik saja, ibu dan Xiao Chen masih membutuhkan ayah!"


“Ayah akan selalu berada di sisimu, jangan khawatir!” Senyum lembut menggantung dari sudut mulut Mo Lianfeng.


“Hmm!” Xiao Chen tersenyum manis pada Mo Lianfeng, dan Mo Lianfeng merasa hatinya melunak. Sangat menyenangkan memiliki istri dan putra.


“Ayah, Xiao Chen dan Ibu akan pergi untuk memasak, Ayah bisa makan nanti!” Xiao Chen menyapanya.


"Baiklah!" Mo Lianfeng menjawab sambil tersenyum.


Dengan mengatakan itu, Xiao Chen keluar dan pergi ke dapur bersama Xin Qian. Di malam hari, setelah mereka selesai makan malam lebih awal, mereka lalu berbaring di tempat tidur dan mulai beristirahat.


Dini hari berikutnya, Xin Qian bangun pagi-pagi dan mulai menyiapkan kios lebih awal. Dia belum ke Yangcheng untuk beberapa hari ini, dan dia merasa sedikit bersemangat.


Ketika Xin Qian sampai di kios, dia melihat bahwa Ye Li masih di sana, tetapi dia terlihat jauh lebih kurus.


“Apakah kamu ... baik-baik saja?” Tanya Ye Li, suaranya sedikit serak.


"Tidak apa-apa? Ada apa?" Xin Qian menjawab sambil tersenyum.


Mu Lan mendekati Xin Qian sambil tersenyum dan berkata, "Qian’er, Kamu tidak tahu. Selama Kamu pergi, dia datang ke sini setiap pagi untuk melihat apakah Kamu telah kembali. Dia bertanya pada kami setiap hari tentang apa yang sedang terjadi padamu, dia juga bertanya ke mana Kamu pergi. Tapi, kami juga tidak tahu ... jika kami memberi tahu dia, mungkin dia akan menyusul Kamu juga. "


Xin Qian menatap Ye Li dalam-dalam. Apakah orang ini peduli padanya?


“Aku baik-baik saja, Aku hanya keluar untuk melakukan sesuatu,” jawab Xin Qian.


“Itu bagus.” Ye Li tersenyum sedikit, dia merasa lega ketika telah melihat bahwa Xin Qian baik-baik saja. Lalu pergi untuk duduk di bangku. Namun, dia tidak bisa mengalihkan pandangan dari Xin Qian.


Xin Ping'er menghibur para tamu untuk makan, dan dia sedikit marah ketika Ye Li menatap Xin Qian dengan mata obsesif. Lagi! Kenapa para pria selalu menyukai Xin Qian! Jika Ye Li adalah pria jelek biasa, dia tidak akan peduli, tapi masalahnya adalah bahwa pria ini terlihat sangat tampan dan sebanding dengan Pangeran ketiga! Meskipun dia memiliki Qin Yuan dan tidak peduli dengan pria lain lagi, tapi dia masih tidak senang melihat Xin Qian disukai oleh pria tampan.


Jadi Xin Pinger berkata pada Ye Li, "Kenapa kamu selalu memperhatikannga? Apakah kamu ingin bersamanya?! Aku beri tahu! Dia sudah punya anak berusia tiga tahun, dan juga seorang pria dirumahnya, jadi bersikap jangan bodoh karena menyukainya! "


Ye Li melirik Xin Ping'er, dan menjawab dengan acuh tak acuh, "Aku tahu, jadi apa?"


Xin Ping'er menatap Ye Li dengan marah, "Jadi apa? Kamu ... kamu tidak tahu malu! Apakah mungkin kamu menyukai wanita yang telah punya aanak?"


Ye Li mengaitkan mulutnya, "Itu urusanku, kamu tidak perlu ikut campur."


Xin Ping'er berpikir Ye Li pasti sudah gila. Apakah orang ini tahu apa yang dia katakan sendiri?


Xin Qian sudah mempunyai anak tetapi dia bahkan masih menginginkannya!


"Aku dengan baik hati mengingatkan mu tapi Kamu masih seperti ini. Ini benar-benar semacam penyakit. Kamu pasti telah ditipu olehnya! Kamu akan menangis di masa depan! Huh!" Xin Ping'er mendengus lagi.


Xin Qian mendengar kata-kata Xin Pinger di samping, dan sudut mulutnya bergerak-gerak. Xin Ping'er ini, benar-benar berani memfitnahnya. Dia bahkan sengaja berlari ke Ye Li dan mengatakan hal-hal seperti itu.


Melirik Xin Ping'er dengan sedikit tidak senang, Xin Qian berkata, "Saudari Pinger, lebih baik jaga mulutmu saat di luar, jangan bicara omong kosong tentangku, kalau tidak aku tidak bisa melepaskanmu begitu saja!"


Xin Ping'er juga marah, "Apa yang salah? Apa yang Aku katakan adalah kebenaran! Kamu tidak hanya memiliki seorang putra, tetapi juga seorang pria dirumah! Sungguh, mengapa dia memilih seorang wanita seperti Kamu? Aku mengerti, Kamu hanya ingin semua pria menyukai mu! Aku yakin Kamu tidak memberi tahu Ye Li tentang situasi mu, dan menipunya!”


Setelah Xin Ping'er selesai berbicara, wajah Xin Qian tenggelam.


"Otakmu sakit!" Xin Qian memarahinya. Mengapa dia harus memberi tahu orang lain tentang situasinya? Siapa akan mengumbar privasinya di mana-mana dengan mulutnya sendiri?


Zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗