Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 273



Xin Qian kembali ke rumahnya setelah menangani masalah di Sanfang. Begitu dia kembali, dia melihat Mo Lianfeng duduk di bangku, Dia tampak tidak senang dan merajuk. Xin Qian merasa penasaran. Sebenarnya ada apa? Siapa yang memprovokasi dia?


“Mo Lianfeng, kenapa kamu duduk dengan wajah kesal?” Xin Qian berjalan mendekat dan bertanya.


Mo Lianfeng mengangkat kepalanya dengan tatapan agak kesal, dan bertanya pada Xin Qian, "Qian Qian, siapa Paman Liu yang di sebutkan oleh Xiao Chen?"


“….” Xin Qian tertegun, orang ini bertanya tentang Liu Lei, apa yang ingin dilakukannya?


"Qian Qian, mengapa kamu tidak berbicara?" Nada bicara Mo Lianfeng terdengar cemburu.


Xin Qian ingin tahu tentang mengapa Mo Lianfeng tiba-tiba menyebut tentang Liu Lei. Apa yang Xiao Chen katakan? "Paman Liu yang di maksud Xiao Chen adalah Liu Lei, kau tidak tahu?"


"Liu Lei?" Mo Lianfeng mengerutkan kening. Dia memiliki sedikit kesan tentangnya karena dia telah melihatnya sebelumnya.


"Ya, kecuali dia, Xiao Chen tidak tahu Paman Liu lainnya. Apa yang Xiao Chen katakan? Sepertinya kau cemburu." Xin Qian tidak bisa menahan diri untuk tidak menggoda, seperti seorang istri kecil.


"Hahh ~ Bukan apa-apa!" Mo Lianfeng menghela nafas.


"Bukan apa-apa?" Xin Qian melirik Mo Lianfeng, "Apakah kamu pikir aku akan mempercayainya? Kamu bisa mengatakannya, katakan saja padaku. Aku tidak suka ada rahasia dan kecurigaan di antara kita ketika kita bersama. Jika kamu memiliki keraguan, aku akan menjelaskannya dengan jelas kepada mu. "


Xin Qian tahu bahwa jika mereka tidak jujur, pasti akan ada masalah di masa depan karena mereka memiliki kecurigaan.


Karena Xin Qian mengatakan demikian, Mo Lianfeng tidak menyembunyikannya, dan mengatakan alasannya.


“Ketika aku bertanya pada Xiao Chen, siapa yang memperlakukannya lebih baik dan siapa yang di sukai Xiao Chen. Xiao Chen menyebutkan bahwa sebelum aku datang, orang terbaik bagi Xiao Chen adalah Paman Liu karena dia sering datang untuk membantu.” Ucap Mo Lianfeng


Ketika Mo Lianfeng memikirkan seorang pria yang sering bertemu dengan Xin Qian dalam tiga tahun terakhir, dia menjadi cemburu. Pada saat yang sama, rasa bersalah untuk Xin Qian lebih dalam. Mengapa dia tidak berada di sisinya ketika Xin Qian sangat membutuhkannya?


Mo Lianfeng yang mengakui perasaannya sendiri, menyebabkan Xin Qian tersenyum tak terkendali, "Kamu sangat cemburu rupanya, tidakkah kamu harus berterima kasih kepada orang itu? Setidaknya ketika kamu pergi, seseorang bersedia membantu kami. Adapun hubungan Liu Lei dan Aku, Kamu tidak perlu khawatir tentang hal itu. Jika Aku tertarik padanya, Aku akan bersamanya sekarang. "


Setelah Xin Qian mengatakan ini, hati Mo Lianfeng tiba-tiba menjadi lebih tenang.


Xin Qian tidak menyukainya! Itu bagus bahwa Xin Qian tidak menyukai pria itu. Yah, dia masih harus berterima kasih kepada orang itu karena telah membantu Xin Qian dalam tiga tahun terakhir.


"Xin Qian, biarkan aku memberinya sesuatu untuk menyatakan terima kasihku!" ucap Mo Lianfeng.


"Memberi barang?" tanya Xin Qian.


"Ya, aku akan memilih beberapa hadiah untuk menyatakan rasa terima kasih ku. Dia membantu kalian, ibu dan anak. Sebagai seorang suami dan ayah Xiao Chen, aku tidak bisa tidak berterimakasih padanya, kan?" Ucap Mo Lianfeng.


Xin Qian merasa geli oleh pendapat Mo Lianfeng. Tapi karena Mo Lianfeng ingin mengucapkan terima kasih, Xin Qian tidak memiliki niat untuk melarangnya. "Jika kamu ingin memberikannya, maka berikan saja.”


Mo Lianfeng mengangguk sebagai jawaban.


Tiba-tiba Mo Lianfeng tidak tahu harus mengirim apa. Dia merasa lebih baik mengirim uang. Jadi dia mengeluarkan seratus koin perak dan berkata kepada Xin Qian, "Xin Qian, kamu bawa aku ke sana. "


"Apakah Kamu yakin akan mengirim uang?" Xin Qian mengerutkan kening, bertanya-tanya apakah itu baik-baik saja untuk mengirim uang? Dia takut itu justru akan menyinggung Liu Lei!


"Tapi aku tidak tahu apa yang dia inginkan. Bukankah tidak ada gunanya jika aku mengirim sesuatu yang tidak dia sukai kepadanya?" Ucap Mo Lianfeng.


“Ayo!" Jawab Mo Lianfeng.


Keduanya berjalan menuju rumah Liu Lei bersama. Ketika Xin Qian dan Mo Lianfeng pergi ke sana, Liu Lei sedang memotong kayu di halamannya.


"Kakak Liu!" Xin Qian memanggil. Setelah mendengar suara Xin Qian, hati Liu Lei di penuhi dengan sukacita, tetapi ketika dia mendongak, dia melihat bahwa Xin Qian bersama dengan Mo Lianfeng.


"Kakak Liu!" Xin Qian tiba di Liu Lei dan tersenyum.


Liu Lei menyeka keringat di dahinya, dan memandang ke arah Mo Lianfeng. Dia tahu identitas Mo Lianfeng, tapi dia tidak takut di depan Mo Lianfeng. Punggungnya lurus, dan dia berbicara dengan ringan, " Aku tidak tahu untuk apa Pengeran Ketiga datang ke sini?”


Mo Lianfeng tidak peduli dengan sikap Liu Lei, dan langsung menjelaskan niatnya.


“….” Setelah mendengarkan kata-kata Mo Lianfeng, alis Liu Lei berkerut, tidak senang.


Sikap terhadap Mo Lianfeng masih dingin dan acuh tak acuh.


" Pengeran Ketiga, Kamu tidak perlu mengucapkan terima kasih. Aku bersedia untuk menjaga Xin Qian dan Xiao Chen." Ucap Liu Lei.


"Kakak Liu, kamu tidak perlu bersikap sopan padanya. Dengan uang ini, kamu bisa membeli tanah, dan kamu bahkan bisa menikahi seorang istri yang cantik. Terimalah" Ucap Xin Qian.


Liu Lei menarik napas dalam-dalam, "Aku benar-benar tidak membutuhkannya, Xin Qian, Aku mengerti apa maksud mu dan Pengeran Ketiga. Tapi, Aku memiliki kehidupan yang sangat baik sendirian sekarang. Aku tidak perlu membeli ladang lain, jadi Aku tidak perlu menghabiskan seratus koin perak ini. Tidak perlu sama sekali."


Xin Qian tidak suka memaksa orang, apalagi sikap Liu Lei sudah sangat jelas. Sebenarnya, dia juga berpikir bahwa untuk mengirim uang memang terlalu tiba-tiba, "Oke, Kakak Liu kami tidak akan memaksa mu lagi. Tapi sebagai gantinya, bisakah kamu pergi ke rumah ku untuk makan malam bersama? Jangan abaikan undangan ku, oke?"


Liu Lei tidak bisa menolak, jadi dia mengangguk dan berkata, "Yah, Xin Qian, aku akan pergi ke tempat mu untuk makan malam malam ini.”


"Bagus! Lalu aku akan kembali dan bersiap dulu!" Ucap Xin Qian.


"Baiklah.” Jawab Liu Lei.


Melihat Xin Qian dan Mo Lianfeng telah pergi, kepalan tangan Liu Lei semakin kencang. Dia tidak pernah menduga bahwa Pengeran Ketiga ternyata adalah ayah biologis Xiao Chen. Dengan cara ini, dia tidak lagi memiliki harapan untuk bisa bersama dengan Xin Qian. Harapan terakhir dalam hatinya tiba-tiba menghilang pada saat ini, dan Liu Lei merasa sedikit sunyi di hatinya.


"Kakak Liu! Mereka keterlaluan!" Xiao Hong berjalan dengan marah, dia ada di samping, dan dia mendengar semua yang mereka katakan.


“….” Melihat Xiao Hong datang, Liu Lei tertegun.


Xiao Hong menjelaskan, "Kakak Liu, ibu ku membuat banyak pai, jadi aku ingin membawakan mu beberapa. Aku tidak menyangka akan melihat adegan ini."


Liu Lei tidak mengatakan sepatah kata pun.


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗