
Tuan Xian Cheng langsung berbicara ke intinya, dan Tuan Yu An pun tidak berani menolak. Jadi dia mengembalikan dua puluh koin perak itu kepada Xin Qian.
Ketika hanya ada Tuan Yu An dan Tuan Xian Cheng di dalam ruangan…
Tuan Xian Cheng menghela nafas, lalu berkata, "Kali ini bukan karena aku tidak ingin membela mu. Namun, gadis kecil itu bukan karakter yang sederhana, karena dia ada hubungannya dengan Pangeran Ketiga Kerajaan Zhou. Jika kamu memikirkan dukungan di belakangnya, kamu harus memikirkan kembali masalah ini, Aku khawatir pada mu juga, jika kamu membuat masalah pada Nona Xin Qian, kamu mungkin akan berada dalam masalah yang lebih besar. "
Tuan Yu An mengangguk, "Terima kasih, Tuan Cheng, atas pertimbangan mu pada bawahan mu ini."
“Oke, oke, jangan membicarakannya lagi, lain kali jika kamu melakukan hal seperti ini, jangan melangkah terlalu jauh.” Ucap Tuan Xian Cheng mendesak.
Mengenai masalah Tuan Yu An yang serakah demi keuntungan kecil, Tuan Xian Cheng telah menjadi pejabat sangat lama, jadi dia tahu bagaimana cara merangkak ke atas dengan aman selama bertahun-tahun. Tidak ada pejabat yang benar-benar bersih. Jika mereka hanya bergantung pada gaji yang di berikan oleh pemerintah setiap tahun, maka di perkirakan mereka harus hidup tanpa kemewahan.
Setelah Xin Qian dan Xin Wensheng selesai makan siang di Mansion County Cheng, mereka segera menemui Tuan Xian Cheng. Xin Qian dan Xin Wensheng sangat puas karena dua puluh koin perak mereka telah kembali dengan utuh. Dengan hasil ini, Perjalanan hari ini bukan lah buang-buang waktu!
Setelah masalah itu selesai, Xin Qian dan Xin Wensheng segera pamit, mereka tidak ingin lebih merepotkan Tuan dan Nyonya County Cheng.
Tuan Xian Cheng, Lan Xuan, dan istrinya pun mengantar Xin Qian dan Xin Wensheng ke pintu gerbang county.
"Sayang sekali, kita harus berpisah di sini. Pertemuan kita pasti adalah takdir juga. Nona Qian, dan Tuan Xin, aku tidak bisa memberi hadiah lebih pada kalian, namun jika kalian memiliki masalah di masa depan, datang saja ke Mansion County Cheng kami untuk menemukan ku. Aku pasti akan membantu jika itu di bawah kuasa ku." Ucap Tuan Xian Cheng seraya tersenyum ramah.
Xin Qian juga tersenyum dan menjawab, "Oke. Terima kasih atas niat baik mu. Kami sangat menghargainya.”
Ketika Xin Qian hendak pergi, tiba-tiba Lan Xuan memanggil Xin Qian. "Kakak Qian……"
Xin Qian berbalik dan bertanya sambil tersenyum, "Ada apa?"
Wajah Lan Xuan langsung memerah untuk sesaat, dan dia bertanya pada Xin Qian dengan sedikit malu-malu, "Kakak, kapan kamu bisa datang ke rumah ku dan melihat ku lagi? Apakah ini perpisahan selamanya??"
"Ada apa, apa kamu akan merindukan ku?" Ucap Xin Qian dengan nada bercanda. Dia sangat suka menggoda pria kecil ini, Lan Xuan.
“Pasti~” Jawab Lan Xuan mengangguk malu-malu.
Melihat anak ini benar-benar bersikap berbeda dengannya, Xin Qian tidak ingin mengecewakan Lan Xuan, jadi Xin Qian tersenyum dan berkata, "Jika aku punya waktu, aku akan datang dan menamui mu.”
“Benarkah? Itu bagus!” Lan Xuan mengangguk berat, dengan sentuhan harapan di matanya, karena dia sangat senang setelah menerima janji dari Xin Qian.
Ny. County Cheng sangat memperhatikan perubahan emosional putranya. Anak ini ... mengapa dia menunjukkan tampilan yang sangat nostalgia untuk Xin Qian?
"Kalau begitu aku pergi sekarang. Tuan dan Nyonya Cheng, kami pamit dulu. Terima kasih atas waktunya." Ucap Xin Qian seraya tersenyum ringan.
Setelah itu, Xin Qian dan Xin Wensheng pergi naik kereta keledai mereka bersama. kemudian, Xiao Mao menarik pun mulai berlari pergi.
Xin Wensheng memegang dua puluh koin perak di tangannya, masih merasa sedikit tidak benar. Dia menghela nafas dan berkata, "Aku tidak menyangka aku benar-benar bisa mendapatkan uang ini kembali hari ini! Terima kasih, Xin Qian, jika kamu tidak menyelamatkan putra County daerah, kita tidak akan dapat memperoleh uang ini kembali dengan mudah."
Xin Qian tersenyum dan berkata, "Paman kelima, kontribusi mu juga tidak sedikit, karena itu Kamu yang telah melompat ke air untuk menyelamatkan orang hari ini! Jadi, itu berkat paman kelima sehingga kita bisa mendapatkan kembali dua puluh koin perak itu!”
Xin Wensheng dalam suasana hati yang baik, jadi dia tersenyum, lalu berkata, "Kalau begitu kita berdua memiliki bagiannya sendiri! Jika kamu membawa uang itu kembali ke Kakek mu, dia pasti akan bahagia juga."
Berbicara tentang ini, Xin Qian segera membujuk. "Paman kelima, kamu harus menyimpan dua puluh koin perak ini untuk dirimu sendiri, lagipula kakek telah mrngeluarkannya untuk membantu ku."
Xin Wensheng sedikit bingung, dan bertanya, "Gadis Qian, mengapa?"
"Paman kelima, Keluarga Xin kita memiliki banyak anggota keluarga, dan paman kelima masih harus memikirkan masa depan untuk dirimu sendiri. Ketika Paman kelima menikah, kamu harus memiliki banyak uang. Jadi, simpanlah uaang dua puluh koin perak ini untuk pernikahan paman kelima. Selalu baik untuk memiliki tabungan.” Ucap Xin Qian menjelaskan.
"Tapi aku belum memikirkan untuk menikah. Jika kakek dan nenek mu tahu bahwa aku telah menyembunyikan dua puluh koin perak ini, mereka pasti akan marah…” Xin Wensheng masih ragu untuk melakukannya.
"Paman kelima, hanya Kamu dan aku yang tahu bahwa uang dua puluh koin perak ini telah kembali. Lagipula, kakek telah memberikannya untuk membantu ku, dan aku telah memberikannya pada paman kelima, jadi simpanlah. Aku berjanji bahwa aku akan memastikan bahwa mereka tidak akan mengetahuinya. Paman pasti membutuhkannya jika kamu menikah atau memiliki kebutuhan mendesak di masa depan.” Ucap Xin Qian membujuknya lagi.
"Tapi Xin Qian, bukankah ini tidak begitu baik ..." Ucap Xin Wensheng masih ingin menolak.
"Dua puluh koin perak ini pada awalnya di berikan oleh kakek aku untuk membantu ku keluar dari penjara. Namun, aku sudah kembali dengan aman. Paman kelima, terkadang bersikap egois itu tidak buruk. Aku tahu bahwa paman kelima menyukai bibi yang ada di kota itu, jadi pasti akan ada banyak kesulitan bagi kalian berdua untuk bisa bersama, terutama untuk mendaapatkan restu dari kakek dan nenek. Jadi paman kelima, lebih baik bagi mu untuk memiliki uang simpanan... "
Xin Wensheng sedikit malu dengan saran Xin Qian, dia tidak berharap keponakannya melihat bahwa dia menyukai Jin Cuijuan! Apakah persaannya sejelas itu?
"Lalu… aku akan menyimpan uang ini, Xin Qian, jika kamu membutuhkannya di masa depan, gunakan saja, kedua puluh koin perak ini juga milik mu!" Ucap Xin Wensheng, dia juga terlihat sedikit malu.
Sudut mulut Xin Qian melengkung, dia menghela napas lega ketika dia melihat bahwa Xin Wensheng tidak bersikeras lagi. Untungnya, Paman kelinya bukan otak yang mati, jika tidak, dua puluh koin perak itu akan di berikan kepada Keluarga Xin dengan sia-sia!
zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz
Jangan Lupa yah teman-teman!!
Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊
See you in the next chapter ya readers🤗