
Qin Yuan tinggal sebentar, lalu bangkit dan pergi. Sebelum pergi, Qin Yuan sedikit ragu, dan berkata kepada Xin Wenhua dan Liang Jinqiao, "Paman, bibi, sebenarnya, ada yang harus Aku bicarakan pada kalian saat ini."
"Nak, katakan saja padaku apa yang terjadi, tidak ada yang perlu malu." Ucap Liang Jinqiao.
Qin Yuan berjuang untuk sementara waktu, "Paman dan Bibi, Aku datang ke sini untuk meminjam uang, karena penyakit saudara lelaki ku telah kambuh lagi, jadi dia harus minum obat untuk menyembuhkannya. Tetapi keluarga ku tidak punya uang."
Xin Wenhua dan Liang Jinqiao juga mendengar dari mak comblang Gao sebelumnya bahwa keluarga Qin juga memiliki seorang putra lainnya, tetapi dia bodoh dan memiliki masalah IQ.
"Ayah, ibu, Kakak Yuan akan menjadi suamiku di masa depan, kita sekarang adalah keluarga, bisakan kalian meminjamkan uang padanya?” Tanya Xin Ping'er.
Awalnya, Xin Wenhua dan Liang Jinqiao malu untuk menolak, tetapi ketika Xin Ping'er mengatakan ini, mereka bahkan malu.
"Qin Yuan, berapa banyak yang ingin kamu pinjam kali ini?" Tanya Liang Jinqiao.
"Paman, bibi, orangtuaku memintaku untuk meminjam dua koin perak kali ini. Biaya pengobatan kakakku sangat mahal." Ucap Qin Yuan.
Ketika Qin Yuan mengatakan dua koin perak, Xin Wenhua dan Liang Jinqiao masih cukup terjerat. Lagi pula, dua koin perak bukanlah jumlah yang kecil, itu sebanyak dua ratus koin tembaga…
Meskipun Liang Jinqiao bisa menabung uang selama periode ini. Perbulan, upahnya di kedai Xin Qian hanya satu atau dua koin perak. Setelah menabung sedikit demi sedikit, dia bisa mempunya tabungan dua koin perak. Tapi, Qin Yuan meminta dua koin perak sekaligus, dia tidak bisa mengeluarkannya.
Keluarga Qin berpikir bahwa dua koin perak adalah masalah yang sangat sederhana bagi Xin Wenhua dan Liang Jinqiao.
Melihat bahwa Xin Wenhua dan Liang Jinqiao tiba-tiba berhenti berbicara, Qin Yuan pikir mereka tidak mau meminjam uang. "Paman, bibi, tidak ada cara lain untuk mengobati saudara ku. Jika kami dapat menemukan orang lain untuk meminjam uang, kami tidak akan datang dan meminta bantuan disini…”
Qin Yuan tampak tak berdaya. Xin Ping'er tiba-tiba menjadi cemas, dia takut Qin Yuan tidak akan senang jika orang tuanya tidak meminjamkannya uang, dan pada akhirnya tidak akan menikahinya.
"Ayah, ibu, bukankah itu hanya dua kiin perak? Kita harus bisa meminjamkannya pada kakak Yuan." Ucap Xin Pinger.
Baik Xin Wenhua dan Liang Jinqiao berkata kepada Xin Ping'er dengan malu, "Ping'er, bukan karena orang tua mu ini tidak ingin meminjamkan, tetapi kita tidak punya dua koin perak di tangan kita. Keluarga kita hanya memiliki total dua perak. Jika kitaa memberikannya pada Keluarga Qin, kita tidak bisa makan…”
"Ayah, ibu, Kamu tidak memilikinya, tetapi Xin Qian pasti memilikinya. Bukankah kalian hanya perlu memintaanya pada Xin Qian?" Mata Xin Pinger bergerak dan berkata kepada Xin Wenhua dan Liang Jinqiao.
Itu juga didengar oleh Xin Qian, yang baru saja memasuki rumah. Dia baru saja pergi untuk mengirim suo ular ke Mu Lan. Ketika dja kembali, dia melihat beberapa orang berbicara tentang uang.
“Apa yang kamu inginkan dariku?” Xin Qian mengangkat alisnya dan bertanya, firasatnya memberitahunya bahwa tidak ada yang baik.
Xin Qian tidak tahu apa yang niat asli keluarga Qin meminjam uang pada Sanfang, apakah itu benar-benar untuk keadaan darurat, atau hanya ingin mengambil keuntungan dari keluarga mereka?
Jika ini adalah keadaan darurat, Xin Qian masih berpikir itu seharusnya meminjam pada Sanfang. Mereka masih belum menjadi besan. Setelah mereka menjadi besan, bukankah orangtuanya tidak akan lagi memiliki sesuatu untuk dimakan?
Qin Yuan ditatap oleh Xin Qian, merasa sedikit bersalah, dia takut menghadapi Xin Qian. Dia tahu bahwa permintaan ini berlebihan, tapi dia di suruh oleh orangtuanya. Dia tidak punya pilihan.
Xin Ping'er bertanya terus terang, "Xin Qian, mengapa kamu tidak berbicara? Apakah kamu akan meminjamkan uang kepada kakak Yuan? Kamu telah menghasilkan banyak uang, pasti kamu tidak akan enggan untuk memberikan uang dalam jumlah kecil. Lagi pula, Kakak Yuan adalah ipar masa depanmu..."
Xin Qian mencibir. Xin Ping'er ini benar-benar hebar dalam membantu orang luar. "Xin Ping'er, apa yang kamu katakan itu mudah. Itu bukan jumlah uang yang kecil, itu dua koin perak! Jika kamu tidak percaya, kamu bertanya pada orang lain apakah mereka bisa mengeluarkan uang segitu sekaligus!”
"Yang lain tidak bisa, tapi kamu bisa! Pasti kamu punya banyak uang di tangan mu, apakah kamu masih peduli dengan dua koin perak? Kamu hanya pelit, jadi kamu tidak mau meminjamkannya!" Xin Ping'er menuduhnya dengan marah.
"Xin Ping'er, setelah semua, Aku mendapatkan uang dengan bekerja keras. Dua koin perak sudah cukup bagi ku untuk makan enak dalam waktu yang lama. Mengapa Kamu berpikir aku mendapatkan uang dengan mudah? Apa kamu bahkan tahu rasanya bekerja mencari uang? Tidak kan, yang kau tahu hanya makan dan tidur di rumah!" Suara Xin Qian menjadi lebih dingin.
Jika mereka benar-benar meminjamkan uang kepada keluarga Qin, mereka pasti akan terus meminjam pada Sanfang. Keluarga Qin pasti berpikir bahwa Sanfang mudah dimanfaatkan. Tetapi Xin Ping'er terlalu bodoh untuk melihat maksud Keluarga Qin ini.
Qin Yuan tersipu malu, dan berkata, "Jika ini masalahnya, karena kamu tidak ingin meminjamkan aku uang, maka aku tidak akan memaksanya!"
Ada sedikit kemarahan dalam nada Qin Yuan. Xin Ping'er bahkan lebih cemas, "Xin Qian, apakah kamu mau meminjamkannya atau tidak?! Ayah, ibu, kalian berbicaralah juga!"
Mata Xin Ping'er jatuh pada Xin Wenhua dan Liang Jinqiao yang berada di samping.
Xin Wenhua dan Liang Jinqiao menghela nafas dan merasa bahwa jika mereka tidak meminjamkan uang untuk membantu. Mereka pasti akan memiliki dendam di hati keluarga Qin, sehingga mereka mulai membujuk, "Qianer, mari kita meminjamkan mereka uang. Ini juga darurat ..."
Xin Qian merasa bahwa ayah dan ibunya mulai berbaik hati lagi. Jadi, dia bersikap tegas, "Tidak apa-apa untuk meminjamkan mereka uang, tetapi setidaknya harus dijamin, kan? Aku akan meminjamkan mereka dua koin perak, tetapi Qin Yuan harus membuat ‘Surat pinjaman’ dan menandatanginya dengan sidik jari. Aku tidak bermaksud buruk, tapi ini untuk menenangkan hati ku, siapa yang tahu kalau mereka akan melupakan hutang ini. Jika Qin Yuan dapat menerima ini, aku akan mengambil uangnya sekarang. "
zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz
Jangan Lupa yah teman-teman!!
Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊
See you in the next chapter ya readers🤗