
Jin Hua membuka mulutnya, mencoba membantah sesuatu.
Tapi, Xin Qian melanjutkan, "Selain itu, Kakak Jinhua, Kamu harus realistis tentang ini. Aku, Xin Qian, memang tidak memiliki pria, tetapi selera ku bukanlah pria seperti Liu San! Orang seperti itu, kecuali kakak Jin Hua, tidak akan yang mau padanya, hanya kamu yang menganggap Liu San itu sangat berharga! Lalu, aku juga ingin bertanya para semua wanita yang ada di sini, saudari-saudari, bibi-bibi, karena kalian juga wanita, aku akan bertanya pendapat kalian. Jika kalian membutuhkan seorang pria, apakah kalian akan menemukan seseorang seperti Liu San? "
Saat Xin Qian bertanya seperti itu, semua orang tiba-tiba merasa bahwa apa yang di katakan Xin Qian masuk akal. Siapa yang tidak tahu sifat Liu San? Seperti yang di katakan Xin Qian, selain Jin Hua, tidak ada yang mau menghabiskan waktu dengan seseorang seperti Liu San!
Xin Qian terlihat cantik, dan semua orang di desa tahu bahwa Liu Lei menyukai Xin Qian. Jika Xin Qian ingin mencari seorang pria, Liu Lei lah yang akan di panggil, bagaimana mungkin Liu San?
Membandingkan kedua orang ini, bahkan hantu itu tahu bagaimana memilih!
"Sepertinya masalah ini benar-benar hanya rumor."
"Ya, mengapa aku biaa memercayainya sebelumnya? Bukankah terlalu konyol jika memikirkannya seperti ini? Xin Qian tidak buta."
"Itu pasti benar, bahwa ada seseorang yang sengaja menyebarkannya, berusaha membuat reputasi Xin Qian buruk."
"Siapa yang begitu kejam ini ..."
Para wanita berkumpul dan akhirnya memikirkannya, dan mulai meragukan Xiao Hong. Hanya dia yang berkata bahwa dia tidak ingat siapa yang memberitahunya, jadi semua orang mulai curiga padanya.
Melihat mata orang-orang yang curiga ini menimpanya, Xiao Hong melambaikan tangannya dengan cepat, berpura-pura terlihat menyedihkan, "Ini bukan aku, ini benar-benar bukan aku. Aku hanya tidak ingat siapa yang mengatakannya pada ku ..."
"Yah, siapa yang tahu bahwa ucapan mu itu benar."
"Aku... kenapa aku ingin menyebarkan ini? Kakak Qian dan aku tidak punya keluhan, jadi mengapa aku ingin menyakitinya?" ucap Xiao Hong buru-buru.
"Mungkin kamu cemburu? Xiao Hong, semua orang tahu bahwa kamu menyukai Liu Lei, tapi Liu Lei tidak menyukai mu, tapi Xin Qian."
"Kalau begitu, Xiao Hong ini benar-benar orang yang menyebarkan gosip?”
"Hanya ada dia, siapa lagi yang bisa?"
“Hei, kita tidak bisa menilai orang dari penampilan.”
“Ya, ya, kau benar. Siapa yang tahu bahwa hatinya bisa begitu kejam? Ck ck.” Meskipun tidak ada bukti yang membuktikan bahwa itu dari Xiao Hong, para wanita ini tahu segalanya di hati mereka.
“AHh!” Tiba-tiba ada sesorang yang berteriak di kerumunan. Itu adalah seorang wanita paruh baya.
“Hei, Ada apa? Kenapa kau berteriak?”
“Aku…”
“Ada apa? Katakam dengan jelas!”
“Beberapa waktu lalu, aku ingin pergi ke gunung. Tapi… saat tiba di gunung… aku… aku.. tanpa sengaja melihat Xiao Hong turun gunung dengan menangis. Penampilannya juga berantakan! Aku tidak tahu apa yang dia lakukan di sana. Saat itu aku tidak berpikir apa-apa tapi melihat Xiao Hong memfitnah Xin Qian….”
“Ck ck! Ini kah yang di sebut menumpahkaan lumpur ke kepala orang lain?”
“Astaga! Jadi… maksud mu.. Xiao Hong kehilangan kesuciannya? Lalu, untuk menjaga reputasi, dia memfitnah orang lain?! Mungkinkah itu Liu San?”
“Yah… siapa yang tahu? Hanya pelaku yang tahu!”
“Haih.. sayang sekali, dia pasti kesulitan menikah di masa depan!”
Xiao Hong merasa tidak tahan melihat mata orang-orang ini. Dia pun lari dari kerumunan. Sudut matanya merah dengan beberapa tetesan air mata menggantung.
Xin Qian melihat Xiao Hong melarikan diri dari belakang. Dia tidak ingin mengomentari apa pun tentang skandal Xiao Hong ini, dia hanya ingin mengatakan bahwa dia harus sadar diri.
Melihat bahwa semua orang tidak lagi membelanya, bahkan situasinya berbalik ke arah Xiao Hong! Jin Hua yang awalnya yakin bahwa iti Xin Qian, langsung hilang! Ternyata itu Xiao Hong! Lotus putih itu!
Seorang wanita berumur empat puluh atau lima puluh tahun keluar untuk membujuk perdamaian. "Yah, Jin Hua, karena ini adalah kesalahpahaman, lupakan saja. Kau melabrak orang yang salah kali ini.”
"Ya, Jin Hua, seseorang dengan sengaja memprovokasi mu, dan menggunakan kamu sebagai penembak. Lihat, kamu telah banyak menderita, kan?"
"Ayo, berhenti membuat masalah, itu tidak baik bagi orang-orang di desa untuk membuat masalah."
Ini hanya memberi Jinhua kesempatan untuk pergi. “Emm… Xin Qian. Masalah hari ini adalah kesalahpahaman, maka Aku akan pergi dulu. Tetapi ingatlah, jangan merayu pria ku, atau Kamu akan tahu akibatnya."
Xin Qian hanya menganggapnya lucu, sangat aneh dan tidak masuk akal.
"Tunggu!" Teriak Xin Qian.
Jin Hua berhenti sejenak, meraih kepalanya dan bertanya pada Xin Qian. "Apa yang ingin kamu lakukan?"
"Kakak Jinhua, mengapa Kamu pergi seperti ini? Kamu datang ke rumah ku untuk membuat masalah dan memfitnah ku di depan publik. Sekarang masalahnya sudah terpecahkan, bukankah Kamu seharusnya meminta maaf kepada ku?" Ucap Xin Qian menyeringai.
"Minta maaf? Kenapa aku harus minta maaf?! Itu bukan aku yang menyerbarkan gosip! Iti Xiao Hong!" Jin Hua menjerit.
Meskipun Jin Hua mengatakan dia telah salahpaham pada Xin Qian, itu bukan salahnya dari awal. Sungguh memalukan untuk meminta maaf kepada Xin Qian di depan begitu banyak orang. Dia datang ke sini dengan sangat agresif hari ini, tetapi akhirnya justru seperti ini! Pasti orang-orang imi tertawa di belakangnya, kan?
"Tentu saja, kau harus minta maaf karena melakukan sesuatu yang salah." Ucap Xin Qian.
"Xin Qian... kamu... kamu pikir siapa kamu..." Jin Hua menatap Xin Qian, jelas sedang marah dengan Xin Qian.
“Kakak Jinhua, jika Kamu bahkan tidak mau meminta maaf. Lalu, Aku tidak keberatan menggunakan kekerasan.” Ucap Xin Qian seraya memegang tangannya, dengan tatapan dinginnya, benar-benar menghancurkan momentum Jinhua.
"kamu……" Jin Hua di gertak oleh Xin Qian, tapu tidak ada yang membantu dirinya. Dia tidak bisa mengalahkan Xin Qian lagi. Jika dia tidak meminta maaf, dia di pukuli. Bukankah akan lebih memalukan untuk pulang ke rumah, dengan hidung dan wajah bengkak?
Jin Hua tidak senang, tapi dia masih menundukkan kepalanya untuk mengakui kesalahannya.
"Yah, aku salah, oke? Bisakah aku pergi sekarang?" Kata Jinhua.
Permintaan maafnya sama sekali tidak tulus. Xin Qian tidak terlalu peduli, dan mengingatkan Jin Hua, "Sebaiknya jaga dengan baik pria mu, jangan biarkan dia main-main dengan bunga dan merayunya."
Xin Qian menyinggung Liu San yang menganiaya wanita lain di mana-mana. Jin Hua menggigit bibir bawahnya dan pergi dengan marah. Jika dia bisa menahan suaminya sendiri, apakah dia masih perlu memarahi Xin Qian? Tapi, dia tidak bisa memarahi Liu San, jika tidak, dia mungkin akan di ceraikan!
Jin Hua telah pergi, dan orang-orang yang datang untuk ikut bersenang-senang juga bubar. Halaman depan yang bising tiba-tiba menjadi sunyi.
zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz
Jangan Lupa yah teman-teman!!
Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊
See you in the next chapter ya readers🤗