
Ketika Nyonya tua Zhu akan memasuki rumah, terdengar teriakan seorang bayi. Suara itu terputus-putus, menangis sebentar, lalu berhenti lagi. Nyonya tua Zhu mengerutkan kening, dan berkata dengan tidak senang, "Aku tidak tahu apa yang salah hari ini, dia terus menangis. Apakah tidak ada yang salah dengan anak ini?"
Mu Lan memasukkan ikan ke dalam bak dan berkata kepada ibu mertuanya, "Ibu, aku akan memeriksanya!"
"Aku akan memeriksanya juga," kata Nyonya tua Zhu. Anak-anak sering menangis dan itu normal, tetapi setelah beberapa hari seperti itu, tampaknya ada sesuatu yang salah.
Dengan itu, Nyonya tua Zhu, Mu Lan, Xin Qian pun memasuki ruangan bersama. Menaantu pertama keluarga Zhu, Qi Shi, terlihat sedang berbaring di tempat tidur, dengan seorang bayi yang sedang menangis di sampingnya.
Nyonya Zhu bertanya dengan lembut, "Menantu tertua, mengapa cucu ku terus menangis seperti ini?"
"Ibu, aku tidak tahu apa yang salah, tapi ada sesuatu di dahi Hu'er. Aku tidak tahu apakah itu karena ini?” ucap Qi Shi bingung.
Nyonya Zhu berjalan masuk dan melihat bahwa bayi itu memiliki ruam di wajah dan kepalanya, ada juga lapisan kulit kering, dan beberapa bintik-bintik. Dia juga tidak tahu apa itu, dan berkata, "Mengapa cucu ku seperti ini? Sejak kapan itu terjadi? Anak itu terus-menerus menangis beberapa hari ini. Pasti karena ini."
"Ibu, apa yang harus ku lakukan? Apakah ini sesuatu yang serius? Apakah ada yang salah?" Tanya Qi Shi seraya mengerutkan kening.
"Aku tidak tahu, dan aku belum pernah melihat seorang pun yang mengalami ini." Jawab Nyonya tua Zhu.
"Ibu, kenapa kamu tidak memanggil dokter untuk datang dan memeriksanya?" ucap Qi Shi.
Wajah Nyonya tua Zhu tenggelam, dan berkata dengan tidak senang, "Dokter? Untuk apa kita memanggil dokter hanya untuk hal seperti ini? Normal bagi seorang anak untuk memiliki kulut yang sensitif. Jika kita memanggil dokter untuk datang, keuangan keluarga kita akan semakin sulit!”
Orang-orang di pedesaan rata-rata tidak suka berobat ke dokter saat mereka sakit, itu karena biaya yang besar setiap kali diagnosis. Qi Shi yang melihat bahwa mertuanya terlihat enggan mengeluarkan uang, dia tidak mengatakan apa pun tentang itu.
Xin Qian melihat lebih dekat dan tahu apa yang sedang terjadi. Di kehidupan sebelumnya, dia adalah perawan tua, saat itu semua teman-teman sudah menikah dan punya anak, dan dia sering menjenguk mereka setelah melahirkan. Salah satu anak temannya juga pernah mengalami hal seperti ini, jadi dia sedikit mengerti apa yang terjadi. Bayi berusia kurang dari dua bulan ini memiliki eksim di dahinya, itu sebabnya dia menangis terus karena itu terasa gatal.
"Aku tahu apa ini!" ucap Xin Qian. Dia tidak bisa membiarkan bayi itu begitu saja saat dia tahu apa masalahnya. Sebenarnya, itu bukan masalah besar, tetapi jika tidak ditangani dengan baik, anak itu yang menderita.
Nyonya Zhu melirik Xin Qian dan mendengus pelan, "Huh! Aku saja tidak tahu apa ini, dan Kau bilang kalau kamu tahu apa itu?"
“Tidak semua orang berpengetahuan sempit.” jawab Xin Qian tak kalah sinis. Dia sudah tidak tahan dengan sikap Nyonya tua Zhu, dia tidak akan repot-repot bersikap sopan padanya jika bukan karena menghargai Mu Lan.
Mu Lan menenangkan mertuanya dan berkata, "Ibu, kamu tidak bisa mengatakan itu. Ada begitu banyak hal di dunia ini, bagaimana jika Qian memang mengetahuinya?"
Ketika Mu Lan selesai berbicara, Nyonya tua Zhu menatapnya dengan kesal. Sejujurnya dia pikir apa yang dikatakan Mu Lan juga tidak salah, dia hanya tidak ingin mengakuinya. Jadi dia berkata kepada Xin Qian, "karena Kamu tahu, lalu katakan pada ku apa itu."
Xin Qian pun meenjawab, "Ini adalah eksim. Rata-rata ini tumbuh ketika seorang bayi berumur satu atau dua bulan."
“Lalu bagaimana cara mengobatinya?” tanya Nyonya tua Zhu itu. Hanya dengan mengetahui penyakit apa, itu tidak ada gunanya, kecuali kita tahu bagaimana mengobatinya.
Xin Qian pun berpikir tentang pengobatan eksim. Pada abad ke-21, mereka biasanya menerapkan salep, yang pasti tidak ada di era ini. Melihat eksim pada bayi di depannya ini tidak terlalu serius, dan mungkin lebih baik tanpa obat. Setelah melihat lingkungan di rumah Qi Shi yang gelap dan pengap, dia menyuruh Mu Lan untuk membuka pintu dan jendela, udara yang lembab itu menjadi tempat terbaik penyakit berkembang. Pakaian pada sang bayi juga tidak boleh terlalu tebal karena itu akan membuat tubuhnya lembab karena keringat. Selain itu, Qi Shi juga harus diet khusus. Eksim pada sang bayi juga bisa terkait dengan ASI dari Ibunya.
"Sebaiknya, Qi Shi tidak memakan makanan yang pedas dulu karena itu tidak baik. Dia juga tidak boleh makan ikan dulu, dengan itu pasti keadaan sang bayi pasti akan lebih baik dalam dua hari. "Kata Xin Qian menjelaskan.
Qi Shi yang mendengar tentang diet khusus merasa sedikit tidak senang, "Ibu, jika aku tidak bisa makan ikan dan makanan pedas, lalu apa yang harus ku makan!"
Nyonya tua Zhu memandangi Qi Shi dengan tidak senang, dan berkata, "Kamu harus menahannya sebentar, itu semua demi anak mu sendiri! Atau apakah Kamu tidak ingin anak mu itu sehat, jika kamu terus makan!"
Qi Shi menangis sedih, dia ingin makan makanan enak dan dia juga ingin anak itu sembuh, tidak bisakah dia melakukan keduanya? Saat melahirkan dia sudah sulit untuk makan, tetapi sekarang dia juga tidak boleh untuk makan banyak!
"Ibu, kalau begitu aku akan diet demi anak ku.," ucap Qi Shi.
“Itu bagus.” Jawab Nyonya tua Zhu mengangguk.
Setelah menyelesaikan masalah bayi itu, Xin Qian pamit pergi pada Mu Lan. Sekarang, dia menuju ke rumah Bibi Liu. Dia juga membawa dua ikan lagi ke rumah Bibi Liu. Saat saampai di sana, Xin Qian melihat Bibi Liu sedang duduk di pintu sambil menjahit sesuatu di tangannya. Xin Qian mendekat untuk melihat dan ternyata Bibi Liu sedang membuat sepatu kain.
Pada zaman kuno, orang-orang membuat pakaian dan sepatu sendiri. Sepatu kain yang dibuat oleh tangan jauh lebih kuat dan nyaman dipakai daripada sepatu yang dibeli di abad ke-21. Akan tetapi, membuat sepatu kain sedikit merepotkan, dan sepasang sepatu dibuat setidaknya satu atau dua hari.
"Bibi Liu!" Panggil Xin Qian.
Bibi Liu membuat sepatu dengan serius, saat dia mendengar suara seseorang memanggilnya, dia pun menghentikan gerakan tangannya dan menoleh, “Ya! Oh itu kamu Qian, ada apa datang ke sini?” Setelah melihat Xin Qian, Bibi Liu tersenyum ramah.
"Yah, Bibi Liu, kemarin aku menangkap ikan cukup banyak dan aku kemari untuk memberikan ikan. Bibi harus mencobanya, ikan ini sangat enak.” Ucap Xin Qian seraya memberikan ikan di tangannya.
"Hei, gadis kecil, karena kau menangkap nya sendiri maka simpan saja untuk mu sendiri. Kenapa kamu mengirimkannya kepada ku!" ucap Bibi Liu.
"Tidak apa-apa, masih ada banyak di rumah." Jawab Xin Qian tersenyum.
"Haha, baiklah, Bibi tidak akan sopan lagi pada mu. Kalau begitu, Bibi akan mengambil ikan mu, dan sebagai gantinya Bibi akan membuatkan sepasang sepatu untuk Xiao Chen." ucap Bibi Liu tersenyum. Dia pun menerima ikan itu.
Bibi Liu sering membantunya, jadi dia datang kemari ingin membalas budinya walau pun sedikit. Tapi, pada akhirnya dia malah mendapatkan sesuatu yang lebih baik dari Bibi Liu. Dia sangat tahu temperamen Bibi Liu, bahkan jika dia bilang tidak, Bibi Liu pasti akan memberinya sepasang sepatu untuk anaknya. Untungnya, sepatu kain ini hanya membutuhkan banyak usaha dan tidak mahal, kalau tidak dia tidak akan mau untuk menerimanya.
"Terima kasih, bibi. Xiao Chen pasti akan menyukainya." Jawab Xin Qian.
Bibi Liu tersenyum dan melambaikan tangannya dan berkata, "Sama-sama, aku menghabiskan banyak waktu santai di rumah setiap hari. Xiao Chen juga masih kecil dan tumbuh dengan cepat, dan sepatunya akan segera tidak muat di kakinya."
-------------------
Jangan Lupa yah teman-teman!!
Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊
See you in the next chapter ya readers🤗