Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 213



Xin Pinger mendengus kesal, tetapi dia tidak berani menolak Xin Hui, dia takut Xin Hui akan membalasnya habis-habisan saat mereka kembali ke rumah Keluarga Xin! Jadi, mau tidak mau, Xin Pinger harus membantu Xin Hui. Xin Pingerr membantu Xin Hui berdiri dari tanah dan menopangnya berdiri.


“Cepat! Bantu aku membalas gadis jal*ng itu!” Ucap Xin Hui meminta bantuan Xin Pinger untuk mengalahkan Xin Qian.


"Tidak, Bibi Hui, kamu saja tidak bisa mengalahkan Xin Qian, apalagi aku? Ayo, mari kita lupakan saja masalah ini dan kembali, oke?" Ucap Xin Pinger menolak.


Xin Hui masih tidak ingin membiarkan Xin Qian pergi begitu saja. Jadi, dia menoleh ke arah Mo Lianfeng dengan ekspresi sedih, dan berkata dengan genit kepada Mo Lianfeng, "Pangeran, lihatlah bagaimana sikap Xin Qian, dia sangat kejam! Pangeran, kamu harus memberi keadilan untuk ku!"


Pria selalu mencintai wanita yang cantik, jadi Xin Hui berpura-pura menyedihkan di hadapan Mo Lianfeng. Bukankah Mo Lianfeng akan membantunya? Apalagi Mo Lianfeng melihat sendiri bagaimana dia di tindas oleh kekejaman Xin Qian. Para pria membenci wanita yang kejam, dan hal yang sama harusnya berlaku juga untuk Pangeran.


Tetapi setelah melihat Xin Hui menangis, reaksi dari Mo Lianfeng hanya tersenyum tipis, "Hm. Pangeran ini berpikir bahwa masalah ini adalah kesalahan mu dari awal?"


"Pangeran ... mengapa ini menjadi salah ku? Sudah jelas bahwa Xin Qian, wanita ****** ini yang menggoda mu. Pangeran, kamu harus membuka mata mu lebar-lebar, dan jangan sampai ertipu olehnya! Pangeran pasti tidak tahu, Xin Qian sudah lama terkenal karena dia hamil duluan sebelum menikah. Dia pasti merayu merayu seorang pria liar, dan pria-pria lain di desa juga telah mendekati Xin Qian! Dia adalah ******* yang tak tahu malu! Itu sebabnya Keluarga Xin kami mengusirnya. Tetapi, dia sekarang bergantung pada status mulia Pangeran, dia haanya memanfaatkan mu, dia hanya berpura-pura polos saat di depan mu untum menarik perhatian mu."


Semakin lama Xin Qian mendengarkan ucapan Xin Hui, menjadi semakin geram pula dirinya! Xin Hui ini terus menerus memanggilnya jal*ng tak tahu malu! Dia bahkan terus menerus merisak reputasinya di hadapan Mo Lianfeng, sudah jelas bahwa Xin Hui ingin merusak hubungannya dengan Mo Lianfeng. Sungguh sangat menjijikkan!


Ketika Xin Hui masih bersemangat untuk bicara omong kosong, Xin Qian datang dan menampar mulut Xin Hui secara langsung. “PLAKKK!!!”


Xin Qian berkata dengan dingin, "Xin Hui, kamu harus memberikan kata-kata ini untuk dirimu sendiri! Jangan membuat tuduhan palsu tentang ku yang merayu seorang pria liar! Afeng adalah pria ku, apakah aku masih perlu merayunya? Justru, itu kamu yang seorang jal*ng, bukankah kamu memiliki niat buruk tentang pria ku? Jadi, tanyakan pada dirimu sendiri, apakah kamu layak berbicara tentang rasa malu di hadapan ku! Kurasa tidak ada lagi orang di Keluarga Xin yang lebih memalulam dari pada kamu. "


“Ah!! Sakit! Wajah ku!” pekik Xin Hui. Saat tamparan Xin Qian jatuh, itu langsung membuat mulut Xin Hui berdarah dan membuat pipinya memerah. Dia ingin terus berdebat dengan Xin Qian, tetapi tidak bisa berbicara karena mulutnya sakit, jadi dia hanya bisa menangis.


Xin Ping'er juga kaget dengan tamparan Xin Qian yang tiba-tiba tetapi dia tidak bisa menahan dirinya dari suka cita ketika dia melihat Xin Hui di pukuli dengan sangat buruk. Haha, keren sekali! Benar saja, Xin Hui, si jal*ng itu memiliki panen hari ini! Untuk perempuan ****** seperti bibi Hui, dia tidak perlu untuk melakukannya, karena Xin Qian telah membantunya membersihkan Xin Hui. Mulut yang kejam itu, dia bahkan tidak bisa berbicara saat ini, mari kita lihat apa yang dia masih katakan tentang wajahnya lagi!


Menghadapi temperamen dingin Xin Qian, Mo Lianfeng sama sekali tidak jijik atau tidak membencinya, Mo Lianfeng juatru memiliki senyum di sudut mulutnya. Dia memandang Xin Qian dengan mata terpesona dan cerah. Xin Qian sebenarnya mengatakan bahwa dia adalah prianya, dan dia juga akhirnya memanggilnya dengan nama panggilan! Rasanya senang telah di akui ...


"Xin... Xin Qian... kamu.. mengapa kamu membicarakan omong kosong itu? Pa... Pangeran ... mengapa dia menjadi pria mu?" Xin Hui menahan rasa sakit dan berkata dengan samar-samar.


Setelah selesai berbicara, Xin Hui menangis lagi, dan menutup mulutnya, dia merasa sakit sampai mati! Tidak hanya tulang rusuknya yang retak, sekarang sudut bibirnya juga pecah! Apa yang harus dia lakukan sekarang? Apakah dia harus beristirahat selama beberapa hari untuk berbicara?


Tatapan tajam dan dingin milik Xin Qian mengejutkan Xin Hui. Dia juga tahu betapa mengerikannya kemarahan Xin Qian, tapi dia ingin dekat dengan Mo Lianfeng, bagaimana dia bisa melewatkan kesempatan untuk memiliki Mo Lianfeng!


"Kenapa kamu masih melihat pria ku? Apa kau tidak mau pergi? Percaya atau tidak, aku akan menggali bola mata mu dan memberikannya sebagai makanan Xiao Hei ku?" Xin Qian mengancam.


“….” Xin Hui dengan enggan menarik pandangannya dari tubuh Mo Lianfeng.


"Bibi Hui, mari kita pergi, kalau tidak Xin Qian benar-benar akan melakukannya!” Ucap Xin Pinger membujuknya. Dia tidak ingin ikut di pukuli karena membantu Xin Hui! "Ayo kembali saja. Kamu sudah di pukuli begitu parah, jika kamu mendengarkan ku, kamu tidak akan seperti ini! Yang terbaik adalah pergi sekarang, Xin Qian sudah gila, dan dia mungkin benar-benar menggali bola mata mu!"


Xin Ping'er menarik Xin Hui sambil berbicara ke telinga Xin Hui. Xin Ping'er tidak terlalu peduli dengan keselamatan Xin Hui, tetapi dia takut jika Xin Hui memiliki beberapa konflik dengan Xin Qian, dan kemudian dia akan melampiaskannya padanya!


Saat dia di bujuk oleh Xin Ping'er, Xin Hui memang sedikit takut. Jadi dia menginjak kakinya dengan kesal, menatap Xin Qian dengan marah, kemudia pergi bersama Xin Pinger.


Xin Qian menyeringai, dia sedang dalam suasana hati yang baik karena dia telah mengusir bunga aneh yang melirik prianya, bagaimana mungkin dia tidak bahagia di hatinya?


Begitu Xin Qian berbalik, dia langsung bertemu dengan tatapan panas dari Mo Lianfeng yang ada di belakangnya sekarang. Xin Qian sedikit tidak nyaman karena di pandang seperti itu oleh Mo Lianfeng. Kenapa? Apa enampilannya yang galak tidak membuat pria imi takut?


“Apa yang kamu lihat pada ku? Apa ada yang aneh?” Xin Qian bertanya dengan suara rendah.


Aura mendominasi yang baru saja meledak tiba-tiba menghilang, saat ini, penampilan Xin Qian hanyalah seorang wanita kecil yang pemalu. Mungkin seorang wanita tidak bisa kuat di depan pria yang di sukainya…


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗