Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 242



Setelah Xin Ping’er dan Ma Xiaofeng berjalan jauh, Ma Xiaofeng berkata, "Xin Ping’er, bukankah kai bilang saudara mu membuka kedai makanan di Kota Yangcheng?"


Xin Ping’er mengangguk, "Ya, ada apa?"


"Itu pasti sangat menguntungkan, kan?" tanya Ma Xiaofeng ingin tahu.


Xin Ping’er berpikir sejenak, "Aku tidak tahu, tetapi ibu ku mengatakan bahwa bisnisnya cukup bagus, jadi itu seharusnya cukup menguntungkan."


"Karena dia menghasilkan begitu banyak uang, maka biarkan dia memberi mu sejumlah uang untuk membeli pemerah pipi, sepatu sutra, dan pakaian yang indah. Aku mendengar bahwa setelah wajah seorang wanita di berikan pemerah pipi, itu bisa menjadi jauh lebih cantik." Ucap Ma Xiaofeng.


Ketika Xin Pinger mendengar bahwa itu bisa membuatnya menjadi cantik, mata Xin Ping’er tiba-tiba menjadi cerah, dan dia bertanya dengan suara bersemangat, "Xiaofeng, apakah kamu mengatakan yang sebenarnya?"


Ma Xiaofeng mengangguk, "Tentu saja itu benar, Xin Ping’er, apakah aku pernah berbohong kepada mu? Jika kamu berpakaian bagus, kamu pasti akan lebih cantik dari pada adik mu, Xin Qian."


Ketika Ma Xiaofeng berkata begitu, Xin Ping’er dengan malu-malu menarik lengan bajunya. "Karena kamu telah mengatakannya seperti itu, ketika Ibu ku punya uang, aku akan memintanya untuk membelikannya untuk ku."


“Ya.” Ma Xiaofeng mengangguk.


Ma Xiaofeng terlihat tersanjung di permukaan, tetapi dia mendengus di dalam hatinya. Ketika Xin Ping’er yang memiliki penampilan buruk, memakai pemerah pipi, itu justru membuatnya terlihat sangat jelek seperti badut! Namun, jika Xin Ping’er memilikinya, dia akan membujuk beberapa kata lagi dan gadis bodoh itu pasti akan memberikannya untuknya...


Setelah Xin Qian kembali, dia merapikan kebun sayurnya dari hama rumput liar, dan menuangkan beberapa pupuk ke sayuran. Sayuran yang dia tanam ini bisa di makan dalam tujuh hari lagi.


Dalam beberapa hari berikutnya, Xin Qian pasti akan sangat sibuk bekerja di kedai makan. Jadi, dia harus merawat kebunnya mulai sekarang, sehingga dia tidak mengulur-ulur waktu untuk memupuknya.


Bisnisnya pasti akan semakin baik hari demi hari, dan pendapatan bersih sekitar tiga sampai empat koin perak per hari. Penghasilan ini jauh melebihi harapan Xin Qian. Setelah menjualnya selama beberapa hari lagi, Xin Qian pasti sudah bisa mendapatkan kembali semua modal yang di investasikan pada uang sewa kios.


Setelah uang sewa kembali, Xin Qian akan mulai membagikan keuntungan kepada Mulan. Xin Qian akan memberi Mulan empat hingga lima puluh persen seperti yang di nyatakan sebelumnya, tetapi Mulan bersikeras untuk tidak menerimanya.


Jika Xin Qian bekerja di kedai makan selama sebulan penuh, di perkirakan dia akan memiliki surplus dua puluh koin perak. Ini bukan jumlah yang kecil. Dengan uang ini, dia dapat membeli tanah. Setelah menabung selama dua bulan lagi, dia bisa membangun rumah besar di desa!


Ini akan memakan waktu yang lama, jadi Xin Qian tidak akan mempertimbangkan ini untuk saat ini, dia akan melakukan pekerjaan dengan baik terlebih dahulu…


Keesokan harinya…


Xin Qian, Mulan, dan Liang Jinqiao menjual sarapan lebih awal, seperti biasa tamu tak terduga datang ke kedai makan Xin Qian.


Pria itu mengenakan jubaj hitam dan topi hitam di kepalanya. Hanya saja pria itu agak kotor, dia pasti belum mandi cukup lama, mungkin dia telah melalui perjalanan jauh atau hidupnya sangay sulit hingga dia tidak mempunyai rumah untuk tinggal. Itu karena, penampilan pria itu terlihat seperti pengemis, tidak peduli bagaimana Xin Qian menilainya. Ketika pria itu berjalan masuk ke kedai, ada bau tidak sedap di tubuhnya.


Pria berpakaian hitam iti memilih tempat duduk, dan memesan sarapan. "Semangkuk Wonton, semangkuk pangsit, tiga tusuk roti goreng, lima Siomay..."


Orang ini langsung memesan semuanya dari kedai makan Xin Qian. Mulan yang melayani pesanan pria berpakaian hitam itu, sedikit terkejut ketika mendengar bahwa pria itu benar-benar memesan begitu banyak. Bisakah pria ini memakan semua itu ke perutnya? Bahkan untuk empat atau lima orang tidak akan selesai memakan semua ini!


Jadi Mulan bertanya dengan ragu, "Tuan, apa kamu yakin akan makan semua ini sendirian? Bukankah itu terlalu banyak? Aku takut kamu hanya akan membuang-buang uang mu.”


“….” Pria berjubah hitam itu tidak menjawab Mulan, tetapi menatap Mulan dengan mata tajam.


Mulan sangat ketakutan sehingga dia tutup mulut dengan cepat dan mengikuti apa yang di katakan pria itu. Mulan berjalan mendekati Xin Qian, dia berbisik ke telinga Xin Qian, "Xin Qian, kamu lihat, orang itu agak aneh. Dia memesan banyak makanan sekaligus. Belum lagi apakah dia akan bisa memakannya atau tidak, yang penting, dia terlihat seperti pengemis, dia mungkin saja tidak bisa membayarnya... "


Inilah hal yang paling di khawatirkan Mulan, jika semua makanan yang di pesan pria itu di gabungkan, itu akan bernilai banyak uang, jadi bisakah pria berjubah hitam itu benar-benar bisa membayar mereka dengan uang?


Bagaimanapun kecurigaan hanyalah kecurigaan, kita tidak bisa menilai orang hanya dari penampilannya. Jika ada yang berani datang untuk membuat masalah, mereka hanya perlu mengirim orang itu untuk menemui seorang pejabat. Bagaimanapun, kantor pemerintah ada di Kota Yangcheng, jadi nyaman untuk menangkap penjahat.


Xin Qian juga melihat pria berjubah hitam itu dan tersenyum, lalu berkata kepada Mulan, "Tidak apa-apa, lanjutkan."


"Baiklah.…" Ucap Mulan.


Yang mengejutkan Mulan adalah orang itu tidak hanya sekali makan, tetapi dia terus memesan lebih banyak. Mulan memandang lelaki berbaju hitam itu dengan tercengang. Ini terlalu banyak, kan? Semua ini bukanlah jumlah makanan yang bisa di miliki orang normal! Melihat bagaimana orang ini makan, sepertinya dia belum makan apa pun dalam ratusan tahun!


Xin Qian tidak bisa membantu tetapi melirik pria itu lebih banyak, dia mengenakan pakaian yang aneh dan berperilaku aneh, serta makan dengan jumlah yang aneh, jadi dia pasti benar-benar orang yang aneh!


Xin Qian sibuk melayani para pembei, jadi dia tidak ada waktu untuk berpikir banyak. Ketika kedai makan akan di tutup, pria itu masih ada di sana.


“Tuan, semua menu sudah terjual habis di sini, jadi tolong selesaikan tagihannya.” Mulan berjalan ke pria berjubah hitam, dan menyerahkan total tagihannya yang berjumlah 2 koin perak!


"AKU……" Ngomong-ngomong soal checkout, pria berjubah hitam itu agak terjerat. Dia mengeluarkan sepuluh koin tembaga dari sakunya dan meletakkannya di atas meja.


"Ini... aku hanya punya ini," Ucap pria berjubah hitam itu.


"Uh hanya ini?”Tanya Mulan dengan linglung. Hanya ada sepuluh koin tembaga. Hari ini, pria itu telah memakan total dua koin perak, atau setara dengan dua ratus koin tembaga!


"Tuan, kamu masih kekurangan seratus sembilan puluh koin tembaga, tolong bayar untuk itu," Ucap Mulan mengerutkan keningnya.


"Aku hanya punya ini." Jawab Pria berjubah hitam itu.


"Kalau begitu, apa maksud mu? Kamu ingin kabur tanpa membayar sisa tagihannya?" Tanya Mulan mengerutkan kening. Dia tahu akan seperti ini, tetapi pria ini begitu berani sehingga dia tidak takut di tahan oleh pejabat?


"Kabur?" Suara pria berjubah hitam itu menjadi dingin dan menggelengkan kepalanya, "Aku tidak akan kabir, aku akan berutang terlebih dahulu pada mu dan akan membayarnya nanti. Atau aku akan membantu mu dengan melakukan beberapa pekerjaan, biarkan aku melakukan apa pun yang kamu mau."


Dalam padangan Mulan, apa yang di katakan pria berjubah hitam hanyalah alasan baginya untuk berutang. Mulan berkata dengan serius, "Bagaimana kamu bisa melakukannya seperti ini? Jika kamu tidak membayar, maka kamu hanya dapat di hukum oleh pejabat, sehingga kamu harus di pukul dengan papan pada saat itu!”


Sebenarnya, Mulan hanya ingin menakut-nakuti pria itu, mungkin pria itu akan membayar uang karena merasa takut. Bagaimanapun, seratus sembilan puluh koin tembaga bukanlah jumlah uang yang kecil, dan mereka tidak dapat di biarkan dengan sia-sia.


“Ngomong-ngomong, aku tidak akan kabur dari tagihan, dan aku akan datang untuk membayarnya ketika aku punya uang.” Pria berjubah hitam berkata dengan dingin.


"Kenapa kamu seperti ini? Kamu tetap harus membayarnya sekarang, bagaimana jika kamu tidak pernah kembali lagi setelah pergi dari sini? Jadi…” Ketika Mulan akan terus berbicara, pria berjubah hitam itu tiba-tiba berdiri,


“Bang!!” Pria berjubah hitam itu, menepuk meja, dan mengejutkan Mulan.


Xin Qian menatap pria itu dan mengatakan kepadanya secara intuitif bahwa pria ini tidak mudah di atasi. Jadi, dia berkata kepada Mulan, "Kakak Mulan, lupakan saja."


Lalu Xin Qian berkata kepada pria nerpakaian hitam itu lagi, "Tuan, lupakan saja tagihannya, anggap saja bahwa aku mentraktir mu, aku tahu bahwa kamu sedang berada di situasi yang sulit, jadi anggap saja bahwa kamu berutang budi pada ku. Kamu juga bisa mengambil sepuluh koin tembaga ini, ku harap kamu bisa menggunakannya untuk hal yang lebih penting."


Pria berjubah hitam itu memandang ke arah Xin Qian lebih banyak, lalu mengambil sepuluh koin tembaga yang ada di atas meja dan berkata kepada Xin Qian, "Terima kasih, Aku akan membayarnya pada mu jika Aku memiliki kesempatan."


Dengan itu, pria berpakaian hitam meninggalkan kedai makan.


Melihat bahwa pria itu telah pergi, Mulan berkata, "Xin Qian, semakin aku melihat orang itu, dia hanya orang aneh. Kita kehilangan dua koin perak karenanya."


Xin Qian tersenyum ringan si sudut mulutnya dan berkata sambil, "Tidak apa-apa. Orang barusan tidak mudah di atasi. Jika kita benar-benar ingin dia membayar tagihan dengan kekerasan, di perkirakan kita tidak akan dapat menangkapnya, apalagi mengirimnya kepada seorang pejabat. "


Mulan mengangguk, "Jadi begitu. Xin Qian, kamu masih berpikir jernih."


"Apa yang hebat tentang ini." Ucap Xin Qian tersenyum.


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗