Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 137



Sesampainya di gerbang desa. Keledai kecil Xin Qian itu terlihat sangat mencolok, begitu dia tiba di desa, banyak orang datang untuk ikut bersenang-senang. Menatap keledainya.


"Gadis Qian, kamu benar-benar hebat. Kamu bahkan bisa membeli keledai."


"Benar, tidak ada seorang pun di desa yang pernah membelinya. Itu cukup mahal, kan?"


"Tentu saja. Siapa di antara kita yang mampu membelinya. Jauh lebih nyaman memiliki keledai untuk ke kota."


"..." Orang-orang di desa menyaksikan keledai Xin Qian, membuat Xin Qian sedikit terdiam. Meskipun orang-orang pedesaan tidak mampu membeli banyak dari hal ini, itu tidak berarti ini jarang terjadi. Banyak orang ingin tahu tentang bagaimana orang miskin seperti dia mampu membelinya.


Keledai kecil itu terlihat menyedihkan. Ketika dia datang ke lingkungan yang asing, dia harus di kerumuni oleh banyak orang sekaligus, jelas keledai itu sedikit takut.


“Gadis Qian, sepertinya di masa depan, jika kamu pergi ke kota, kamu dapat membawa beberapa dari kita bersama.” Seorang wanita tersenyum dan berkata kepada Xin Qian. Jelas ingin membuat hubungan baik dengan Xin Qian.


"Ya, Qian adalah gadis yang baik. Jika kamu mampir, dia pasti membawa kita." Seorang wanita gemuk juga maju dan berkata.


Xin Qian melirik lemak pada wanita gemuk itu, jika keledai kecilnya membawa wanita itu, bukankah dia akan menghancurkan keledai kecil miliknya? Orang-orang ini sangat tak tahu malu. Biasanya mereka selalu senang bergosip tentangnya, sekarang mereka menjilat demi keuntungan?


Untuk berurusan dengan orang-orang seperti itu, Xin Qian tahu bahwa tidak ada gunanya berdebat dengan mereka. Jadi dia hanya tersenyum pada wanita-wanita ini, dan berkata, "Tentu saja aku bisa membawa kalian. Keledai kecil ku berjalan lebih cepat daripada gerobak sapi Paman Hu, aku tidak akan meminta banyak. Jika kalian ingin naik, maka silahkan bayar, harganya sama dengan Paman Hu, tiga koin teembaga dalam satu perjalanan. "


Ketika Xin Qian mengatakan bahwa mereka harus membayar uang, orang-orang ini tiba-tiba menjadi tidak bahagia.


"Gadis Qian, kami hanya ingin kamu membawa kami. Jika kami harus memberi mu uang, apakah itu masih menumpang namanya? Jangan terlalu pelit, kamu harus peduli dengan orang-orang di desa yang membutuhkan bantuan, kita adalah tetangga.”


Xin Qian menyeringai, dan berkata, "Bibi, apa yang Kamu katakan itu salah. Aku menghabiskan banyak uang untuk membeli keledai kecil ini. Ada alasan mengapa aku akan meminta bayaran, jika aku membawa bibi dengan gratis, bukankah nanti ada lebih banyak orang yang menumpang pada ku? Di dunia ini tidak ada yang gratis, sama seperti saat bibi pergi ke Yangcheng, bisakah Paman Hu membawa mu dengan cara gratis? "


Kata-kata Xin Qian membuat para wanita ini tidak bisa membantah. Jadi satu demi satu mendengus pelan, "Pelit, bukan kah itu hanya keledai kecil? Huh!."


"Ya, orang lain juga bisa membelinya. Dia terlalu sombong."


Xin Qian mencibir dan berjalan pergi dengan keledainya. Setelah membawa keledai kembali ke rumah, Xiao Chen dan Xin Yang yang melihatnya, langsung berlari dengan gembira dan menatap keledai itu.


"Ibu, apa ini?" Tanyq Xiao Chen bersemangat dan memutari keledai itu.


"Ini adalah keledai!" Xin Qian menjelaskan.


“Ibu, Xiao Chen belum pernah melihatnya!” Mata Xiao Chen di penuhi rasa ingin tahu, dan dia terlihat sangat senang.


Xin Qian menaikkan kedua anak itu ke dalam kereta dan membiarkan keledai itu berkeliaran di depan rumah beberapa kali, dan iti membuat kedua anak itu lebih bahagia. Inilah yang terjadi pada anak-anak, mereka selalu ingin tahu tentang hal-hal baru. Ketika Xin Qian berhenti, kedua anak itu keluar dari gerobak kayu dengan agak enggan.


Xiao Chen menatap keledai itu dengan mata berbinar, dan bertanya, "Ibu, bisakah Xiao Chen menyentuhnya?"


"Ya, tapi hati-hati, jangan kasar, dia mungkin akan menendang mu!" Ucap Xin Qian memperingatkan.


"O'ao, baiklah Ibu, Xiao Chen akan hati-hati dengan itu." Tangan kecil Xiao Chen menyentuh hidung keledai kecil itu.


Keledai itu berteriak dua kali, lalu mengangkat kepalanya, jelas tidak ingin Xiao Chen menyentuhnya. Keledai kecil ini belum terbiasa dengan keluarganya, dan perlawanannya normal. Xin Qian tidak membiarkan Xiao Chen terus menyentuh.


Xin Qian membuka ikatan gerobak kayu dari keledai dan memimpin keledai ke dalam gudang kayu. Gubuk kayu itu tidak besar. Liu Lei yang membantu membangunnya. Biasanya, ia menaruh beberapa kayu bakar di sini, dan sekarang ini adalah tempat untuk menempatkan seekor keledai.


"Ibu, apa yang di makan oleh keledai ini? Apakah kita memberikannya hal yang sama seperti Xiao Hei? Mari kita siapkan makanan untuk itu juga!" Ucap Xiao Chen.


Xin Qian terhibur dengan kata-kata lembut dan imut Xiao Chen. Setelah keledai datang, tampaknya status Xiao Hei dalam keluarga akan terpengaruh. Xin Qian menggelengkan kepalanya dan berkata kepada anaknya, "Xiao Mao dan Xiao Hei makan hal yang berbeda. Xiao Mao hanya makan rumput. Jadi, Xiao Chen bisa membawa rumput kembali untuk di makan olehnya."


Keledai kecil itu berteriak dua kali setelah mendengar kata-kata Xin Qian, bagaimana mungkin wanita ini menamainya dengan santai. Xiao Mao? Bukankah ini terlalu sederhana?


"Oke, ibu, Xiao Chen dan Paman akan mengambil rumput dan kembali." Xiao Chen lari terburu-buru. Setelah beberapa saat, banyak rumput di bawa oleh mereka berdua.


Ada banyak rumput di pedesaan, dan ada banyak di belakang rumah Xin Qian. Xiao Chen mendekati keledai kecil dengan rumput di tangannya. Keledai kecil itu, yang masih sangat arogan dan dingin, tiba-tiba mengubah sikapnya. Dia meregangkan mulutnya, bergesekan dengan Xiao Chen, menatap rumput hijau di tangan Xiao Chen, mata hitamnya cerah.


Xiao Chen tidak peduli tentang sikap tsundere Xiao Mao sebelumnya, dia terus menyerahkan rumput di tangannya ke mulut keledai, mengisyaratkan pada Xiao Mao untuk makan. Keledai itu terus makan, dan setelah beberapa saat, semua rumput di tangan Xiao Chen jatuh ke perutnya. Xiao Chen dan Xin Yang terus terkikik saat memberi keledai itu makan.


Ketika keledai kecil itu merasa kenyang, saat Xiao Chen dan Xin Yang menyentuhnya lagi, Xiao Mao tidak memiliki banyak reaksi.


"Xiao Mao sepertinya sudah kenyang," Ucap Xin Qian.


“Ibu, Xiao Mao tidak galak sekarang!” Xiao Chen berkata kepada Xin Qian dengan penuh semangat.


"Tentu saja, dia sudah memakan rumput yang kamu pilih." Ucap Xin Qian tersenyum.


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗