Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 300



Xin Qian tersenyum dan berkata, "Akhirnya hujan berhenti, jadi aku keluar untuk mencari udara, Aku merasa bosan harus tinggal di rumah.”


"Tapi luka di tubuhmu ..." Mo Lianfeng masih tidak ingin dia kelelahan.


"Aku baik-baik saja, kecuali kepalaku, semuanya baik-baik saja." Ucap Xin Qian tersenyum.


Mo Lianfeng tidak terus menahannya. Xin Qian benar. Karena beberapa hari terakhir hujan, mereka harus tinggal di rumah dan tidak bisa pergi ke mana pun. Sekarang biarkan Xin Qian bernafas.


"Kakak, kamu terlambat. Jika kamu datang lebih awal, kamu masih bisa melihat ayah kita menangkap loach." Xin Yang berkata dengan Xin Qian sambil tersenyum, "Ayah kita menangkap loach dengan sangat hebat! Lihat, dia menangkap setengah ember.”


Xin Qian menatap ember, “Ini benar-benar banyak...”


“Hehe bukan apa-apa…” Xin Wenhua tampak malu dengan pujian Xin Tianfu.


"Ayah, ini semua makanan enak! Kamu luar biasa!" Xin Qian juga memuji setelah itu. Ada loach, dan beberapa belut yang terlihat cukup tebal, tetapi mereka lebih beraroma daripada ikan.


Sejak Xin Qian datang ke sini, dia belum pernah makan loach dan nasi belut, juga tidak pernah melihat mereka di jual di pasar. Sepertinya, orang-orang desa tidak menganggap ini tidak terlalu berharga.


Dalam kehidupan sebelumnya, salah satu hidangan favorit Xin Qian adalah belut nasi tumis. Memikirkan hal itu, dia tidak bisa menahan menelan air liurnya. Dia merasa lapar!


Dipuji oleh Xin Qian, Xin Wenhua merasa bahwa pujian anaknya benar-benar lebih manis daripada madu. "Apa yang hebat tentang ini? Qianer, masih ada banyak loach dan belut di ladang. Jika kamu suka memakannya, ayah akan menangkapnya untuk mu lain kali."


Xin Qian tidak sungkan lagi dengan Xin Wenhua, dan tersenyum manis, "Terima kasih, ayah!"


"Kenapa kamu perlu berterimakasih dengan Ayah!" Ucap Xin Wenhua.


"Haha, ayah, kita akan makan bersama sebagai keluarga siang ini. Aku akan membuat nasi belut yang enak untukmu. Keahlian ku selalu dijamin." Ucap Xin Qian bersemangat.


“Baiklah, ayah menantikannya.” Xin Wenhua tersenyum dan mengangguk. Dia tahu bahwa putrinya ini pandai memasak. Meskipun Liang Jinqiao juga bisa memasak, dia tidak sering mengolah loach dan nasi belut sebelumnya. Jika Liang Jinqiao membuatnya, itu mungkin tidak enak.


"Kebetulan Qin Yuan ada di sini, jadi mari kita makan bersama pada siang hari." Liang Jinqiao menghela nafas. Dengan Xin Qian di sana, hidangannya pasti layak disajikan.


"Qin Yuan ada di sini?" Tanya Xin Qian.


"Hmm. Dia sedang sibuk bekerja di sawah kakek mu," Liang Jinqiao menjelaskan.


Xin Qian mengerutkan kening, dan bertanya dengan curiga, "Ibu, apa yang terjadi? Bagaimana bisa Qin Yuan malah tidak membantu ayah?"


Jika Qin Tuan datang untuk membantu, bukankah seharusnya dia berada di sawah milik Sanfang sekarang?


Liang Jinqiao menjelaskan masalah ini lagi, dan Xin Qian menyadari sesuatu di dalam hatinya. Qin Yuan ini benar-benar menarik, dia sepertinya menyukai Xin Hui heh...


Xin Qian tiba-tiba menjadi khawatir. Jika Qin Yuan menyukai Xin Hui, itu akan menjadi masalah. Qin Yuan sudah enggan untuk menikah dengan Xin Ping'er, sekarang ada hambatan yaitu Xin Hui, bisakah Xin Ping'er menikahi pria ini?


Pernikahan ini tidak boleh gagal. Xin Pinger tidak bisa tinggal di rumah selama sisa hidupnya. Memikirkan tentang Xin Ping'er, Xin Qian sakit kepala.


"Ibu, pernikahan Ping'er harus diselesaikan sesegera mungkin. Tidak apa-apa untuk menyelesaikan pernikahan lebib awal, jika terlambat, apa yang harus kita lakukan jika Qin Yuan itu berubah pikiran?" Ucap Xin Qian dengan Liang Jinqiao.


Liang Jinqiao tahu apa yang dikhawatirkan Xin Qian. Dja menghela nafas sedikit, dan menjawab, "Yah, baiklah, Ibu akan mencari hari yang baik dalam waktu dekat, dan mendiskusikan pernikahan ini dengan Keluarga Qin."


"Oke, ibu." Jawab Xin Qian.


"Ayah, aku akan menangkap sedikit lagi... Aku ingin mengirimkannya untuk Xiaofeng nanti, dia pasti tidak punya banyak makanan di rumah!" Xin Tianan tersenyum malu-malu, menunjukkan rasa malu seorang bocah lelaki yang jatuh cinta.


Xin Wenhua tidak mengatakan apa-apa, "Kalau begitu kamu bisa menangkap sedikit lagi! Apakah kamu ingin Ayah membantu mu?"


"Tidak, ayah, aku bisa melakukannya sendiri." Jawab Xin Tianan


"Baik." Ucap Xin Wenhua.


Xin Qian mengerutkan kening ketika dia mendengar adiknya mengatakan tentang Ma Xiaofeng. Tampaknya Xin Tianan benar-benar peduli pada Ma Xiaofeng. Xin Qian tidak bisa memikirkan cara apa pun untuk membuat Xin Tianan memiliki perasaan ini. Dia juga tahu bahwa situasinya hanya akan bertambah buruk jika dia tidak menanganinya dengan baik.


Tapi untuk wanita licik seperti Ma Xiaofeng, Xin Qian benar-benar tidak ingin dia menyakiti adiknya yang polos.


Melihat Xin Qian mengerutkan kening, Liang Jinqiao bertanya, "Qianer, ada apa denganmu?"


Xin Qian tidak menyembunyikannya lagi, dan berbicara dengan Liang Jinqiao, "Ibu, Aku pikir Tianan telah jatuh cinta dengan Ma Xiaofeng."


Ketika Xin Qian berkata demikian, Liang Jinqiao terkejut sejenak, dan kemudian dia merasakan hal yang sama. "Bagitu… Tidak heran kalau Tian'an menyebut nama Ma Xiaofeng di mulutnya sepanjang hari ..."


Liang Jinqiao dulu mengira kalau Xin Tianan peduli pada Ma Xiaofeng karena Ma Xiaofeng telah menolongnya waktu itu. Tanpa diduga, dia ternyata jatuh cinta dengan Ma Xiaofeng ...


"Itu bukan hal yang buruk, Xin Qian. Lagipula, Tian'an telah mencapai usia menikah, atau mari kita membiarkan Tianan menikahi Xiaofeng?" Ucap Liang Jinqiao.


"Ibu ... apakah kamu benar-benar mau meenerima Ma Xiaofeng sebagai menantu? Ibu tidak tahu gadis seperti apa dia, dia gadis yang licik, aku tidak pernah salah menilai seseorang. Jika dia benar-benar ingin bersama dengan Tian'an, tidak apa-apa, aku hanya khawatir dia akan membuat masalah setelah menikah ..." Ucap Xin Qian.


Setelah Xin Pinger menikah, Sanfang akan dapat menjalani kehidupan yang tenang dan nyaman, Xin Qian benar-benar tidak ingin diganggu oleh Ma Xiaofeng.


"Benarkah?” Liang Jinqiao mendengarkan dan memikirkannya, dia tahu apa yang dikatakan Xin Qian pasti bukan tanpa alasan. Dia juga tahu Ma Xiaofeng ini bukan gadis biasa, dan Qian Chunxiu juga tidak memiliki reputasi yang baik di desa.


“Tapi Qianer, jika Tianan benar-benar menyukainya, kita tidak bisa terlalu memaksanya, kan?” Liang Jinqiao bertanya dengan cemas.


Xin Qian mengangguk, ini memang hal yang merepotkan. "Ibu, kita harus membuat Tian'an tidak suka padanya, Tian’an itu bocah yang polos dia tidak pernah bertemu dengan gadis selain Ma Xiaofeng.” Ucap Xin Qian.


Adapun metodenya, dia akan memikirkannya nanti.


Liang Jinqiao berkata, "Kalau tidak, Ibu akan meminta mak comblang Gao untuk membantu kita menemukan gadis yang baik. Jika ada, Aku akan memperkenalkan mereka kepada Tianan. Bagaimana?"


Xin Qian berpikir metode Liang Jinqiao bagus. Yah, tidak ada cara yang lebih baik. Bagaimanapun, adik lelakinya ini memiliki kontak yang terlalu sedikit dengan gadis-gadis, dan pikirannya sederhana. Selama Ma Xiaofeng menggunakan sedikit trik, hati Xin Tianan akan terpikat.


"Oke, ibu, kalau begitu ku serahkan pada Ibu." Ucap Xin Qian setuju.


"Ya, Qianer, jangan terlalu khawatir. Tian'an hanya peduli dengan Xiaofeng sekarang karena balas budi. Mungkin suatu hari nanti setelah ini, dia akan melupakannya." Liang Jinqiao menghibur.


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗