Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 91



"Tapi, jika aku kembali bersama mu, bisakah kamu memberi tahu paman kelima ku terlebih dahulu agar dia tidak terus menunggu ku." Ucap Xin Qian. Melihat waktunya, ini sudah hampir waktunya kereta sapi kembali ke desa. Xin Qian takut bahwa Xin Bai akan cemas karena tidak melihatnya kembali.


"Oke." Mo Lianfeng menyapa Mo Yan. "Kamu, pergi dan beri tahu paman kelima Nona Qian’er bahwa dia akan pulang bersama Pangeran ini."


"Ya tuan." Jawab Mo Yan mengangguk.


Xin Qian memberitahukan alamatnya pada Mo Yan, dan Mo Yan pun segera pergi ke sana.


Mo Lianfeng meminta Xin Qian untuk beristirahat sebentar, atau guncangan saat perjalanan akan menyebabkan lukanya terbuka.


Melihat hari sudah hampir siang, Xin Qian bersikeras untuk tidak ingin beristirahat lagi. Jika dia semakin terlambat untuk pulang, Anaknya pasti akan cemas di rumah. Jadi dia berkata kepada Mo Lianfeng, "Pangeran, bisakah kamu mengantar ku kembali sekarang? Anak ku pasti menunggu ku."


Mo Lianfeng mengangguk, dia segera menemukan seekor kuda dan membiarkan Xin Qian naik. Setelah membantu Xin Qian menaiki kudanya, Mo Lianfeng berbalik dan melompat pada kudanya.


Kedua orang itu duduk di atas kuda yang sama. Xin Qian di kelilingi oleh lengan kuat Mo Lianfeng, dan seluruh tubuhnya menempel dengannya. Bukankah postur ini terlalu intim? Xin Qian agak gelisah karena posisi yang canggung ini!


"Nona Qian, bisakah kamu duduk diam? Jika sudah, kita akan mulai berangkat." Ucap Mo Lianfeng menyeringai, napas hangat pria itu menuju ke telinga Xin Qian membuatnya gatal.


"Hmm, baik.” ucap Xin Qian mengangguk.


"Itu bagus," jawab Mo Lianfeng tersenyum. Jika gadis itu terus bergerak dengan gelisah, dia tidak tahu apakah dia masih bisa mengendalikan dirinya sendiri!


Sepasang tangan yang kuat terulur dari belakang Xin Qian, menarik kekangan kuda itu.


"Ayo pergi ~" ucap Mo Lianfeng seraya menjepit perut kuda di antara kedua kakinya. Lalu, Kuda itu berlari dengan cepat.


Ini adalah pertama kalinya Xin Qian mengendarai kuda, dan gucangan selama di perjalanan membuatnya merasa tidak nyaman. Tubuh mereka terus terbentur, untungnya, Mo Lianfeng melindunginya. Jika tidak, Xin Qian merasa bahwa dia akan jatuh dari kuda.


Sepanjang jalan, Xin Qian tidak tahu harus berkata apa kepada Mo Lianfeng. Dia merasa canggung. Dua orang mengendarai kuda, dan ketika mereka mendekati pintu masuk desa, mereka berlari melewati kereta sapi Paman Hu.


"Ah, bukankah itu gadis Qian?"


"Dia sedang menunggang kuda dengan seorang pria!"


"Tsk dia benar-benar lihai ~" Meskipun terkejut, banyak wanita masih merasa cemburu ketika melihat Xin Qian yang menunggang kuda.


Apalagi, di belakang Xin Qian, Mo Lianfeng itu sangat tampan dan berpakaian mewah, dan mereka langsung tahu bahwa identitasnya pasti tidak biasa! Orang seperti itu sebenarnya bisa bersama Xin Qian. Mereka tidak tahu bagaimana Xin Qian bisa bertemu dengan Mo Lianfeng.


"Tak tahu malu, menunggang kuda dengan seorang pria di siang hari bolong, dia pasti tidak tahu bagaimana rasanya untuk malu."


"Ya benar, terlalu agresif untuk seorang gadis melakukan hal semacam ini."


"Gadis mana yang bisa seperti dia, bahkan pria itu bukan suaminya, tapi mereka masih begitu dekat."


"Yah, itu normal untuknya menjadi tidak tahu malu. Lagipula, Gadis Qian ini sudah hamil duluan sebelum dia menikah. Tidak ada lagi yang lebih memalukan dari itu. Jadi, menunggang kuda bersama pria asing, untuknya pasti hal yang biasa.”


"Itu benar, dia bahkan bisa hamil duluan di luar nikah. Pasti tidak ada lagi hal memalukan yang tidak bisa dia lakukan."


"..."


“Bibi, Qian’er bukanlah seperti apa yang kalian katakan, tidak bisakah kalian berhenti mengatakan hal-hal buruk tentangnya?” Suara Xin Bai menjadi lebih keras


Beberapa wanita memandang ke arah Xin Bai dan tertegun. Jadi, mereka tidak terus berbicara. Jika orang lain yang mengatakan itu, mereka mungkin tidak akan memperdulikannya, tetapi Xin Bai adalah orang yang berbakat, dan mereka masih ingin menikahkan keponakan mereka dengan Xin Bai, jadi tidak baik untuk menyinggungnya sekarang. Jika Xin Bai mendapatkan pekerjaan yang baik di masa depan dan menjadi pejabat tinggi, itu akan menjadi lebih buruk jika mereka membuat orang seperti itu tersinggung.


Xin Qian pergi dengan Mo Lianfeng di bawah tatapan mata aneh para wanita ini. Xin Bai juga ingin tahu, siapa pria di belakang Xin Qian. Tentu saja dia juga bisa melihat bahwa identitas pria itu luar biasa. Mengenakan pakaian yang mewah, dengan aura mendominasi yang luar biasa, mungkin keluarga pria itu benar-benar bagus.


Xin Qian menunduk dan merasa tidak nyaman ketika dia melewati kereta sapi jantan.


Dia tahu bahwa para wanita ini pasti akan bergosip tentangnya lagi.


Kuda itu berhenti di pintu rumah Xin Qian.


Xiao Chen dan Xin Yang sedang bermain di depan pintu rumah. Setelah melihat Xin Qian daatang dengan menunggangi kuda, mereka segera berlari ke arahnya.


Xiao Chen mendongak dan melihat Mo Lianfeng menunggangi kuda. Dia tampak sangat bahagia. Dia tersenyum manis, "Hai, paman."


Melihat senyum di wajah kecil Xiao Chen, Mo Lianfeng merasakan jantungnya bergetar, dan perasaan hangat meluap di hatinya. Mo Lianfeng juga tersenyum pada Xiao Chen dan mengangguk. “Hallo, Xiao Chen.”


"Ibu ~ Ibu ~" Panggil Xiao Chen seraya menunjuk ke kuda, dia tertarik pada kuda yang tinggi dan tampan.


Kuda ini adalah kuda Mo Lianfeng dan telah mengikuti Mo Lianfeng selama beberapa tahun. Kuda hitamnya ini bahkan bisa berlari kencang, seperti embusan angin. Namun, Mo Lianfeng takut berlari terlalu cepat hari ini, dan menyebabkan luka Xin Qian memburuk.


Penampilan kuda ini juga sedikit lebih ramping dari kuda normal, dan bulunya berkilau dan lentur. Ketika berhenti, kepala kuda itu berdiri tegak. Mungkin itu karena dia terbiasa bergaul dengan Mo Lianfeng, jadi dia juga memiliki temperamen agung dan sombong milik Mo Lianfeng.


Mo Lianfeng turun dengan gerakan terlatih, dan kemudian membantu Xin Qian turun dari kuda. "Ayo, Qian’er, aku akan menahan mu."


Xin Qian merasa wajahnya memanas lagi! Apa? Dia memanggilnya dengan intim? Biasanya pria itu akan memanggilnya dengan gelar ‘Nona’ untuk sopan santun. Sekarang dia tiba-tiba memanggilnya Qian’er?


"Um, Pangeran, aku bisa……" ucap Xin Qian ingin menolak, dia benar-benar malu karena sedang di depan anak-anak. Setelah melihat Xiao Chen, dia menatap Mo Lianfeng lagi.


"Mudah terluka ketika turun dari kuda. Aku akan menahan mu." Ucap Mo Lianfeng serius.


"Yah, baiklah..."jawab Xin Qian, dia tahu seberapa buruk lukanya, dia hanya ingin menolak, tetapi dia tidak memiliki kemampuan. Dia tidak bisa menyepelekan luka di tubuhnya. Jika dia secara tidak sengaja menyakiti dirinya sendiri, dia tidak tahu berapa lama dia harus bisa istirahat di ranjang.


"Ayo, turunlah." Ucap Mo Lianfeng mengulurkan tangannya, memegang Xin Qian, dan kemudian memeluknya dengan lembut. Tubuh mungil Xin Qian tampak mudah di peluk dan di angkat oleh Mo Lianfeng.


“Ibu, ada apa dengan mu?” tanya Xiao Chen saat memandang Ibunya dengan bingung.


zzzz zzzzz zzzzzz zzzzz zzzzz zzzz zzz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗