
Xin Wenhua memanggil kedua pria itu dan memasuki rumah, dan Liang Jinqiao menaruh semua hidangan di atas meja.
"Ayo, ayo, teman, saudara Guigan, ayo makan!" Xin Wenhua menyapa kedua orang itu untuk duduk, dan kemudian pergi mengambil sebotol anggur.
Melihat meja hidangan yang penuh dengan makanan enak, Xu Youcai dan Guo Guigen tidak bisa menahan napas, dan perut mereka langsung berbunyi. Mereka telah membantu banyak orang bekerja, dan mereka juga di beri makan. Kebanyakan dari mereka terbuat dari sayur-sayuran hambar dan nasi. Ini adalah pertama kalinya mereka di sambut dengan hidangan yang mewah, mereka tidak tahu kalau keluarga Xin begitu kaya.
Jadi Xu Youcai berkata kepada Xin Wenhua, "Kakak Wenhua, kamu terlalu sopan."
Guo Guigen menjawab, "Itu benar, Kakak Wenhua, kita hanya datang untuk makan siang, lihat semua hidangan ini, terlalu mewah untuk kami.”
Xin Wenhua tersenyum dan berkata, "Putri kedua ku yang menyiapkannya. Aku juga tidak tahu."
Xu Youcai dan Guo Guigen berpikir bahwa Xin Wenhua bersikap sopan pada mereka, tetapi mereka masih sangat terharu di hati mereka dan merasa bahwa Xin Wenhua sangat baik.
Pada saat ini, Mo Lianfeng juga datang membawa Xiao Chen, dan seluruh orang di Sanfang berkumpul dan bersiap untuk makan.
"Qianer, ada begitu banyak usus babi, apakah kamu tidak ingin memberi kakekmu semangkuk? Agar dia bisa minum sambil makan?" Tanya Liang Jinqiao.
Xin Qian mengangguk, "Ibu, berikan saja, kamu bisa meletakkannya di mangkuk.”
"Baiklah, maka Ibu akan membawakannya untuk kakekmu.” Ucap Liang Jinqiao.
"Ya!" Xin Qian mengangguk.
Setelah menunggu Liang Jinqiao selesak. Masih ada yang tersisa di panci di dapur. Jadi, Xin Qian mengisi kotak makan untuk diberikan kepada dokter jenius Hua dan Mu Lan.
Orang-orang dari keluarga Xin juga mulai makan pada saat ini.Tidak ada makanan enak di siang hari, jadi mereka hanya memasak beberapa kol Cina dari kebun sayur dan merebusnya dengan air dan dimasukkan dua tetes minyak wijen. Sepiring besar kentang, dan tidak ada daging yang berminyak di dalamnya. Ada juga beberapa roti kukus di piring di atas meja, dan mangkuk semua orang berisi nasi yang dicampur dengan sayuran hambar. Semua hidangan ini membuat siapapun tidak memiliki nafsu makan pada Pandangan pertama ...
Liang Jinqiao tampaknya telah lupa bahwa dia juga makan hal-hal ini sebelumnya. Selama periode ini, dia telah makan dengan sangat baik, jadi dia juga menjadi pilih-pilih makanan.
“Ayah, Qian’er membuat hidangan usus babi, dan aku menyajikan semangkuk agar ayah bisa mencobanya.” Ucap Liang Jinqiao tersenyum.
Xin Baoshan tersenyum dan mengambilnya, "Menantu ketiga, kamu pasti repot tapi kamu masih memberikannya padaku."
"Tidak apa-apa, Ayah, Qianer yang melakukan semuanya, keluarga ku sudah memiliki cukup makanan jadi aku memberikan ini untuk Ayah." Ucap Liang Jinqiao.
"Itu bagus, maka aku tidak akan sopan dan menerimanya." Awalnya, Xin Baoshan merasa malu untuk mengambil barang-barang dari Sanfang. Bagaimanapun, keluarganya telah terpecah, jadi dia tidak bisa sering makan milik Sanfang.
Liang Jinqiao tersenyum dan berkata, "Ayah, tidak apa-apa! Sebagai keluarga, Kamu dan Aku tidak perlu sopan!"
"Kamu benar, kita adalah keluarga ..." Ucap Xin Baoshan.
"Ayah, maka aku akan kembali dulu, silahkan lanjutkan makan." Ucap Liang Jinqiao.
Xin Baoshan melambaikan tangannya, "Kamu juga makanlah, jangan sampaj lapar."
"Oke, ayah, makanlah dengan lambat juga." Ucap Liang Jinqiao.
"Ya, baiklah!" Ucap Xin Baoshan.
Menunggu Liang Jinqiao pergi, orang-orang dari keluarga Xin menatap semangkuk kecil usus babi di atas meja. Usus berlemak itu terlihat lezat, dan baunya yang harum sangat menarik. Mereka juga ingin memakannya, tetapi Sayangnya mereka tidak bisa.
Sebelum Xin Baoshan memindahkan sumpitnya, yang lain menatap mangkuk berisi usus babi di atas meja.
Xin Hui langsung mengambil sumpit dan hendak makan, tetapi Xin Baoshan menghentikannya.
Xin Baoshan memarahi Xin Hui dan berkata, "Apakah Kamu tidak tahu tentang sopan santun? Aku bahkan belum memakannya! Ipar ketiga mu mengirimi ini untuk ku, tetapi Kamu justru ingin memakannya terlebih dahulu."
Setelah Xin Baoshan marah, Xin Hui menarik sumpitnya, mengerutkan bibirnya dan berkata, "Ayah, bukankah itu untuk makan bersama? Apa masalahnya?"
Xin Wenshui juga menjawab, "Itu benar, Huier, lebih baik di bagikan satu potong untuk satu orang, mengapa Kamu makan lebih dulu? Selain itu, hari ini, Kamu sendiri yang bilang tidak akan mau memakan usus babi itu di depan gadis Qianer, jadi sekarang kenapa kamu ingin memakannya?”
Ketika Xin Wenshui berkata begitu, Xin Hui, Huo Chunhua, dan Li Cuiying segera menyesal.
Kenapa pada saat itu mereka mengatakan itu. Jika mereka tahu bahwa Xin Qian bisa membuat jeroan babi menjadi makanan lezat, mereka pasti tidak akan mengatakan hal seperti itu sebelumnya.
Xin Baoshan mendengus pelan, "Karena mereka mengatakan mereka tidak ingin makan, maka jangan makan sekarang, jangan sampai gadis Qianer itu kesal."
"Ayah, kamu benar, kamu tidak bisa menyinggung gadis Qianer, jika tidak, di masa depan dia pasti tidak akan mengirimkannya kepada kita lagi." Ucap Xin Wenshui.
“Hmm” Xin Baoshan merespons.
"Ayah ..." Xin Hui menatap Xin Baoshan dengan enggan.
“Pak tua ... aku tidak peduli jika aku tidak bisa memakannya, tapi kamu harus memberi Huier sesuatu untuk dimakan, kan?” Huo Chunhua mulai merasa tertekan lagi untuk putrinya.
"Makan, makan, kamu hanya tahu cara makan! Tidakkah kamu lihat berapa umurnya. Apa tidak masalah jika kamu tidak bisa membuatnya menikah? Dia hanya tahu cara makan dan minum di rumah bahkan tidak pernah bekerja, itu semua karena kamu terlalu memanjakannya. Dia belum diusir sekarang saja sudah bersyukur, tapi dia masih ingin makan dengan baik?? Huh! Besok, cepatlah panggil mak comblang agar bisa mencarikan seseorang untuk menikahinya!" Xin Baoshan berkata dengan marah.
Tidak ada seorang pun di desa, yang memiliki seorang anak gadis di usia setua ini dan tinggal di rumah tanpa menikah. Dia dapat menjaga Xin Hui. Ini sudah menjadi kesopanannya. Dia selalu mentolerir anak gadis ini, yang sangat manja.
Xin Hui juga menjadi marah, melemparkan sumpit di atas meja, dan berbalik dengan marah, "Bukankah itu hanya menikah! Ada banyak gadis di desa yaang belum menikah. Aku juga ingjn menikah tapi aku hanya menunggu pernikahan yang baik ... "
"Huier tenanglah..." Melihat kemarahan Xin Hui, Huo Chunhua tiba-tiba menjadi gelisah, berencana untuk menghentikannya, tetapi dia dihentikan oleh Xin Baoshan.
"Biarkan saja dia pergi, aku akan melihat ke mana dia bisa pergi! Dia benar-benar tidak mengerti apa pun tentang aturan. Nyonya tua, jika kamu berani mengejar, jangan kembali lagi!" Ucap Xin Baoshan.
Mendengar apa yang dikatakan Xin Baoshan, bagaimana mungkin Huo Chunhua mengejarnya?
"Pak tua ... apa yang kamu lakukan dengan Huier, Huier masih muda dan naif!"
Xin Baoshan memberi Huo Chunhua tatapan kesal, "Dia begitu tua, dan kamu masih mengatakan dia masih muda! Ini semua karena fadis itu dimanjakan olehmu."
Xin Wenshui mengikuti, "Ibu, Ayah benar. Meskipun adik perempuan adalah yang termuda dari kita, dia sekarang sudah dewasa. Jangan selalu mendukungnya terus."
Huo Chunhua memberi Xin Wenshui Pandangan marah. Pada saat ini, Xin Baoshan sedang marah, tetapi putranya justru menambah bahan bakar ke api, dia khawatir itu disengaja!
"Ibu, apa yang Aku katakan itu benar! Kamu melahirkan beberapa putra, dan adik perempuan itu juga dilahirkan oleh mu. Mereka semua adalah darah daging mu, tapi Ibu selalu mempriorotaskan Xin Hui. Ibu, lihat Aku dan Wenshi yang telah melakukan sebagian besar pekerjaan di rumah, jadi Ibu harus paling mencintai kami berdua! " Xin Wenshui melanjutkan.
Xin Wenshi mengikuti, "Ya, ibu, jika Kamu ingin melukai putra mu! Adik kedua dan Aku adalah anakmu yang paling berbakti, bukankah seharusnya Ibu lebih baik lada kami, daripada Xin Hui yang belum tentu akan merawat Kamu di masa depan!"
"Kalian berdua bajingan, tutup mulut kalian! Kalian kan laki-laki, Xin Hui itu perempuan tentu saja dia tidak bisa melakukan pekerjaan kasar di rumah." Jawab Huo Chunhua marah.
“Ibu, apa yang berbeda? Istri kami juga bekerja di rumah!” Ucap Xin Wenshi.
"Jangan bicara lagi dengan wanita tua itu, kalian semua hanya akan marah mengatakan itu padanya." Ucap Xin Baoshan marah.
Huo Chunhua hendak mulai berteriak lagi, tetapi dihentikan oleh Xin Baoshan.
"Kamu juga berhentilah bicara dan makan. Jika tidak, pergi dari sini, jangan membuat keributan dj meja makan!" Ucap Xin Baoshan.
zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz
Jangan Lupa yah teman-teman!!
Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊
See you in the next chapter ya readers🤗