Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 95



Untuk makan malam, Xin Qian hanya membuat beberapa hidangan sederhana. Dia merendam jamur kering ke dalam air, lalu menumisnya. Dia juga memasak sepiring daging katak kesukaan Xiao Chen, yah untuk makan malam, itu tidak terlalu buruk.


Xin Qian meminta Xin Yang untuk memanggil Xin Tianan untuk makan malam bersama di rumahnya. Dalam beberapa hari terakhir, Xin Tianan selalu sibuk melakukan pekerjaan pertanian di ladang, dan dia telah kehilangan banyak berat badan.


Melihat seorang remaja harus bekerja seperti orang dewasa, Xin Qian juga merasa sedikit tertekan. Adiknya, Xin Tianan, masihlah remaja dalam masa pertumbuhan. Jika Xin Tianan berada di abad ke-21, ia seharusnya berada di sekolah menengah, dan tugas-tugas berat ini jelas tidak di lakukan.


“Ayo, Tianan, makanlah lebih banyak!” ucap Xin Qian seraya memberi Xin Tianan lebih banyak lauk.


Xin Tianan telah banyak bekerja di ladang, tapi tidak bisa makan banyak setelah pulang karena banyaknya anggota keluarga di sana. Juga, masakan di keluarga besar Xin itu sangat pelit, Huo Chunhua jarang membeli daging kecuali ada acara besar, mereka hanya makan sayur-sayuran setiap hari.


Jadi, karena asupan yang kurang, Xin Tianan kehilangan banyak berat badannya. Itu sebabnya, Xin Qian memintanya makan banyak-banyak selama di sini, dengan begitu Xin Tianan seharusnya bisa menaikan berat badannya dengan baik. Dari awal, Xin Tianan sudah kurus, dan jika dia terus kehilangan berat badan seperti ini, dia akan benar-benar kurus kering dan tinggal tulang!


"Terima kasih, kakak kedua!" ucap Zhao Tianan tersenyum.


"Tidak apa-apa, makanlah lebih banyak, ada banyak di sini." Jawab Xin Qian juga tersenyum.


"Baiklah. Kakak, jika ada yang perlu di bantu, bicaralah pada ku. Aku pasti akan datang membantu mu. Apalagi, kaki kakak kedua sedang terluka seperti ini.” ucap Xin Tianan.


Adik laki-laki ini ternyata masih memikirkannya. Xin Qian tersenyum berkata, "Tian'an, tidak apa-apa. Jika kakak butuh bantuan, maka kakak akan memanggil mu. Sekarang, ayo makan yang banyak. Kamu terlihat sangat kurus.”


Xin Tianan mengangguk dan berkata, "Baiklah kak.”


Setelah makan malam, Xin Tianan tidak segera pergi, tetapi mengobrol dengan Xin Qian dan berbicara tentang keluarga besar Xin. Xin Qian jadi tahu banyak hal dari Xin Tianan.


Xin Qian bertanya kepada Xin Tianan, saat dia memikirkan kehamilan pemilik asli. "Tian'an, saudari kedua mu ini tanpa sengaja pernah terjatuh dan kepala ku terbentur saat itu, hingga aku telah melupakan beberapa hal. Jadi, aku ingin bertanya sesuatu pada mu, dapatkah kamu membantu ku mengingatnya?"


Xin Tianan mengangguk tanpa curiga menyetujuinya dan befkata, "Kakak kedua, katakan saja apa yang ingin kakak ketahui, dan aku akan memberitahu mu apa yang ku tahu!"


"Kakak Kedua ingin bertanya, apakah aku pernah menyukai seorang pria, atau dekat dengan seseorang?" tanya Xin Qian. Jika ada, itu normal untuk memiliki hubungan dengan pria yang dia sukai, meskipun perkawinan sebelum menikah terdengar buruk di era ini. Tapi, di jaman modern itu hal yang biasa.


"Tidak!" Xin Tianan segera menggelengkan kepalanya dengan tegas, "Kakak kedua, biasanya kamu tidak pernah pergi keluar rumah, dan hanya berjalan-jalan di halaman keluarga Xin. Di mana kakak bisa bertemu dengan seorang pria? Selama ini aku tidak pernah melihat kakak bertemu pria mana pun secara pribadi.”


Ketika Xin Qiam mendengar Xin Tianan mengatakan ini, dia tertegun. Apakah itu benar-benar tidak berlebihan? Pemilik aslinya sangat penyendiri sampai mencapai titik ini?


Jika begitu, tidak mungkin Xin Qian akan melahirkan anak dengan pria yang di sukainya. Maka, ini berarti bahwa Xin Qian tidur dengan ayah Doudou dalam situasi di mana dia enggan. Mungkinkah pemilik tubuh asli di lecehkan oleh pria acak?


Melihat penampilan Xiao Chen, dia tidak terlalu mirip dengan Xin Qian. Xiao Chen sangat tampan, jadi Ayahnya seharusnya tidak jelek. Pria tampan seperti itu, dia tidak pernah melihatnya di desa ini. Mungkinkah itu orang luar? Xin Qian memikirkannya, tapi dia tidak bisa mengerti apa yang sedang terjadi.


“Tian'an, apakah ada yang salah dengan ku, sebelum aku secara tidak sengaja hamil Xiao Chen?” Xin Qian bertanya lagi. Dia tidak tahu mengapa, dia sekarang semakin ingin tahu tentang kebenaran ini, dia ingin tahu apa yang terjadi saat itu.


Xin Tianan mengerutkan kening dan mengingat dengan hati-hati. "Kakak kedua, tidak ada yang aneh dengan mu sebelumnya, hanya saja ..."


Xin Tianan ragu-ragu sejenak, seolah-olah dia memikirkan sesuatu, Xin Qian buru-buru bertanya, "Ada apa?"


Mata Xin Qian berubah gelap, dia berkata dengan acuh tak acuh, “Lalu? Apa yang terjadi setelahnya?”


Xin Tianan berusaha mengingatnya dan berkata, “Ketika aku bangun keesokan harinya, kakak kedua sudah berada di rumah. Saat itu, aku bertanya kepada ayah, dan ayah mengatakan bahwa kakak kedua sama sekali tidak pernah keluar malam itu, jadi aku bertanya-tanya apakah aku bermimpi malam itu. Akan tetapu, setelah hari itu, kakak yang kedua selalu di kamar sepanjang hari, dan kakak tidak pernah tertawa... sampai... perut mu perlahan-lahan tumbuh besar... "


Xin Qian mengerutkan kening setelah dia mendengarkan pernyataan adiknya. Jika apa yang di katakan Xin Tianan adalah benar, jelas ada sesuatu yang terjadi di sini!


"Tianan, kamu tidak berbohong pada kakak kedua, kan?" tanya Xin Qian.


“Tidak!” Xin Tianan menggelengkan kepalanya, “Kakak kedua, bagaimana aku bisa berbohong pada mu? Tapi Kakak kedua, aku juga tidak mengerti, jika saat itu bukan mimpi, mengapa ayah dan kakek kita tidak mengakuinya? Juga mereka meminta ku untuk tidak berbicara omong kosong di masa depan, apalagi di depan Ibu."


Xin Qian mendengus pelan, pemilik aslinya entah bagaimana bisa hamil, orang-orang ini jelas adalah pelaku yang terlibat! Bahkan, itu keluarganya sendiri! Jika bukan karena telah melakukan hal-hal buruk, bagaimana mungkin mereka tidak ingin masalah itu tidak di katakan?


Hanya saja Xin Qian masih tidak tahu apa yang terjadi malam itu. Karena Ayahnya, Xin Wenhua terlibat dalam masalah ini, dia harus bertanya pada Ayahnya lain kali!


Xin Qian berkata kepada adiknya, “Tianan, jangan bilang pada Ayah bahwa kamu memberitahu kakak hal ini. Terimakasih telah membantu kakak mu mengingat.”


“Sama-sama kakak kedua.” Jawab Xin Tianan.


.......................


Dalam 3 hari berikutnya, tidak ada yang terjadi.


Xin Qian fokus menyembuhkan lukanya di rumah, dan karena lukanya telah di rawat dengan baik, tidak ada peradangan atau nanah.


Liu Lei beberapa harinini membantunya untuk mengirim daging katak untuk Sun Changquan, dan pendapatan Xin Qian dalam 3 hari ini adalah 7 koin perak dan 20 koin tembaga. Kecepatan menghasilkan uang Xin Qian bahkan membuat Liu Lei tercengang. Dia tidak pernah menyangka bahwa daging katak yang Xin Qian jual dapat di beri harga tinggi per kilogram nya.


Setelah mengupas kulitnya, Liu Lei juga mengira itu adalah kodok yang beracun, Setelah Xin Qian menjelaskannya, Liu Lei juga menyadari bahwa itu adalah spesies yang mirip seperti kodok yang dia kira. Tapi, setelah di beritahu oleh Xin Qian perbedaannya, Liu Lei pun memahaminya.


Setelah mendapatkan uang ini, Xin Qian membeli beberapa bahan pokok, seperti beras, minyak, tepung, dan garam. Dia juga sering meminta Liu Lei untuk membelikannya beberapa kilo daging babi saat kembali, dan untuk anak-anak yang telah membantunya menangkap katak, Xin Qian membeli banyak permen.


Setelah Xin Qian terluka terakhir kali, dia tidak tahu apakah itu karena Xin Bai kembali dan sibuk dengan hal-hal lain, Huo Chunhua bahkan tidak pernah datang untuk menyusahkannya lagi. Beberapa hari ini, adalah hari yang damai untuknya.


zzzz zzzz zzzz zzzz zzz zzzz zzz zzzz zzzz zzzz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗