
Xin Tianyu sama sekali tidak takut pada tatapan tajam Xin Qian, dia justru menjulurkan lidahnya pada Xin Qian dan mengejeknya. Dia terus mengambil batu di tanah dan melemparkannya ke arah Xin Qian .
Xin Tianyu berani seperti ini karena dia berada di rumah besar Xin, yaitu di rumahnya sendiri. Ada ayah dan ibunya di belakangnya, bahkan jika dia melemparkan batu ke arah Xin Qian, Xin Qian tidak akan berani melakukan apa pun padanya.
Saat melihat perilaku tidak sopan Xin Tianyu, Li Cuiying tidak merasa anaknya telah melakukan kesalahan, tetapi dia sangat bangga. Putranya yang luar biasa, karena berani memberi pelajaran pada Xin Qian jalang kecil itu.
Xin Qian tidak bisa tahan lagi, tidak peduli seberapa baik dia menahan emosinya. Dia kesal sekarang! Jadi Xin Qian berjalan mendekati Xin Tianyu dan menarik kerahnya. "Apa kau masih berani melampar batu pada ku lagi? Hm? Ayo coba lempar lagi!"
Xin Tianyu berjuang untuk lepas dari tangan Xin Qian, tapi itu percuma dia hanya anak kecil kekuatannya tidak setara dengan Xin Qian. Xin Tianyu sebenarnya agak takut oleh Xin Qian.
"Kamu! Lepaskan aku!" teriak Xin Tianyu memberontak.
"Melepaskan mu? Kamu hampir melukai ku. Jika aku tidak menghindar tepat waktu, aku akan terluka oleh mu. Bukankah terlalu mudah untuk melepaskan mu? Sepertinya kau harus di hukum bocah nakal!" ucap Xin Qian, lalu dia menampar bokong Xin Tianyu untuk menghukum nya.
"Tamparan ini untuk memberitahu mu bahwa jika kamu melakukan sesuatu yang salah, kamu akan di hukum." Ketika dia mengatakan itu, Xin Qian terus menampar bokongnya dan menatap Xin Tianyu, "Tamparan ini juga karena meski kamu tahu kesalahan mu, tapi kau tidak pernah memperbaikinya, dan kamu sama sekali tidak menyesal!"
Tangan Xin Qian sangat kuat, dan saat itu menampar bokong kecil Xin Tianyu, itu menyakitinya dengan keras.
Xin Tianyu berteriak, "Ibu ~ Ibu ~ Tolong aku!”
Li Cuiying bergegas ke Xin Qian dengan marah, "Gadis nakal, kamu berani memukuli anak ku lagi! Beraninya kamu memukul anak ku yang berharga di sini!"
Melihat Li Cuiying yang datang dengan marah, Xin Qian melemparkan Xin Tianyu ke dalam pelukan Li Cuiying.
Suara dingin Xin Qian terdengar, "Selama ini kamu hanya menonton tingkah nakal anak mu kan? Karena kamu tidak peduli padanya, maka aku menggantikan mu mendisiplinkannya sendiri!"
"Gadis nakal, hati mu sangat kejam, berapa umur anak ku? Dia masih kecil! Bagaimana bisa kau tega memukulinya seperti ini." Ucap Li Cuiying marah.
"Haha, anak mu masih kecil? Huh! Anak usia 6 tahun, bagaimana bisa dia tidak mampu membedakan mana yang benar dan yang salah? Jika dia berani memukul seseorang dengan batu, apa dia masih tidak tahu konsekuensinya? Jika dia benar-benar tidak tahu, maka aku hanya bisa mengatakan bahwa kamu, Bibi kedua, kamu tidak bisa mengajari anak mu dengan baik!" ucap Xin Qian dengan sinis.
Kata-kata Xin Qian membuat kemarahan Li Cuiying memuncak. “Gadis sialan ini! Xin Qian, kamu sangat tidak tahu malu! Beraninya kau kembali pulang ke rumah ini? Bahkan kamu berani memukul Tianyu-ku! Aku tidak akan membiarkan mu pergi dengan mudah! tunggu saja!” Li Cuiying berteriak.
Dia sendiri tidak berani maju dan bertarung dengan Xin Qian. Li Cuiying tahu bahwa dia tidak bisa mengalahkan Xin Qian jadi dia akan memanggil suaminya, dan kemudian memberi Xin Qian pelajaran.
"Silahkan! Karena Aku tidak akan pergi sekarang, aku masih ada urusan dengan Ibu ku!" ucap Xin Qian dengan santai. Setelah itu, dia menoleh ke arah Liang Jinqiao.
Liang Jinqiao meletakkan barang-barang di tangannya dan menghela nafas. Xin Qian memukul Xin Tianyu, dan Li Cuiying pasti akan membalasnya. Tapi dia tidak menyalahkan tindakan Xin Qian, karena anak itu Xin Tianyu terlalu nakal. Jika batu sebesar itu mengenai kepala, itu pasti akan membuat kepala bocor.
“Qian’er, mengapa kamu di sini?” Liang Jinqiao bertanya. Dia tahu pasti karena Xin Qian memiliki sesuatu, kalau tidak, dia tidak akan mendatanginya ke rumah ini.
"Ibu, mari kita pergi ke rumah mu dan membicarakannya!" ucap Xin Qian.
“Baiklah. Ayo!” Liang Jinqiao mengangguk.
“Jinqiao, berhenti!” teriak Li Cuiying kesal. Liang Jinqiao adalah orang yang sabar, karena dia tidak bisa menghukum Xin Qian, maka dia akan menuntut pada Liang Jinqiao.
“Kakak ipar kedua, ada apa?” Tanya Liang Jinqiao.
"Ada apa kau bilang? Anak mu itu baru saja memukul putra ku, tidakkah kamu peduli?" ucap Li Cuiying marah.
"Aku ..." Liang Jinqiao menunduk, tidak tahu harus berkata apa.
"Apa? Anak sialan mu itu akan menghancurkan anak ku, kamu masih tidak peduli? apakah kau sudah mendidiknya dengan baik selama ini?!” ucap Li Cuiying lagi.
"·······" Xin Qian benar-benar tidak tahan, Li Cuiying ini benar-benar pengecut, dia hanya berani memilih lawan yang lemah seperti ibunya.
"Apa yang bibi kedua bicarakan? Jika aku tidak memiliki pendidikan, siapa yang bisa lebih baik dari anak mu? Dari pada ribut tentang pendidikan ku, lebih baik bibi kedua mengajari putra mu dengan benar! Baru berbicara dengan Ibu!" ucap Xin Qian memperingatkan. Lalu, dia menarik Liang Jinqiao dan kemudian masuk ke rumah Sanfang.
Li Cuiying menginjak kakinya dengan marah. “Bagus! Sangat bagus!”
Dia sekarang tahu bahwa Xin Qian bukanlah gadis kecil yang mudah di lawan seperti dulu. Li Cuiying berteriak marah dan memanggil anak pertamanya, "Jinger, cepat keluar! Panggil ayah mu di ladang!"
Xin Jing'er yang ada di kamar keluar dan menanggapi Li Cuiying, "Baik, ibu. Aku akan pergi sekarang!"
Xin Jing'er adalah putri tertua Li Cuiying. Dia berusia enam belas tahun. Penampilannya terlihat biasa-biasa saja, tidak jelek juga tidak cantik, tetapi dia memiliki temperamen yang baik. Setelah mendengarkan perintah Ibunya, Li Cuiying, dia bergegas ke ladang dan memanggil ayahnya, Xin Wenshui, untuk pulang.
"Ibu, itu menyakitkan!” teriak Xin Tianyu cemberut dan menangis.
Li Cuiying membujuk, "Tidak apa-apa, Tianyu, Ibu meminta kakak perempuan mu untuk memanggil ayah mu pulang, dan ayah mu akan segera datang. Ketika ayah mu datang, kita akan membersihkan jalang itu dan membalas dendam, oke?"
Xin Tianyu mengangguk, dan setuju untuk menunggu ayahnya kembali.
Xin Qian dan Liang Jinqiao memasuki ruangan. Saat itu, dia melihat Xin Pinger sedang duduk di tempat tidur sambil menyentuh kakinya yang kotor dan menggaruknya. Melihat itu, Xin Qian merasa sangat mual, dan perutnya bergejolak.
Wanita ini benar-benar menjijikkan dan kotor, dia adalah gadis dewasa, tapi dia masih tidak mengerti tentang kebersihan. Melihat penampilan ibunya, Liang Jinqiao masih cukup cantik, bagaimana mungkin anak perempuan yang lahir seperti ini! Penampilan Xin Pinger dan pemilik tubuh asli ini juga benar-benar berbeda.
----------------
Jangan Lupa yah teman-teman!!
Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊
See you in the next chapter ya readers🤗