Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 49



Xin Qian menenangkan dirinya dan dengan cepat meraih pakaian bersih yang telah disiapkannya di sebelahnya dan mengenakannya. Kemudian dia membuka pintu dan bergegas keluar rumah.


Dalam sekejap Xin Qian sudah memergoki orang yang mengintipnya mandi. Bahkan orang itu terdiam karena terkejut melihat Xin Qian tiba-tiba keluar, orang itu sampai linglung sejenak. Ketika orang itu sadar bahwa di temukan, dia segera bereaksi dan ingin segera berlari!


Xin Qian memegang sapu di tangannya, langsung menerjang ke arah pria mesum itu, dan memukul dengan keras kepala orang itu. “BUGG!! “


"Ah!!” Teriakan pria mesum itu terdengar menyedihkan.


Xin Qian kemudian bergegas dan menendang kaki pria itu, "Kamu ingin lari? Beraninya kau mengintip ku! Dasar mesum! Bajingan!!" Teriak Xin Qian dengan marah.


Setelah Xin Qian mendekat, dia melihat wajah pria itu dengan jelas dan mengenalinya. Pria ini adalah penduduk desa di Desa Shuilan, berusia awal tiga puluhan dan namanya adalah Liu San dan terkenal di Desa Shuilan. Namun, ketenaran ini bukan karena Liu San memiliki kemampuan, tetapi karena Liu San adalah seorang bajingan mesum yang terkenal di seluruh desa, yang selalu melakukan hal-hal buruk dalam kehidupan sehari-hari, ia malas, dan ia tidak pernah bekerja meski sudah menikah. Sering kali, Liu San melecehkan gadis-gadis di desa, bahkan dia juga pernah melecehkan wanita yang sudah menikah.


Xin Qian tidak menyangka pria bajingan ini sangat berani bahkan datang untuk mengintipnya mandi! Dasar bajingan, Xin Qian paling mrmbenci pria yang melecehkan wanita, orang seperti itu asalah penjahat terburuk. Dua bahkan sangat membencinya di kehidupan sebelumnya, dan orang mesum seperti itu telah membully dirinya sendiri dalam kehidupan ini. Bagaimana mungkin Xin Qian membiarkannya pergi!


“Kamu wanita busuk, beraninya memukuli dan menendangku ! Ayo aku akan sekalian memberi mu pelajaran!” Liu San juga marah dan malu. Ketika dia akan melawan, Xin Qian meraih tangannya. Xin Qian meraih Liu San dan melakukan backhand seperti tahanan.


Liu San berteriak, "Itu menyakitkan saya sampai mati!! Anda jalang, biarkan aku pergi!" Wajah Liu San memerah, dia kesakitan tapi juga merasa malu, mengapa dia tidak bisa melarikan diri di tangan seorang wanita? apalagi memberi pelajaran pada Xin Qian, dia tidak punya ruang untuk perlawanan. Dia merasa aneh, Xin Qian ini terkenal mudah di tindas, tapi kenapa gadis itu sangat kuat?


Xin Qian berkata dengan dingin, "membiarkan mu pergi? Apa kau pikir saya bodoh?" Dengan itu, Xin Qian menekan tangan Liu San sampi terdengar suara tulang yang patah “Kretakk!”


“AHHH!!!! SAKIT! Lepaskan aku! Apa yang ingin kamu lakukan? Apa kau ingin mrmbunuh ku?” Liu San bertanya dengan marah.


Xin Qian menyeringai kejam, "Tentu saja aku ingin memberi mu hukuman. Kamu mengintipku saat mandi. Bagaimana bisa aku membiarkan mu pergi begitu saja? Membunuh mu? Heh.. sayangnya aku tidak bisa membunuh mu tapi aku akan membuat mu ingat bahwa aku tidak mudah di ganggu!!"


“Krataakkk!!!” terdengar suara Xin Qian mematahkan lengan Liu San yang lain


“ARGHHH!! Ampun! Ampuni aku! Maaf kan aku! Aku tidak akan melakukannya lagi! Arghhh!!! Sakit sekali….!!!” Teriak Liu San histeris. Sekarang dia sudah tidak peduli dengan rasa malu nya karena di kalah kan oleh wanita. Dia tidak tahan lagi dengan rasa sakit yang menyiksa ini!


“Sakit? Apa kah pernah berpikir bahwa wanita-wanita yang kau lecehkan itu merasa sangat tersiksa, sampai mereka ingin mati?? Tidak kah kau merasa bersalah karena melecehkan mereka? Hmm?” ucap Xin Qian dingin. Dia paling benci bajingan mesum.


“Maaf! Maafkan aku!! Aku tidak akan melakukannya lagi! Ku mohon lepaskan aku! Arghh!” teriak Liu San memohon.


“Berhenti berteriak! Apa kau ingin warga desa datang kemari, dan melihat keadaan mu yang memalukan? Aku masih belum mematahkan kedua kaki mu itu, bukan itu kaki yang kau gunakan untuk mendatangi korban mu? Ah! Apa lebih baik aku melumpuhkan mu saja? Benar kan? Dengan begitu kau tidak akan bisa berkeliling di desa lagi, kan? Ah, tiidak, tidak, mungkin lebih baik aku menghancurkan sumber masalah utama seorang bajingan mesum, seperti menghancurkan kaki ke tiga mu??” ucap Xin Qian dengan wajah polos, seakan-akan hal yang dia bicarakan bukan lah penyiksaan.


Tentu saja, Lizheng akan membela saudaranya karena Xin Qian tidak punya bukti bahwa Liu San melecehkannya. Jadi, demi reputasinya sendiri, Xin Qian membuang pilihan itu dan memilih memberi pelajaran bajingan mesum itu dengan tangannya sendiri. Dia akan membuat Liu San lari setiap kali melihatnya kapan pun!


Liu San tidak mengharapkan Xin Qian masih ingin menyiksanya, dan mendengar hal-hal mengerikan itu dia segera panik. Dia pemberani, tetapi dia paling takut tidak bisa membuat keturunan lagi! Jika dia menjadi kasim, bagaimana dia bisa melakukan hal-hal itu? Jadi dia menurunkan suaranya dan memohon, "Nona kecil, mari kita bicarakan, dan diskusikan! Apa pun itu, aku akan menerima hukuman. Tapi, Tolong, jangan jadikan aku kasim!”


Xin Qian mencibir di sudut mulutnya, "Berdiskusi? Apa yang harus dibicarakan? Aku hanya perlu menghancurkan kaki ketiga mu saja, jadi di masa depan kau tidak akan berani mendekati ku lagi dan masalah beres!”


"Maafkan aku! Ku mohon! Aku tidak akan berani muncul di hadapan mu lagi! Aku akan segera lari saat melihat mu! Tolong, lepaskan aku!” ucap Liu San memohon.


Mata Xin Qian dingin, Liu San ini cukup pintar ternyata. Tangan Xin Qian tiba-tiba menekan tangan Liu San yang telah patah.


"Ah ~" teriak Liu San dengan getir. Xin Qian telah menggeser salah satu tangannya yang patah. Pada saat ini, rasa sakit yang hebat menyebabkan butir-butir keringat keluar dari dahi Liu San.


Xin Qian menendang pantat Liu San dengan keras, dan menendang Liu San ke tanah, kepala Liu San dirobohkan dengan keras menghantam tanah, dan gigi depannya sampai berdarah. Xin Qian tahu bahwa untuk berurusan dengan orang-orang jahat adalah dengan menggunakan metode jahat.


Xin Qian tersenyum tapi senyum itu sangat menyeramkan bagi Liu San. Dengan tatapan dinginnya, Xin Qian lalu berkata, “Ingat pelajaran hari ini! Jika kau berani mencari masalah lagi dengan ku atau pun keluarga ku, maka lain kali bukan hanya kedua tangan mu yang patah!! Sekarang, pergi lah jauh-jauh dari hadapan ku!”


Liu San menyentuh gigi depannya, memandangi gigi yang jatuh dan darah di tangannya, dia sangat marah tapi tidak bisa melawan Xin Qian. Jadi dia menahannya dan mengangguk drngan cepat, “Baik, baik, aku akan pergi dan tidak akan muncul di hadapan mu lagi!”


Dengan kata-kata itu, Liu San pun berdiri dengan susah payah karena kedua tangannya mati rasa. Dia bahkan tidak bisa menggerakkan mereka! Liu San pun segera pergi dari rumah Xin Qian, tanpa menoleh ke belakang dia berlari ketakutan.


Melihat Liu San melarikan diri, Xin Qian menghilangkan rasa dingin di matanya. Secara alami, dia tidak mau membiarkan Liu San pergi seperti ini, sebenarnya kalau bisa dia ingin sekali membersihkan bajingan seperti itu, tapi dia tidak bisa melakukan sesuka hatinya. Meski tidak ada hukum di zaman kuno ini, tapi dia masih perlu memikirkan masa depan Xiao Chen. Tidak mungkin kan dia berakhir sebagai pembunuh padahal dia masih seorang Ibu saat ini.


Suasana hati Xin Qian kacau karena Liu San, dan pada saat yang sama, dia membuat tekad untuk menjadi lebih kuat dengan melatih tubuh lemah ini, setidaknya untuk melindungi dirinya sendiri di dunia ini. Dia juga ingin membuka usaha sehingga dia tidak perlu memikirkan tentang uang makan setiap hari. Dengan uang yang banyak, dia akan membangun sebuah rumah yang besar dengan banyak kamar. Tidak aman untuk mandi di rumah yang rusak ini, dia takut orang lain akan melihatnya setiap kali dia mandi.


--------------


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗