Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 94



"Xiao Chen, itu bukan karena kamu. Ada banyak gadis yang menyukai Paman Feng. Begitu banyak gadis cantik di sekutar Paman Feng, bagaimana dia bisa menyukai ibu mu? Jika Paman Feng juga menyukai Ibu, baru dia bisa Menikah dengan Ibu, dan kemudian Paman Feng bisa menjadi ayah Xiao Chen. Tapi, paman Feng tidak mungkin menyukai Ibu yang biasa-biasa saja?" ucap Xin Qian menjelaskan.


Xiao Chen berkata dengan mata berbinar. "Ibu sangat cantik, bagaimana bisa Paman Feng tidak suka? Lalu, ibu, apa kamu suka Paman Feng?”


"Ahem ... ini ..." Xin Qian tidak tahu bagaimana dia harus menjawab.


Setiap wanita yang melihatnya, mereka pasti akan terpesona pada Mo Lianfeng. Pria itu memiliki wajah yang tampan dan menawan, dengan temperamen yang mulia di tubuhnya, dia sangat menakjubkan. Jadi, meskipun dia menyukai pria itu, bagaimana mungkin pria seperti Mo Lianfeng bisa menyukainya?


Melihat kesunyian Ibunya, Xiao Chen bergumam pada dirinya sendiri, "Ibu sepertinya juga menyukai Paman Feng.... Ibu... Xiao Chen akan bekerja keras di masa depan, untuk membuat Paman Feng menyukai Ibu! Jadi, Paman Feng akan menjadi ayah Xiao Chen di masa depan!"


Xin Qian benar-benar merasa terhibur oleh sikap Xiao Chen. Xin Qian berpikir keras ketika dia melihat keinginan Xiao Chen untuk memiliki seorang ayah. Siapa ayah Xiao Chen sebenarnya? Mengapa pemilik asli tubuh ini, bisa hamil sebelum menikah?


Meskipun Xin Qian mewarisi ingatan pemilik asli tubuhnya, tapi saat dia mencoba mengingat hal-hal tentang Ayah Xiao Che , kepalanya langsung merasa sakit, dan dia tidak bisa mengingatnya sama sekali. Itu seakan, pemilik asli tubuh ini, sengaja melupakan pria itu, seakan itu adalah kesedihannya...


Xin Qian ingin mencari tahu tentang ini mulai sekarang. Tampaknya ada beberapa keanehan, dia tetap tidak bisa mengingat wajah pria itu. Tapi, keluarga besar Xun pasti tahu sesuatu, jadi dia harus bertanya kepada keluarga besar Xin lain kali.


........................


Di sore hari...


Xin Bai langsung datang ke rumah Xin Qian tanpa istirahat. Hari ini, Xin Qian di antar pulang oleh seorang pria, dan dia merasa khawatir, dia juga peduli dengan keponakannya ini. Bagaimanapun, Xin Qian telah mengalami kesulitan dalam beberapa tahun terakhir, jika dia tidak peduli, maka tidak ada lagi yang akan peduli.


Ketika Xin Bai datang, Xin Qian tersenyum dan menyapa “Paman Bai! Mari masuk dan duduk.”


Xin Bai pun masuk dan berkata dengan nada khawatir, "Qian, kamu baik-baik saja? Bagaimana kamu bisa tiba-tiba di antar pulang oleh seorang pria hari ini? Kamu tidak tahu seberapa buruk wanita-wanita itu berbicara tentang....”


Nada suara Xin Bai agak tidak berdaya, Xin Qian tahu bahwa paman kelimanya ini peduli padanya dan tidak bermaksud menyalahkannya. Dia mengatakan ini adalah untuk mengingatkan Xin Qian untuk lebih berhati-hati, agar tidak membiarkan orang lain bergosip buruk tentangnya.


Saat ini, reputasi Xin Qian itu sudah buruk di desa itu, tetapi jika ini terus berlanjut, Xin Bai khawatir itu akan menjadi lebih buruk!


“Kakek Kelima, itu karena kaki ibu ku terluka, jadi Paman Feng mengantar ibu kembali!” Xiao Chen berkata dengan keras.


Setelah mendengar itu, Xin Bai memperhatikan luka di kaki Xin Qian, dan dia merasa sedikit tertekan. "Ternyata seperti itu. Qian, jika paman kelima masih mendengar para wanita itu bergosip tentang mu, paman pasti akan membantu mu menjelaskannya."


Xin Qian tersenyum, "Tidak, Paman kelima, biarkan mereka mengatakan apa yang mereka inginkan, dan kita tidak perlu menjelaskan. Terkadang apa yang mereka inginkan bukanlah kebenaran, tetapi hanya untuk kesenangan menyindir orang lain. Aku tidak perlu peduli pada mereka."


Xin Bai mengangguk, merasa bahwa apa yang di katakan keponakannya ini masuk akal. Bahkan, saat rumor buruk itu muncul, bukan karena orang lain tidak tahu yang sebenarnya, hanya saja orang lain suka membicarakannya dan suka melebih-lebihkan. Sehingga pada akhirnya rumor itu menjadi fakta!


Xin Qian memandang punggung paman kelimanya yang tinggi dan bercanda, "Paman kelima, kapan kamu akan membawakan ku calon bibi kelima?"


Tubuh Xin Bai terkejut, telinganya sedikit merah, "Ini masih terlalu dini, tidak perlu terburu-buru."


Xin Qian tersenyum dan berkata, "Apakah paman kelima sudah memiliki gadis yang di sukai? Jika begitu, paman bisa meminta nenek untuk mengusulkan pernikahan."


Xin Bai menghela nafas, menggelengkan kepalanya dan berkata, "Tidak ada..."


Jawaban Xin Bai sangat telat, dan Xin Qian bisa melihat bahwa paman kelimanya berbohong. Dia tidak bertanya terlalu banyak, semua orang punya urusannya sendiri.


Karena cedera kakinya, ketakutan Xin Qian adalah dia tidak bisa pergi ke Yangcheng untuk pengiriman selama beberapa hari. Jika dia tidak mengirimkan daging katak ke Sun Changquan selama beberapa hari, bisnis Sun Changquan akan terpengaruh.


Xin Qian meminta adiknya, Xin Yang, untuk menemukan Liu Lei. Dia tidak mencari orang lain karena tidak terlalu percaya. Dia hanya bisa mengandalkan Liu Lei.


Liu Lei mendengar permintaan Xin Qian dan setuju tanpa ragu. Menurut Liu Lei, membantunya untuk meembawakan barang hanyalah masalah sederhana, dan itu tidak terlalu merepotkan. Dia lebih takut Xin Qian terlalu memaksakan tubuhnya yang terluka.


"Terima kasih, Kakak Lei. Lalu, biarlah seperti ini, kakak Lei akan membantu ku mengirimkannya ke restoran Fulin setiap hari, dan aku akan memberikan 20% dari pendapatan itu pada mu." Ucap Xin Qian, dia malu harus menyusahkan orang lain untuk melakukan sesuatu.


Sebenarnya, 20% ini tidak terlalu kecil, tetapi karena dia meminta seseorang membantunya melakukan perjalanan, di tambah untuk menjaga rahasia, ini harus di lakukan. Selain itu, Liu Lei selalu dapat menangkap mangsa setiap hari, dan mengirimkannya ke Restoran Fulin. Jadi, itu satu tujuan.


Saat Liu Lei mendengar Xin Qian mengatakan itu, dia buru-buru menolak, "Qian, itu tidak perlu, ini hanya masalah sepele, jika kamu membayar ku saat aku membantu mu, aku merasa malu saat melakukannya"


Xin Qian melihat bahwa Liu Lei terlihat serius, dan tahu, bahkan jika dia bersikeras, Liu Lei tetap tidak akan menerimanya.


Jadi, Xin Qian menghela nafas, dan berkata, "Baiklah, Kakak Lei. Karena kamu tidak mengingi kannya, maka saat kamu kembali dari Yangcheng setelah mengantar barang. Bagaimana kalau makan siang di rumah bersama kami, kalau tidak aku lah yang akan merasa malu karena menyusahkan mu. "


Liu Lei berpikir sejenak dan mengangguk setuju. “Baiklah.”


zzzzz zzzzz zzzz zzzz zzzz zzz zzzz zzzz zzzz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗