Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 237



Kereta berhenti di halaman rumah Mulan, Xin Qian berkata kepada Mulan. "Kakak Mulan, kalau begitu aku akan kembali untuk memasak, kamu bisa datang ke rumah ku di sore hari untuk membantu.”


"Baik." Jawab Mulan.


Lagi pula, Xin Qian dan Mulan harus bersiap untuk membuak kedai makan besok pagi. Jadi, mereka berdua perlu menyelesaikan beberapa hal hari ini, seperti membungkus roti, membungkus roti, dan merebus sup tulang rusuk di malam hari. Kalau tidak, akan terlambat untuk menunggu sampai besok pagi.


Karena bisnis makanan itu, Xin Qian hanya punya waktu luang di siang hari, jadi dia berniat untuk tidur sebentar. Kalau tidak, dia khawatir besok akan kelelahan karena dia harus bagun jam jam tiga pagi.


Ketika Xin Qian kembali ke rumah, Xiao Chen sedang bermain di halaman rumah bersama dengan Xin Yang membawanya.


Melihat kedua anak itu bersenang-senang, Xin Qian juga tersenyum. Xiao Hei sudah tumbuh sedikit, jadi ketika Xiao Chen berlari, Xiao Hei mengikuti di belakangnya dengan patuh.


"Gukk ~" Xiao Hei itu tiba-tiba menoleh dan melihat ke arah Xin Qian.


Benar saja, hidung Xiao Hei itu jauj lebih sensitif, dia bisa mencium bau dan memdengar suara laangkah Xin Qian meski itu dari kejauhan.


Setelah Xiao Chen tahu bahwa Xin Qian datang, dia juga melihat ke arah Xin Qian. "Ibu ~"


“Ibu pulang~” Ucap Xin Qian. Kemudian, Xin Qian mulai meletakkan semua barang ke dalam rumahnya.


Setelah itu, Xin Qian sengaja meninggalkan beberapa mie, beras, minyak dan garam di atas kereta, dia berniat mengantarkan barang-barang ini ke tempat Sanfang. Setelah perpisahan Sanfang, Keluarga Xin tidak memberikan banyak makanan pokok ini pada Sanfang. Jadi, Xin Qian ingin membantu kedua orang tuanya dengan itu, Xin Qian juga membawa beberapa tulang rusuk untuk Ibunya, agar Ibunya bisa memasak sup untuk Sanfang.


"Xiao Chen, Ibu akan pergi ke rumah nenek dulu, dan ketika Ibu kembali dari nenek, ibu akan memasak untuk mu, oke?" Ucap Xin Qian.


“Ya, Ibu, tenang saja, Xiao Chen masih belum lapar!” Jawab Xiao Chen menyentuh perutnya dan tersenyum.


Xiao Chen mendapat banyak kue dari Mansion Pangeran Ketiga, jadi dia dan Xin Yang sudaj makan banyak kue di pagi hari. Anak-anak tidak memiliki banyak ***** makan, jadi mereka tidak akan lapar jika mereka makan terlalu banyak.


Ketika Xin Qian tiba di rumah Sanfang, Liang Jinqiao baru saja akan memasak.


Xin Wenhua dan Xin Tianan keduanya masih di ladang dan belum kembali. Dapur itu tidak besar atau kecil, hanya ada kompor di dalamnya, dan ada juga kayu bakar yang di ambil oleh Xin Wenhua dan Xin Tianan dari kaki gunung saat mereka membuka ladang itu. Pada zaman kuno, tidak seperti zaman modern, tidak ada gas, jadi untuk memasak mereka hanya bisa menggunakan jerami dan kayu bakar.


"Ibu, aku punya sesuatu untuk mu!" Ucap Xin Qian, dan mengeluarkan mie, beras, minyak, dan barang lainnya.


Melihat Xin Qian membawa barang-barang mahal ini lagi, Liang Jinqiao tampak sedikit malu. Jadi, dia menolak, "Qian’er, mengapa Kamu memberi Ibu begitu banyak hal? Kamu harus memakainya untuk dirimu sendiri, bawalah semua ini kembali. Ayah mu dan Ibu masih bisa bekerja dan mendukung diri kami sendiri."


"Ibu, kenapa kamu begitu sungkan pada ku? Ambillah Ibu, kalau aku tidak punya lebih, aku tidak akan mengirimkannya kepada mu." Ucap Xin Qian sambil tersenyum ringan.


"Tapi ini……" Liang Jinqiao masih ingin menolak, tetapi buru-buru di potong oleh Xin Qian.


"Oke, berhenti menolaknya Ibu, aku akan letakkan semuanya di sini," Ucap Xin Qian, dan meletakkannya langsung di dalam rumah.


Liang Jinqiao menghela nafas sedikit, merasa bahwa dia menyeret Xin Qian.


"Apa yang bisa Ibu bantu Qian’er? Jika ibu bisa membantu, Ibu pasti akan membantu." Liang Jinqiao malah sedikit bersemangat. Setelah semua, dia sudah sering mengambil barang-barang pemberian dari Xin Qian, jadi dia merasa menyesal karena tidak bisa membantunya.


Xin Qian memberitahu Ibunya tentang bisnis kedai makanan di Kota Yangcheng. Dia ingin Liang Jinqiao membantunya untuk membuat roti, wonton dan sejenisnya nanti. Ada banyak makanan ringam yang harus di buat, meski tidak terlalu sulit, tetapi mereka membutuhkan tenaga yang banyak. Xin Qian khawatir bahwa jika hanya dia dan Mulan, mereka berdua akan terlalu sibuk dan kelelahan.


Setelah Liang Jinqiao mendengarkannya, dia mengangguk tanpa ragu, dan berkata, "Qian’er, tentu saja Ibu akan pergi ke tempat mu untuk membantu, Ibu akan kesana setiap selesai makan siang."


"Oke Ibu, itu akan sangat membantu.” Ucap Xin Qian tersenyum.


Percakapan antara ibu dan putrinya itu juga di dengar oleh Li Cuiying, dan Li Cuiying melihat bahwa Xin Qian telah mengirim beberapa barang ke Sanfang. Li Cuiying tidak meyangka bahwa Xin Qian bisa membuka kedai makan di kota Yangcheng, dengan bisnis itu, Xin Qian pasti akan bisa menghasilkan banyak uang! Apakah gadis ini sungguh sangat mampu?


Tidak mungkin Li Cuiying tidak cemburu. Jadi, Li Cuiying melangkah maju, dan berkata dengan nada yang aneh, "Ipar ketiga, kamu sangat beruntung sekarang. Gadis Qian sudah sangat mampu, dan dia bahkan bisa memberi mu barang yang mahal. Dia bahkan bisa membuka kedak makan di Kota, kehidupan Sanfang pasti akan sangat baik di masa depan. "


“…” Liang Jinqiao tersenyum canggung, tidak tahu harus mengatakan apa.


Sedangkan Xin Qian, dia terlalu malas untuk berbicara dengan Li Cuiying. Beberapa orang terladang akan tidak bahagia jika melihat orang lain bisa hidup dengan baik dari dirinya. Khususnya di antara para istri, mereka takut ada orang yang lebih kaya daripada diri mereka sendiri.


Melihat Xin Qian dan Liang Jinqiao tidak meresponnya, Li Cuiying melanjutkan, "Gadis Qian, jika kedai makan mu kekurangan tenaga, biarkan Jinger ku ikut membantu. Lagi pula, dia tidak melakukan apa pun di rumah, biarkan dia membantu mu itu juga bagus.”


Xin Qian tidak akan percaya jika Li Cuiying akan menjadi sangat baik padanya! Li Cuiying ini pasti hanya ingin Xin Jing'er membantunya agar bisa mendapatkan uang. Setelah itu, Li Cuiying ini pasti akan meminta uang yang di hasilkan oleh Xin Jing'er! Yah, Li Cuiying ini tidak terlalu bodoh, dia masih bisa memikirkan ide seperti itu di kepalanya.


Xin Qian hanya menjawabnya dengan acuh tak acuh, "Tidak, terima kasih bibi kedua atas kebaikan mu. Kedak ku ini sangat kecil, jadi Aku tidak perlu begitu banyak orang untuk membantu ku."


"Aku berniat baik tapi idak di hargai! Hmph, maka lupakan saja itu!" Li Cuiying berkata dengan marah. Setelah itu, dia berbalik pergi dengan ekspresi cemberut.


Xin Qian menyeringai sinis melihat kepergian Li Cuiying yang kesal. Dia berpikir temperamen Li Cuiying ini benar-benar licik. Namun, Xin Qian bukan lah orang bodoh!


"Ibu, jika tidak ada lagi, maka aku akan pergi dulu. Aku harus pulang dan memasak untuk Xiao Chen. Jangan lupa, Ibu, kamu harus datang dan membantu ku memasak.” Ucap Xin Qian pamit pergi.


Liang Jinqiao mengangguk dan berkata, "Ibu mengerti, Qian’er hati-hati di jalan.”


"Baik!" jawab Xin Qian.


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗