Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 168



"Kamu..." Xin Ping'er di blokir oleh kata-kata Xin Qian dan tidak tahu harus berkata apa. Xin Pinger melotot marah. "Pokoknya, aku hanya ingin mengatakan itu kepada mu. Keluarga Xin telah membesarkan mu selama bertahun-tahun, jika kamu mau mengantarkan Xin Tianlong dan paman kelima besok, maka kamu harus membayar semua makanan yabg kau makan dari keluarga Xin selama ini!!”


Setelah Xin Ping'er menjatuhkan kata-kata itu, dia langsung berbalik pergi. Ketika dia datang, dia sangat agresif, tapi dia sangat takut oleh Xin Qian. Dia hanya ingin melarikan diri dengan cepat, agar tidak di pukul oleh Xin Qian. Jika tidak, bukankah wajahnya akan bengkak seperti Xin Hui?


Xin Qian melihat Xin Ping'er berlari lebih cepat dari kelinci, terlihat bodoh dan lucu. Saudara perempuannya ini sepertinya memiliki masalah dengan otaknya, dia lebih belum pernah melihat orang yang menjengkelkan seperti itu!


"Hahh! Bagaimana bisa Keluarga Xin memperlakukan mu seburuk ini ..." Bibi Liu menghela nafas, dan memandang ke arah Xin Qian dengan tertekan. Gadis Qian adalah anak yang baik, dia sudah hidup dengan sulit bertahun-tahun, tapi keluarga Xin tidak pernah membantunya saat itu. Gadis Qian akhirnya memiliki kehidupan yang lebih baik, tetapi orang-orang tak tahu malu dari keluarga Xin itu datang untuk mengganggunya dari waktu ke waktu.


"Gadis Qian, jika tidak bisa, kamu tidak perlu mengantar ku besok, jangan sampai kamu di marahi oleh nenek mu lagi." Bibi Liu memikirkan Xin Qian, jika itu tidak berhasil, dia akan membayar sejumlah uang untuk menyewa kereta sapai sepenuhnya.


"Tidak apa-apa. Jika ingin marah, biarkan saja mereka bicara sampai mulut mereka berbusa. Tapi, mereka tidak akan bisa memaksa ku. Bibi Liu, aku akan mengantar mu besok. Jangan khawatir.” Ucap Xin Qian


“Um ... baiklah, jika ada sesuatu, panggil saja Bibi, dan Bibi pasti akan membantu mu.” Ucap Bibi Liu, setelah itu dia pamit pergi.


Xin Qian menaruh keranjang sayuran yang di berikan oleh Bibi Liu ke dapur. Lalu dia mengeluarkan ember kotoran dari sudut.


Kata-kata Xin Pinger tadi, tentu saja jatuh di telinga Mo Lianfeng, dia ingin keluar membantu Xin Qian, tapi itu tidak mungkin, karena dia tidak boleh keluar dari rumah. Mo Lianfeng melihat ekspresi Xin Qian yang tenang dan tidak terpengaruh. Ada jejak kekejaman di mata Mo Lianfeng. Jika seseorang dari Keluarga Xin berani datang dan mengganggu Xin Qian, dia tidak bisa menjamin, apakah dia bisa menahan dirinya saat itu!


Melihat Xin Qian memegang ember kotoran, Mo Lianfeng bertanya dengan rasa ingin tahu, "Qian, apa yang kamu lakukan dengan itu?"


Xin Qian tersenyum malu-malu, dan berkata, "Aku akan melakukan sesuatu yang menghancurkan bumi nanti."


Xin Qian setengah bercanda, dia membawa ember pupuk dan berjalan menuju toilet di belakang rumahnya.


Mo Lianfeng memiliki tatapan yang tercengang. Dia tidak tahu apa yang di maksud oleh Xin Qian. Dia pun mengikuti dan berkata kepada Xin Qian, "Qian qian hal besar apa yang ingin kamu lakukan, biarkan aku membantu mu!"


Sudut mulut Xin Qian berkedut sedikit, dan dia dengan cepat berkata kepada Mo Lianfeng, "Tidak, Pangeran Mo, kamu bisa kembali ke rumah dan beristirahat. Ini sangat kotor, kau tidak akan tahan…”


"Tapi ..." Mo Lianfeng memandang ke arag Xin Qian dengan khawatir.


"Tapi apa?" tanya Xin Qian.


"Qian qian, aku ingin membantu mu. Jika kamu butuh bantuan, kamu harus memberitahu ku. Aku berhutang nyawa pada mu, dan aku sudah lama merepotkan mu sepanjang hari dan tidak melakukan apa-apa. Aku merasa sedikit menyesal… " Mata Mo Lianfeng tenggelam, sedikit rasa bersalah di matanya.


Xin Qian tersenyum dan menghiburnya, "Tidak apa-apa, Pangeran Mo, Kamu sedang terluka, jadi kau harus fokus memulihkan diri mu di rumah. Bagaimana bisa aku membiarkan tamu ku bekerja?”


Mo Lianfeng memandang Xin Qian dengan khawatir, "Qian qian, apakah kamu benar-benar tidak perlu bantuan ku?”


"Tidak apa-apa, aku tidak lelah. Tapi, karena aaku tidak bisa membantu mu, aku bisa melihat mu, kan?" Ucap Mo Lianfeng.


"Um..." Xin Qian berkedut, Mo Lianfeng ini benar-benar sulit untuk di singkirkan.


Mo Lianfeng mengangkat alisnya dan bertanya. "Ada apa, Qian Qian? Apakah Aku menghalangi mu?"


“Tidak masalah jika kami ingin melihat. Tapi, Pangeran Mo, kau mungkin akan merasa jijik pada apa yang aku lakukan nanti.” Melihat bahwa tidak ada cara untuk membujuk Mo Lianfeng pergi, jadi Xin Qian meminta Mo Lianfeng untuk mempersiapkan dirinya secara psikologis terlebih dahulu.


“Tidak apa-apa, Qian Qian. Lakukan saja apa pun yang kau inginkan.” Mo Lianfeng berpikir bahwa ia sudab sering melihat banyak adegan besar. Jadi, dia mentalnya sangat stabil. Lagipula, apa yang bisa dilakukan Xin Qian, sampai bertingkah seperti ini?


Xin Qian tersenyum kecut, "Kalau begitu... baiklah ..."


Mo Lianfeng mundur ke samping dan berdiri, diam-diam melihat apa yang di lakukan oleh Xin Qian. Dia melihat Xin Qian memegang sekop kebun di tangannya, kemudia Xin Qian mengambil semua kotoran di lubang toilet dan memasukkannya ke dalam ember pupuk. Saat Xin Qian menuang kotoran ke dalam ember, bau busuk keluar! Mo Lianfeng hampir muntah karena bau yang menjijikkan. Dia langsung menutupi mulutnya, dan hidungnya, lalu memandang ke arah Xin Qian dengan linglung…


Xin Qian berkata dengan nada bercanda, "Pangeran Mo, aku sudah bilang kamu mungkin tidak bisa menerimanya. Lihat? Kamu jadi seperti ini sekarang. Lebih baik kamu kembali ke rumah dan istirahat, aku baik-baik saja sendirian."


Mo Lianfeng merasa sangat mual, tapi dia berusaha untuk tidak muntah, dia melambaikan tangannua ada Xin Qian, dan berkata,"Tidak apa-apa. Aku baik-baik saja!"


Xin Qian bertanya lagi dengan ragu. "Pangeran Mo, yakin kamu benar-benar tidak apa-apa? Jangan memaksakan diri mu.”


“Aku tidak apa-apa.” Ucap Mo Lianfeng. Bukankah itu hanya kotoran? Itu keluar dari perut mereka setiap hari! Mo Lianfeng menutup hidungnya, tapi tetap tidak berniat pergi.


"Oh, kalau begitu aku akan melanjutkan," Ucap Xin Qian, dan terus mengambil kotoran di dalam lubang toilet. Setelah mengsisi setengah ember kotoran, Xin Qian berhenti di sana.


Mp Lingfeng tidak bisa memahaminya sediki pun. Sebenarnya, untuk apa Xin Qian mengambil kotoran? Apa yang akan dia lakukan? Apakah dia ingin memupuk tanaman di kebun?


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗