Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 245



Liang Jinqiao masih sibuk di rumah, jadi Xin Qian tidak memanggil Liang Jinqiao untuk membantu lagi. Dia pulang ke rumah, dan melakukan setengah dari tugas memasak sendirian. Ketika Mulan yang datang di sore hari, menyelesaikan sisanya.


Saat Mulan melihat Xin Qian sedang memotong ikan, Mulan datang dan berjongkok di sebelah Xin Qian, lalu berkata dengan Xin Qian sedikit malu-malu, "Xin Qian, apakah Kamu akan memakan gelembung ikan ini?"


"Tidak kakak Mulan, aku baru saja akan meembuangnya. Ada apa?" Tanya Xin Qian. Dia tidak suka makan gelembung ikan, tetapi beberapa orang menyukainya.


"Kalau begitu berikan pada ku..." Suara Mulan sedikit merendah, bahkan dia terlihat malu.


"Kakak Mulan, untuk apa kamu menginginkan ini? Jika kamu ingin makan ikan, aku akan memotong setengahnya untuk mu dan kamu bisa membawanya kembali untuk di makan."


Mulan melambaikan tangannya dengan cepat, lalu berkata, "Tidak, Xin Qian, aku memintanuabukan untuk makan, aku menggunakannya untuk itu..."


Xin Qian tidak paham apa maksud Mulan,, jadi dia bertanya lagi, "Itu? Yang mana?"


Semakin banyak Xin Qian bertanya, Mulan semakin pemalu. Mulan berpikir sejenak, tetapi dia berkata juga pada akhirnya, "Xin Qian, itu! Masalah antara pria dan wanita!"


Xin Qian juga melahirkan seorang anak, dia pasti mengalami hal semacam itu, jadi Mulan langsung mengatakannya. Jika dengan gadis yang belum menikah, topik ini tidak mudah untuk di bahas. Lagipula, tidak mudah untuk membicarakan urusan pria dan wanita, Mulan masih sangat pemalu. Dia belum pernah membicarakan topik ini dengan wanita lain sebelumnya, dan Xin Qian bisa di katakan sebagai yang pertama.


"Um..." Xin Qian masih sedikit tidak yakin. Apa hubungan antara pria dan wanita dengan gelembung ikan ini? "Kakak Mulan... aku masih tidak mengerti, apa yang kamu lakukan dengan gelembung ikan ini."


“Kau… tidak tahu?” Mulan semakin tersipu dan mulai menjelaskan kepada Xin Qian.


“……” Setelah penjelasan panjang Mulan, Xin Qian mengerti apa yang sedang terjadi.


Orang-orang di zaman kuno tidak memiliki alat kontrasepsi, tidak seperti era modern yang memiliki obat-obatan dan kond*m, semua itu tidak ada di zaman kuno. Jadi, ketika kau tidak ingin memiliki bayi, kau hanya dapat menggunakan beberapa langkah kuno untuk mencegah kehamilan, dan gelembung ikan ini adalah salah satunya.


Xin Qian juga tersipu setelah mendengar hal itu dari Mulan. Faktanya, dia adalah wanita dari di abad ke-21, dan dia tidak pernah mengalami hal apa pun antara pria dan wanita. Segera setelah dia melakukan bertransmigrasi ke tubuh ini, dia aidah menjadi ibu dari seorang anak, kadi Xin Qian sendiri belum pernah mengalami hal semacam itu.


Mulan tersipu dan berkata, "Aku sudah memiliki tiga anak dalam keluarga. Itu sudah cukup. Jika bertambah lagi, aku takut, aku tidak punya energi untuk merawatnya, keluarga ku kuga tidak saanggup merawat banyak anak, kau tahu kan bahwa kami baru berpisah, ekonomi kami masih belum stabil. Jadi, aku harus menggunakan kontrasepsi, yang terbaik adalah tidak hamil. Aman jika menggunakan gelembung ini. "


Xin Qian mengangguk malu-malu. "Kakak Mulan, silahkan gunakan saja itu Jika aku ada memasak ikan nanti, aku akan menyimpan gelembung ikan untuk mu."


Mulan juga menjawab dengan malu-malu, "Terima kasih, Xin Qian."


"Sama-sama." Jawab Xin Qian. Kedua wanita itu memerah ketika mereka berbicara tentang topik ini.


Mulan bangkit dan mengucapkan selamat tinggal, "Xin Qian, maka aku akan kembali dulu."


Xin Qian mengangguk, "Baiklah kakak Mulan, sampai jumpa besok."


Mengetahui bahwa Mulan sudah berjalan pergi, Xin Qian juga membayangkan gambar yang agak kotor. Kakak Mulan telah bekerja sangat keras di siang hari, jadi bukankah itu melelahkan untuk bermain ranjang di malam hari? Namun, orang dewasa pasti akan memiliki kebutuhan ini, terutama mereka yang telah merasakan cinta pria dan wanita….


Xin Qian tiba-tiba berpikir, jika dia menikahi Mo Lianfeng di masa depan, apakah dia harus melakukan hal-hal kotor seperti itu setiap hari? Apakah itu sama dengan Mulan? Apakah dia harus menggunakan gelembung ikan untuk kontrasepsi?!


“Ibu, kenapa wajah mu begitu merah!” Xiao Chen tiba-tiba berlari mendekat dan bertanya dengan suara lembut.


"Uh... ini ..." Xin Qian terkejut karena Xiao Chen tiba-tiba berlari ke arahnya.


“Ibu, muka mu panas sekali, Ibu sakit?” Alis kecil Xiao Chen berkerut dengan khawatir, wajahnya terlihat serius.


"Ibu benar-benar baik-baik saja!" Xin Qian tersenyum dan terhibur. Melihat putranya peduli padanya, dia sangat tersentuh.


Xiao Chen bersikeras, "Tidak Ibu, Xiao Chen berjanji kepada Ayah bahwa Xiao Chen akan merawat Ibu dengan baik ketika dia pergi. Jika Ayah tahu Ibu sakit seperti ini, Ayah pasti akan merasa tertekan!"


“….” Melihat penampilan serius Xiao Chen, Xin Qian merasa hangat di hatinya. Sejak kapan putranya mulai berkolusi dengan Mo Lianfeng? "Tapi, Ibu benar-benar baik-baik saja, ini karena cuaca yang semakin panas. Jika Xiao Chen tidak percaya pada Ibu, silakan periksa dahi Ibu untuk memastikan bahwa Ibu tidak sedang demam."


Xiao Chen masih mengerutkan keningnya, tapi akhirnya dia mengangguk dan berkata, "Kalau begitu baiklah Ibu..."


Untungnya, ada produk kecantikan alami di rumah. Xin Qian mengeluarkan botol madu di lemari dan mulai mengoleskan madu ke wajahnya, lalu berbaring dan menunggu.


“Ibu, mengapa kamu menaruh madu di wajah mu?” Tanya Xiao Chen memiringkan kepalanya karena penasaran.


"Ibu bisa menjadi lebih cantik seperti ini." Ucap Xin Qian.


“Hmm, tapi Ibu sudah cantik sejak awal, dan jika Ibu menjadi lebih cantik, Ibu akan menjadi peri,” Xiao Chen berkata dengan suara lembut dan tulus.


“Haha Ibu baru tahu kalau mulut mu semanis madu.” Xin Qian tertawa kecil. Kapan anak ini begitu pintar memuji? Mungkin saja di mata anak itu, ibunya adalah orang yang paling cantik?


Setelah menerapkannya selama lima belas menit, Xin Qian mencucinya dengan air. Kemudian, dia menyentuh wajahnya dengan tangan, dan kulitnya terasa terasa jauh lebih kencang. Sebaiknya dia tidur lebih awal untuk mencegah lingkaran hitam di bawah matanya.


Dini hari berikutnya…


Liang Jinqiao membawa Xin Ping’er ke rumah Xin Qian. Xin Ping’er tidak sendiri, dia datang di ikuti oleh Ma Xiaofeng yang memegang keranjang di tangannya, di dalam keranjang ada sayuran segar yang baru di petik dari kebun sayur. Sepertinya, Ma Xiaofeng akan menjualnya di Kota Yangcheng.


Xin Ping’er berkata kepada Xin Qian, "Xin Qian, Xiaofeng kebetulan pergi ke kota Yangcheng hari ini, mafi membawanya ke kereta bersama kita! Harganya enam koin tembaga hanya untuk bolak-balik naik kereta lembu jantan, jadi lebih baik membawanya bersama kita saja.."


Xin Qian mengerutkan keningnya dan memarahi Xin Ping’er karena terlalu bodoh. Apakah dia tidak tahu bahwa dia sedang di manfaatkan? Xin Pinger ini, tidak bisa kah juga memikirkan seberapa besar keledainya? Jika mereka bertiga membawa Xin Pinger dan Ma Xiaofeng, bukankah itu menjadi lima orang? Xiao Mao tidak akan bisa menahannya! Di tambah barang yang mereka bawa, bobotnya bisa di bayangkan!


“Xin Ping’er, Xiao Mao ku tidak bisa membawa orang lagi, jadi kamu harus pergi ke kereta sapi Paman Hu.” Ketika Xin Qian berkata, ia mengeluarkan enam koin tembaga dari lengan bajunya untuk ongkos pulang pergi Xin Pinger. Sedangkan untuk Ma Xiaofeng, dia tentu harus membayarnya sendiri.


Perkataan Xin Qian hanyalah penolakan tersamar untuk membawa Ma Xiaofeng ke Kota. Ma Xiaofeng sedikit malu, dan ekpresi di wajahnya tidak terlalu bagus. Awalnya, Ma Xiaofeng berpikir untuk menghemat uang enam koin tembaga itu, tetapi sekarang sepertinya dia tidak bisa menyimpannya!


Xin Ping’er mengerutkan bibirnya dan memandang ke arah Xiao Mao, keledai yang begitu besar tidak bisa membawa lima orang?


"Oke, Xin Pinger aku pergi saja..." Ucap Ma Xiaofeng, lalu pergi dengan enggan.


Xin Ping’er melihat Ma Xiaofeng terlihat kesal dan mulai meminta maaf, "Xiaofeng, aku minta maaf, aku tidak tahu akan seperti ini."


Ma Xiaofeng tidak merespons Xin Pinger, dan Xin Pinger tiba-tiba menjadi cemas. "Xiaofeng, aku benar-benar minta maaf, aku tidak berharap keledai Xin Qian benar-benar kecil."


"Xin Ping’er, mengapa kamu tidak bisa melakukan hal-hal yang kamu janjikan? Jangan membuat janji dengan orang lain jika kamu tidak bisa melakukannya! Lihat adik mu, apakah kamu mengatakan itu dengan sengaja? Itu membuat ku malu! Dia pasti berpikir bahwa aku ingin mengambil keuntungan dari mu! "


"Tidak tidak Tidak!" Xin Ping’er buru-buru melambaikan tangannya, "Xiaofeng, maafkan aku! Mungkin keledai itu saja yang tidak bisa menarik begitu banyak orang. Aku tidak berniat buruk. Ayo pergi ke kota Yangcheng bersama, aku akan mentraktir mu makan sarapan di kedai!”


Ketika Xin Ping’er mengatakan itu, kemarahan di wajah Ma Xiaofeng menghilang sedikit. "Baiklah... tapi Xin Ping’er, aku benar-benar tidak ingin mengambil keuntungan dari mu!"


"Aku tahu, Xiaofeng, bagaimana bisa aku tidak tahu siapa Kamu? Kapan Kamu memanfaatkan ku!" Ucal Xin Ping’er.


“Huh!” Ma Xiaofeng mendengus dengan ringan.


"Ayo, Xiaofeng, mari kita pergi dengan kereta lembu jantan." Ucap Xin Pinger.


"Baiklah.” Jawab Ma Xiaofeng.


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗