
Rumahnya yang berisik mulai kembali tenang. Xin Qian menghela nafas lega, dia merasa sangat terganggu oleh masalah besar setiap hari, kapan dia bisa hidup tenang?
"Huhh ~" Xin Qian menghela nafas dan mulai memindahkan barang-barang ke rumah.
Mo Lianfeng buru-buru melangkah maju dan berkata, "Qian Qian, aku akan membantu mu. Kamu sudah cukup sibuk pagi ini, kau pasti lelah."
Xin Qian melirik pria jangkung ini. Apakah Mo Lianfeng merasa kasihan padanya?
"Oke, kalau begitu, tolong." Ucap Xin Qian.
"Tentu~” Mo Lianfeng memindahkan barang-barang di mobil dengan rapi,
Xin Qian tidak berharap Mo Lianfeng bisa melakukan pekerjaan kasar ini dengan baik.
"Qian Qian, di masa lalu, aku tidak di sisi mu dan membuat mu menderita. Dengan adanya aku di masa depan, aku tidak akan pernah membiarkan orang lain menggertak mu." Mo Lianfeng tidak hanya membuat janji ini kepada Xin Qian, tetapi juga pada dirinya sendiri.
"Hmm ..." jawab Xin Qian, meski dia tidak membutuhkan Mo Lianfeng untuk mengatakan ini, karena dia sudah tahu itu di dalam hatinya.
Setelah Xin Qian beristirahat sebentar, dia mulai bersiap untuk memasak, “Aku.. aku akan memasak dulu.”
Mo Lianfeng juga mengikutinya ke dapur untuk membantunya. "Qian Qian, bisakah kamu mengajari ku cara memasak?"
"Hah?” Xin Qian berpikir dia salah dengar barusan, apa yang di katakan pria ini? Dia ingin di ajari cara memasak?
"Kamu ingin belajar cara memasak?" tanya Xin Qian memastikan lagi.
"Ya ~" Mo Lianfeng mengangguk, dia menatap Xin Qian dengan mata lembut. "Qian Qian, saat aku telah belajar memasak, aku bisa memasak untuk mu. Sekarang aku sudah tahu cara membuat api, dan tidak akan lama bagi ku belajar memasak. Ketika saatnya tiba, Kamu dapat beristirahat dan Aku yang akan memasak. "
“…..” Xin Qian tidak bisa menggambarkan bagaimana perasaannya saat ini.
Untuk pria dengan status mulia seperti Mo Lianfeng, pasti akan lebih suka untuk di layani oleh orang lain, tetapi Mo Lianfeng justru berniat untuk melayani orang lain? Jika ada orang lain yang mengetahui hal ini, mereka mungkin akan menjatuhkan dagunya, bukan?
Xin Qian juga tahu, ketika seorang pria sangat mencintai seorang wanita, hal ini baru akan terjadi. Para pria di era ini pada dasarnya tidak pernah memasuki dapur. Karena mereka pikir memasak adalah sesuatu yang harus di lakukan oleh wanita. Bahkan, orang seperti Zhu Erhu yang memperlakukan Mulan dengan baik, dia tetap tidak pernah berpikir akan memasak untuk Mulan.
Melihat bahwa Xin Qian tidak mengatakan sepatah kata pun, Mo Lianfeng berpikir bahwa Xin Qian tidak setuju, jadi dia melanjutkan, "Qian Qian, ajari aku saja, aku berjanji akan segera belajar."
Xin Qian merasa terhibur oleh Mo Lianfeng, jadi dia bertanya,"Apakah Kamu yakin ingin belajar memasak? Bukankah itu akan mengotori pakaian mu yang mahal?"
"Aku yang memintanya." Mo Lianfeng mengangguk dengan mata penuh tekad.
"Baiklah. Jika kamu telah berhasil belajar cara memasak, aku mungkin akan sering menyerahkannya kepada mu di masa depan. Jadi, Apakah kamu masih ingin mempelajarinya sekarang?" Tanya Xin Qian menggodanya.
Mo Lianfeng masih setuju tanpa ragu-ragu. Dan berkata, "Tentu saja! Qian Qian, jika kamu tidak suka memasak, maka kamu tidak harus melakukannya di masa depan. Serahkan ini pada ku, dan aku akan memasak untuk mu dan Xiao Chen seumur hidup ku.”
Xin Qian tersenyum bahagia di sudut mulutnya dan berkata sambil tertawa kecil, "Haha, bagus, maka aku akan mengajari mu, dan aku akan memberi mu pekerjaan memasak di masa depan. Mulai sekarang, kamu akan menjadi ibu rumah tangga!"
Mo Lianfeng tiba-tiba tidak bisa mengerti apa yang di maksud Xin Qja . Dia bertanya dengan curiga, "Qian Qian, apa itu ibu rumah tangga?"
Xin Qian bingung untuk menjelaskannya, jadi dia tersenyum dan berkata, "Aku akan bertanggung jawab untuk menghasilkan uang dan mendukung keluarga di masa depan. Kamu akan bertanggung jawab atas melayani ku, dan Kamu juga akan mengurus pekerjaan rumah. Intinya, kamu adalah istri kecil ku.”
Mo Lianfeng tersenyum canggung ketika Xin Qian mengatakan demikian. "Qian Qian... aku pria dewasa ah, bagaimana bisa aku menjadi istri kecil?”
"Istri kecil itu tidak berarti wanita, tetapi memainkan peran wanita dalam keluarga." Ucap Xin Qian tersenyum.
"Yah... tidak apa-apa, tapi kamu tidak bisa membiarkan orang lain tahu tentang ini, hanya kita yang tahu." Ucap Mo Lianfeng malu-malu.
Ketika keduanya berada di dapur, Xin Qian mulai mengajari Mo Lianfeng cara memasak. Mo Lianfeng adalah orang yang cepat belajar, jadi setelah Xin Qian memeragakannya beberapa kali, ia juga duduk dengan taat dan mengikuti.
Xin Qian tidak tahu apakah itu karena Mo Lianfeng telah berlatih seni bela diri untuk waktu yang lama, kemampuannya menggunakan pisau lebih baik daripada Xin Qian saat memotong sayuran. Keahlian pisaunya sungguh luar biasa!
Makanan yang di siapkan oleh dua orang bersama, itu terasa sangat manis. Xin Qian, Mo Lianfeng, dan Xiao Chen pun makan dengan hati yang bahagia bersama, seperti sebuah keluarga.
Setelah makan siang, Mo Lianfeng akan pergi ke kaki gunung lagi. Jadi, dia pamit dengan Xin Qian, "Qian Qian, aku mungkin tidak bisa kembali untuk makan malam hari ini. Ada banyak hal yang harus di urus di sana, dan aku harus menanganinya."
Xin Qian mengangguk dan berkata, "Tidak apa-apa, pergilah jika kamu sibuk dengan bisnis mu, aku akan membawakan mu makan malam nanti.”
"Tapi, bukankah itu akan merepotkan mu?” Ucap Mo Lianfeng merasa khawatir.
"Tidak ada masalah.” Ucap Xin Qian seraya tersenyum ringan.
"Baiklah, Qian Qian, maka aku akan menunggu makanan mu." Ucap Mo Lianfeng tersenyum hangat.
Xin Qian mengangguk dan berkata,"Oke. Aku akan kesana setelah memasaknya.”
Pada sore hari, Liang Jinqiao datang untuk membantu, Xin Qian juga berbicara pada Ibunya tentang menempatkan bibi keempatnya dan Bibi Liu untuk memasak di penambangan.
Liang Jinqiao setuju, lagipula hal ini adalah kesempatan yang baik. Jika dia tidak membantu Xin Qian membuka kedainya, dia juga ingin pergi.
"Ibu, aku ingin membangun rumah yang besar. Jadi, Kamu dan Ayah juga bisa pindah bersama ku di masa depan." Ucap Xin Qian.
Mendengar kata-kata Xin Qian tentang membangun rumah, Liang Jinqiao tahu bahwa pasti aka ada hari seperti itu, tetapi dia tidak berharap itu terjadi begitu cepat.
Jadi Liang Jinqiao bertanya, "Xin Qian, apakah Kamu punya cukup uang? Jika Kamu membangun rumah besar, Kamu harus memiliki belasa perak atau bahkan puluhan kojn perak untuk rumah besar. Jika membangun rumah bata biayanya bahkan lebih besar.”
Xin Qian tidak khawatir tentang uang, tidak peduli seberapa mahal itu, itu tidak akan melebihi seratus koin perak. Mo Lianfeng langsung memberikan dua ratus koin perak kali ini, selain membangun rumah, dia juga bisa membeli beberapa perabot yang baru.
"Ibu, tidak apa-apa. Mari kita membangun rumah bata. Kali ini kita akan membangun yang lebih besar dari yang ada di desa. Setiap orang di keluarga kita akan memiliki kamar pribadi untuk tinggal. Lalu, Xin Tianan juga telah tumbuh dewasa, sudah waktunya baginya untuk menikahi seorang Istri, dan melahirkan anak-anak. Jadi, rumah kecil Sanfang tidak akan cukup, lebih baik membangun selusin kamar dan membuat halaman besar. " Ucap Xin Qian.
"Xin Qian, apa yang kamu pikirkan benar-benar jangka panjang. Jika kamu membangun rumah bata sebesar itu, di perkirakan biayanya tidak akan cukup puluhan perak, mungkin kamu akan membutuhkan ratusan perak!” Ucap Liang Jinqiao. Dia tahu bahwa bisnis Xin Qian cukup lancar, tetapi itu baru saja di mulai, jadi tidak mungkin Xin Qian bisa memiliki uang sebanyak itu.
"Ibu, kamu tidak perlu khawatir tentang uang, aku sudah memilikinya di sini." Ucap Xin Qian tersenyum.
"Benarkah?” Tanya Liang Jinqiao.
“Tentu saja. Percayalah pada ku.” Ucap Xin Qian.
“Itu bagus, maka aku akan kembali dan berbicara tentang ini dengan Ayah mu, kita harus membeli tanah terlebih dahulu untuk membangun rumah besar." Ucap Liang Jinqiao.
Xin Qian mengangguk sebagai jawaban. Dia tidak tahu banyak tentang membangun rumah, jadi dia harus menyerahkannya kepada ayah dan ibunya. Xin Qian tahu bahwa dengan bantuan ayah dan ibunya, hal-hal ini dapat di selesaikan lebih cepat. Meskipun temperamen Xin Wenhua sedikit lemah, dia tetap seorang Ayah yang kompeten, dan sifatnya juga baik-baik saja.
zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz
Jangan Lupa yah teman-teman!!
Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊
See you in the next chapter ya readers🤗