
“Xin Qian, keluar!” Seorang sipir penjara datang dan berkata kepada Xin Qian.
Xin Qian sedikit penasaran, dia baru tinggal di sini selama dua jam, apakah mereka akan melepaskannya begitu cepat? Seharusnya, dia belum boleh keluar sekarang. Menurut hukum, itu tidak boleh terjadi. Jadi, apa yang sebenarnya terjadi di sini?
“Cepat keluar, apa yang kamu lakukan dengan linglung?!” Si sipir mendesak lagi.
"Ba.. baiklah," jawab Xin Qian buru-buru keluar.
Setelah keluar dari sel, Xin Qian mengikuti sipir itu pergi. Dia tidak tahu ke mana sipir ini akan membawanya. Apakah dia akan menderita hukuman kuno, seperti di film drama kolosal?? Apa mereka akan memukulinya sampai mati?
Xin Qian telah menonton banyak drama kolosal di TV maupun online, jadi dia memiliki pemahaman tentang beberapa hukuman kuno. Segera otaknya penuh dengan gambaran mengerikan yang ada di drama kolosal, itu membuat kakinya gemetaran tanpa sadar. Selain itu, setelah dua jam berdiri di dalam sel, kaki Xin Qian sudah mati rasa dan lemah, saat ini dia bahkan kesulitan berjalan sendiri….
"Saudara... Bisakah Kamu memberi tahu ku, apa yang aku lakukan?" Tanya Xin Qian, suaranya sedikit bergetar.
“Apa yang kamu takutkan?” sipir penjara itu mendengar suara gemetar Xin Qian, dan membalasnya dengan tersenyum.
Xin Qian melirik dan berkata, "Saudara, bagaiman bisa aku tidak akut? Aku sedang menunggu untuk di interogasi oleh petugas, aku tidak tahu apa yang akan mereka gunakan untuk membuka mulut ku, bisa saja mereka akan menggunakan besi panas untuk membakar tubuh ku, atau mereka akan mencambuk ku, atau mungkin mereka akan menjepit dua kaki ku dengan tongkat kayu ... "
Xin Qian mengatakan semua metode hukuman yang bisa dia pikirkan, dan semakin dia memikirkannya, dia menjadi lebih takut! Cara orang kuno menginterogasi itu pasti lebih menyakitkan dari pada mati! Itu sebabnya, Xin Qian tidak bisa menahan dirinya dan menggigil saat dia memikirkannya! Dia juga manusia yang normal, dan dia juga punya banyak hal yang perlu di takuti.
Ketika sipir penjara melihat Xin Qian berceloteh, dia tersenyum, "Gadis kecil, aku pikir kamu terlalu berpikir berlebihan.”
"Um? Aku terlalu banyak berpikir? Bukankah itu cara kalian untuk menyiksa orang-orang di penjara?" Tanya Xin Qian bingung.
Sipir Penjara itu menyeringai dan berkata, "Hukuman di penjara kami jauh lebih menakutkan dari pada yang Kamu katakan!"
"Hah??!!" Xin Qian menjadi lebih takut ketika dia mendengarnya. Bahkan dia merasa bahwa jantung sudah berdegub kencang dan keringat dingin menetes di keningnya.
Melihat wajah Xin Qian menjadi pucat karena ketakutan, sipir penjara itu dengan cepat menjelaskan, "Siapa yang memberitahu mu bahwa kamu akan di hukum saat proses interogasi berlangsung?"
"Bukankah memang seperti itu??" Ucap Xin Qian menatap sang Sipir di depannya.
"Tidak. Gadis, kamu beruntung, kamu bisa keluar!" Ucap Sipir penjara itu.
Xin Qian bertanya dengan ragu, "Saudara ku, mengapa kamu membiarkan akuku pergi? Apakah aku terbukti tidak bersalah?"
Sipir Penjara itu telah bekerja menjadi penjaga tahanan selama bertahun-tahun, dan dia belum pernah melihat wanita seperti Xin Qian yang terus bertanya padanya. Anehnya, hal itu sama sekali tidak mengganggunya, sebaliknya, dia merasa bahwa Xin Qian sangat menarik.
Sipir penjara itu menggelengkan kepalanya dan berkata, "Tidak. Hanya saja, Pangeran Ketiga menyelamatkan mu, jadi kamu tidak perlu tinggal di penjara malam ini."
Xin Qian tertegun ketika dia mendengar jawaban sipir, “Pangeran ketiga??”
“Kau tidak mengenalnya? Dia adalah Yang Mulia Pangeran ketiga dari Kerajaa Zhou kita, namanya Mo Lianfeng.” Jawab sipir Penjara.
Mo Lianfeng? Xin Qian tidak menyangka bahwa Pangeran ketiga itu adalah Mo Lianfeng. Lagipula, selama ini dia tidak tahu identitas Mo Lianfeng. Xin Qian tidak menyangka bahwa pria itu kembali ke Kota Yangcheng begitu cepat, dia bahkan bergegas menyelamatkannya begitu cepat!
"Tapi Saudara, bukankah kasus ini masih belum jelas? Bisakah aku keluar seperti ini?" tanya Xin Qian bingung.
Sipir penjara merasa Xin Qian ini memiliki banyak kekhawatiran di hatinya, tetapi dia masih dengan sabar menjelaskan, "Apa status Pangeran ketiga itu? Bagaimana mungkin pemerintah tidak memberi muka padanya? Tetapi kasus mu masih harus di dakwa, jadi Pangeran berjanji akan mengantar mu ke pengadilan pada hari persidangan."
Tujuan dari penahanan terdakwa dari pemerintah adalah untuk mencegah tahanan melarikan diri, jadi saat pengadilan di lakukan, mereka dapat menjamin bahwa para terdakwa akan berada di sana selama persidangan. Jadi, tidak masalah apakah para terdakwa itu berada di sel atau di Mansion Pangeran.
Sipir Penjara itu memandang Xin Qian beberapa kali lagi, dan berkata, "Gadis, Aku tidak berharap kamu memiliki hubungan dengan Pangeran ketiga. Sungguh menakjubkan."
Xin Qian tersenyum canggung, lalu berkata, "Kebetulan aku sempat memberikan bantuan kecil untuk Pangeran ketiga. Itu sebabnya, dia membantu ku kali ini. Bisa di bilang ini adalah hutang budi."
"Ternyata begutu. Kalau begitu cepatlah jalannya, jangan biarkan Pangeran ketiga menunggu lama!" Ucap Sipir Penjara.
"Baiklah," Jawab Xin Qian mengangguk. Ketika dia berpikir untuk mempercepat langkah kakinya, sayangnya kedua kakinya masih mati rasa, dan rasa sakitnya sangat mengerikan sekarang.
"Ab ~" Xin Qian yang berjalan, tiba-tiba jatuh ke tanah.
Sipir Penjara itu buru-buru bertanya, "Gadis, apakah kamu baik-baik saja?"
Xin Qian menggelengkan kepalanya dan menampar kedua kakinya, "Tidak apa-apa, tapi kedua kaki ku ini tidak mau mendengarkan ku. Kaki ku mati rasa, jadi aku tidak bisa bergerak."
“Tapi kamu tidak bisa membiarkan Pangeran ketiga menunggu mu untuk waktu yang lama. Gadis, ayo, biarkan aku membantu mu berjalan!” Ucap sipir penjara, kemudian dia datang dan mulai memapah Xin Qian.
"Terima kasih saudara." Ucap Xin Qiam tersenyum ringa .
"Sama-sama," jawab sipir penjara itu. Sebenarnya, dia tidak pernah begitu sabar terhadap para tahanan, tetapi hari ini dia senang bisa bersikap baik kepada Xin Qian, di tambah Xin Qian adalah kenalan dari Pangeran ketiga, jadi dia harus sedikit sopan.
Sipir Penjara mengirim Xin Qian ke pintu penjara, dan di luar pintu berdiri Mo Lianfeng yang menunggu. Setelah Mo Lianfeng kembali ke Mansion Pangeran, dia mengenakan jubah sutra berwarna ungu, dan seluruh penampilan mulianya langsung kembal.
Penampilan mulia dan tampan dari Mo Lianfeng segera menarik perhatian Xin Qian. Pria ini benar-benar jahat! Penampilannya benar-benar bisa menghipnotis orang! Pakaian yang Mo Lianfeng kenakan di rumahnya sedikit compang-camping, dan Xin Qian merasa bahwa dia tetap tampan. Sekarang, Mo Lianfeng telah berganti pakaian baru, jadi ketampanan dan temperamen mulianya yang asli muncul lagi.
Benar saja, orang seperti Mo Lianfeng memang harus tinggal di Kota Yangcheng. Seorang lelaki yang tak tertandingi dan cantik seperti Mo Lianfeng, tidak layak bersarang di gubuk jerami yang hancur.
Ketika Mo Lianfeng melihat Xin Qian, ekspresinya sedikit bersemangat, tetapi ketika dia melihat sekilas lengan sipir yang menggandeng Xin Qian, matanya tiba-tiba menjadi gelap. Mo Lianfeng maju selangkah dan langsung mendorong sipir itu, menjauh dari Xin Qian.
“Bugh!” Sipir Penjara itu tidak tahu apa yang terjadi, dia terbaring di tanah dengan ekspresi bingung.
“….”Xin Qian juga terpana. Bagaimana bisa Mo Lianfeng menggertak orang lain tanpa sebab? Apa yang terjadi padanya?
Ketika Xin Qian dan sipir penjara, masih tidak mengerti apa yang terjadi…
Suara keras Mo Lianfeng terdengar, "Apa yang kamu lakukan pada Xin Qian? Apakah kamu menyalahgunakan kekuasaan mu? Apa kamu ingin di beri hukuman mati? Katakan!"
zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz
Jangan Lupa yah teman-teman!!
Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊
See you in the next chapter ya readers🤗