
Ketika beberapa orang kembali ke rumah, Xin Wenshui sedang duduk di halaman, dengan kaki yang dimiringkan, dan memikirkan apa yang terjadi tadi. Dia pergi ke rumah Qian Chunxiu lagi hari ini. Meskipun Qian Chunxiu mengatakan kepadanya untuk tidak datang di siang hari, tapi dia tidak bisa menahan hasratnya, jadi dia pergi kesana.
Xin Wenshui berkeliaran di depan rumah Qian Chunxiu dengan wajah tanpa malu, Qian Chunxiu takut terlihat oleh orang lain, jadi dia mau tak mau membiarkannya masuk. Pada saat itu, hanya putra bungsu Qian Chunxiu yang ada di rumah. Dia baru berusia tujuh tahun. Seorang anak yang seusia itu tidak mengerti apa-apa, jadi Qian Chunxiu tidak ragu membawa pria itu masuk.
Setelah Xin Wenshui selesai, dia langsung di usir oleh Qian Chunxiu.
"Hei Xin Wenshui, jika kamu berjanji pada ku, maka kamu harus melakukannya!" Qian Chunxiu mendesak sebelum Xin Wenshui pergi. Dua hari telah berlalu, dan tidak ada yang terjadi, sehingga Qian Chunxiu bertanya-tanya apakah ada manfaat untuknya mendekati Xin Wenshui
"Jangan khawatir, lain kali aku akan membawakan makanan enak untuk mu, tapi hal ini harus di lakukan perlahan, gadis Qian agak sulit." Ucap Xin Wenshui
"Hmph, jangan lupa apa yang kamu katakan tadi, kalau tidak jangan tidur di tempat tidur ku di masa depan!" Ucap Qian Chunxiu
"Hei! Aku tahu ~ Tapi mengapa kamu mau aku membayar mu? Bukankah kita sama-sama suka? Lagipula, aku pria yang tampan dan kuat kan?" Xin Wenshui tersenyum agak licik ketika dia berkata.
Qian Chunxiu memelototi Xin Wenshui, "Huh! Tampan? Omong kosong, itu tidak bisa mengenyangkan perut ku! Lalu, stamina mu tidak sekuat itu, kamu jauh lebih buruk daripada suami ku yang telah meninggal. Kamu bahkan tidak sepersepuluh dari dia. "
Xin Wenshui tersenyum masam, "Bagaimana mungkin kinerja ku bisa begitu buruk? Apakah seburuk yang Kamu katakan?"
"Hmph, kamu hanya menikmati dirimu sendiri dan keluar cepat! Itu hanya cukup menghibur dirimu sendiri, kurasa kamu belum melihat seperti apa stamina lelaki yang baik. Kamu bahkan tidak sampai sepertiga dari suamiku yang telah mati!" Qian Chunxiu mendengus pelan.
Setelah mendengar kata-kata Qian Chunxiu, Xin Wenshui menjadi bingung, apakah benar bahwa dia tidak pandai dalam hubungan intim? Hah… ini merupakan pukulan besar bagi pria.
Di rumah Keluarga Xin…
Li Cuiying bertanya begitu dia melihat Xin Wenshui datang, "Ayah Tianyu, ke mana kamu pergi? Aku belum melihat mu hampir sepanjang hari!"
Ketika ditanya oleh Li Cuiying, Xin Wenshui kembali sadar. Dia berkata dengan santai, "Tidak ada! Hanya saja aku merasa tidak nyaman, jadi aku pergi jalan-jalan! Setelah aku keluar untuk bersantai, aku merasa jauh lebih baik!"
Huo Chunhua memelototi Xin Wenshui, "Mengapa kamu merasa tidak nyaman, Aku pikir kamu hanya malas! Kamu tidak boleh makan daging harimau malam ini!"
Ketika dia mendengar daging harimau, mata Xin Wenshui bersinar, "Ibu, apa yang kamu bicarakan? Kita akan makan daging harimau malam ini? Dari mana daging harimau ini berasal!"
Li Cuiying menjelaskan, "Ini daging harimau yang di berikan oleh gadis Qian. Setelah Pangeran Ketiga turun dari gunung, dia membawa kembali seekor harimau dari gunung."
"Wow hebat, maka kita bisa makan dengan lezat malam ini. Kita belum pernah makan daging untuk waktu yang lama. Aku benar-benar menantikannya!" Ucap Xin Wenshui bersemangat.
Melihat penampilan Xin Wenshui yang tidak menjanjikan, Huo Chunhua merasa jengkel, "Aku tidak melihat mu membantu di ladang. Tapi, kau yang paling cepat jika datang untuk makan, Kamu sangat tidak berguna!"
Xin Wenshui tersenyum datar, "Ibu, bukankah ini normal? Siapa yang tidak mau makan daging. bukankah begitu?"
Huo Chunhua memandang ke arah Xin Wenshui, dan menjawab, "Kenapa Aku melahirkan seorang putra seperti mu!"
Di rumah Xin Qian…
Xin Qian mulai membersihkan daging harimau dan bersiap untuk memasak makan malam.
"Xin Qian, maka Ibu akan kembali dulu." Liang Jinqiao mengambil daging harimau dan berkata, "Kebetulan Xin Tianan lelah bekerja di pegunungan hari ini, jadi kami bisa makan daging untuk suplemen!"
Tentu saja, metode ini tidak di ketahui oleh orang-orang di jaman ini. Jadi, orang-orang di desa-desa ini memiliki pilihan selain menelangarkan tanah tandus itu.
Sayangnya, untuk mengambil tanah di desa adalah pekerjaan yang melelahkan. Xin Tianan masih muda, dan Liang Jinqiao merasa tertekan karena pemuda itu melakukan kerja keras. Daging harimau lebih bermanfaat daripada apa pun, lebih baik daripada makan daging babi. Setelah beberapa kali makan, maka Tianan pasti dapat menebus energi yang hilang.
"Hmm, ibu, hati-hatj di jalan!" Xin Qian mengangguk sebagai jawaban.
Liang Jinqiao mengambil keranjang dan meninggalkan rumah Xin Qian. Berat daging dua puluh kilogram itu cukup berat.
“Bibi, apakah perlu ku bantu untuk membawanya pulang untuk mu?” Mo Lianfeng dengan antusias menghampiri ke depan ke Liang Jinqiao.
Mana mungkin Liang Jinqiao berani menyusahkan Mo Lianfeng, jadi dia buru-buru melambaikan tangannya, "Tidak perlu, tidak perlu. Pangeran, aku akan membawanya sendiri."
"Baiklah kalau begitu… Bibi, pelan-pelan saja." Ucap Mo Lianfeng.
"Tidak apa-apa, tidak masalah." Jawab Liang Jinqiao.
Setelah Liang Jinqiao pergi, Mo Lianfeng tersenyum dan berkata kepada Xin Qian: "Qian Qian, mari kita memasak bersama!"
Xin Qian tidak menolak, "Oke!"
Sebelum keduanya memasuki dapur, Xin Qian meminta Liu Lei menunggu di luar dan makan malam bersama nanti.
Liu Lei agak canggung, tapi dia tidak bisa menolak, jadi dia setuju untuk makan bersama. Sambil menunggu, dia hanya bisa duduk di depan rumah Xin Qian.
Xin Qian dan Mo Lianfeng memasuki dapur. Mo Lianfeng bertanggung jawab untuk memotong sayuran dan daging. Keahlian memotongnya sangat cepat dan rapi. Daging harimau itu telah di otong olehnya dalam sekejap.
"Kamu, pendekar pedang, benar-benar hebat dalam hal ini." Xin Qian tidak bisa tidak memuji.
Mo Lianfeng memiringkan sudut mulutnya dan tersenyum, "Istri ku harus bangga dengan kekiatan ku.”
Xin Qian memelototi Mo Lianfeng dengan malu-malu, "Aku belum menikah denganmu! Tapi, kamu mulai memanggil ku Istri? Apa kamu tidak takut untuk membuat gosip?”
Mo Lianfeng berkata dengan acuh tak acuh, "Ada apa, Qian Qian, kamu adalah istriku. Jika kamu ingin, aku bisa menikah dengan mu sekarang juga."
“Oke, berhenti bicara yang aneh-aneh, ayo masak!” Xin Qian tidak ingin lagi terus bercanda dengan Mo Lianfeng. Lagipula, pria itu tidak bisa di kalahkan.
zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz
Jangan Lupa yah teman-teman!!
Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊
See you in the next chapter ya readers🤗