
Nada bicara Huo Chunhua tidak dapat di bantah. Liang Jinqiao tidak berbeda dengan orang biasa, melihat pakaian yang ternoda kotoran, dia juga merasa mual.
Xin Wenhua melihat rasa enggan di wajah Liang Jinqiao dan membantunya berkata, "Ibu… bagaimana bisa Jinqiao yang mencuci pakaian ini? Apa yang dilakukan Qian tidak ada hubungannya dengan ibunya..."
"Aku tidak peduli! Dia yang telah melahirkan jal*ng kecil Xin Qian, jadi dia harus mencucinya!” Ucap Huo Chunhua berteriak.
"Ibu, jika kamu mengatakan itu, aku juga ayah Qian, jadi apakah aku harus membantu mencucinya?" Ucap Xin Wenhua dengan alis yang berkerut.
"Apa? Kenapa seorang pria harus mencuci pakaian? Biarkan istri mu yang melakukannya! Itu tugasnya!” Ucap Huo Chunhua dengan kesal.
"Tapi……" Xin Wenhua memandang ke arah Liang Jinqiao dengan sedih, mengapa Ibunya begitu sering menggertak Qian’er dan Jinqiao? Jika bukan karena keluarga Xin yang memprovokasi Xin Qian, anak itu tidak akan datang dan menyerang.
"Nenek, Aku pikir, lebih baik jika nenek tidak membiarkan bibi ketiga yang mencucinya," Shen Pan'er berkata tiba-tiba.
Sikap Huo Chunhua terhadap Shen Pan'er cukup bagus, dan dia juga tahu bahwa Shen Pan'er tidak akan berbicara dengan santai, jadi karena dia mengatakan itu, pasti ada alasannya. Jadi Huo Chunhua bertanya dengan sabar, "Pan'er, kalau begitu katakan pada ku, mengapa kamu berkata bahwa aku tidak bisa meminta bibi ketiga mencucinya?"
"Nenek, jika sepupu Qian tahu bahwa kamu meminta ibunya untuk mencuci pakaian itu. Bagaimana jika dia datang untuk membalas nenek lagi? Saat itu terjadi, bukankah nenek akan sengsara karena bau busuk ini lagi?” Ucap Shen Pan’er.
Huo Chunhua mengerutkan kening saat dia mendengarnya, dia benar-benar khawatir tentang apa yang akan di katakan oleh Shen Pan'er. “Kau benar juga.”
Xin Baoshan juga berkata, "Yah, masalah ini tidak ada hubungannya dengan menantu ketiga, tentu saja bukan tugasnya untuk mencuci pakaian kalian. Jadi, cepat pergi bersihkan diri kalian sendiri."
Xin Baoshan adalah yang paling berwibawa dalam keluarga Xin, dan bahkan Huo Chunhua tidak bisa bicara banyak. Xin Hui berkata dengan cemberut, "Ayah, jika pakaian ini tidak di cuci oleh Sanfang, siapa yang akan mencucinya? Ini sangat menjijikkan, Aku tidak akan mencucinya!”
Xin Hui tidak peduli siapa yang akan mencuci pakaiannya. Akan tetapi pakaiannya harus di cuci, dia tidak ingin melakukannya sendiri!
Wanita-wanita lain di keluarga Xin bukanlah orang bodoh. Setelah mendengar apa yang di katakan oleh Xin Hui, mereka buru-buru berkata,
"Saudari, kamu tidak bisa membiarkan kami mencuci pakaian mu, kami juga jijik."
"Ya, itu terlihat menjijikkan. Bagaimana bisa kami yang mencucinya? Kami bisa melakukan pekerjaan rumah, tetapi kamu harus mencuci pakaian mu sendiri."
"Hei, adik Xin Hui, melihatnya saja sudah membuat ku mual, siapa yang mau menyeentuh pakaian mu? Aku akan membantu mu mencuci pakaian di masa depan. Tapi, tidak kali ini ..."
Saat Xin Hui mendengar itu, dia menatap semua kakak iparnya dengan marah. Satu demi satu, mereka takut dia akan mendorong masalah ini kepada mereka. Jika mereka tidak mau membantu, bukankah dia harus mencuci sendiri? Tidak mau!
Mengapa dia memakai pakaian mahal hari ini?? Jika saja dia hanya memakai pakaian biasa, dia pasti akan langsung membuangnya! Tapi, jika dia harus membuang gaun dan sepatu cantik ini! Hatinya akan sakit!!
Huo Chunhua menatap gadisnya dengan sedih, terutama ekspresi kesal Xin Hui yang membuat Huo Chunhua tidak nyaman. Huier adalah permatanya yang sangat berharga, jadi apa salahnya membelainya dalam kehidupan sehari-hari? Apa yang salah dengan tidak melakukan pekerjaan rumah? Karena mereka punya banyak wanita dalam keluarga, jadi putrinya secara alami tidak perlu ikut campur.
"Huier, tidak apa-apa! Ibu akan mencucinya untuk mu nanti!” Ucap Huo Chunhua.
Ketika Huo Chunhua mengatakan ini, wajah pahit Xin Hui akhirnya membaik. Tersenyum pada Huo Chunhua, "Ibu, terima kasih! Kamu sangat baik pada ku."
"Tentu saja, kamu adalah bayi perempuan ku. Ayo pergi, mari kita ganti baju kita. Aku sudah hampir mati!" Ucap Huo Chunhua.
"Wanita tua, pakaian Hui'er harus di cuci sendiri olehnya. Jangan membantunya. Kamu terlalu sering memanjakannya. Seorang gadis sebesar ini tapi tidak pernah melakukan apa-apa. Jija terus begini, Xin Hui tidak akan tahu apa-apa saat menikah nanti! Jika Kamu merusaknya seperti ini, dia pasti akan mempermalukan keluarga Xin!" Xin Baoshan berkata dengan tegas, dia menatap Xin Hui dengan mata tajam.
"Ayah ..." Xin Hui menggigit bibirnya dengan sedih.
"Pak tua, kenapa aku tidak bisa membantunya untuk mencuci? Huier ku pasti akan menikahi keluarga besar di masa depan. Pekerjaan kasar ini, pasti tidak akan di lakukan olehnya. Mengapa Huier harus melakukan pekerjaan kasar? " Ucap Huo Chunhua mempertahankan argumennya.
"Kamu pasti sedang bermimpi, kan? Pejabat mana yang mau menikah dengan gadis tua seperti Xin Hui? Jika dia bisa menikah saja, itu adalah keberuntungannya! Di usianya ini, kamu ingin dia menikah dengan keluarga kaya? Apa kau tidak ingat berapa umurnya?!! Hari ini, Xin Hui harus mencuci pakaiannya sendiri. Beberapa pekerjaan wanita, harus di ajarkan kepadanya! " Srtelah Xin Baoshan menjatuhkan kata-kata itu, dia langsung memasuki ruangan, tampaknya tidak ingin mengatakan lebih banyak kepada Huo Chunhua.
Para menantu perempuan di keluarga Xin itu sangat puas pada sikap Ayah mertua mereka, Xin Baoshan. Selama bertahun-tahun, ipar perempuan mereka, Xin Hui, selalu memerintah mereka sepanjang hari, tapi dia sama sekali tidak melakukan apa-apa! Hal itu, membuat mereka merasa sedikit tidak bahagia. Jadi, Mereka setuju dengan apa yang di katakan Xin Baoshan. Penampilan Xin Hui mungkin sedikit lebih cantik dari gadis desa lain, tapu pada usia ini, jika dia ingin menikahi keluarga kaya, itu tidak akan mungkin!
Tapi, Huo Chunhua selalu menganggap Xin Huinya sebagai harta, jadi dia berpikir bahwa Xin Hui pasti akan menjadi Nyonya dari keluarga kaya.
“Ibu, apa yang harus Aku lakukan?” Xin Hui bertanya dengan marah.
"Huier, kamu juga tahu sifat ayah mu, jadi kamu harus melakukan apa yang dia katakan, jangan sampai dia marah! Konsekuensinya akan serius!" Ucal Huo Chunhua mengingatkan.
Xin Hui masih cemberut dan berkata, "ibu……"
"Oke, oke, ayo kita mandi! Meski kita menggunakan beberapa ember air, itu tidak akan bersih! Anak pertama dan kedua, cepat ambil air untuk ku!" Huo Chunhua memerintahkan.
zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz
Jangan Lupa yah teman-teman!!
Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊
See you in the next chapter ya readers🤗