
Xin Qian dan Mo Lianfeng kembali ke Mansion bersama, sesampainya di Mansion, mereka melihat Nyonya tua Mo sedang bermain dengan Xiao Chen.
Melihat bahwa pakaian Xiao Chen memiliki tekstur yang terlalu buruk, Nyonya tua Mo sengaja meminta para pelayan di Mansion untuk membuat beberapa pakaian untuk Xiao Chen. Ada dua set pakaian untuk setiap musim yaitu di musim semi, musim panas, musim gugur dan musim dingin. Jadi, total pakaian yang di buat untuk Xiao Chen adalah delapan set, di buat dengan bahan yang halus dan terbaik. Pakaian itu baru saja selesai di buat dan di kirim hari ini, dan Nyonya tua Mo segera mengenakan pakaian itu pada Xiao Chen.
Begitu Xin Qian kembali, dia melihat Xiao Chen yang mengenakan setelan baru. Terlihat seperti seorang pangeran kecil. Xiao Chen terlihat sangat imut.
“Ibu!” Xiao Chen yang melihat Xin Qian datang, bergegas ke arah Xin Qian.
Xiao Chen memutari tubuh Xin Qian dua kali, dan berkata dengan suara yang manis, “Ibu! Apa Xiao Chen terlihat bagus dengan baju baru ini?? Ini adalah pemberian nenek khusus untuk Xiao Chen!”
"Tampan! Anak Ibu tentu saja tampan!" Xin Qian memuji anak kecil itu.
Dari awal, Xin Qian tahu bahwa Xiao Chen memiliki paras yang tampan, tefutama kulitnya sangat putih seperti susu itu. Sebenarnya, Xin Qian juga penasaran, siapa Ayah biologis Xiao Chen? Bagaimana penampilan pria itu, hingga bisa memiliki anak seimut Xiao Chen?
"Xiao Chen menyukainya, ibu, pakaian baru ini sangat nyaman. Sangat halus!" Ucap Xiao Chen tersenyum puas.
"Itu bagus jika kamu menyukainya!" Ucap Xin Qian tersenyum. Dia merasa bersalah karena tidak bisa memberikan pakaian yang layak untuk Xiao Chen.
Pakaian yang terbuat dari sutra jenis ini sangat halus, jadi sangat nyaman saat di kenakan di tubuh. Pakaian kain kasar yang dia beli tidak bisa di bandingkan, dengan sutra ini!
Nyonya tua Mo melangkah maju dan bertanya sambil tersenyum, "Apakah Kamu sudah mengurus urusan Gadis Qian?"
Mo Lianfeng mengangguk, lalu berkata, "Itu sudah selesai, nenek. Untungnya, tanpa masalah yang serius.”
“Kalau begitu, bagus. Tapi… itu berarti Gadis Xin Qian akan segera kembali bersama Xiao Chen kan? Nenek, masih belum puass bermain dengan Xiao Chen…” Nada bicara Nyonya tua Mo juga mengungkapkan keinginan yang kuat. Dia sangat menyukai Xiao Chen, bahkan dia memperlakukan Xiao Chen seperti cicitnya sendiri.
"Nenek, Xiao Chen dan Xin Qian sudah tinggal di Mansion kita selama berhari-hari, mengapa kamu mengatakan itu? Nenek tidak usah khawatir, sesekali aku akan membawa Xiao Chen ke kota untuk bermain dengan mu.” Ucap Mo Lianfeng menghibur.
“Benarkah? Nenek akan menantikannya." Ucap Nyonya tua Mo dengan senyum di wajahnya. Lalu, sorot matanya menuju ke arah Xin Qian, dan berkata, “Gadis Qian, bisakah aku membawa Xiao Chen ke kota sesekali? Aku sudah menganggapnya sebagai cicit ku sendiri.”
Xin Qian tersenyum dan berkata, “Tentu saja, aku akan menyambut Nyonya dengan ramah. Terima kasih sudah membiarkan kami tinggal beberapa hari ini di sini.”
“Bukan apa-apa. Kamu adalah oenyelamat cucu ku, Fenger, jadi ini harus ku lakukan.” Ucap Nyonya tua Mo.
Xin Qian tersenyum ringan dan berkata, "Nyonya tua itu terlalu sopan, aku hanya kebetulan membantu Pangeran Mo saat itu. Yah, karena masalahnya sudah teratasi, aku benar-benar harus kembali. Selama waktu ini, aku ingin berterima kasih kepada Nyonya tua itu karena telah merawat ku dan Xiao Chen."
"Qian Qian, apakah harus kembali sekarang?? Kenapa tidak...." Mo Lianfeng tertegun, menatap Xin Qian dengan enggan.
Ada senyum pahit di sudut mulut Xin Qian, dia tahu bahwa sikap baik Nyonya tua Mo padanya, hanya karena dia menyukai Xiao Chen. Jadi, lebih baik dia kembali ke desa saja.
“Terima kasih banyak karena telah membantu ku dalam masalah kali ini. Aku akan mengingatnya. Sekarang, aku harus kembali karena ada banyak hal yang ku tinggalkan di desa.” Ucap Xin Qian.
"Fenger, kamu tidak harus mengantar Xin Qian dan Xiao Chen secara pribadi. Kita bisa mengirim kusir kereta untuk mengantar mereka dengan hati-hati. Kamu baru saja kembali, dan tubuh mu masih terluka. Kamu juga sudah lama meninggalkan nenek mu ini sendirian di Mansion yang besar ini. Apalagi, Gadis Shuanger akan datang besok. Bersiaplah untuk menyambutnya, jangan terus bersembunyi dari Shuanger seperti sebelumnya. Berikan cicit pada ku secepat mungkin, kalau bisa lahirkan lah cicit seindah dan seimut Xiao Chen.” Ucap Nyonya tua Mo dengan wajah serius.
Nyonya tua Mo merasa bahwa tatapan cucunya pada Xin Qian itu adalah pandangan seorang kekasih yang penuh cinta. Dia tahu bahwa firasatnya itu tidak pernah salah. Jadi, lebih baik baginya, untuk segera memisahkan Mo Lianfeng dari Xin Qian. Dia bukannya membenci Xin Qian, dia menyukai karakter gadis itu yang sopan. Hanya saja, reputasi Xin Qian terlalu buruk, juga latar belakang keluarganya juga buruk… Jadi, dia harus menikahkan Mo Lianfeng secepatnya dengan Murong Shuang…
“ Tapi, nenek…” Mo Lianfeng ingin menolak,
Akan tetapi, saat Mo Lianfeng melihat wajah Nyonya tua Mo yang tegas, dia tahu bahwa tidak mungkin mengusulkan tentang hubungannya bersama Xin Qian saat ini. Mo Lianfeng takut Nyonya tua Mo tidak akan setuju, terutama dia tidak ingin Nyonya tua Mo menjadi waspada terhadap Xin Qian di masa depan.
“Huh… sepertinya dia harus membuat kesempatan itu sendiri, dan juga membuat neneknya untuk tidak menyukai Murong Shuang lagi.” Batin Mo Lianfeng
Sebenarnya, dulu sikap Mo Lianfeng pada Murong Shuang tidak sedingin sekarang. Sebelumnya, Mo Lianfeng sangat menyukai Murong Shuang, tapi hanya rasa suka sebagai adik perempuan, karena mereka tumbuh bersama.
Akan tetapi, rasa suka Mo Lianfeng langsung hancur, saat dia tahu bahwa Murong Shuang adalah orang yang membiusnya dengan afrodisiak tahun itu! Karena ulah Murong Shuang juga, Mo Lianfeng terpaksa kehilangan kesuciannya tiga tahun yang lalu… dia bahkan tidak ingat dengan siapa dia tidur saat itu…
Sampai saat ini, Mo Lianfeng bahkan tidak pernah memberitahukan masalah itu pada Nyonya tua Mo untuk menjaga kesehatannya. Tidak baik, bagi seorang wanita tua untuk mengalami syok seperti itu, apalagi Nyonua tua Mo sangat menyukai Murong Shuang…
"Pangeran Mo, dengarkan saja Nyonya tua itu, aku akan kembali untuk mengepak barang-barang ku terlebih dahulu, dan pergi bersama Xiao Chen." Ucap Xin Qian menimpali. Dia tahu bahwa suasananya mulai tegang di sini, Nyonya tua Mo pasti sengaja memisahkan dirinya dan Mo Lianfeng secepat mungkin…
Nyonya tua Mo mengangkat senyum di sudut mulutnya, dia berpikir bahwa Xin Qian masih tahu diri. Nyonya Tua Mo berkata, "Gadis Qian, aku akan mengirim kan seseorang kusir dalam sebagai pengemudi kereta nanti. Aku juga akan meminta pelayan ku untuk menyiapkan kue-kue lezat untuk Xiao Chen bawa pulang.”
“Terima kasih banyak Nyonya tua. Xiao Chen, ayo berterima kasih lah pada nenek.” Ucap Xin Qian seraya menepuk punggung anaknya.
Xiao Chen pun maju dan memeluk paha Nyonya tua Mo, menatap ke atas dengan mata besarnya, Xiao Chen berkata dengan imut, “Nenek, terima kasih untuk kue-kue lezat itu. Xiao Chen pasti akan merindukan nenek.”
“Itu bagus jika kau suka! Nenek pasti akan menjemput mu sesekali dan kita bisa bermain bersama lagi, oke?” Ucap Nyonua tua Mo tersenyum ramah dan mengelus kepala Xiao Chen. Dia sangat menyukai anak kecil yang imut ini!
“Okee~” Ucap Xiao Chen dengan suara yang bersemangat.
Hah~~~ Akhirnya, udah Chapter 200!!!
zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz
Jangan Lupa yah teman-teman!!
Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊
See you in the next chapter ya readers🤗