
Xin Qian merasa gerah karen panas di tubuhnya, tanpa sadar dia menarik kerah pakaiannya, ingin menghilangkan panas yang meningkat.
Tatapan mata Mo Lianfeng refleks mengikuti gerakan Xin Qian, dan melihat bahwa pakaian di dada Xin Qian sedikit longgar, karena tubuhnya tinggi, dia samar-samar bisa melihat gunung salju putih di dalamnya. Di dada Xin Qian, tanda lahir berbentuk kelopak bunga merah muncul.
Mo Lianfeng menatap dengan lekat, tapi pakaian Xin Qian masih menghalangi pandangannya untuk melihat tanda itu lebih jelas, jadi dia tidak bisa melihat semuanya. Dia tanpa sadar duduk dengan tegak, berusaha melihat ke dalam dengan jelas.
Mo Lianfeng merasa bahwa ada tanda lotus merah di dada Xin Qian. Jika itu benar, bukankah Xin Qian adalah gadis yang tidur dengannya malam itu?
"Oke, Pangeran Mo, luka mu telah selesai di balut, tapi jangan di gerakkan lagi. Aku juga akan hati-hati, agar tidak menyentuh mu. Jika berdarah lagi, itu akan serius," Ucap Xin Qian.
Setelah Xin Qian selesai berbicara, segera setelah dia mengangkat kepalanya, dia melihat bahwa mata Mo Lianfeng jatuh di dadanya. Dia menundukkan kepalanya dan menemukan bahwa pakaian di dadanya terlalu longgar, dan dia bisa melihat gunung putih miliknya sedikit terekspos!
Setelah tertegun kedua, Xin Qian buru-buru menutupi dadanya, dan kemudian memperbaiki pakaiannya.
"Pa... Pangeran Mo, di mana kamu melihat?" Ucap Xin Qian dengan wajah merah. Wajah Mo Lianfeng terlihat serius, apakah dia cabul?
"Aku..." Mo Lianfeng yang tertangkap, dengan cepat mengalihkan pandangannya. Ingin menjelaskan pada Xin Qian, tetapi bagaimana dia bisa menjelaskan? Dia tidak bisa mengatakan bahwa dia ingin melihat dengan jelas apa yang ada di dada Xin Qian, kan?
"Ehem~ Aku... aku tidak melihat apa pun." Mo Lianfeng awalnya ingin bertanya tentang tanda lahir di dada Xin Qian, tapi dia tidak bisa bertanya pada akhirnya.
Lagipula, pertanyaan seperti itu, bukankah Mo Lianfeng terdengar mengakui bahwa dia telah menatap dada Xin Qian? Tampaknya dia harus mencari kesempatan lain dan mengkonfirmasinya. Meskipun, ingatannya tentang malam itu sedikit tidak jelas, tapi dia yakin gadis itu memiliki tanda lahir bentuk lotus merah di dadanya. Sayangnya, dia hanya bisa melihat sedikit tanda lahir dari milik Xin Qian…
"Kalau begitu aku... pergi dulu... Pangeran Mo, aku akan mandi nanti, bisakah kamu tinggal di dapur sebentar?" Tanya Xin Qian.
"Ya," Mo Lianfeng mengangguk.
Xin Qian buru-buru mencengkeram baju di dadanya dan berlari keluar. Sekarang, dia tiba-tiba merasa bahwa sedikit berbahaya terlalu dekat dengan Mo Lianfeng, bagaimana pun Mo Lianfeng adalah seorang pria!
Yang paling mengkhawatirkan Xin Qian adalah dia masih tidur di ranjang yang sama dengan Mo Lianfeng di malam hari. Sangat mudah bagi pria ini untuk menindaknya. Tapi, dia berusaha untuk tetap percaya pada Mo Lianfeng, karena selama waktu ini, pria itu tidak pernah melewati batasan.
Xin Qian pergi untuk merebus air panas, kemudian memandikan Xiao Chen, dan akhirnya bersiap untuk membersihkan dirinya sendiri. Mo Lianfeng juga secara sadar keluar dari rumah, dan pergi ke dapur, sehingga Xin Qian bisa mandi.
Xin Qian menuangkan air panas ke dalam bak, menambahkan air dingin, menguji suhu air, dan kemudian menyiapkan saponin. Setelah menutup pintu, dia mulai melepas pakaiaannya, setelah memastikan bahwa itu aman.
Pakaian yang basah oleh keringat, baunya sedikit tidak menyenangkan. Xin Qian merendam tubuhnya ke dalam air panas, dia merasa jauh lebih nyaman. Berendam dalam bak mandi air panas, membuat semua pori-pori di kulit terbuka, dan itu mempermudahnya untuk membersihkan kotoran di kulit.
Setelah membersihlan dirinya, Xin Qian tetap berendam, bersandar di pinggiran bak mandi, dia tanpa sadar menyipitkan matanya, dia merasa sangat mengantuk, rasanya dia ingin tidur sambil berendam. Sayang sekali itu tidak bisa, dan dia harus bergegas berpakaian, jangan sampai dia membuat Mo Lianfeng menunggu terlalu lama di luar.
Mo Lianfeng keluar dari dapur. Berdiri di halaman, dia bisa mendengar suara percikan air saart Xin Qian mandi. Sebuah ide tiba-tiba muncul di kepala Mo Lianfeng. Xin Qian sedang mandi sekarang, jadi dia pasti sudah melepas pakaiannya. Lalu jika dia melihatnya, dia mungkin bisa melihat apakah dada Xin Qian punya tanda lahir bunga lotus, kan?
Dengan gagasan seperti itu di pikirannya, Mo Lianfeng merasa bahwa mengintip Xin Qian saat mandi adalah prilaku jahat dan tidak bermoral, kan?
Sambil ragu-ragu, Mo Lianfeng sudah berjalan menuju sisi rumah. Tampaknya ada suara berdetak kencang di dadanya, dia semakin ragu apakah akan melakukannya atau tidak? Saat dia hendak melihat melalui celah di pintu….
Xiao Chen tiba-tiba datang dengan berlari, lalu bertanya dengan mata besarnya yang imut, "Ayah, mengapa kamu di luar?"
Tersentak! Mo Lianfeng sangat ketakutan sampai dia dengan cepat bergerak mundur beberapa langkah, menjaga jarak dari pintu. Dia menarik senyum dan berkata, "Ibu mu sedang mandi."
“O'ao, tapi Ibu ku hanya mandi, kenapa Ayah ada di luar? Saat Ibu mandi, Ibu tidak pernah meminta Xiao Chen keluar sebelumnya.” Xiao Chen menggigit bibir bawahnya, terlihat bingung.
"Xiao Chen, itu karena kamu masih anak-anak, jadi tidak masalah. Tapi, ayah sudah dewasa, jadi Ayah tidak bisa melihat seorang gadis mandi," Ucap Mo Lianfeng menjelaskan. Jika dia berbicara dengan Xiao Chen, apakah pria dan wanita tidak kompatibel satu sama lain, mungkin Xiao Chen tidak akan memahaminya.
“Kalau begitu Xiao Chen tidak bisa melihat gadis mandi ketika dia dewasa, kan?” Xiao Chen bertanya dengan kepala menengadah ke atas karena Mo Lianfeng sangat tinggi.
Mo Lianfeng menepuk kepala Xiao Chen, "Tentu saja, para gadis tidak akan membiarkan mu melihat mereka di kamar mandi."
“Kalau begitu ayah, bisakah Xiao Chen melihat Istri ku mandi di masa depan?” Xiao Chen berkata dengan lembut lagi.
Sudut mulut Mo Lianfeng bergerak sedikit. Anak ini... dia benar-benar memikirkan jangka panjang. Dia bahkan sudah memikirkan tentang Istinya...
"Um, Xiao Chen, kamu bisa melihat nya jika itu Istri mu sendiri. Tapi itu tergantung pada apakah Istri mu mengijinkannya atau tidak. Jika Istri mu tidak ingin membiarkan mu melihat, maka kamu juga tidak bisa memaksanya."
"Oh, Xiao Chen mengerti. Jadi, Ibu yang tidak mengijinkan Ayah untuk melihatnya mandi, jadi Ayah hanya bisa berada di luar kan?" Xiao Chen berkata sambil memegang wajah kecilnya, lalu dia menatap Mo Lianfeng dengan penuh simpati, "Ayah, Kamu sangat menyedihkan, sepertinya Ibu ku belum menyukai mu, jadi Ayah harus bekerja keras! "
Mo Lianfeng tertegun, anak ini adalah setan kecil, pikirannya sangat tidak biasa. Sekarang, dia bahkan berani mengejek Ayahnya menyedihkan?
zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz
Jangan Lupa yah teman-teman!!
Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊
See you in the next chapter ya readers🤗