Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 142



Li Cuiying mendengus dan berkata, "Kakak ipar, mengapa kamu selalu melawan ibu mertua kita, pernikahan gadis Qian secara alami dapat di tentukan oleh ibu sebagai seorang penatua. Lagipula, dalam kondisi Xin Qian sekarang, dimana lagi kamu akan menemukan keluarga yang lebih baik? "


"Tapi..." Liang Jinqiao masih mempertahankan pendapatnya. Tidak ada kesalahan dalam apa yang dia katakan, tapi dia tidak berani terus membantah Ibu mertuanya.


"Yah, menantu ketiga, jangan banyak bicara, bicarakan saja ini nanti dengan Xin Qian. Jika itu kamu dia pasti akan setuju." Ucap Huo Chunhua.


"Baiklah kalau begitu. Tapi, ibu, aku tidak janji bahwa Xin Qian akan menyetujuinya, aku juga tidak akan memaksanya." Ucap Liang Jinqiao, setelah mengatakan itu dia berbalik pergi.


“Kamu… Wenhua! Lihat Istri mu!” ucap Huo Chunhua dengan marah lalu memelototi Xin Wenhua.


“Ibu, jangan marah.” Ucap Xin Wenhua membujuk.


“Hmm!” Huo Chunhua mendengus kesal, lalu membawa Xin Hui ke rumahnya.


Semua orang juga bubar ke halaman masing-masing.


Di kamar Huo Chunhua…


Huo Chunhua berkata kepada Xin Hui, "Huier, karena Ibu akan membuat pakaian yang bagus untuk mu. Kamu harus memilih beberapa potongan kain sekarang. Perhiasan yang kamu suka juga bisa di cocokkan dengan pakaian. "


Mata Xin Hui berbinar, "Ibu, benarkah?"


"Tentu saja itu benar, apakah Ibu pernah membohongi mu? Akan tetapi kamu tidak bisa memilih terlalu banyak, tiga sudah cukup." Ucap Huo Chunhua.


Xin Hui mengangguk dengan cepat, dan kemudian mulai memilih dari kotak, dan akhirnya memilih jepit rambut emas, gelang emas, dan seuntai kalung mutiara. “Ibu, apakah ini terlihat baik pada ku?”


Xin Xinhui mengguncang gelang emas yang dikenakannya di depan Huo Chunhua.


"Tentu saja cocok! Huier ku terlihat cantik dengan apa pun.” Ucao Huo Chunhua.


“Ibu, aku juga ber pikir ini terlihat bagus pada ku!” Xin Hui berkata sambil tersenyum, dan membawa perhiasan ini ke kamarnya dengan gembira.


…………………


Setelah Xin Qian kembali, dia buru-buru menyiapkan makan siang. Namun, dia sedikit linglung karena kedatangan utusan dari Tuan Muda Meng. Pria ini, apakah dia benar-benar mengawasinya? Dia bahkan mampu menemukan rumah keluarga besar Xin, itu menunjukkan bahwa ia benar-benar tertarik padanya.


Selain sikap Tuan Muda Meng sebelumnya, Xin Qian masih memiliki beberapa kekhawatiran. Jika Tuan Muda Meng ini benar-benar datang melamar, dengan temperamen keluarga besar Xin, dia pasti akan di jual!


Melihat Xin Qian dengan wajah khawatir, Mo Lianfeng tidak bisa tidak khawatir, lalu bertanya, "Ada apa dengan Qianqian, apakah ada yang salah?"


Mo Lianfeng berharap bahwa Xin Qian mau memberitahunya, dan jika dia memiliki kemampuan, dia akan membantu Xin Qian menyelesaikan masalahnya.


Xin Qian menggelengkan kepalanya, "Bukan apa-apa, hanya saja ada terlalu banyak hal aneh di rumah keluarga Xin."


"Tidak, bagaimana mungkin orang-orang itu bisa menggertak ku?" ucap Xin Qian tersenyum.


Meskipun orang-orang dari keluarga Xin itu agak aneh, mereka tidak berani melakukan apa pun padanya. Xin Qian hanya khawatir tentang Mengzi. Dia adalah pria kaya dan berkuasa. Sangat mudah untuk berurusan dengan gadis petani kecil sepertinya.


Di era ini, tidak ada uang maka tidak ada kekuatan. Untuk orang kaya yang kuat, dia bisa membunuh seseorang hanya dengan memainkan beberapa trik. Tentu saja Xin Qian tidak bisa berurusan dengan karakter seperti Tuan Muda Meng ini.


Mo Lianfeng tersenyum sedikit, tetapi dia tahu bahwa segala sesuatunya tidak sesederhana itu.


"Qian, tolong beri tahu Aku jika Kamu memiliki masalah. Jika Aku dapat membantu mu, Aku pasti akan membantu mu. Aku tidak akan pernah membiarkan orang lain menggertak mu." Mo Lianfeng berkata dengan sungguh-sungguh, seolah-olah ia memberi tahu Xin Qian.


"Baiklah," jawab Xin Qian tersenyum ringan.


Xin Qian merasa sangat tersentuh oleh sikap Mo Lianfeng. Tapi Mo Lianfeng bukan miliknya, dia tidak bisa bergantung padanya selama sisa hidupnya, dan dia harus menghadapinya sendiri jika terjadi sesuatu di masa depan.


Setelah beberapa hari kultivasi, tubuh Mo Lianfeng tidak lagi lemah seperti sebelumnya, dan luka di pergelangan kakinya hampir sembuh, jadi dia suda bisa bergerak perlahan.


Pada pukul tiga sore, suasana di desa mulai hidup kembali…


Xin Tianlong telah kembali dari akademi. Besok keluarga Xin akan mengadakan perjamuan. Xin Wensheng, paman kelimanya, juga akan kembali ke desa bersamanya. Studi lanjutan Xin Tianlong sudah menyebar di desa. Jadi begitu Xin Tianlong kembali, orang-orang di desa mulai bersukacita.


Xin Tianlong dan Xin Wensheng datang dengan kereta sapi, dan mereka membawa sesuatu di gerobak itu. Akan ada jamuan besok, jadi mereka harus membeli banyak barang seperti anggur dan daging di kota.


Kali ini acara perjamuan untuk Xin Tianlong, orang-orang di desa juga di undang untuk ikut merayakan studi lanjut Xin Tianlong. Tentu saja, orang-orang di desa harus memberikan hadiah kepada keluarga Xin terlebih dahulu.


Kereta sapi lewat di depan rumah Xin Qian. Xin Qian tidak berniat ikut bersenang-senang, tetapi kereta sapi itu berhenti tepat di depan rumahnya.


Kemudian, Xin Wensheng keluar dari gerobak sapi dengan sepotong daging babi di tangannya, di perkirakan itu sekitar 2 kilogram. Mereka berhenti di depan rumahnya, dan Xin Qian tidak punya alasan untuk menolak. Ini juga pertama kalinya dia bertatap muka dengan Xin Tianlong.


Xin Tianlong memiliki wajah sangat cantik, dan temperamennya juga sangat tenang, dia memiliki tubuh yang tinggi dan ramping, tubuh khas seorang sarjana. Mungkin itu karena dia tidak pernah bekerja di ladang, jadi kulitnya sangat putih.


Pria seperti Xin Tianlong jarang ada di pedesaan. Apalagi, pria tampan yang menjadi sarjana lebih sulit di temukan. Tidak mengherankan kalau Shen Pan'er bersedia menikah dengan orang desa, itu pasti karena Shen Pan’er benar-benar jatuh cinta pada Xin Tianlong.


Ketika Xin Tianlong tersenyum pada Xin Qian, sikapnya tidak dingin atau hangat, sekedar formalitas. Xin Qian tersenyum balik, lagipula sikap Xin Tianlong cukup baik karena dia jauh berbeda dari orang-orang di keluarga besar Xin yang menatapnya dengan remeh.


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗