
"Tuan, mari kita bicarakan dengan jelas. Kami adalah orang biasa dan kami tidak mengerti apa-apa tentang Yamen dan sistem pemerintahan di Kerajaan Zhou ini, tapi kami tahu bahwa kau tidak bisa melakukan ini pada kami! Bagaimanapun, kami masih harus melakukan bisnis di masa depan. Jika kamu tidak memberi kami dua puluh koin perak itu hari ini, aku akan Pergi ke pemerintah untuk menuntut mu, jadi aku akan menuntut mu atas favoritisme dan menerima suap. Meskipun itu mungkin tidak benar-benar bisa memenjarakan mu, tetapi setidaknya petugas akan menyelidiki mu secara menyeluruh, dan aku tidak tahu kejahatan apa saja yang kau lakukan selama ini. Jadi, apakah kamu ingin seluruh kejahatan mu terekspos?”
Xin Qian melanjutkan, “Yah, Meski Itu tidak akan cukup untuk bisa menyebabkan kemarahan publik, tetapi bukankah itu akan merusak reputasi mu? Kamu tahu sendiri. Jika Tuan county menemukan kesalahan mu, aku yakin bahwa kamu tidak akan bisa lepas dengan mudah!”
Ketika Xin Qian mengatakan ini, Tuan Yu An juga sedikit terkejut. Seorang gadis kecil tanpa pengaruh apa pun, meski di hadapannya yang seorang anggota pemerintah,dia tidak ada rasa takut sama sekali! Hanya saja ... dia pasti tidak ingin menyerahkan dua puluh koin perak ini.
"Gadis kecil, kamu pikir kamu bisa membuat ku takut? Pergilah, kamu bisa menuntut ku jika kamu memiliki kemampuan!" Ucap Tuan Yu seraya memandang Xin Qian dengan bangga, dia bahkan tidak memasukkan ancaman Xin Qian ke hatinya. Meskipun gadis kecil ini sedikit berbeda dari gadis desa lainnya, dia tetap tidak memiliki pengaruh di sini. Bagaimana mungkin orang biasa mengetahui kebenaran tentang perlindungan pejabat pemerintahan?
Xin Qian mengerutkan keningnya saat dia melihat bahwa Tuan Yu masih tidak bermaksud mengembalikan uangnya.
“Pergilah, gadis kecil, aku menunggu mu untuk menuntut ku!” Ucap Tuan Yu An mendesak.
Xin Wensheng menarik Xin Qian dan memberi isyarat agar mereka melupakannya.
"Oke, kalau begitu kamu tunggu saja." Ucap Xin Qian menyeringai dengan dingin.
Akhirnya, Xin Qian dan Xin Wensheng pergi. Keduanya menundukkan kepala, mereka merasa kesal pada sikap Tuan Yu An ini. Tuan Yu ini, bukankah dia keterlaluan menindas mereka? Apakah dia tidak tahu seberapa besar jumlah uang seebanyak dua puluh koin perak bagi rakyat biasa? Betapa hitam hatinya sampai menjadi sangat tamak akan uang rakyat!
"Gadis Qian, kurasa lebih baik kita melupakannya." Ucap Xin Wensheng dengan pasrah.
"Paman kelima, dua puluh koin perak kita di telah olehnya tanpa hasil, jadi bukankah kita seperti orang bodoh? Paman kelima bisa tenang, aku akan memikirkan cara lain ..." Ucap Xin Qian penuh tekad.
Melihat reaksi Tuan Yu An, Xin Qian tahu bahwa jika dia pergi ke pemerintahan untuk mengajukan keluhan, itu akan sia-sia! Begitu, jika Tuan Yu An terekspos telah melakukan sesuatu yang salah di wilayah Tuan county, Tuan county pasti akan melindungi orangnya. Jika tidak, Tuan Yu An pasti tidak akan memiliki kepercayaan diri sebanyak itu!
Pada akhirnya, Xin Qian dan Xin Wensheng meninggalkan kediaman Tuaan Yu An dan pergi makan sarapan dulu di sebuah kios pinggir jalan.
Itu adalah kios sarapan yang di lihat Xin Qian sebelumnya. Keduanya memesan sepiring pangsit goreng, dua mangkuk bubur, dan dua lauk sayur. Pangsit goreng di isi dengan daging cincang, dan itu hanya seharga dua belas koin tembaga.
Xin Qian memperkirakan bahwa biayanya sekitar tujuh atau delapan koin tembaga, jadi jika dia menjual sarapan seperti ini, dia dapat menghasilkan lima koin tembaga setiap porsinya. Keuntungan nya mungkin kecil tapi penghasilan akan lebih cepat, jika dia bisa menjual lebih banyak di pagi hari, dia bisa menghasilkan banyak uang bersama.
"Bibi, kios mu belum ada yang ingin menyewanya?" Tanya Xin Qian pada Bibi pemilik kios.
Berbicara tentang ini, wanita itu menghela nafas. Alis wanita itu berkerut dalam, terlihat jelas bahwa dia sangat cemas. Wanuta itu berkata, "Hei, itu benar, aku cemas bahwa aku mungkin tidak bisa pulang kampung. Padahal, menantu perempuan ku sudah akan melahirkan..."
Xin Qian tersenyum dan berkata, "Bibi, Kamu menyewakannya begitu mahal, dan sewa tahunan yang mahal itu membuat kebanyakan orang tidak sanggup untuk mengambil alih kios mu. Jika Bibi bisa menurunkan harganya, secara alami seseorang akan datang."
Karena Xin Qian berkata begitu, wanita itu juga berpikir bahwa itu adalah alasannya kenapa tidak ada yang mau menyewa kiosnya. Wanita itu mengangguk dan berkata "Tapi sewanya tidak bisa terlalu rendah, kalau tidak aku akan rugi terlalu banyak."
“Gadis, bukankah kamu menawar terlalu keras?” Wanita itu jelas enggan.
"Bibi, meskipun harganya telah di potong lebih banyak, tetapi Bibi tidak dapat terus menyeretnya seperti ini. Kalau tidak, aku akan menambahkan satu koin peram kepada mu, sebagai gantinya bibi harus menyewakan ku semua barang-barang dari kios mu. Pokoknya, Bibi masih bisa mendapatkannya kembali. Barang Bibi sangat berguna, tetapi juga memakan tempat.” Ucap Xin Qian.
Wanita itu memikirkannya. Jika dia tidak terburu-buru, dia pasti akan enggan untuk melepaskan kiosnya dengan harga seperti itu. "Gadis kecil, mari kita lakukan seperti itu saja. Karena kamu begitu tulus, aku akan menyewakan kios ku pada mu. Tapi kamu harus memberi ku uang sewa mu dalam dua hari ini, jadi kamu tidak bisa mengatakan bahwa kamu akan berutang terlebih dahulu."
Xin Qian tersenyum sedikit dan berkata, "Tidak masalah, aku akan membawa uangnya besok, dan kita berdua akan menandatangi kontraknya."
Xin Qian ingin membuat kontrak untuk kenyamanan, kalau-kalau wanita ini menyesal, dia pasti akan bertengkar di masa depan.
Wanita itu mengangguk dan berkata, "Ya, gadis kecil, kau juga orang yang menyenangkan, jadi mari kita bicarakan masalah ini lagi besok ketika Kamu datang.”
"Oke." Xin Qian mengangguk.
Sarapan yang di pesan oleh Xin Qian dan Xin Wensheng telah datang, jadi keduanya langsung makan dengan bersih tanpa sisa.
Setelah makan dan minum, keduanya siap untuk kembali. Xin Wensheng bersikeras bahwa dia yang akan membayar untuk sarapan, tetapi Xin Qian menolak. "Paman kelima telah sibuk karena masalah ku selama beberapa hadi ini. Jadi, biarkan aku yang membayar untuk sarapan kali ini. Jika Paman kelima tidak mau, maka di waktu berikutnya, aku pasti tidak akan membiarkan mu campur tangan lagi."
Xin Qian berpikir bahwa lebih baik bagi Xin Wensheng untuk menabung lebih banyak uang, karena dia pasti sudah menghabiskan banyak uang untuk pena, tinta, kertas, dan batu tinta.
"Gadis Qian, tidak ada alasan bagi junior untuk membayar kan seorang senior..." Ucap Xin Wensheng ingin menolak
Xin Qian buru-buru berkata, "Kita berbeda, Paman kelima, jangan terlalu sungkan dengan ku. Paman kelima dapat mentraktir ku lain kali."
"Baiklah kalau begitu..." Xin Wensheng akhirnya mau berkompromi.
zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz
Jangan Lupa yah teman-teman!!
Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊
See you in the next chapter ya readers🤗