
"Ayah, Xiao Chen tidak bisa memikirkannya, jadi masalah ini Xiao Chen serahkan pada Ayah saja," Ucap Xiao Chen kepada Mo Lianfeng.
Lagipula, tidak mungkin kan, seorang anak kecil usia 3 tahun, dapat memikirkan metode jahat untuk menghukum seseorang?
Mendengar ucapan Xiao Chen, Mo Lianfeng tertawa kecil, lalu berkata, "Itu bagus, lalu ayah yang akan menghukumnya. Karena dia sangat suka mengatakan kata-kata kotor dan mengutuk orang lain, maka lebih baik kita menjahit mulutnya. Dengan begitu, dia tidak bisa berkata kotor dan menyumpah lagi."
Apa yang di katakan Mo Lianfeng tampaknya menjadi hal yang sangat sederhana, tetapi Huo Chunhua yang mendengarnya sangat ketakutan!
Huo Chunhua segera berlutut di depan Mo Lianfeng, "Yang Mulia Pangeran, Nyonya tua ini memiliki mulut yang kotor, tetapi Pangeran tidak bisa menjahit mulut ini, kalau tidak wanita tua ini akan mati~”
"Kalau begitu, katakan pada ku hukuman apa yang pantas untuk mu? Aku cukup puas dengan pilihan ku, tapu aku bisa mempertimbangkan untuk mengubahnya." Ucap Mo Lianfeng dengan dingin. Aura mendominasi meletus dari tubuhnya seolah-olah dia adalah penguasa antara langit dan bumi.
"Ini... ini... Bagaimana dengan beberapa tamparan yang akan di lakukan oleh Nyonya tua ini sendiri?" Huo Chunhua berkata dengan hati-hati.
"..." Mo Lianfeng tidak bereaksi sama sekali, yang berarti bahwa metode itu tidak akan berhasil.
Huo Chunhua sedikit cemas, dia tidak bisa kejam pada dirinya sendiri! Jadi, dia memandang ke arah Xin Hui untuk meminta bantuannya.
Namun, Xin Hui masih memandang Mo Lianfeng dengan tatapan genit, lalu berkata kepada Mo Lianfeng, "Yang Mulia Pangeran, mulut Ibu ku sangat kotor, mengapa kamu tidak membiarkannya makan kotoran? Dengan begini, dia pasti tidak akan berani lagi bicara omong kosong."
Perkataan Xin Hui membuat semua penduduk desa tertawa.
“Huo Chunhua ini benar-benar sial delapa kehidupannya, karena dia memiliki putri yang sangat kejam. Ini adalah pertama kalinya aku melihat seorang anak gadis yang tega memberi hukuman jahat seperti itu pada Ibunya sendiri!”
"Hahaha ~ Menarik, gadis muda dari Keluarga Xin ini sangat menarik."
"Jika anak gadis ku yang seperti ini, aku pasti aka mengupas kulitnya!”
"Yah, aku tidak heran lagi, sepertinya orang-orang di Keluarga Xin ini, semuanya sangat aneh. Kita harus mengingatnya di masa depan. Jangan sampai putra kita menikahi anak gadis dari Keluarga Xin. Jika tidak, kita akan mendapat menantu jahat seperti ini!”
"Itu benar, siapa yang mau menikah dengan gadis seperti Xin Hui? Dia memang cukup cantik tapi hatinya sangay jahat!”
"Benar! Lihat saja, gadis itu bahkan tega pada Ibu kandung nya sendiri, apalagi pada Ibu mertuanya? Dia pasti akan membunuh mu!”
"Hahaha, bibi Xin juga menyedihkan. Dia sangat menyayangi putrinya dan memperlakukannya seperti harta, tetapi putrinya justru membalasnya dengan kotoran! Ck ck, aku tidak habis pikir ada seorang gadis yang jahat seperti ini…”
"..." Para penonton tersenyum senang, mereka tidak pernah melihat lelucon semacam itu di desa. Jadi, mereka dengan asik menghina Huo Chunhua dan Xin Hui.
Setelah Huo Chunhua mendengar apa yang di katakan oleh Xin Hui, seluruh tubuhnya bergetar, matanua tampak kosong. Bagaimana putrinya bisa mengatakan itu? Dia meminta bantuan putrinya untuk memberinya ide yang bagus, tetapi putrinya justru memberikan hukuman yang hina seperti ini?
Huo Chunhua menahan emosinya dan berbisik ke telinga Xin Hui, "Huier, bagaimana kamu bisa mengatakan itu? Bagaimana bisa kamu meminta ibu mu memakan kotoran?"
Nada bicara Huo Chunhua sedikit kecewa, tetapi Xin Hui tidak peduli dan berkata, "Ibu, apa yang salah dengan makan kotoran? Bukankah Xin Qian memberikan itu pada Ibu terakhir kali? Metode ini tidak mengancam nyawa Ibu. Apakah Ibu lebih memilih menjahit mulut mu?”
Mendengar kata-kata Xin Hui, Huo Chunhua sedikit ketakutan. Memang benar apa yang di katakan oleh Xin Hui, lebih baik makan kotoran dari pada menjahit mulutnya…
"Ibu, aku juga melakukan ini untuk kebaikan mu sendiri. Hukuman berdarah seperti menjahit mulut, itu bisa mengancam nyawa Ibu, apalagi di usia Ibu saat ini. Jadi, Jika Pangeran menyetujui metode ku, maka Ibu masih bisa selamat!" Ucap Xin Hui.
Huo Chunhua mengangguk lagi dan lagi, merasa bahwa putrinya ini benar. "Huier, kamu memabg pintar!"
Xin Hui berkata kepada Huo Chunhua seperti itu, tetapi di dalam hatinya dia mencemohnya. Ibunya benar-benar bodoh, dia percaya apa pun yang di katakan olehnya. Lagipula, Ibunya sangat takut mati, jadi Ibunya hanya bisa melakukan metode ini. Dengan ini, Xin Hui merasa bahwa dia sudah membantu Huo Chunhua menyelesaikan masalah, dan juga dapat menyenangkan Mo Lianfeng.
Benar saja, setelah Mo Lianfeng mendengar gagasan Xin Hui, dia meenyeringai, dan menatap Xin Hui.
Xin Hui yang melihat bahwa Mo Lianfeng menatapnya, segera menundukkan kepalanya dengan malu-malu.
"Itu ide yang bagus, maka kamu bisa pergi setelah memakannya!" Ucap Mo Lianfeng, dengan senyum jahat di sudut mulutnya.
Karena kemarahannya pada Keluarga Xin, dia tidak bisa membunuh mereka untuk saat ini, karena pilihan itu hanya bisa di lakukan oleh Xin Qian sendiri. Saat ini, dia hanya akan mempermalukan Huo Chunhua.
“Pangeran... apa kamu sungguh ingin aku makan kotoran” Huo Chunhua bertanya ekspresi pahit.
"Ada apa? Bukankah putri mu sendiri yang memikirkan metode ini untuk mu? Apa kamu tidak mau melakukannya? Jadi, kamu memilih pilihan pertama?” Mo Lianfeng berranya dengan matanya yang tajam.
"Ti… tidak.. Jangan jahit mulut ku…” gumam Huo Chunhua. Dia merasa sangat terhina jika dia memakan kotora itu! Apalagi, di depan begitu banyak orang! Tetapi, dia sangat takut mati!
"Cepat lakukan. Kesabaran ku ada batasnya…” Ucap Mo Lianfeng dengan santai.
"Ini..." Huo Chunhua mengerutkan keningnya, dia sangat malu. Tapi Mo Lianfeng memelototinya dan itu membuat tubuhnya gemetar takut.
“Xin Ping'er, pergilah ambil kotoran!” Ucap Xin Hui memerintahkan Xin Pinger.
Xin Ping'er segera mengerutkan kening, dengan ekspresi enggan. "Bibi kecil, kenapa aku?"
"Apakah ada orang lain yang akan melakukannya, selain kamu? Pergilah dengan cepat! Jangan sampai membuat Pangeran marah, jika tidak dia benar-benar akan menjahit mulut ibu ku saat itu!" Ucap Xin Hui dengan tatapan yang sengit pada Xin Pinger.
"Tapi..." Xin Pinger masih enggan.
Xin Linger merasa kesal. Kenapa dia yang harus pergi untuk membawa hal-hal yang begitu kotor? Bibi kecil ini selalu menggertaknya! Ada begitu banyak orang di keluarga Xin, mengapa dia yang melakukannya?
Melihat Xin Pinger masih diam, Huo Chunhua mendesak, "Gadis Pinger, Bibi kecil mu benar, Kamu harus mencarinya untuk ku, cepat, aku tidak ingin menjahit mulut ku!."
Xin Ping'er mengerutkan bibirnya, "Baik... Tapi Nenek, dimana aku harus mencarinya?"
"Pergi ke gudang kayu Xin Qian dan ambil kotoran keledai atau anjing peliharaan Xin Qian di sana!" jawab Xin Hui.
"Oh ~" Xin Ping'er dengan enggan pergi ke dapur Xin Qian, mengambil mangkuk, dan berjalan menuju bagian belakang rumah Xin Qian.
zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz
Jangan Lupa yah teman-teman!!
Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊
See you in the next chapter ya readers🤗