Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 121



Xin Tianan berusia enam belas tahun, jelas sudah agak terlambat untuk pergi ke sekolah pada usia ini. Tapi Xin Yang bisa. Namun, di era ini, biaya sekolah sangat mahal, dan rata-rata keluarga tidak mampu membayarnya. Selain itu, ada Xin Tianlong lain di keluarga besar Xin yang sedang belajar, dan biaya selama setahun tidak sedikit.


Jika Xin Yang ingin belajar, anak-anak di kamar lain dari keluarga Xin juga akan berseru untuk belajar. Sanfang tidak akan bisa makmur jika terus di rumah Keluarga besar Xin. Tampaknya agak sulit, tapi Xin Qian masih ingin membantu Xin Yang untuk memperjuangkannya.


Adapun, uang dari hasil menjual dirinya tahun itu, pasti masih ada beberapa yang tersisa. Dia tidak pernah meminta uang itu, tetapi itu tidak berarti dia bisa melupakannya! Nasib pemilik asli dalam kehidupan ini sampai sedemikian rupa, jadi keluarga besar Xin harus memiliki penjelasan!


"Yang’er, apakah kamu ingin belajar?" Tanya Xin Qian. Sebelum membicarakan masalah ini, sebaiknya tanyakan pada Xin Yang apa yang dia pikirkan. Xin Yang bersedia belajar.


Meskipun Xin Yang masih muda, dia tahu manfaat belajar. Jika dia bisa maju dalam studinya, maka dia bisa memimpin keluarganya untuk menjalani kehidupan yang baik di masa depan tanpa perlu di ganggu lagi.


"Kakak kedua, belajar terlalu mahal, Aku takut nenek tidak mau melakukannya untuk ku," Ucap Xin Yang.


Xin Qian melihat bahwa Xin Yang ingin belajar, dia tahu bahwa anak yang ingin belajar relatif jarang, dan jika Xin Yang benar-benar akan pergi ke sekolah di masa depan, dia pasti akan belajar keras.


"Tidak apa-apa, masalah ini serahkan saja pada kakak kedua. Kakak kedua akan pergi untuk berbicara dengan ayah dan kakek. Kemudian mereka pasti akan mengijinkan mu belajar nanti." Ucap Xin Qian. Matanya terrlihat cerah, dia tampaknya memiliki beberapa harapan.


"Kakak kedua, benarkah?" tanya Xin Yang dengan mata penuh harap.


"Tentu saja itu benar." Jawab Xin Qian tersenyum.


“Kakak kedua, dapatkah Saudara Tianan belajar juga?” Xin Yang bertanya seraya mengangkat kepalanya.


"Kakak mu, Tian'an mungkin tidak akan melakukannya lagi. Dia hampir mencapai usia menikah seorang, tetapi saat kamu mempelajari ilmu di sekolah, kamu dapat mengajarkannya pada Tian’an. Lalu, kakak kedua juga bisa mengajari mu dan Tianan untuk membaca nanti."


Bahkan jika kau tidak memiliki banyak budaya, kau tidak bisa buta huruf. Bahkam jika kau hanya dapat membaca sepatah kata, itu cukup. Apakah itu dunia kuno atau modern, hidup akan lebih mudah jika kau bisa mengenali karakter. Pada zaman kuno, ada sangat sedikit orang yang bisa belajar, yang menyebabkan banyak orang buta huruf.


"Oke, kakak Kedua, Aku akan mengajarkan semuanya pada kakak Tianan sebanyak yang ku tahu!” Ucap Xin Yang bersemangat.


“Itu bagus." Ucap Xin Qian tersenyum.


Setelah makan malam, Xin Qian mengirim Xin Yang pulang. Omong-omong, mari kita bahas tentang pergi ke sekolah untuk Xin Yang!


Orang-orang dari keluarga besar Xin semuanya sedang makan malam di halaman. Sekelompok orang berkumpul di sekitar meja, meja itu tidak besar, jadi pada dasarnya orang dewasa duduk sementara anak-anak berdiri di samping mereka sambil memegang mangkuk.


Setelah Xin Wensheng pergi, makanan di Keluarga besar Xin kembali ke sup sayuran. Pria yang sudah lelah bekerja seharian di ladang masih bisa makan. Bagaimanapun, tidak peduli seberapa tidak enaknya itu, Mereka masih harus memakannya, jika tidak memakannya, mereka akan sangat lapar!


“Gadis itu, Xin Qian ada di sini lagi!” Li Cuiying melihat Xin Qian sekilas dan segera berteriak.


Orang-orang dari keluarga Xin memamdang ke arah Xin Qian bersamaan. Sekarang, untuk mencegah Xin Qian datang lagi, keluarga besar Xin telah memisahkan Xin Qian keluar dari akun keluarga.


Ada rasa jijik di mata Huo Chunhua. Dia berharap Xin Qian menghilang dari depannya segera.


Mulut Xin Qian tersenyum dan menjawab. "Nenek, kamu tidak bisa mengatakan itu. Meskipun Aku memiliki rumah tangga yang terpisah, orang tua ku tidak berpisah. Mereka juga adalah anggota keluarga besar Xin, dan mereka juga tinggal di rumah ini. Aku datang ke sini untuk bertemu orangtua ku, tidak untuk mencari mu. Mungkinkah aku tidak bisa melihat orang tua ku? "


Makna Xin Qian jelas, ini bukan hanya keluarga Xin, tetapi juga keluarga orang tuanya. Sejak zaman kuno, meski orang tua tidak punya hak atas anak perempuan mereka setelah menikah, tetap tidak ada alasan bagi mereka untuk mencegah anak perempuan yang kembali ke rumah orang tua mereka.


Saat Xin Qian mengatakan demikian, wajah Huo Chunhua membiru. Dia tahu bahwa Xin Qian, seorang gadis yang tidak mudah untuk di atasi. Bahkan jika rumah tangga di bagi, dia akan tetap datang dan membuat keributan.


.


Huo Chunhua hendak mengatakan sesuatu, Xin Baoshan berkata, "Oke, wanita tua, gadis Qian hanya kembali bertemu orangtuanya, jadi biarkan dia kembali. Untuk apa kamu memperlakukannya seperti ini."


“Pak tua, mengapa kamu membela gadis yang sudah mati itu?” Huo Chunhua agak bingung. Ada banyak gadis di keluarga in, dan mereka tidak begitu baik pada cucu perempuan lainnya. Tapi, selama ini suaminya selalu memperlakukan Xin Qian dengan cara yang berbeda!


"Kamu terlalu berhati-hati. Gadis Qian tidak mengganggu kamu. Mengapa kamu tidak membiarkannya pulang." Ucap Xin Baoshan mengerutkan alisnya.


"Aku kesal saat aku melihatnya. Jalang tak tahu malu, harus pergi jauh, agar tidak merusak reputasi kita." Ucap Huo Chunhua.


"..." Xin Qian sedikit terdiam, Huo Chunhua membencinya terlalu banyak, kan? Pada abad ke-21, dia tidak pernah melihat nenek yang memperlakukan cucunya seperti ini!


"Tidak apa-apa, jangan mengatakan apa pun lagi. Gadis Qian masih ada hubungannya dengan anak ketiga, Sanfang. Mengapa kamu menghentikannya? Wanita tua, untuk apa kamu selalu berhati-hati padanya." Ucap Xin Baoshan.


"Siapa... siapa yang berhati-hati ..." gumam Huo Chunhua, tetapi dia benar-benar takut orang lain akan mengatakan bahwa dia tidak mendidik perempuan di keluarga dengan baik.


Melihat Huo Chunhua berhenti berbicara, Xin Qian menyeringai. Meski begitu, dia tidak akan menghargai Xin Baoshan karena membantunya berbicara. Jika bukan karena Xin Baoshan dan yang lainnya, dia tidak akan di pandang jijik oleh keluarga Xin seperti hari ini.


Xin Qian datang ke Liang Jinqiao dan Xin Wenhua, lalu berkata, "Ayah, ibu, ayo masuk dan bicara."


"Baiklah, ayo." Liang Jinqiao dan Xin Wenhua mengangguk, meskipun mereka tidak tahu apa yang ingin di lakukan Xin Qian.


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗