Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 78



“Sepupu, kenapa kamu peduli dengan siapa aku berteman?” Mo Lianfeng menjawab dengan acuh tak acuh, tetapi Murong Shuang tahu bahwa Mo Lianfeng sangat marah.


"Sepupu······" Murong Shuang bingung ingin menjawab apa.


Murong Shuang menatap sekilas pada Xin Qian, lalu menatap Mo Lianfeng setelahnya, dia merasa marah sekarang, tapi dia hanya akan mengingat dendam ini di dalam hatinya. Dia tidak akan pernah melepaskan seorang gadis yang berani merayu sepupunya.


Alasan mengapa Murong Shuang tidak berdebat lagi dengan sepupunya, karena dia tidak ingin Mo Lianfeng lebih marah dan membencinya. Lagi pula, dia bisa melakukan sesuatu di belakangnya, jadi dia tidak perlu membuat Mo Lianfeng tidak senang.


“Nona Shuang’er, Xin Qian sangat baik jadi kami berteman dengannya. Tidak ada yang salah tentang itu, perbedaan status bukanlah apa-apa.” ucap Helian Ming menyela.


Xin Qian merasakan tatapan permusuhan dari Murong Shuang, dia menduga bahwa Murong Shuang pasti menyukai Mo Lianfeng, itu sebabnya dia memperlakukannya sebagai saingan seperti ini. Xin Qian juga tidak tahu mengapa, tapi ada perasaan tak enak di hatinya, agak pahit.


Xin Qian bersikap dingin, dan mengabaikan Murong Shuang. Dia mengganti topik pembicaraan dan menunjuk ke hidangan di atas meja untuk menjelaskan kepada Helian Ming, "Hidangan ini di buat dengan daging katak. Mungkin kamu belum pernah mencicipinya, tapi rasanya enak."


"Apa itu katak?" tanya Helian Ming


"Yah, mirip seperti kodok, tapi katak itu berbeda karena katak bisa di makan." Ketika Xin Qian selesai berbicara, orang di dalam ruangan itu segera merasa perut mereka mula, dan ingin muntah.


Murong Shuang adalah yang paling banyak makan karena dia merasa itu lezat. Setelah Xin Qian selesai berbicara, dia muntah, menampar meja, lalu berdiri dan memarahi Xin Qian, "Kamu jalang! Bagaimana bisa kamu memberi ku makanan ini, apakah kamu ingin mati? Kamu bisa memakai cara seperti ini, dan melihat apakah kejahatan mu akan di maafkan!"


Setelah Murong Shuang selesai berbicara, dia menarik tangan Mo Lianfeng dan berkata, "Sepupu, lihat dia, tidakkah kamu merasa mual ketika kamu memikirkannya? Dia benar-benar memberi kita makanan semacam ini."


Mo Lianfeng menahan rasa tidak nyaman di dadanya, tapi dia sebenarnya merasa jijik. Dia sangat tahu bagaimana penampilan kodok dengan kulitnya yang berbintik!


Sedangkan Helian Ming, dia sudah muntah di bawah meja dari tadi.


Xin Qian mengerutkan kening, apakah reaksi orang-orang ini tidak terlalu berlebihan? Jika dia mengetahuinya, dia tidak akan menyebut soal kodok!


"Uhuk.. uhuk ~" Setelah Helian Ming batuk batuk, dia berkata kepada Xin Qian, "Nona Qian, bagaimana kodok ini bisa di makan? Bukankah itu beracun?"


"Aku sudah bilang kalau itu hanya seperti kodok, tapi bukan kodok yang kalian tahu. Katak dapat di makan karena tidak beracun. Kamu sudah mencobanya. Rasanya lezat dan dagingnya sangat empuk. Tidak sebanding dengan daging lainnya kan." Ucap Xin Qian


"Benar-benar bukan kodok berbintik itu??" Helian Ming masih bertanya dengan ragu.


"Bukan! Jika begitu, kalian semua pasti sudah di racuni! Bukankah kalian baik-baik saja sekarang?" ucap Xin Qian menegaskan.


Helian Ming memang tidak merasakan tanda-tanda keracunan setelah makan. Dia menghela nafas panjang dan berkata, "Itu tidak baik, Nona Qian. Kamu benar-benar membuat ku takut mati. Jika itu kodok jelek, aku kira aku tidak akan bisa makan apa pun selama beberapa hari!"


"Jangan khawatir, aku tahu mana yang tidak bisa di makan. Tapi karena katak itu sedikit mirip kodok, tidak ada yang memakannya sampai sekarang, jadi aku ingin orang lain mencobanya.” Ucap Xin Qian menyeringai.


Xin Qian melanjutkan berkata, "Ini adalah hari pertama aku mengirimnya ke restoran, tetapi aku tidak mengharapkan kalian yang akan memakannya, Tuan Muda Helian, apakah ini takdir?"


Helian Ming mengangguk dan berkata, "Haha, ya, itu artinya aku harus memakannya. Aku sudah banyak mencicipi makanan lezat, ini benar-benar pertama kalinya aku memakan hidangan ini."


Murong Shuang tidak ingin membiarkan Xin Qian pergi dengan mudah, dan mulai menyela, "Apa yang kamu katakan? Bagaimana pun, putri ini masih merasa mual, dia harus di hukum!"


“Lalu bagaimana kamu ingin menghukum ku?” Xin Qian menjawab.


Xin Qian hanya menganggapnya lucu, kapan dia mengatakan akan mengakui kesalahannya? Tetapi ketika mendengar Murong Shuang mengaku sebagai putri, Xin Qian menyadari mengapa Murong Shuang begitu sombong, bukan kah karena identitasnya?


"Putri, aku tidak melakukan kesalahan. Hidangan ini tidak beracun, bisa di makan, rasanya enak, dan itu adalah hidangan normal. Lalu, putri sendiri sudah memakannya dengan lahap. Mengapa kamu menyalahkan aku sekarang?" ucap Xin Qian tegas.


"Kamu... kamu berani berbicara pada ku seperti ini? Tanpa hal-hal menjijikkan ini, putri ini bisa menghukum mu kapan pun." Ucap Murong Shuang


Xin Qian tersenyum, menampilkan kedua lesung pipinya yang dalam, dan berkata. "Jika sang putri menggunakan kekuasaannya, tentu saja itu mungkin untuk menghukum ku, tetapi jika itu sesuai dengan hukum Kerajaan, tidak ada kesalahan yang dapat menghukum ku, kan?"


Untuk mengetahui lebih banyak tentang dunia ini, Xin Qian juga mempelajari hukum di sini sebelumnya. Xin Qian yakin tidak melakukan kejahatan, jadi dia tidak menghormati Murong Shuang.


Jika wanita ini benar-benar menghukumnya, itu akan menghasut para pejabat lain untuk menipu hukum demi keuntungan pribadi. Kerajaan Zhou memiliki hukumnya sendiri, bahkan jika Murong Shuang adalah seorang putri, ia tetap tidak bisa lepas dari hukum.


"Kamu ..." Murong Shuang tidak tahu harus berkata apa untuk sementara waktu.


Saat ini, Helian Ming dan Mo Lianfeng menatap ke arah Xin Qian dengan kagum, mereka tidak berharap bahwa Xin Qian banyak mengetahui tentang hukum, bahkan dia bisa membuat Murong Shuang terdiam.


Biasanya, Murong Shuang sangat sombong dan semena-mena. Dia selalu menghina prilaku orang lain, dan tidak ada yang pernah membicarakannya. Melihat Xin Qian yang percaya diri, benar-benar membuat Murong Shuang marah! Baru kali ini dia di permalukan oleh gadis desa belaka! Bahkan itu di depan sepupunya, orang yang dia sukai!


Xin Qian berdiri tegak, dia tidak melakukan kesalahan, apa yang dia takuti!


"Sepupu, jangan menghukum orang yang tidak bersalah. Saat kamu tadi memakannya, kamu mengatakan itu enak. Sekarang kamu menyalahkan orang? Apakah ada yang salah dengan otak mu? Karena kamu merasa mual, maka jangan memakannya lain kali.” Ucap Mo Lianfeng. Dia tidak tahan lagi melihat sepupunya terus menindaa Xin Qian.


"Sepupu ~~" Melihat sikap perhatian Mo Lianfeng dan Helian Ming pada Xin Qian , Murong Shuang menginjak kakinya dengan marah. Dia ingin bicara, tapi ketika dia melihat mata dingin Mo Lianfeng, dia menundukkan kepalanya lagi.


Xin Qian tidak ingin tinggal di sini lebih lama lagi, dan berkata kepada Mo Lianfeng dan Helian Ming, "Jika tidak ada yang perlu di tanyakan lagi, maka aku akan pergi sekarang.”


Mo Lianfeng tidak pandai berbicara. Dia tahu, jika Xin Qian tetap di sini, dia akan menerima lebih banyak masalah dari Murong Shuang. "Oke, Nona Qian, hati-hati di jalan."


"Selamat tinggal!" Xin Qian berbalik dan meninggalkan ruangan itu.


Setelah mengucapkan selamat tinggal pada Sun Changquan, Xin Qian dan Liu Lei meninggalkan restoran Fulin.


Di lantai atas, tepat ketika Mo Lianfeng membuka jendela untuk bernafas, dia melihat ke bawah. Saat itulah dia melihat Xin Qian dan Liu Lei berjalan berdampingan, dia melihat mereka berdua mengobrol dan tertawa.


Melihat senyum manis di wajah Xin Qian, Mo Lianfeng tidak tahu mengapa, dia merasakan perasaan tidak nyaman di hatinya. Sampai sosok Xin Qian menghilang di depannya, barulah Mo Lianfeng menutup jendelanya.


------------


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗