
Xiao Chen mengangguk mengerti, lalu berkata, "Ibu, apakah ada yang salah dengan Paman Feng? Apakah cederanya serius? Xiao Chen dan Ibu akan merawat Paman Feng bersama-sama!"
Xin Qian melirik Mu Lianfeng yang sedang berbaring di tempat tidur. Bibirnya menjadi pucat, itu karena dia kehilangan banyak darah. Jika ini tidak di tangani dengan benar, Xin Qian khawatir pria ini akan mati.
Xin Qian membawa Mo Lianfeng pulang tapi dia tidak berani pergi ke dokter. Jika dia meminta seorang dokter untuk datang dan melihat, para pembunuh itu pasti akan tahu bahwa Mo Lianfeng ada di rumahnya. Itu juga bisa membahayakan nyawanya dan Xiao Chen. Selain itu, jika di ketahui bahwa ada lelaki asing di rumahnya, rumor pasti akan menyebar di desanya.
Xin Qian menggosok kepalanya dengan cemas, apa yang harus dia lakukan sekarang? dia hanya bisa membantu Mo Lianfeng mengobati lukanya sendirian.
Xin Qian di dunia modern, pernah melatih keterampilan bertahan hidup di alam liar, termasuk bagaimana cara menggunakan herbal di pegunungan untuk menyembuhkan dirinya sendiri setelah terluka.
Ada banyak ramuan yang bisa menghentikan pendarahan, Xin Qian ingat melihat perrnah melihat tanaman herbal itu ketika dia di gunung. Jika dia bisa menggiling benda ini dan mengoleskannya pada luka, itu pasti akan menghentikan pendarahan Mo Lianfeng.
"Xiao Chen, bisakah kamu membantu ibu mu meenjaga Paman Feng di rumah. Ibu akan pergi ke gunung meencari beberapa tanaman obat untuk menghentikan pendarahan Paman Feng.” Ucap Xin Qian seraya mengelus kepala anaknya.
Xiao Chen mengangguk dan berkata, "Ibu, pergilah, ada Xiao Chen di sini, biar Xiao Chen yang akan mengurus Paman Feng."
Xin Qian menyentuh kepala anaknya dan memuji, "Xiao Chen adalah pria kecil yang luar biasa."
Sebelum meninggalkan rumah, Xin Qian menutup pintu rumah dengan rapat, takut seseorang akan datang saat dia tidak di rumah dan melihat Mo Lianfeng.
Dengan keranjang di punggungnya, Xin Qian bergegas menuju gunung...
Untungnya, bahan obat yang Xin Qian cari tersedia di gunung, jika tidak dia terpaksa harus pergi ke dokter untuk membelinya, jika dia membelinya dia pasti akan memaparkan tujuannya dari barang yang di belinya.
Setelah Xin Qian pergi ke gunung, dia mendapatkan bahan obat itu dan bergegas pulang tanpa istirahat, dia tidak berani menunda sedikit pun waktu. Seiring berjalannya waktu, cedera Mo Lianfeng mungkin akan lebih serius.
Bolak-balik ke gunung, Xin Qian menghabiskan waktu selama satu jam, dalam sekejap mata sudah waktunya untuk makan siang.
Xin Qian tahu anaknya juga lapar, jadi dia menghibur Xiao Chen, "Xiao Chen, ibu harus mengobati luka paman Feng lebih dulu. Bisakah Ibu memasak untuk mu nanti? Apakah Xiao Chen sangat lapar sekarang? "
“Ibu, Xiao Chen tidak lapar, Ibu harus merawat luka Paman Feng dulu, Paman Feng seharusnya sangat kesakitan sekarang!” ucap Xiao Chen cemas saat dia berkata tentang luka Mo Lianfeng.
"Yah, ibu akan mengobati luka Paman Feng sekarang," ucap Xin Qian.
Xin Qian segera mencuci herbal dan merebus air panas, Xiao Chen juga mengikuti. Melihat sikap anaknya yang sangat peduli dengan Mo Lianfeng. Xin Qian tersenyum. Lalu bertanya, "Xiao Chen, ketika ibu pergi, tidak ada yang datang, kan?"
"Kakek datang dan ingin masuk, tapi Xiao Chen tidak setuju, kalau tidak Kakek pasti akan masuk." Ucap Xiao Chen.
Xin Qian menduga, kakeknya datang karena khawatir sebab Xin Qian tidak kembali dengan kereta sapi Paman Hu. Mungkin Xin Baoshan berpikir ada sesuatu yang terjadi dengan Xin Qian, jadi dia datang ke rumahnya dan bertanya apakah Xin Qian telah kembali.
Setelah air panas di rebus dan herbal di cacah, Xin Qian berjongkok di atas bak dan mulai membantu Mo Lianfeng membersihkan dan membalut lukanya. Pakaian Mo Lianfeng di lumuri terlalu banyak darah, pria itu tidak bisa memakainya lagi, jadi Xin Qian melepas semua pakaiannya. Karena terlalu lama di biarkan, darah di pakaiannya mengering, Itu menyebabkan Lukanya dan pakaian saling menempel.
Xin Qian tampak sedikit terkejut saat melihat luka berdarah itu. Untungnya, dia telah menjadi polisi selama bertahun-tahun, pemandangan seperti itu sering terlihat, dan dia menjadi terbiasa.
Xin Qian mengambil gunting dan hanya bisa memotong pakaiannya. Kalau tidak, tidak akan ada cara untuk menerapkan ramuan ke luka. Saat melakukannya, jantungnya berdetak kencang. Itu bukan karena luka berdarah di tubuh Mo Lianfeng, tetapi karena Xin Qian harus melepas semua pakaiannya!
Jika dia melepas celana Mo Lianfeng, Xin Qian takut dia akan melihat bagian yang seharusnya tidak terlihat. Untungnya Luka Mo Lianfeng ada di tubuh bagian atasnya, dan celana yang dia kenakan tidak kotor. Jadi dia tidak harus menggantinya.
Saat Xin Qian selesai melepas baju Mo Lianfeng, tubuh seksi Mo Lianfeng muncul di depan Xin Qian. Xin Qian tahu bahwa sosok Mo Lianfeng benar-benar bagus, otot-otot perut Mo Lianfeng terbentuk dengan sangat bagus, pasti itu karena pria ini melatih seni bela diri.
Xin Qian adalah seorang wanita, seorang wanita yang normal. Menghadapi pria tampan dan tubuh seksi Mo Lianfeng, detak jantungnya semakin cepat!
Pada saat ini, Xin Qian merasa hatinya sangat rumit. Di satu sisi, dia ingin melihat sosok Mo Lianfeng lebih dekat, dan pada saat yang sama, Xin Qian berpikir bahwa perilaku nymphomaniac seperti ini tidak benar! Dia tidak boleh mengambil keuntungan dari Mo Lianfeng dan melihat tubuhnya saat dia tidur!
Wajah Xin Qian memerah, dia berusaha fokus untuk membalut luka Mo Lianfeng. Dia tanpa sengaja menarik luka Mo Lianfeng beberapa kali dalam ketegangan. Karenanya, Mo Lianfeng mengerutkan kening kesakitan.
Melihat itu, Xin Qian merasa lebih terkejut, dia takut Mo Lianfeng akan bangun sekarang! Jika Mo Lianfeng bangun dan melihat dia membuka pakaiannya, Xin Qian tidak tahu apa yang akan Mo Lianfeng pikirkan tentangnya!
Untungnya, Mo Lianfeng tidak bangun..
Xin Qian menyelsaikan tugasnya, setelah semua luka di obati dengan herbal, darah berhenti mengalir, Xin Qian menarik kain putih dan membalutnya lukanya dua kali, dan kemudian membantu Mo Lianfeng mengenakan pakaian kasar yang di belinya hari ini.
Adapun pakaian Mo Lianfeng sebelumnya, Xin Qian menaruhnya di baskom. Setelah di cuci, dia akan menambal tempat-tempat yang rusak, dengan begitu Mo Lianfeng bisa terus memakainya.Bagaimanapun, Mo Lianfeng masih perlu pakaian ganti, dan dia tidak tahu berapa lama Mo Lianfeng akan tinggal di rumahnya.
zzz zzz zzz zzz zz z z z z z z zz z zzz zz z zz z zz zzz
Jangan Lupa yah teman-teman!!
Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊
See you in the next chapter ya readers🤗