Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 264



BAM!!


Melihat sumpah saudaranya yang tidak menjanjikan, Zhu Erhu menendang Zhu Sanlu lagi dengan marah. Baru kemudian Mulan dan Zhu Erhu berbalik, memasuki rumah mereka.


Di dalam rumah…


Mulan menghela nafas, dan berkata, "Mengapa Adik ipar menjadi seperti ini? Hal cabul semacam itu juga bisa dia lakukan!"


"Saudara ketiga ku telah di manjakan sejak dia masih kecil. Sekarang dia tumbuh dewasa menjadi orang yang berpikiran buruk. Lan-er, sebaiknya kita segera pindah dari sini. Keluarga ini sudah tidak bisa di tolong lagi!" Ucap Zhu Erhu dengan kesal.


"Sayang kamu benar, jika terus tinggal di sini, aku masih merasa tidak nyaman di hati ku. Mari kita berhemat sebanyak mungkin dan membangun rumah baru.” Ucap Mulan.


"Laner, aku akan bekerja keras, jangan khawatir!" Ucap Zhu Erhu.


"Yaa." Jawab Mulan, dan masuk ke pelukan suaminya, dia percaya padanya. Dia percaya bahwa suaminya akan melindunginya.


Pagi hari berikutnya…


Xin Qian membawa Xin Pinger ke kota Yangcheng untuk kencan buta pertamanya. Xin Ping’er telah berdandan hari ini, dia mengenakan pakaian baru di tubuhnya, juga mengoleskan banyak make up di wajahnya, dan bibirnya bahkan memakai lipstik merah.


Melihat penampilannya, Xin Qian tidak bisa mengatakan bagaimana wajah Xin Pinger saar ini... Dia terlihat seperti badut, tapi dia juga merasa Xin Pinger masih terlihar cantik, hanya saja tanda lahir di wajahnya sangat merusak penampilannya. Pemandangan ini bukankah akan menakuti orang?


Jika rencana pernikahan ini hancur. Xin Qian tidak tahu berapa lama Xin Pinger akan tinggal di rumah Sanfang!


Setelah Xin Qian berpikir sejenak, dia berkata kepada Xin Ping’er, "Xin Ping’er, sebaiknya, kamu meletakkan sapu tangan ini di wajah mu, jadi pria itu tidak akan bisa melihat tanda lahir di wajah mu. Sebenarnya, setengah dari wajah mu masih cantik. Lebih baik untuk menutupi wajah mu. Biarkan pria itu berpikir bahwa kamu itu cantik dan menerima mu. Setelah kedua keluarga memutuskan pernikahan, mereka tidak akan lagj memiliki kesempatan untuk menolak. Bagaimana menurut mu?”


Mendengar itu, Xin Ping’er merasa bahwa apa yang di katakan oleh Xin Qian masuk akal, dia tidak terlihat jelek ketika menutupi separuh wajahnya yang memiliki tanda lahir.


"Yah... aku akan menutupnya," Ucap Xin Ping’er dan mengambil sapu tangan itu, lalu memakainya.


"Bagus!" Ucap Xin Qian. Setelah Xin Ping’er menutupi wajahnya, dia terlihat jauh lebih baik. Xin Qian menghela nafas lega, kencan buta hari ini harus berhasil.


Ketika mereka tiba di Yangcheng, Xin Pinger pertama-tama menunggu di kedai makan karena Pria itu belum datang. Xin Ping’er melihat sekeliling kedai, dia menunggu dengan cemas takut pria itu tidak datang. Dia merentangkan kepalanya dari waktu ke waktu ke arah jalanan Yangcheng.


Ketika Xin Qian melihat Xin Ping’er yang gugup, dia merasa itu lucu.


“Hah… aku sudah menunggu sangat lama, mengapa dia belum datang ke sini~ Ibu, benarkah mereka akan datang ke sini?” Xin Ping’er bertanya setelah menunggu setengah jam.


Liang Jinqiao sedang sibuk, di mana dia bisa mengurus Xin Ping’er? Jadi, dia dengan santai menghiburnya, "Tidak, Pinger, tunggu lah sebentar lagi. Mereka akan datang."


Xin Ping’er menginjak kakinya dengan kesal dan berkata, "Ibu, tapi aku sudah menunggu lama..."


"Xin Ping’er, jangan khawatir, tunggulah sebentar lagi, mereka pasti akan datang." Jawab Liang Jinqiao.


"Tapi……" Xin Ping’er ingin mengatakan sesuatu lagi.


Xin Qian yang merasa terganggu olehnya, langsung menjawab, "Saudari Pinger, untuk apa Kamu begitu terburu-buru? Orang-orang itu mungkin tidak memiliki kereta keledai, jadi mereka datang lebih lama.”


"Hahh ..." Xin Ping’er menghela nafas, "Kalau begitu aku akan menunggu."


Sekitar satu jam kemudian…


Xin Pinger melihat mak comblang Gao memimpin seorang lelaki tampan bersamanya. Pria itu baru berusia dua puluhan, putih dan cantik. Saat dia mengikuti mak comblang Gao, dia masih sedikit malu-malu. Begitu Xin Pinger melihatnya, dia tahu bahwa lelaki di belakangnya adalah target kencan butanya hari ini.


Xin Qian melirik, dia juga merasa pria itu cukup cantik. Untuk Xin Ping’er, itu lebih dari cukup. Jika bukan karena keluarga si pria yang miskin, Xin Ping’er tidak akan bisa menikah.


Xin Qian juga merasa lega sekarang, Xin Ping’er pasti tidak akan menolak bocah cantik itu, dan pernikahannya harusnya akan berhasil.


Mak Comblang Gao tersenyum dan berkata, "Haha, aku membawakan pria ini untuk mu. Anak ini masih malu-malu, dia takut calon wanitanya tidak akan mau tinggal bersamanya."


“Terima kasih, Mak Comblang Gao, kami banyak merepotkan mu. Silahkan duduk dulu.”Liang Jinqiao menyapa mak comblang Gao dan lelaki itu untuk duduk. Sebuah meja di sediakan khusus untuk mereka.


Mak Comblang Gao menarik lelaki itu dan berkata, "Qin Yuan, duduklah!"


Ketika Xin Ping’er melihat pria itu yang sangat tampan, hatinya berdenyut. Dia buru-buru menundukkan kepalanya lebih rendah. Dia tahu bahwa mak comblang Gao benar-benar tidak berbohong, tetapi pria ini terlihat sangat tampan jika di lihat secara langsung.


Liang Jinqiao melihat Xin Pinger yabg berdiri di samping dengan malu-malu dan tidak segera datang. Dia buru-buru memanggilnya, "Pinger, apa yang kamu pikirkan? Kemarilah!"


Xin Ping’er yang di panggil oleh Liang Jinqiao, buru-buru mendekati meja itu dengan wajah malu-malu, "Ibu……"


"Kemari lah cepat, kalian harus makan sarapan dulu, baru kalian bisa pergi keluar dan mengobrol." Ucap Liang Jinqiao.


Xin Ping’er telah makan terlebih dahulu, tetapi Mak Comblang Gao dan Qin Yuan belum sempat sarapan apa pun pagi ini, jadi mereka sangat lapar setelah berjalan jauh.


Untuk menyambut tamu, Xin Qian tidak pelit, dan menyediakan banyak makanan lezat dari kedainya.


"Mak Comblang Gao, kalian berdua pasti lapar. Makan llah sedikit dulu, lalu biarkan kedua anak itu mengobrol." Ucap Liang Jinqiao tersenyum.


“Baiklah.” Mak Comblang Gao tersenyum, tentu saja dia tidak akan menolak.


Qin Yuan pada mulanya malu, tapi dia merasa tidak sopan jika hanya melihat Mak Comblang Gao makan, jadi dia juga mulai makan dengan Mak Comblang Gao.


Melihat bisnis Xin Qian yang ramai pembeli, Mak Comblang Gao tersenyum dan berkata, "Sepertinya kalian dapat menghasilkan banyak uang dalam sehari!"


Liang Jinqiao tersenyum dan berkata, "Untungnya, itu lebih baik daripada bertani di pedesaan."


"Hei… Ini sangat bagus. Orang-orang datang dan pergi terus-menerus. Aku belum pernah melihat bisnis kedai yang begitu ramai! Ck ck! Tidak heran Kamu tidak keberatan pria itu memiliki keluarga yabg miskin, karena Keluarga mu sendiri sudah kaya. " Ucap Mak Comblang Gao


Mak Comblang Gao berbisik ke telinga Qin Yuan, "Qin Yuan, apakah kamu melihatnya? Keluarga ini pasti memiliki banyak uang. Jika kamu menikahi gadis ini, mintalah agar mereka mau memberi mu mas kawin yang banyak. Lagipula, uang itu pasti sangat di perlukan keluarga mu untuk hidup di masa depan. "


Qin Yuan mendengar apa yang di katakan oleh Mak Comblang Gao dan mengangguk, "Begitu, Bibi Gao, terima kasih telah membantu ku."


"Tidak apa-apa, ini adalah tugas ku. Jangan lupa, Kamu harus bersikap baik dengan gadis itu, karena kamu harus memuaskan keluarganya." Ucap Mak Comblang Gao


"Aku tahu Bibi Gao." Qin Yuan juga melirik ke arah Xin Ping’er.


Qin Yuan melihat bahwa Xin Ping’er ini tidak terlihat buruk. Setengah dari wajah yang terekspos cukup cantik, walaupun dia tidak tahu apa yang tersisa dari setengah wajah itu. Seharusnya tidak terlalu buruk, kan?


Bahkan jika wajah aslinya sangat buruk, Qin Yuan masih tidak bisa menolak. Sangat sulit bagi keluarganya agar biaa menikahi menantu perempuan dan menerima mas kawin. Itu sebabnya, pernikahan kali ini harus terjadi bagaimana pun caranya. Qin Yuan melihat sekilas wajah pemalu Xin Ping’er yang membuat telinganya sampai memerah.


Pria ini masih menatapnya! Xin Pinger tidak tahu apa kesan pria itu terhadapnya, tapi bagaimanapun dia puas.


Setelah Mak Comblang Gao dan Qin Yuan selesai makan, Mak Comblang Gao meminta Qin Yuan dan Xin Ping’er untuk berjalan-jalan di Kota Yangcheng. Dengan begitu, mereka bisa bisa mengobrol lebih banyak tanpa gaangguan.


"Xin Ping’er, pergilah jalan-jalan dengannya.” Liang Jinqiao juga mendesak. Dia tahu Xin Ping’er ini pemalu.


"Baik, Ibu……" Jawab Xin Pinger sambil menunduk malu.


“Nona Pinger, ayo pergi.” Suara bagus Qin Yuan berdering, dan itu membuat hati Xin Ping’er berdenyut lagi.


Xin Ping’er menjawab dengan malu-malu, "Oke."


Jadi, Xin Pinger berjalan mengikuti Qin Yuan dan pergi dari kedai makan.


“….” Xin Qian memandang ke arah mereka berdua, 80% sifat mereka hampir sama.


Mak comblang Gao terus duduk di kedai Xin Qian, dan mulai mengobrol dengan Liang Jinqiao.


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗