Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 271



Qin Yuan yang mendengar suara Xin Pinger, wajahnya berubah jelek, “Untuk apa kamu menyusul?”


“Kakak Yuan, aku kemari karena khawatir pada mu! Kamu sudah lama pergi, dan masih belum kembali. Jadi, aku mencari mu.” Ucap Xin Pinger. “Tapi, kenapa kalian bersama?”


Xin Pinger mengalihkan pandangannya dan menatap Xin Hui dengan kesal, “Bibi, apa kamu menggoda kakak Yuan ku? Dia milik ku!”


“Apa?! Menggodanya? Aku?!” Ucap Xin Hui dengan marah.


“Pinger, Omong kosong apa yang kau bicarakan? Kami hanya mengobrol dan berkenalan.” Ucap Qin Yuan membela Xin Hui.


Xin Pinger merasa hatinya semakin sakit, bahkan kakak Yuannya lebih memilih untuk membela wanita lain di hadapannya! Tapi, dia tidak bisa apa-apa, dia yakin bahwa Xin Hui adalah orang yang menggoda Qin Yuan lebih dulu!


Xin Hui menatap Qin Yuan dan berkata, “Hah.. Sayang sekali. Kau cukup tampan, tetapi, keluarga mu miskin? Jadi, kamu harus bernasib buruk dan menikahi gadis jelek.”


Xin Hui benar-benar memiliki kesan yang baik tentang Qin Yuan, dia tidak ingin Qin Yuan begitu sengsara dan menikahi wanita jelek dan bodoh seperti Xin Ping’er.


“Apa! Kamu menghina ku?!” Xin Pinger sangat marah karena dirinya di rendahkan di depan orang yang dia sukai.


BUGH!


Xin Pinger mendorong Xin Hui sampai jatuh, dia sangat ingin memukuli Xin Hui, tetapi dia segera di hentikan oleh teriak Qin Yuan.


“Ah! Tangan ku! Beraninya kamu mendorong ku?!” Xin Hui berteriak histeris dan menarik Xin Pinger sampai jatuh ke tanah.


Bugh!!


“ Beraninya menggoda pria ku, aku akan memukuli mu!” ucap Xin Pinger marah. Dia menarik rambut Xin Hui dengan keras, dan memcakar tangannya.


“Ah! Sakit!” Xin Hui menjerit kesakitan. “Beraninya kau melukai kulit ku!”


Xin Hui balik mencakar Xin Pinger dengan lebih ganas.


“CUKUP!” Qin Yuan berteriak dengan kesal.


Mendengar suara teriakan Qin Yuan, Xin Pinger segera berhenti berkelahi.


Qin Yuan buru-buru membantu Xin Hui untuk berdiri, dan mengabaikan Xin Pinger yang juga terluka. Dia tidak tahu apakah dia akan menikahi Xin Pinger atau tidak, tapi dia harus berdiskusi dengan orang tuanya dengan hati-hati ketika dia pulang hari ini.


Xin Ping’er panik dan menatap Qin Yuan dengan sedih, "Kakak Yuan... Maaf, aku terlalu impulsif dan salah paham dengan mu. Jangan marah pada ku!"


Akhirnya, ada seorang pria yang mau menikahinya, dan Xin Pinger merasa sangat bahagia. Jika dia menyerah pada Qin Yuan, bukankah itu berarti kematian? Dia takut tidak akan pernah menemukan pria yang mau menikahinya lagi!


"Huh!" Qin Yuan mendengus pelan, masih belum menanggapi Xin Ping’er.


Bagaimanapun, dia masih marah karena Xin Ping’er memperlakukan Xin Hui seperti ini. Melihat cedera di wajah Xin Hui, dia juga merasa tertekan.


"Kakak, apakah kamu baik-baik saja?" Tanya Qin Yuan prihatin, dengan banyak kelembutan di matanya.


"Untungnya tidak terbunuh!" Jawab Xin Hui sarkas. Melirik Xin Ping’er, dia menemukan bahwa matanya penuh kecemburuan. Xin Hui tersenyum di sudut mulutnya dan memutuskan untuk membuatnya marah lagi.


Jadi Xin Hui memukul tubuh Qin Yuan dan berkata kepada Qin Yuan, "Rasanya sakit, sakit, sakit!"


Xin Hui menunjuk ke lengan dan kakinya.


"Kakak, Aku akan membantu mu meniupnya agar tidak sakit!" Ucap Qin Yuan dengan rajin.


Di satu sisi, itu karena Qin Yuan merasa kasihan pada Xin Hui dan ingin membantunya mengurangi rasa sakitnya, dan di sisi lain, dia merasa bahwa adalah berkat insiden ini, dia bisa menyentuh tubuh Xin Hui.


"Ya ~" Xin Hui menanggapi dengan acuh tak acuh.


Qin Yuan meletakkan tangannya di lengan Xin Hui, mengelusnya dengan lembut, dan meniup luka Xin Hui deengan penuh perhatian. “Apa masih sakit? Harus kah kita mencari obat?”


“Masih sakit, tapi kaki ku juga terluka jadi aku tidak bisa pergi, bagaimana Aku bisa kembali?” Xin Hui berkata dengan manja lagi. Dia sengaja melakukannya untuk membuat Xin Pinger cemburu.


"Yah, itu satu-satunya cara untuk pergi." Ucap Xin Hui mengangguk.


Melihat semua adegan mesra itu, Xin Ping’er sudah panik dengan kecemburuan. Bagaimana ini bisa terjadi! Dia adalah calon istrinya, tapi Kakak Yuan malah merawat luka wanita lain! Bahkan mengabaikannya!


Tapi, saat Xin Pinger melihat ekspresi mengejek di wajah Xin Hui. Dia yakin kalau Xin Hui pasti melakukannya dengan sengaja!


"Kakak Yuan... Aku juga terluka, kenapa kamu hanya ingin mengobati Bibi ku? Aku adalah calon Istri mu!" Nada bicara Xin Ping’er penuh dengan kecemburuan.


"Xin Ping’er, ini tidak semua karena kamu. Jika kamu tidak mendorong bibi mu dan membuat kakinya terkilir, dia akan bisa berjalan kembali sendiri, kan?" Ucap Qin Yuan.


"Tapi……" Xin Pinger masih ingin mengeluh, tapi di hentikan oleh Qin Yuan.


"Oke, jangan banyak bicara, atau aku akan benar-benar membencimu!" Qin Yuan juga berkata dengan marah.


Setelah Qin Yuan mengatakan itu, Xin Ping’er tidak berani untuk terus berbicara. Dia hanya bisa melihat Qin Yuan menggendong Xin Hui di punggungnya.


Xin Hui berbaring di punggung Qin Yuan, dia memutar kepalanya dan menjulurkan lidahnya pada Xin Ping’er.


"Huh!" Xin Pinger kesal dan cemburu melihat mereka bersama, tapi dia tidak bisa apa-apa, dan hanya mengikuti mereka dari belakang.


Xin Qian yang berjalan keluar rumah untuk mencari angin, melihat Xin Ping’er dan Qin Yuan telah kembali. Akan tetapi, apa yang sedang terjadi? Mengapa Qin Yuan membawa Xin Hui di punggungnya? Dia juga melihat Xin Ping’er mengikuti di belakang, dia seperti wanita yang berduka, dengan ekspresi sedih di wajahnya.


Xin Qian tiba-tiba menilai dalam hatinya bahwa sesuatu yang menarik telah terjadi sekarang.


Qin Yuan mengirim Xin Hui ke kamar terlebih dahulu. "Kakak... Kalau begitu istirahatlah, aku... aku keluar dulu!"


Setelah mengatakan demikian, hati Qin Yuan merasa tidak puas. Dia melirik wanita cantik di depannya, sayangnya dia tidak bisa melakukan apa pun!


"Ya.” Xin Hui menjawab, "Kembalilah lain kali, terus bermain dengan ku.”


"Oke..." balas Qin Yuan dengan malu-malu. Ketika Qin Yuan hendak pergi, Xin Hui tiba-tiba memanggilnya.


Qin Yuan bertanya dengan gugup, "Kakak, ada apa?"


"Kemarilah!" Ucap Xin Hui.


"Kakak..." Qin Yuan tertegun oleh wajah Xin Hui yang memerah, tapi dia segera membungkuk dengan gembira. "Kakak, ada apa?"


Xin Hui tidak berbicara, tapi setelah Qin Yuan membungkuk, dia mencium wajah Qin Yuan dengan ciuman singkat di pipinya.


Qin Yuan tertegun. Apa yang terjadi? Xin Hui benar-benar menciumnya? Apakah ini berarti bahwa Xin Hui juga menyukainya?


Qin Yuan tidak bisa menahan kegembiraan di hatinya ketika dia memikirkan hal ini. Jika Xin Hui juga menyukainya dan bersedia bersamanya, maka dia tidak akan menikah dengan Xin Pinger bahkan jika dia mengalami kesulitan di masa depan!


Ketika Qin Yuan yang bersemangat ingin mengatakan sesuatu, Xin Hui berbisik di telinganya, "Terima kasih telah mau mengantar ku. Ciuman itu hadiah untuk mu, apakah kamu tidak suka?”


Qin Yuan tersipu dan tergagap, "Tidak ... tidak, aku sangat senang!"


Xin Hui tersenyum di sudut mulutnya, "Keluarlah dengan cepat, kalau tidak, gadis Ping’er benar-pasti akan bergegas ke kamar ku dan mengganggu ku lagi!"


"Baiklah. Aku pergi dulu.” Qin Yuan dengan enggan meninggalkan kamar Xin Hui.


Benar saja, Qim Yuan melihat bahwa Xin Ping’er benar-benar menunggunya di luar, sambil menjulurkan lehernya untuk melihat apa yang terjadi di dalam. Qin Yuan mengerutkan keningnya, dia menjadi semakin jijik dengan Xin Ping’er.


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗