Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 204



Mo Lianfeng hanya memiliki satu kerabat, dan orang tuanya telah meninggal lebih awal. Karena itu, dia tidak akan melakukan apa pun yang bertentangan dengan Nyonya tua Mo terlalu banyak dan membuat Nyonya tua Mo menjadi sedih.


Xin Qian juga tidak ingin memaksa Mo Lianfeng terlalu banyak, tetapi jika dia dan Mo Lianfeng benar-benar bersama sebagai Suami-Istri, Xin Qian bisa saja tetap tinggal di desa. Lagipula, dia tidak perlu tinggal di Mansion atau pun Istana Pangeran ketiga. Dia bisa membangun halaman besar di pedesaan, dengan begitu Mo Lianfeng bisa datang dan hidup bersamanya dengan tenang.


Jika Mo Lianfeng datang untuk tinggal bersamanya, Xin Qian secara alami tidak harus berurusan dengan Nyonya tua Mo...


"Mo Lianfeng, jika nenek mu tetap tidak setuju, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Xin Qian.


Mo Lianfeng terdiam untuk sementara waktu, lalu berkata, "Xin Qian, jika nenek masih tidak setuju, aku akan pindah untuk tinggal bersama mu. Mulai sekarang, aku tidak akan pernah kembali ke Istana Pangeran. Kita akan tinggal bersama sebagai keluarga di desa ini. Lagi pula, tanpa mu, aku tidak berpikir bahwa aku bisa hiduo tenang. Jika bukan dengan mu, aku juga tidak akan menikahi wanita lain. "


“….” Xin Qian tidak berharap bahwa jawaban Mo Lianfeng akan sesuai dengan apa yang dia pikirkan barusan. Sangat jarang bisa menemukan seorang pria dengan identitas mulia sepperti Mo Lianfeng, yang mau melakukan apa pun untuk bisa bersamanya.


"Oke, kalau begitu aku akan menunggu mu." Xin Qian tersenyum dengan licik, "Jika kamu benar-benar meninggalkan Istana Pangeran dan datang kepada ku di masa depan, aku akan merawat mu!"


Jika Mo Lianfeng benar-benar meninggalkan Istana Pangeran, dia pasti tidak akan dapat menikmati kemewahan seperti di Istana Pangeran. Jika Mo Lianfeng membuang statusnya sebagai Pangeran, Mo Lianfeng pasti tidak akan di berikan aset apa pun. Pada saat itu, Mo Lianfeng mungkin harus mempertimbangkan masalah bertahan hidup di desa.


Xin Qian berpikir bahwa tujuannya sekarang sedikit lebih besar, membesarkan seorang putra dan juga membesarkan seorang Pangeran terbuang! Tapi, jika memang harus begitu, dia tidak merasa keberatan.


Mo Lianfeng merasa terhibur oleh Xin Qian, "Xin Qian, tidak ada wanita yang mau merawat seorang pria. Jangan khawatir, bahkan setelah aku meninggalkan rumah, aku pasti bisa membiarkan mu dan Xiao Chen menjalani kehidupan yang baik."


“Aku tahu.” Xin Qian memiliki rasa manis di hatinya.


Akhirnya, semua orang tiba di rumah Keluarga Xin dalam waktu singkat…


Saat ini, adalah waktunya makan siang, jadi para pria dari Keluarga Xin itu juga baru kembali dari ladang dan sedang beristirahat di halaman. Sedangkan untuk para wanita, mereka sibuk membuat makan siang di dapur.


"Ipar ketiga, apa yang kamu lakukan di halaman? Panci ini panas, bantulah aku meembawanya! Sudah lama kau mencuci piring, tapi kamu masih belum selesai?! Cepat bawa piringnya kemari!” Li Cuiying berteriak pada Liang Jinqiao.


“Aku datang!” Jawab Liang Jinqiao, seraya memegang piring di baskom.


Huo Chunhua juga ada di dapur, dan mengoceh, "Apakah dia itu siput? Hanya cuci pirring tapi begitu lama! Dasar tidak berguna!”


Liang Jinqiao menunduk dan mendesah, "Ibu, aku khawatir tentang Qian’er, aku tidak bisa fokus ..."


Mengingat Xin Qian, Huo Chunhua marah lagi dan mengutuknya, "Lebih baik jika gadis bau itu tidak kembali, dia hanya menjadi momok ketika dia kembali! Itu pasti hukuman langit untuknya!”


Li Cuiying di samping menimpali, "Ya, ibu, jal*ng kecil itu sangat arogan akhir-akhir ini. Sekarang, dia pasti memiliki hari-hari yang buruk di sel tahanan! Aku pikir Xin Qian 80% tidak akan kembali, apalagi kasusnya adalah pembunuhan, hukumannya pasti beberapa tahun penjara! Ayah bahkan meminta Xin Wensheng untuk ke Kota Yangcheng dan mencari bantuan untuk Xin Qian, tetapi sampai saat ini masih belum ada berita tentang Xin Qian, kan?"


Huo Chunhua memikirkannya, dia juga berpikir begitu, tetapi yang menyakitkan adalah uang yang dia habiskan untuk meminta bantuan pejabat di kota! Xin Baoshan sampai memberikan Xin Wensheng uang sebayak dua puluh koin perak hanya untuk membantu Xin Qian. Sungguh sial!


Jika mereka ingin mencari info tentang kasus di pengadilan daerah, tentu saja mereka harus mrncarinya melalui orang dalam. Jadi, Xin Wensheng menemui pejabat di kota yang bekerja di pemerintahan, dia berharap bahwa Xin Qian bisa di bawa keluar dari masalah ini. Tetapi, hubungan seperti ini jelas membutuhkan sogokan uang, jadi Keluarga Xin mengeluarkan dua puluh koin perak.


Dua puluh koin perak bukanlah jumlah kecil. Uang keluarga di simpan di tangan Huo Chunhua, sudah pasti Huo Chunhua tidak mau memberikan uang sebanyak itu hanya untuk Xin Qian. Jadi, Xin Baoshan tidak punya pilihan selain menggunakan brankas kecilnya dan menggunakan uaangnya simpanannya untuk di berikan pada Xin Wensheng.


Mengetahui itu, Huo Chunhua berpikir bahwa Xin Baoshan telah menyembunyikan uang pribadinya, dan mulai menangis sepanjang hari. Dia sangat tidak mau menghabiskan begitu banyak uang untuk pel*cur kecil itu!


Akhirnya, Xin Baoshan memarahi Huo Chunhua bahkan mengancamnya untuk bercerai, setelah itu Huo Chunhua terpaksa menutup mulutnya.


Huo Chunhua merasa sedih di hatinya, dia tidak tahu berapa lama waktu yang di butuhkan Keluarga Xin untuk mengumpulka dua puluh koin perak itu! Sekarang, uang sebanyak itu trlah sia-sia hanya untuk orang yang tidak berguna!


Ketika Huo Chunhua dan Li Cuiying mengatakan ini, Liang Jinqiao mengerutkan kening dan menjadi lebih cemas, dia khawatir Xin Qian mungkin benar-benar tidak bisa kembali.


Tiba-tiba, ada suara di luar rumah Keluarga Xin…


"Gadis Qian? Hei, Gadis Qian ada di sini!" Teriak Li Cuiying terkejut.


Mendengar itu, Liang Jinqiao segera menaruh piring di tangannya, dan berlari ke depan rumah Akhirnya, dia melihat sosok putrinya yang dia cemaskan. Liang Jinqiao menangis dan datang ke arah Xin Qian, " Xin Qian, Xin Qian, ibu khawatir sampai ingin mati! Putri ku?! Kau kembali? Apa kamu tidak apa-apa? Apa mereka melukai mu dimana pun?”


"Kakak kedua, apakah kamu baru saja kembali?!” Teriak Xin Yang bersemangat.


Ketika Xin Qian kembali, orang-orang di rumah Keluarga Xin memiliki reaksi yang berbeda.


Xin Qian baru pergi selama beberapa hari, dan Liang Jinqiao terlihat sangat kuyu. Sepertinya, beberapa hari ini Ibunya sangat mengkhawatirkannya, sampai sulit tidur. Xin Qian tersenyum dan berkata, "Ibu, jangan khawatir, bukankah aku kembali dengan sehat?"


“Senang kamu bisa kembali, senang kau kembali.” Liang Jinqiao menghela napas lega, hati yang semula menggantung akhirnya jatuh.


Liang Jinqiao melihat Mo Lianfeng di belakang Xin Qian dan bertanya, "Xin Qian, kali ini Kamu bisa kembali dengan selamat, apakah Pangeran membantu mu?"


"Itu benar, Ibu." Xin Qian mengangguk.


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗