Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 220



Xin Qian tidak ingin berbicara pada Xin Ping'er lagi, jadi dia berkata kepada Liang Jinqiao, "Ibu, aku akan kembali dulu."


"Oke, kalau begitu kamu berhati-hati lah di jalan." Ucap Liang Jinqiao mengangguk.


"Baik." Xin Qian pergi mencari Xiao Chen sebelum pergi.


Saat tiba di rumah keluarga Xin, Xin Yang langsung membawa Xiao Chen ke lahan kering yang di alokasikan untuk Sanfang. Mereka berdua menyaksikan Xin Wenhua dan Xin Tianan bekerja di sana. Lahan kering yang di alokasikan untuk Sanfang sangat buruk, lahan itu penuh dengan gulma dan beberapa tunggul pohon. Jadi, Xin Wenhua dan Xin Tianan harus membersihkan lahan terlebih dulu, mereka membawa cangkul untuk mengendurkan tanah.


Namun, tidak ada air di tanah ini, sehingga tanahnya menjadi sangat keras. Saat Xin Wenhua mulai mencangkul tanahnya, itu sangat keras! Jadi, untuk menyingkirkan tunggul pohon akan butuh waktu yang lama karena kekerasan tanahnya.


"Tianan, tunggul pohon ini tidak dapat di gali hanya dengan cangkul. Bahkan jika kita mencangkulnya sampai cangkul itu rusak, tunggul pohon itu tetap tidak akan memiliki respons! Kita harus menggunakan sekop!" Ucap Xin Wenhua kepada Xin Tianan.


“Tetapi ayah, kita tidak memiliki sekop di rumah, dan Paman kedua pasti tidak akaan mau meminjamkannya kepada kita.” Ucap Xin Tianan seraya mengerutkan kening nya.


"Kalau begitu, cari kakek mu untuk meminjam satu sekop milik Keluarga Xin. Yang terbaik kita harus segera melonggarkan tanah ini dengan sekop, jika dengan cangkul kita tidak akan selesai sampai berbulan-bulan!” Ucap Xin Wenhua.


"Baik, ayah, aku akan pergi untuk meminjam sekop pada kakek! Aku pergi dulu!” Ucap Xin Tianan.


“Pergi lah.” Ucap Xin Wenhua seraya mengangguk.


Xin Qian baru saja datang, saat dia mendengar percakapan dua orang itu, dia memanggil Xin Tianan yang hendak pergi. "Tian'an, tidak perlu kamu pergi pada kakek untuk meminjamnya. Aku punya satu sekop di rumah. Aku akan pergi mengambilnya untuk mu sekarang, jadi kalian bisa beristirahat dulu di sini. Lihat lah kalian semua sudah berkeringat!"


Xin Wenhua dan Xin Tianan juga sibuk sepanjang sore. Sekarang musim semi telah di mulai, jadi cuaca telah menjadi semakin panas. Setelah sekian lama bekerja keras, tubuh mereka berdua secara alami berkeringat, bahkan wajah Xin Wenhua dan Xin Tianan sudah sedikit merah.


Ketika Xin Wenhua melihat Xin Qian datang, dia merasa sedikit tidak berani menatap mata Xin Qian, dia merasa malu dengan apa yang telah dia lakukan di tahun sebelumnya.


"Qian’er, kamu datang ke sini juga?" Tanya Xin Wenhua.


“Ya.” Jawab Xin Qian mengangguk, dia juga tidak ingin hubungan nya dengan Xin Wenhua terlalu kaku.


“Kakak kedua, aku akan pergi mengambilnya sendiri. Kamu bisa duduk di sini saja.” Xin Tianan merasa kasihan pada Xin Qian karena jarak dari rumah Xin Qian ke lahan kering ini lumayan jauh.


Melihat wajah merah Xin Tianan, Xin Qian tersenyum, dan berkata, "Bocah bodoh, bukankab Kamu sangat lelah sekarang? Beristirahatlah dan dinginkan tubuh mu di bawah pohon. Kakak kedua akan kembali dan mengambilkan air dingin untuk mu dan Ayah."


Berbicara tentang air, Xin Wenhua dan Xin Tianan baru mearasa bahwa mereka memang haus. Lagi pula, mereka berdua telah bekerja di ladang ini untuk waktu yang lama. Saat ini, matahari sangat terik, dan itu membuat bibir mereka kering dan pecah-pecah.


"Qian’er, maka kami harus merepotkan Kamu!" Ucap Xin Wenhua.


"Tidak masalah!" jawab Xin Qian tersenyum.


Dengan itu, Xin Qian kembali ke rumahnya, kemudian dia mengambil sekop, dan membawa teh yang telah di masak sebelumnya, Xin Qian juga menambahkan madu ke dalam teh jadi tidak begitu pahit, tetapi agak manis. Sayangnya, orang-orang di era ini tidak pernah minum teh, dan mereka bahkan tidak tahu cara membuat teh!


Xin Qian membawa teh dan sekop di tangannya, lalu kembali naik gunung. Sesampainya di sana, dia melihat Xin Wenhua dan Xin Tianan duduk di bawah pohon dan mengipasi tubuh mereka dengan topi jerami.


"Ayah, Tian'an, minumlah air dulu!" Xin Qian menyapa Xin Wenhua dan Xin Tianan, kemudian dia menuangkan segelas dan menyerahkannya kepada mereka berdua.


"Kakak kedua, apa ini? Rsanya unik dan juga enak! Agak manis, dan ada aroma yang menyegaran!" ucap Xin Tianan dengan gembira setelah minum secangkir teh madu.


Xin Qian tersenyum dan menjelaskan, "Ini adalah minuman yang di sebut teh, aku juga mencampurnya dengan madu saat membuatnya. Teh dan madu jika di campur rasanya sangat enak, dan baunya juga menenangkan. Karena manisnya madu, membuat mu memiliki rasa manis ketika Kamu meminum teh ini. "


"Teh adalah daun yang di keringkan dari pohon teh, kamu pasti tidak mengenalinya, tapi kamu bisa meminumnya dengan nyaman karena ini baik untuk pencernaan." Ucap Xin Qian menjelaskan lagi.


"Ah begitu, ini sangat enak.” Ucap Xin Tianan seraya mengangguk berat.


"Xin Qian, minuman teh ini dapat memuaskan dahaga dalam sekejap! Rasanya juga enak! Bukankah ini mahal?" Ucap Xin Wenhua, dia sangat tertarik pada teh Xin Qian.


"Tidak mahal, aku membuatnya sendiri dan aku hanya memetiknya di gunung, jika Ayah suka meminumnya, aku akan membawakan daum teh nya lain kali. Ketika Ayah ingin meminumnya, Ayah bisa membuat air mendidih dan merendamnya."


"Oke, kalau begitu beri aku sedikit." Ucap Xin Wenhua mengangguk. Jika itu berharga, dia tidak akan menerimanya.


Setelah Xin Wenhua dan Xin Tianan minum teh, dan keduanya mulai bekerja lagi. Sedangkan Xin Qian sedang menonton di samping, karena dia tidak bisa membantu banyak. Lagi pula, pekerjaan fisik semacam ini harus di lakukan oleh pria.


Karena tanahnya sangat keras, sangat sulit untuk menembusnya bahkan dengan sekop, butuh waktu lama untuk mengeluarkan 1 tunggul pohon. Di perkirakan butuh beberapa beberapa minggu untuk mengolah tanah kering seluas satu hektar ini!


"Ayah, Tian'an, jangan terburu-buru hari ini, kalian bisa menyelesaikannya perlahan, jangan terlalu lelah." Ucap Xin Qian menasihati.


Melihat Xin Qian peduli pada dirinya juga, senyum bahagia muncul di wajah Xin Wenhua. "Itu benar, kami akan beristirahat setelah ini. Lagipula, Aku harus membangun dapur besok, kami tidak bisa menggunakan dalur Nenek mu terus setelah rumah di pisahkan."


“Itu benar, lebih baik secepatnya membangun dapur sendiri.” Xin Qian mengangguk. Awalnya hanya ada satu dapur di dalam rumah Keluarga Xin, jadi karena Sanfang di pisahkan, mereka harus membangun dapur lain.


“Hmm~” Xin Wenhua menganggul setuju.


Xin Qian menatap ke arah Xiao Chen dan Xin Yang, yang masih bermain dengan gembira di sudut, keduanya sedang menangkap jangkrik di rumput. Anak-anak secara alami mencari hewan-hewan kecil untuk di mainkan, setelah semua, tidak ada hiburan lain di ladang seperti ini.


Xin Qian melihat sekeliling lahan kering, lahan kering milik Sanfang ini letaknya di bawah bukit. Lerengnya tidak terlalu tinggi. Di sekitarnya juga tidak ada pohon besar dan hanya pohon-pohon kecil yang hidup di sana. Xin Qian tiba-tiba menjadi tertarik pada tanah di bukit itu. Bukitnya tidak tinggi, tetapi tidak di tanami karena sulit untuk di rawat, dan panennya juga tidak baik di lereng ini. Jika Xin Qian menggunakan lahan ini untuk menanam pohon teh, itu akan bagus!


Di perkirakan bisa menanam banyak pohon teh di bukit ini, yang terpenting adalah menanam pohon teh di sini, dia bisa lebih mudah mencari orang untuk membantu nya memetik teh.


Jika Xin Qian ingin memetik teh di gunung, pasti tidak akan ada seorang pun di desa yang ingin pergi, lebih tepatnya, mereka tidak berani pergi karena takut pada hewan buas di gunung.


Selain itu, jika Xin Qian membeli bukit tandus besar ini, harganya tentu tidak akan terlalu mahal, dan lahannya juga sangat cocok untuk menananm teh!


"Kakak kedua, apa yang kamu lihat? Ayo kembali!" Panggil Xin Tianan seraya menyeka keringat dari dahinya.


Xin Qian akhirnya kembali sadar dan tersenyum. "Baiklah, ayo kembali."


Akhirnya, Xin Qian dan yang lainnya kembali bersama ke rumah Keluarga Xin.


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗