Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 298



Setelah sarapan, Xin Wenhua dan Xin Tianan pergi ke lahan sawah Sanfang.


Mo Lianfeng menemaani Xiao Chen bermain, jadi dia membawanya jalan-jalan. Melihat calon ayah mertuanya yang bekerja di sawah, Mo Lianfeng menawarkan bantuannya. Lagipula, dia harus rajin di depan ayah mertuanya, kan?


Xin Wenhua terkejut ketika dia melihat Mo Lianfeng menawarkan bantuan, beraninya dia membiarkan Pangeran yang agung bertani?!


“Tidak, tidak. Yang mulia, tidak perlu membantu sama sekali!” Ucap Xin Wenhua buru-buru menolak.


"Paman, tidak apa-apa, biarkan aku mencoba. Kamu adalah ayah Xin Qian, jadi tentu saja kamu tidak perlu sungkan denganku." Ucap Mo Lianfeng bersikeras.


Xin Wenhua tersenyum kecut, dia tidak berani membiarkan Mo Lianfeng melakukan pekerjaan kasar, tapi dia tidak berani menolak Mo Lianfeng. Ada dilemadi hatinya untuk sementara waktu.


Melihat Xin Wenhua masih ragu. Mo Lianfeng segera melepas pakaian mewahnya. Setelah menggulung celananya, dia langsung turun ke sawah. Air berlumpur di sawah menyentuh setengah dari kakinya, dan hanya kepala bibit yang muncul. Jika ini terus berlanjut, diperkirakan tidak akan ada panen padi tahun ini. Inilah yang paling ditakuti orang-orang zaman dahulu.


"Yang Mulia, bisakah kamu melakukannya? Jika kamu tidak bisa, berikan saja padaku, oke?" Xin Wenhua bertanya dengan hati-hati.


"Paman, ajari aku sekali dan aku akan melakukannya." Ucap Mo Lianfeng.


Bagaimana Xin Wenhua berani menolak, dia tidak punya pilihan selain melakukannya, dan ketika dia menjelaskannya, Mo Lianfeng belajar dengan sangat cepat. Xin Wenhua menunjukkannya sekali.


Xin Wenhua merasa nyaman dengan sikap Mo Lianfeng yang rendah hati. Dia sama sekali tidak terlihat jijik dengan lumpur yang kotor.


Kebetulan Liang Jinqiao datang dan melihat Mo Lianfeng yang bekerja keras, dia menghela nafas, "Qianer kami sangat beruntung bisa bertemu dengan seseorang seperti Pangeran ketiga."


Xin Wenhua tersenyum dan berkata, "Tentu saja, Qianer telah meenderita selama beberapa tahun terakhir, dan sekarang Tuhan telah membayarnya."


Liang Jinqiao mengangguk setuju, "Ya, benar.”


Xin Wenhua memuji lagi, “Lalu, pekerjaan yang di lakukan Pangeran benar-benar rapi, tidak lebih buruk dari kita, para petani."


Liang Jinqiao menatap Mo Lianfeng dan melihat, "Ya, itu sangat bagus. Pangeran memang selalu handak melakukan apapun, dia tentu saja berbeda dengan orang-orang biasa yang lambat belajar. Ngomong-ngomong, apakah sawah keluarga Xin baik-baik saja? Ku dengar, saudara tertua dan saudara kedua mu tidak bisa memompa air di sawah, dan sekarang mereka membuat masalah di rumah. "


Liang Jinqiao datang untuk menemukan Xin Wenhua hanya untuk ini. Di Keluarga Xin, Xin Baoshan sangat marah melihat kedua putranya seperti sampah. Dia mara pada Xin Wenshi dan Xin Wenshui.


Dibandingkan dengan Sanfang, sawah Keluarga Xin jauh lebih banyak. Setelah hujan berhenti, sawah Keluarga Xin tentu harus dipompa keluar juga, jika tidak mereka akan gagal panen.


"Suamiku, apakah Kamu ingin memompa air untuk Keluarga Xin? Aku pikir kakak tertua dan kakak kedua mu benar-benar tidak berguna. Ayah pasti tidak ingin menyaksikan bibit itu mati. Ini panen satu tahun!" Liang Jinqiao berdiskusi dengan Xin Wenhua.


Xin Wenhua mendengarkan Istrinya dan diam beberapa saat. "Lupakan saja, bagaimanapun juga, keluarga kita telah terpisah. Kakak pertama dan kakak kedua harus belajar. Aku takut, jika aku membantu kali ini, mereka akan bergantung pada kita di waktu berikutnya. Kita dapat membantu sekali atau dua kali, tetapi tidak bisa selalu membantu mereka, kan?"


Liang Jinqiao menghela nafas, dia mengangguk, dan menjawab, "Ya, kamu benar Suamiku. Aku lupa bagaimana sifat mereka.”


Liang Jinqiao sangat tahu karakter Xin Wenshui dan Xin Wenshi. Hanya demi niat baik, dia tidak bisa membiarkan Keluarganya menderita. Dulu dia dan Suaminya terlalu penurut, dan Sanfang terus diganggu.


"Hei, Sayang sekali ladang keluarga Xin, aku tidak tahu apakah Kakak pertama dan Kakak Kedua akan bekerja ..." Ucap Liang Jinqiao menghela nafas.


"Meski mereka tidak tahu bagaimana cara melakukannya, mereka tetap harus belajar dan melakukannya. Jika mereka tidak mau, Keluarga Xin akan kesulitan untuk setahun ke depan. Keluarga Xin tidak kaya. Jika panen selama setahun hilang, apa lagi yang harus dimakan?” Ucap Xin Wenhua.


"Yah, kakak tertua dan kakak kedua mu terlalu malas. Ayah pasti merasa pusing sekarang.” Ucap Liang Jinqiao.


Ketika mereka berdua merasa emosional dengan situasi di Keluarga Xin, mereka baru menyadari bahwa Qin Yuan benar-benar datang. Kapan anak ini datang, mereka bahkan tidak tahu?


Setelah melihat Qin Yuan, Liang Jinqiao dan Xin Wenhua menyambutnya dengan antusias.


Melihat sikap Qin Yuan, dia sepertinya ada di sini untuk membantu. Begitu hujan lebat berhenti, dia tidak berharap bahwa bocah ini akan mengabaikan urusan keluarganya sendiri dan berlari ke rumahnya.


"Orang tua ku meminta ku untuk datang membantu," Qin Yuan menjelaskan.


Liang Jinqiao mengangguk, memikirkan betapa baiknya Qin dan istrinya. Dan berkata, "Haha, itu bagus. Sebenarnya kamu tidak perlu datang, rumahmu pasti sibuk juga, kan?"


Qin Yuan menggelengkan kepalanya, "Tidak apa-apa, kami tidak punya banyak sawah di rumah, jadi kami tidak terlalu sibuk."


"Syukurlah kalau begitu." Ucap Liang Jinqiao.


"Bibi, di mana sawah milik Sanfang?" Tanya Qin Yuan.


Liang Jinqiao berpikir kalau Qin Yuan ingin membantu, dan berkata, "Nak, kamu tidak perlu membantu, kalau tidak, dengan begitu banyak orang di sawah, airnya akan berlumpur."


Sekarang dengan adanya Mo Lianfeng, Xin Wenhua, dan Xin Tianan, itu sudah cukup. Mereka hanya ada satu hektar sawah, bahkan jika ada banyak air, itu bisa habis hari ini.


"Itu……" Apa yang ingin dikatakan Qin Yuan, terpotong oleh Xin Wenshui dan Xin Wenshi datang.


Xin Wenshui tersenyum pada Liang Jinqiao dan berkata, "Adik ipar ketiga, kamu salah paham, Qin Yuan tidak berbicara tentang sawah mu, dia berbicara tentang sawah milik keluarga Xin."


Liang Jinqiao tertegun, dia tidak mengerti apa yang dimaksud Xin Wenshui dan Xin Wenshi. Apakah mungkin Qin Yuan datang ke sini, bukan untuk membantu Sanfang? Tapi, keluarga Xin?


"Apa maksud mu?" Tanya Liang Jinqiao.


Xin Wenshui tersenyum dan berkata, "Yah, menantu masa depanmu adalah pria yang baik, dan dia setuju untuk membantu sawah kami untuk memompa air!"


“Membantu keluarga Xin?” Liang Jinqiao bahkan jadi lebih bingung.


"Ya, dia datang untuk membantu keluarga Xin, bukan untuk membantu mu, Sanfang. Haha, adik ipar ketiga, aku akan meminjam menantu masa depanmu dulu. Dengan dia di sawah keluarga Xin, kita bisa mengalirkan air!" Kemudian, Xin Wenshi dan Xin Wenshui berbalik dan pergi, meninggalkan Xin Wenhua dan Liang Jinqiao yang masih bingung.


"Suami ku, apakah kamu tahu apa yang terjadi? Situasi apa ini? Bukankah Qin Yuan datang ke sini untuk membantu keluarga kita?" Tanya Liang Jinqiao.


"Sepertinya tidak. Bukankah dia pergi ke sana?" Ucap Xin Wenhua dengan tidak senang.


“Tapi anak ini ... mengapa dia datang ke sini, dan bekerja untuk keluarga Xin?” Liang Jinqiao tidak bisa mengerti.


“Mungkin ketika dia datang ke sini, dia melihat bahwa keluarga Xin kami terlalu ribut, jadi dia menawarkan bantuan?” Xin Wenhua menebak, selain penjelasan ini, apa yang bisa menjadi alasannya.


"Yah, ku pikir begitu. Hahh... kasian sekali anak itu, sawah milik Keluarga Xin adalah tujuh hektar sawah! Jika semuanya diberikan kepadanya, kapan dia akan selesai?” Ucap Liang Jinqiao khawatir.


Dengan karakter Xin Wenshui dan Xin Wenshi, semua pekerjaan pasti akan diserahkan kepada Qin Yuan.


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗