Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 193



Sipir Penjara itu bergidik ngeri karena suara dingin Mo Lianfeng, dia buru-buru berlutut di tanah dan berkata pada Mo Lianfeng, "Pangeran ketiga, Kamu salah paham. Aku benar-benar tidak melakukan apa-apa, dan kami tidak menyalahgunakan kekuasaan tanpa pengadilan."


Xin Qian melihat ekspresi Mo Lianfeng yang marah karena mengkhawatirkannya, itu membuatnya merasa sedikit senang di hatinya. Tapi, dia kasihan pada Sipir oenjara yang di salahpahami, jadi dia membuka mulutnya…


"Pangeran Mo, Kamu benar-benar salah paham, mereka tidak menggunakan penyiksaan apa pun pada ku," Xin Qian menjelaskan kepada Mo Lianfeng.


"Kalau begitu kenapa kamu di papah oleh nya?” Mo Lianfeng memandang Xin Qian, lalu mengerutkan keningnya.


"Aku hanya terlalu lama berdiri di penjara, jadi kedua kaki ku mati rasa dan sakit. Aku terjatuh saat perjalan kemari, dan aku tidak bisa berjalan sendiri. Jadi, Sipir penjara ini hanya membantu ku, agar aku bisa keluar." Ucap Xin Qian menjelaskan.


Melihat Xin Qian membantu dirinya menjelaskan, sipir penjara juga melemparkan pandangan berterima kasih kepada Xin Qian.


Mo Lianfeng terdiam beberapa saat, tiba-tiba dia melangkah ke arah Xin Qian dan langsung menggendong Xin Qian ala bridal style!


Saat Xin Qian merasa bahwa kakinya sudah jauh dari tanah, dengan refleks dia memeluk Mo Lianfeng, dan menekan seluruh wajahnya ke arah dada Mo Lianfeng.


"Ah! Pa.. Pangeran Mo…” Xin Qian memandang Mo Lianfeng dengan panik, dia, tidak tahu apa mengapa Mo Lianfeng tiba-tiba mengangkatnya.


“Karena kamu tidak bisa menggerakkan kedua kaki mu, maka aku akan mengge dong mu,” Mo Lianfeng menjelaskan, meski di sembunyikan dengan susah payah, tetap saja ada sedikit gugup dalam nada suaranya.


"Tapi, Pangeran, luka mu belum sembuh total ...” Xin Qian sedikit khawatir tentang cedera pada lengan Mo Lianfeng. Di gendong di lengan Mo Lianfeng, Xin Qian selalu merasa aneh, dan ada juga suasana ambigu antara dia dan Mo Lianfeng.


"Luka ku baik-baik saja, kamu tidak perlu khawatir," Ucap Mo Lianfeng dengan suara lembut di telinga Xin Qian.


Napas hangat menyembur ke telinga Xin Qian, itu membuat wajah Xin Qian memerah karenaa malu. “Pangeran Mo, kamu sebaiknya menurunkan ku, aku bisa jalan sendiri.”


Xin Qian menepuk pundak Mo Lianfeng beberapa kali dan meminta di turunkan. Dia merasa posisi ini terlalu ambigu dan memalukan!


Saat Xin Qian sedang berjuang, Mo Lianfeng meraih tangan Xin Qian dan berbisik ke telinga Xin Qian, "Jangan bergerak."


Saat bicara, suara Mo Lianfeng semakin pelan. Awalnya, Mo Lianfeng baik-baik saja, tetapi pada akhirnya, dia menarik luka di lengannya terbuka. Itu karena Xin Qian yang terus bergerak dalam gendongannya.


Ada aroma mint pada napas Mo Lianfeng, bau itu sangat menyegarkan. Xin Qian semakin malu, wajahnya pasti sudah semerah tomat sekarang! Perasaan di gendong oleh Mo Lianfeng adalah perasaan yang asing bagi Xin Qian. Lengan pria ini sangat besar, lalu dadanya yang bidang dan kokog, tampaknya bisa membuat Xin Qian merasa nyaman.


Jika bukan karena Mo Lianfeng datang hari ini, maka Xin QiN mungkin harus tinggal di sel yang kotor itu selama dua hari! Betapa buruknya itu? Xin Qian merasa bersalah pada Mo Lianfeng. Setiap kali dia punya masalah, pria ini selalu ada di sisinya dan membantunya tepat waktu. Dua puluh tahun telah berlalu dalam kehidupan terakhir Xin Qian, tapi dia belum pernah bertemu pria seperti itu yang memperlakukannya dengan penuh perhatian.


"Pangeran Mo… kenapa kamu begitu baik pada ku?" Xin Qian tidak bisa lagi menahan perasaannya, jadi dia bertanya.


Tubuh Mo Lianfeng sedikit kaku karena terkejut, dia menunduk dan menatap mata Xin Qian yang penuh pertanyaan. Setelah ragu sejenak, Mo Lianfeng menjawab tanpa, "Karena Qian Qian juga menyelamatkan aku, di saat aku hampir kehilangan nyawa ku. Jadi, aku harus melakukan ini untuk mu."


Mendengar itu hati Xin Qian terasa pahit, dan berkata, "Apakah hanya karena ini?"


Xin Qian tidak tahu kenapa dia bisa mengatakan ini. Apa yang dia harapkan? Kenapa dia merasa antusias sendirian? Sejak awal, dia seharusnya tidak memiliki perasaan seperti ini untuk pria seperti Mo Lianfeng. Tapi, tanpa sadar, dia justru terjerumus semakin dalam… tanpa jalan kembali…


"Tentu saja tidak!" Jawab Mo Lianfeng, dan hati Xin Qian yang tenggelam tiba-tiba bangkit kembali.


Mo Lianfeng tersenyum lembut dan berkata dengan jujur "Qian Qian, apa kamu masih tidak menyadari perasaan ku? Kamu... sangat istimewa bagi ku, dan kamu memiliki daya tarik yang tidak dapat di jelaskan, kamu adalah satu-satunya wanita yang membuat ku selalu ingin melindungi mu…”


Hati Xin Qian bergetar begitu dia mendengar kata-kata itu. Apakah Mo Lianfeng mengakui perasaannya padanya? Tapi… ada kesenjangan yang sangat besar antara mereka. Jika bukan karena itu, Xin Qian benar-benar ingin bersama Mo Lianfeng…


Suasana antara dua orang itu, menjadi semakin ambigu. Mo Lianfeng dan Xin Qian sama-sama tidak berbicara apa pun. Setelah beberapa saat, Mo Lianfeng membawa Xin Qian naik ke kereta kuda. Kereta kuda itu milik Mansion Pangeran, khusus datang ke sini untuk menjemput Xin Qian.


Xin Qian bertanya dengan ragu-ragu, "Pangeran Mo, apakah aku benar-benar akan tinggal di Mansion milik mu malam ini?”


Mo Lianfeng mengangguk, dan berkata, "Ya, ke mana lagi Qian Qian ingin pergi?"


"Tapi... bukankah itu terlalu merepotkan mu?" Xin Qian mengerutkan keningnya khawatir.


Lagipula, Mo Lianfeng membawa seorang wanita aneh bersamanya, bukankah dia akan di salahpahami oleh orang-orang di Mansion Pangeran?


“Tidak, tidak ada masalah." Jawab Mo Lianfeng tersenyum tipis.


"Itu... kalau begitu baik-baik saja..." Ucap Xin Qian.


Xin Qian melanjutkan, "Pangeran Mo, terima kasih telah kembali hanya untuk membantu ku keluar dari penjara. Apakah kamu kembali ke Kota Yangcheng sendirian? Apakah Xiao Chen bersama dengan kedua orang tua ku?"


Xiao Chen adalah hal yang paling mengkhawatirkan di dalam hati Xin Qian. Anak kecil seperti itu tidak bisa tinggal sendirian di rumahnya. Xiao Chen pasti khawatir padanya, kan?


Berbicara tentang orang tua Xin Qian, ekspresi Mo Lianfeng agak jelek. Dia tidak ingin menyebutkan masalah tentang Keluarga Xin. Jika Xiao Chen di serahkan kepada orang tua Xin Qian, Mo Lianfeng tidak tahu apa yang akan terjadi padanya!


Namun, Mo Lianfeng tidak ingin memberitahukan hal ini pada Xin Qian. Terutama hal-hal buruk yang di lakukan oleh Keluarga Xin. Mo Lianfeng takut masalah ini akan membuat Xin Qian marah. Lagipula, Xin Qian baru saja kembali, jadi dia harus lebih banyak istirahat.


Apa yang Keluarga Xin lakukan, Mo Lianfeng sendiri yang akan membersihkan mereka lain kali…


Mo Lianfeng berkata, "Aku membawa Xiao Chen kembali bersama ku. Saat ini, Xiao Chen sedang berada di Mansion, Xiao Chen mengatakan bahwa dia ingin menunggu mu pulang untuk makan malam."


Xin Qian mengangguk, dan berkata, "Pangeran Mo, terima kasih. Telah menjaga Xiao Chen untuk ku. Aku sudah sangat banyak menganggu mu.."


Mo Lianfeng tersenyum dan berkata, "Sama-sama. Lagipula, aku yang paling banyak mengganggu Qian Qian selama berhari-hari. Jadi, ini semua hal yang harus ku lakukan."


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗