
Sambil berbicara, Xin Qian dan Mulan berjalan menuju rumah Mulan. Ketika dia tiba di rumahnya, Mulan berkata, "Xin Qian, itu kamar Adik Ipar ku. Masuk saja dan bicara dengannya. Aku akan mengambillan kedelainya untuk mu, karena aku tidak ingat di mana aku menaruhnya. Ingatan ku agak buruk. "
“Baiklah.” Jawab Xin Qian mengangguk.
Ada beberapa kamar di keluarga Zhu, dan yang di tinggali Zhu Sanlu ini menghadap ke selatan. Cahayanha adalah yang terbaik, bahkan desain kamarnya lebih baik daripada yang lain. Bisa di bayangkan bahwa Nyonya Zhu sangat mencintai putra kecilnya ini…
Xin Qian berjalan ke rumah Zhu Sanlu. Pintunya tertutup rapat. Jadi, Xin Qian tidak tahu apakah Zhu Sanlu berkonsentrasi belajar di dalam, karena dia takut akan mengganggu orang lain jika dia masuk seperti ini.
Karena sopan santun, Xin Qian mengetuk pintu sebelum masuk, tetapi tidak ada jawaban dari dalam…
Xin Qian bertanya-tanya apakah tidak ada orang, jadi dia mengulurkan tangan dan mendorong pintu itu. Namun, pintunya terkunci. Benarkah orang ini di rumah?
"Tok, tok, tok ~" Xin Qian mengetuk pintu beberapa kali lagi.
Seseorang akhirnya menjawab, dan suara di dalamnya sedikit bingung, "Siapa itu?"
"Aku Xin Qian, teman Kakak Mulan, Aku ingin meminta bantuan mi untuk meminjam beberapa lembar kertas, dan Aku akan mengganti kembalo besok!" Ucap Xin Qian langsung menjelaskan niatnya.
"Tunggu sebenar!" Teriak Zhu Sanlu dari dalam.
"Baiklah!" Xin Qian menunggu di pintu selama satu menit sampai akhirnya Zhu Sanlu membuka pintu.
Pria yang berdiri di depan Xin Qian mungkin berusia awal dua puluhan, yang sebenarnya hanya dua tahun lebih muda dari Zhu Erhu, Suami Mulan. Namun, warna kulit Zhu Sanlu terlihat tidak begitu baik, kulitnya sangat putih sampai terlihat pucat, dan ia tampak lemah, mungkin karena dia seorang sarjana, ia juga memiliki temperamen yang ilmiah.
Namun, perasaannya saat melihat tatapan Zhu Sanlu memberi Xin Qian tidak terlalu merasa baik. Ketika Zhu Sanlu melihat Xin Qian, ada jejak vulgar di matanya. Xin Qian merasa lebih tidak nyaman di tatap seperti itu oleh Zhu Sanlu! Pria mesum! Xin Qian segera memikirkan dua kata ini di dalam hatinya.
“Ehem~” Xin Qian batuk ringan dan Zhu Sanlu bereaksi.
Zhu Sanlu tersenyum, dan menyeka tangannya di bajunya tanpa sadar.
Di sudut mata Xin Qian, dia melihat sekilas cairan yang aneh pada pakaian Zhu Sanlu. Sebagai wanita dewasa dari abad ke-21, Xin Qian, yang sering berurusan dengan berbagai macam penjahat dan sangat tahu apa itu! Pada saat yang sama, bau aneh dan tidak menyenangkan mulai menembus ke dalam lubang hidungnya!
Xin Qian tiba-tiba mengerti mengapa Zhu Sanlu menutup pintu dengan erat di kamar. Pria ini benar-benar celaka! Meskipun normal bagi pria di usia ini untuk memiliki kebutuhan tertentu, Xin Qian masih merasa sedikit mual saat memkirkannya.
“Masuk dan lihatlah kertas apa yang kamu butuhkan!” Sapa Zhu Sanlu.
Mana mungkin Xin Qian berani masuk! Jadi, dia buru-buru melambaikan tangannya, "Tidak bisa, tidak baik bagi ku untuk memasuki rumah mu sebagai seorang wanita, cukup berikan aku selembar kertas yang biasa kamu gunakan saja."
“Uh... baiklah!” Jawab Zhu Sanlu sedikit bingung.
Sudut mulut Xin Qian berkedut, dan lain kali dia mencoba untuk tidak berurusan dengan Zhu Sanlu!
Setelah Zhu Sanlu memasuki ruangan, dia mengeluarkan tiga lembar kertas dan menyerahkannya kepada Xin Qian, "Ini kertasnya!"
Xin Qian mengulurkan tangan untuk mengambilnya, "Terima kasih, aku akan memggantinya besok."
Namun, Zhu Sanlu masih memegang kertas itu dan tidak melepaskannya.
“….” Alis Xin Qian berkerut, apa maksud orang ini?
Zhu Sanlu mulai tidak bisa menahan hasratnya, dia ingin menyentuh Xin Qian, tetapi terputus karena suara Mulan berteriak, "Xin Qian! Aku menemukan kedelainya!"
Zhu Sanlu dengan cepat melepaskan kertas di tangannya. Lalu, Xin Qian mengambil kertas itu. Memikirkan tindakan Zhu Sanlu barusan, Xin Qian merasa lebih jijik padanya! Menatap kertas di tangannya, Xin Qian merasa tidak ingin menggunakannya lagi! Bukankah itu telah di nodai dengan cairan aneh di tangan Zhu Sanlu?! Xin Qian buru-buru berjalan menuju Mulan.
"Xin Qian, masih banyak sekali kedelao di rumah ku, lihatlah apakah itu cukup?" Mulan bertanya, sambil mengangkat kedelai di tangannya.
Kedelai itu memenubi setengah tas kecil, mungkin beratnya sekitar tiga kilogram. Xin Qian mengangguk, dan berkata,"Ini sudah cukup!"
"Itu bagus, maka kamu bisa membawa semuanya!" Ucap Mulan.
"Tidak perlu, Xin Qian, Aku tidak tahu apa-apa tentang bisnis kedai makanan ini, jadi aku hanya menyulitkan mu sampai saat ini. Bawa saja kedelai ini, dan anggaplah sebagai modal dari ku.” Ucap Mulan tersenyum.
Xin Qian tersenyum dan berkata, "Baiklah kalau begitu!"
Sebelum pergi, Xin Qian berbisik ke telinga Mulan, "Kakak Mulan, kenapa adik ipar mu kembali dari studinya?"
"Dia berkata bahwa sedang liburan sekolah, ada apa?" Tanya Mulan bingung.
"Bukan apa-apa, itu hanya… kakak Mulan, kaamu harus lebih berhati-hati dengan adik ipar mu... dia tidak muda lagi, jadi mintalah pada ibu mertua mu untuk menemukan dia seorang istri!" Ucap Xin Qian memperingatkan Mulan. Agar Zhu Sanlu tidak terus melakukan hal yang menjijikkan itu!
Mulan tidak mengerti apa artinya Xin Qian, tetapi dia mengangguk dan berkata, "Oke!"
Setelah Xin Qian meninggalkan rumah Mulan, dia pergi ke rumah Bibi Liu. Xin Qian langsung meminjam gilingan batu, dan Bibi Liu meminta putranya, Liu Shanzi untuk membawakannya ke rumah Xin Qian karena itu berat.
“Gadis Qian, aku akan membiarkan Shanzi mengirimkannya kepada mu!” Ucap Bibi Liu, khawatir bahwa Xin Qian tidak bisa mengangkat barang seberat itu sendirian.
"Bukanlah aku akan menyusahkan kakak Shanzi?" Ucap Xin Qian agak sungkan.
“Tidak apa-apa!” Jawab Liu Shanzi sambil tersenyum, kemudian berjalan untuk mengambil gilingan batu. Karena bantuan Xin Qian, kondisi ayahnya jadi membaik, jadi bisa di bilang Xin Qiam adalah dermawan menyelamatkan hidup Ayahnya. Liu Shan juga sangat berterima kasih kepada Xin Qian.
"Terima kasih Kakak Shanzi!" Ucap Xin Qian tersenyum.
Liu Shanzi tersenyum dan menggelengkan kepalanya, "Xin Qian, kamu terlalu sopan. Ayo pergi!"
"Baiklah. Bibi Liu aku pamit dulu!” Ucap Xin Qian. Kemudian berbalik pergi.
Kedua orang itu berjalan di jalan dan mengobrol santai. Kemampuan bicara Liu Shan tidak buruk, ia termasuk tipe orang yang ramah dan jujur. Pria yang ramah dan jujur seperti ini adalah yang paling di sukai para wanita karena mereka merasa lebih nyaman mengobrol dengannya.
Ketika mendekati rumahnya, Xin Qian merasa ada yang mengikutinya, saat dia berbalik, dia tidak melihat sosok siapa pun.
“Xin Qian, apa yang kamu lihat?” Liu Shanzi bertanya dengan prihatin.
Xin Qian menggelengkan kepalanya dan berkata sambil tersenyum, "Tidak ada apa-apa.”
Mungkinkah dia terlalu sensitif? Tetapi Xin Qian jelas merasakan bahwa ada yang mengikutinya, itu adalah perasaan yang sama saat dia di ikuti oleh penguntit saat masih seorang detektif dulu.
"Xin Qian, di mana aku harus menempatkan gilingan bati ini?” Tanya Liu Shanzi
"Kakak Shanzi, kamu bisa menaruhnya di meja itu.” Ucap Xin Qian.
Liu Shan mengangguk dan berkata, "Oke!"
Setelah mengatakan itu, Liu Shanzi bergegas memasuki rumah Xin Qian, dan kemudian keluar setelah meletakkannya. Liu Shanzi tahu bahwa tinggal bersama Xin Qian untuk waktu yang lama tidak akan baik, dan itu akan membawa rumor buruk kepada Xin Qian,
Jadi, Liu Shanzi berkata kepada Xin Qian, "Xin Qian, maka aku akan kembali dulu."
"Oke, tolong hati-hati di jalan Kakak Shanzi!" Ucap Xin Qian.
"Tidak apa-apa, tidak masalah!" jawab Liu Shanzi
zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz
Jangan Lupa yah teman-teman!!
Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊
See you in the next chapter ya readers🤗