
Xin Qian tersenyum lembut dan berkata, "Terima kasih, Kakak Mulan, aku akam berhati-hati. Ngomong-ngomong, kakak Mulan, tahukah kamu siapa yang memulai gosip ini?"
Tidak ada angin dan tidak akan ada ombak, masalah ini pasti di sebabkan oleh seseorang di belakang layar. Dia sudah menebak siapa orang itu tapi dia masih harus memastikannya. Jika dia tahu kebenarannya, dia tidak akan pernah melepaskannya dengan mudah! Beraninya menghubungkan dia dan Liu San!
Mulan menggelengkan kepalanya dan berkata, "Qian’er, aku tidak tahu siapa itu. Saat itu aku pergi ke sungai untuk mencuci pakaian dan tanpa sengaja aku mendengar mereka membicarakan mu..."
"Baiklah, kakak Mulan.” Ucap Xin Qian.
Mulan tersenyum dan berkata, "Qian’er, aku pulang dulu. Jika ada sesuatu, kamu bisa memberitahu ku."
Xin Qian mengangguk. “Hati-hati.”
...................
Keesokan harinya...
Xin Qian tidak meminta Liu Lei untuk membantunya mengirim daging katak, dia pergi untuk mengirimnya sendiri, dan dia juga pergi ke kantor pemerintah bersama Lizheng dan Xin Baoshan, untuk menangani masalah pemisahan rumah tangga.
Pagi-pagi, rombongannya pergi ke Yangcheng dengan kereta...
Saat Xin Baoshan pergi bersama Lizheng Liu Fugui untuk sarapan, Xin Qian pergi ke Fulin Restaurant. Sekarang, karena bisnis katak ini, Xin Qian setiap harinya hanya butuh lebih dari sepuluh menit untuk mendapatkan uang. Ini sangat membantu membantu ekonomi nya.
Setelah Xin Qian selesai mengirim daging katak itu, dia kembali ke tempat kakeknya dan Lizheng.
Melihat Xin Qian yang baru saja tiba, Xin Baoshan bertanya dengan rasa ingin tahu, "Gadis Qian, ke mana kamu pergi?"
Bagaimana mungkin Xin Qian memberi tahu Xin Baoshan apa yang dia lakukan? Tentu saja tidak!
Xin Qian hanya menjawab dengan santai, "Tidak ada apa-apa, Liu Lei mendapatkan hasil buruan kemarin dan ingin mengirimnya ke restoran, karena aku pergi ke kota jadi aku membantu membawanya ke sini."
Xin Baoshan mengangguk dan berkata, "Yah, ternyata begitu, ayo cepatlah dan makan, aku memesan semangkuk bubut daging, rasanya tidak enak ketika dingin."
Melihat Xin Qian tidak duduk, Xin Baoshan berkata lagi, "Gadis Qian, tidak apa-apa, duduk dan makanlah. Kakek yang akan membayarnya."
Bagaimanapun, Xin Baoshan sangat memperhatikan Xin Qian karena rasa bersalah. Melihat Xin Baoshan berkata begitu, Xin Qian tidak perlu merasa sungkan dengan Xin Baoshan.
Semangkuk bubur daging hanya berharga 7 koin tembaga. Di bandingkan dengan uang untuk menjualnya, itu benar-benar tidak layak di sebut! Xin Qian juga tidak sempat sarapan di pagi hari. Jadi, saat ini dia benar-benar lapar.
Setelah Xin Qian memakan semua bubur daging di mangkuknya. Mereka bertiga pergi ke kantor pemerintah bersama. Ada banyak orang di kantor pemerintah dan mereka semua harus mengantri.
Setelah lebih dari 1 jam, prosedur Xin Qian selesai. Setelah membuat akun keluarga sendiri, Xin Qian mendaftar ke kantor pemerintah, mereka juga memberi Xin Qian selembar kertas tebal, itu adalah sertifikat, fungsinya mirip dengan kartu keluarga abad ke-21.
Xin Qian menghela nafas lega saat semua prosedur telah selesai. Mulai sekarang, dia benar-benar tidak ada hubungannya dengan keluarga Xin. Tidak peduli apa yang terjadi pada keluarga besar Xin di masa depan, dan apa pun yang dia miliki di masa depan, meraka tiidak bisa saling mengganggu.
Setelah keluar dari kantor pemerintah, Xin Qian tidak pergi bersama Xin Baoshan dan Lizheng Liu Fugui, karena dia ingin pergi ke pasar untuk membeli beberapa barang.
Sekarang Xin Qian memiliki cukup uang di tangannya, dia ingin membeli sepotong kain untuk membuat pakaian Xiao Chen. Di masa lalu, dia sangat miskin, jadi dia tidak bisa membelikan anaknya pakaian baru. Dulu, dia bahkan hampir tidak mampu membeli apa pun untuk Xiao Chen.
Sekarang, dengan penghasilannya setrlah menjual daging katak, Xin Qian ingin memberikan Xiao Chen pakaian yang layak. Pakaian anaknya sudah sangat tua karena itu pakaian bekas Xin Yang, jadi selama ini Xiao Chen tidak pernah mengenakan pakaian baru.
Anak-anak dengan kulit yang halus, pasti sangat sensitif dengan kain yang kasar. Daging Pakaian yang terbuat dari kaim kasar sangat tidak nyaman untuk di kenakan, dan itu tidak sebagus pakaian dari kain katun.
Ada banyak toko yang menjual pakaian jadi dan kain di kota Yangcheng. Harga pakaian jadi lebih mahal, tapi akan jauh lebih murah jika dia membeli gulungan kain dan membuat pakaiannya sendiri.
Xin Qian telah menghasilkan banyak uang tapi dia tidak ingin menjadi boros. Lebih baik menyimpannya sebagai tabungan. Lagipula, dia juga ingin membangun rumah. Itu adalah pengeluaran yang sangat besar.
Ada banyak orang kaya yang tinggal di kota Yangcheng, dan toko-toko di jalanan banyak yang menjual pakaian atau sutra.
Xin Qian pergi ke beberapa toko dan bertanya tentang harganya, setidaknya satu gulungan kain katun itu seharga 1 atau 2 perak. Tentu saja, untuk sutra dan satin lebih mahal, harganya bisa sampai 10 perak, dan itu adalah harga normal.
Mengenakan kain sutra atau satin, di mata Xin Qian, itu adalah sebuah kemewahan, yang saat ini tidak mampu dia bayar.
Prioritasnya saat ini adalah membeli pakaian untuk Xiao Chen, selama pakaian itu nyaman di pakai, dia tidak perlu mempertimbangkan harganya bahkan jika itu terlalu mahal.
Xin Qian mencari di beberapa toko, dan akhirnya menemukan sebuah toko dengan barang yang bagus, juga harganya relatif murah, toko pakaian ini berada di sebuah gang kecil. Jadi, barang-barang di toko juga lebih murah daripada toko lain.
Xim Qian pergi ke toko dan memilih. Akhirnya, dia memilih kain biru safir dan membelinya. Itu seharga 2 perak. Hari ini, dia hanya mendapat 2 perak dan 50 koin tembaga dari Sun Changquan.
Setelah membeli kain, Xin Qian menaruhnya di keranjang belakang, siap untuk pulang.
Tiba-tiba seseorang muncul dari gang kecil di dekatnya, dengan noda darah di pakaiannya yang berwarna ungu gelap. Dengan kedatangan orang ini, hidung Xin Qian di penuhi bau darah. Alisnya berkerut tanpa sadar, dan Xin Qian melangkah mundur dengan waspada.
Situasi apa ini? Apakah orang ini habis di rampok? atau dia di serang pembunuh?
zz zzz zz zz zzz zz zzz zzz zzz zz zz zz zzz zz zz zzz
Jangan Lupa yah teman-teman!!
Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊
See you in the next chapter ya readers🤗