Rebirt Into A Single Mother

Rebirt Into A Single Mother
Chapter 290



Huo Chunhua menatap ke kaki Suaminya, dan ada luka sepanjang lima atau enam sentimeter, darah terus menetes di kaki Xin Baoshan. Dia pun mulai mengutuk, "Siapa yang berani melakukan hal jahat ini? Bagaimaana bisa dia membuang sampah di jalanan! Jika Aku tahu, Aku akan melepaskan kulitnya! Pak tua! Jangan mati, keluarga kita masih bergantung pada mu! "


Kaki Xin Baoshan memang berlumuran darah. Seluruh wajahnya tampak pucat karena pendarahan yang berlebihan.


“Ya, ayah, kamu harus bertahan, kita tidak punya apa-apa!” Xin Wenshi mengikuti.


"Ayah, kamu adalah tulang punggung keluarga Xin kami. Jika sesuatu terjadi pada mu, keluarga Xin kami akan berakhir." Ucap Li Cuiying juga


"Ayah, Dr. Sun akan segera datang, kamu harus menahannya!" Ucap Xin Wenshi.


“Hah…” Duduk di kursi, Xin Baoshan menghela nafas dan mengutuk, "Apa yang kalian semua teriakkan?! Apakah kalian semua mengutuk ku untuk mati? Untuk apa kalian semua menangis, bukankah kaki ku hanya berdarah? Luka ini jauh dari nyawa, apa yang bisa terjadi padaku? ? "


Orang-orang dari keluarga Xin terlalu takut untuk membuka mulut mereka.


"Ayah… Kami hanya mengkhawatirkanmu." Ucap Xin Wenshi.


Xin Baoshan dengan marah berkata, "Khawatir? Aku tidak akan mati, tetapi Aku akan mati jika kalian terus mengutuk ku satu per satu."


Xin Baoshan mulai ragu, apakah anak-anaknya sunggih ingin dia mati?


"Ayah... lalu kakimu parah atau tidak, pertama kita harus menghentikan pendarahannya, kalau tidak darahnya akan terus mengalir, dan Ayah akan semakin lemah." Xin Wenhua melangkah maju dan berkata dengan ekspresi prihatin.


Keluarga Xin memiliki banyak ladang, di masa lalu, Xin Wenhua, Xin Wentao dan Xin Baoshan yang paling banyak bekerja. Yang tertua dan yang kedua tidak terlalu bertanggung jawab. Sekarang karena keluarga terpecah, Xin Wenhua tidak dapat campur tangan dalam pekerjaan keluarga Xin.


Lalu, Xin Wentao harus pergi ke gunung untuk menambang, dan Xin Baoshan terluka. Terpaksa Keluarga Xin hanya bisa mengandalkan Xin Wenshi dan Xin Wenshui, tapi jika itu mereka yang pemalas, di khawatirkan setengah dari ladang keluarga pasti akan terbengkalai.


"Aku tidak bisa menghentikannya, mari kita tunggu Dokter Sun datang." Jawab Xin Baoshan lemah.


Xin Wenhua menghela nafas dan berkata. "Baiklah, ayah!"


Setelah beberapa saat, Xin Wenshui datang bersama Dokter Sun. Dokter Sun tinggal di desa, tidak jauh dari rumah Keluarga Xin, jadi dia datang dengan cepat.


Dr. Sun membawa kotak obat di tangannya, dan ketika dia datang, dia menghela nafas setelah melihat luka Xin Baoshan, "Meskipun tidak terlalu serius, tetapi ada begitu banyak darah yang keljar, kamu harus beristirahat dengan baik untuk saat ini. Kamu tidak bisa bekerja, dan harus mengkonsumsi makanan yang bernutrisi untuk memulihkan tubuh mu. Ketika darah diisi kembali, kamu akan baik-baik saja. "


Ketika Dr. Sun selesai berbicara, dia mengeluarkan botol dari kotak obat dan menuangkan bubuk itu ke luka Xin Baoshan. Darah segera berhenti. Efek obatnya luar biasa dan efektif.


Kemudian Dr. Sun mengambil kain putih untuk membalut kaki Xin Baoshan. Setelah semuanya selesai, Dokter Sun bangkit, mengeluarkan dua botol kecil, dan mulai meminta uang setelah beberapa kata.


Setelah pemeriksaan sederhana, Dr. Sun meminta bayaran dua perak. Orang-orang dari keluarga Xin merasa sakit tetapi tetap harus memberikannya.


Setelah melihat Dr. Sun pergi dengan membawa perak di tangannya, Huo Chunhua mengutuk, "Dr. Sun ini benar-benar berhati hitam. Dia hanya memeriksa sebentar tetapi meminta bayaran dua perak!"


Li Cuiying buru-buru menarik Huo Chunhua, "Ibu, jangan bersuara keras, jangan sampai didengar oleh Dokter Sun, kalau tidak dia tidak akan mau datang lagi ke rumah kita. Apa yang bisa kita lakukan, hanya dia satu-satunya dokter di desa ini?"


“Kenapa harus takut? Apakah dia berani menolak pasien?” Huo Chunhua mendengus pelan.


"Ibu, Kita tinggal di desa. Adakah yang bisa meramalkan masa depan? Siapa yang tahu kalau suatu saat ada yang sakit parah di Keluarga Xin? Jika Ibu menyinggung Dr. Sun, tidak akan ada penyelamat untuk kita." Ucap Li Cuiying.


“Aku hanya mengatakan beberapa patah kata, diajugaa telah berjalan jauh, bagaimana dia bisa mendengarnya,” gumam Huo Chunhua. Biaya pengeluaran di rumah terlalu besar akhir-akhir ini, dan tabungan yang dipegangnya tidak banyak tersisa.


Huo Chunhua memelototi Li Cuiying, "Pergilah dengan cepat dan buat telur manis untuk membantu ayahmu."


Xin Baoshan di angkat ke rumah oleh putra-putranya, sementara Xin Wenshi dan Xin Wenshui duduk di halaman dan tidak berniat untuk pergi.


"Hei, Wenshi, Wenshui, mengapa kalian masih duduk di sini? Apakah kalian tidak melakukan pekerjaan di ladang?" Huo Chunhua bertanya, nada suaranya agak ketus.


"Ibu, kakak dan Aku baru saja kembali, bisakah kita istirahat?" Ucap Xin Wenshui.


"Tidak ada lagi pria dalam keluarga kita. Jika kalian berdua beristirahat, siapa yang pergi bekerja di ladang? Kalian, dua orang pemalas, kalian hanya rajin saat makan! Cepat pergi! "Huo Chunhua memarahi.


Xin Wenshui dan Xin Wenshi yang dimarahi oleh Huo Chunhua, mau tak mau harus mereka harus bangun dan pergi ke ladang.


“Ibu, apakah benar-benar hanya Aku dan kakak yang akan ke ladang?” Xin Wenshui mengerutkan bibirnya dan bertanya.


"Jika bukan kalian berdua, apa kalian mengharapkan para wanita turun ke tanah?" Ucap Huo Chunhua geram.


"Tidak, ibu, aku hanya berpikir karena ayah sedang terluka dan tidak bisa melakukan pekerjaan, haruskah aku memanggil saudara keempatku pulang? Aku tidak bisa berbuat banyak jika hanya berdua dengan saudara tertua!" Ucap Xin Wenshui.


Ketika Xin Wenshui mengatakan kata-kata ini, Huo Chunhua memarahi lebih keras, dan langsung mengambil sapu, "Kamu tidak bisa berbuat banyak? Jika Kamu masih ingin makan, berkerjalah dengan baik di ladang! Saudara keempat mu naik ke gunung untuk berkerja di tambang, agar kita bisa memiliki banyak uang! Jika dia kembali, apakah kamu bisa memberikan ku uang? Hah?!”


“Bugh! Buakk! Bugh!” Beberapa pukulan jatuh di tubuh Xin Wenshui.


“Aduk Ibu! Sakit!” Xin Wenshui berteriak kesakitan karena dia dipukul oleh Huo Chunhua dengan gagang sapu.


"Ibu, jangan seperti itu, aku tidak malas, aku hanya sedang tidak dalam kesehatan yang baik! Aku tidak bisa melakukan banyak pekerjaan berat!" Xin Wenshui dengan sedih membela.


Huo Chunhua segera mengutuk Li Cuiying di dapur, "Wanita ****** tak tahu malu ini, pada usia segitu, dia masih tega membuat suaminya sendiri kelelahan di malam hari!”


Mulut Xin Wenshui berkedut, "Ibu, jangan katakan ibu Tianyu, ada apa dengannya?"


Huo Chunhua memelototi Xin Wenshui, "Bukannya dia membuat mu bekerja keras di malam hari, hingga Kamu menjadi seperti ini? Karena dia punya banyak energi di malam hari, maka aku akan memberinya banyak pekerjaan di rumah! "


Li Cuiying di dapur merasa dirugikan ketika dia mendengarnya. Wanita tua ini bisanya hanya mengutuk orang lain, dan bahkan mengutuknya ****** di depan keluarga. Itu membuatnya malu! Dia bahkan tidak bersalah!


Xin Wenshui sedikit bersalah, "Ibu, baiklah, jangan memarahinya, di depan Tianyu!"


“Huh!” Huo Chunhua mendengus pelan, dan pergi ke kamar untuk melihat Xin Baoshan.


"Kakak, ayo pergi!" Xin Wenshui memanggil.


“Ya, ayo pergi!” Jawab Xin Wenshi. Dia awalnya berniat malas-malasan seperti Xin Wenshui, dengan alasan kesehatan yang buruk. Tapi melihat nasib, Xin Wenshui yang di pukuli oleh Huo Chunhua, bagaimana dia bisa melakukannya? Dia tidak mau istrinya dikritik oleh Huo Chunhua.


zz zz zz zz zz zz zzz zzz zz zz zz zz zz zz zz zz zz zz


Jangan Lupa yah teman-teman!!


Kalian harus klik Like, Vote, dan Komentar di sini yahh😊😊 Kasih TIP juga boleh xixi Author sangat mengharap kan dukungan kalian semua supaya author jadi lebih semangat nulis nya nih😁 Semoga kita semua selalu sehat yah! Ingat jaga kesehatan loh😊


See you in the next chapter ya readers🤗